
Andra duduk di sofa apartemennya, dia enggan untuk kembali ke kantor sekarang. Perasaannya sedang kacau, tak pernah menyangka atau terlintas dibenaknya kalau Kinara akan benar-benar berpaling pada lelaki lain. Andra menundukkan kepalanya dalam sambil memejamkan matanya.
Memorinya seakan kembali ke 3 tahun silam, dimana dengan tidak berperasaannya dia melepas cinta Kinara demi cinta semunya pada Rissa. Andra kembali membuka matanya dan tersenyum kecut, yah dia menyesali semuanya, merasa bodoh sangat teramat bodoh.
" Mengapa penyesalan selalu datang terlambat? Kenapa Tuhan tak pernah menciptakan lorong waktu untuk kembali ke masa lalu? "
Seketika Andra tertawa bodoh, lorong waktu? Ini bukan drama televisi yang bisa membuat hal yang mustahil ada menjadi mungkin terjadi. Kenyataannya sekarang Kinara tidak mencintainya lagi.
" Seberusaha apapun aku, apa bisa Kinara kembali lagi padaku? "
Monolog Andra entah pada siapa, keyakinannya kemarin bahwa Kinara akan kembali lagi padanya mendadak sirna. Andra menghela nafas beratnya, mengadahkan kepalanya mentap langit.
" Apa aku harus menyerah sekarang?" Guman Andra dengan lirihnya.
.
.
Kinara mondar mandir dalam ruangan Andra, perasaannya cemas karena Andra belum juga kembali ke kantor. Kinara sudah menanyakan pada sekretaris Andra namun dia juga tak tahu dimana keberadaan Andra, ponsel Andra pun tak aktif.
Jujur saja Kinara takut terjadi sesuatu dengan Andra. Kinara mencoba kembali menghubungi Andra namun sebelum telepon tersambung pintu ruangan Andra sudah terbuka dan munculah sosok lelaki yang sejak tadi dikhawatirkannya. Kinara langsung menghampiri Andra dengan wajah penuh kekhawatiran.
" Ndra, kamu kemana aja? Kenapa baru kembali? Kenapa ponsel kamu gak aktif? " Kinara menyerbu Andra dengan banyak pertanyaan. Andra menatap Kinara dalam.
" Jangan perhatikan aku jika kamu gak benar-benar peduli sama aku, jangan bersikap seolah-olah kamu masih mencintai aku padahal kenyataannya di hati kamu udah ada lelaki lain. Jika tak ingin kembali padaku bersikaplah sebagaimana kamu harus bersikap, jangan memberikanku harapan kosong "
Kinara menatap Andra tak percaya, pertama kalinya Andra bicara selirih itu dengan tatapan sendu dan terluka. Kinara ingin menangis sekarang, hatinya tak kuat menahan lagi. Tapi pada kenyataannya? Kinara hanya diam, mengucapkan satu patah katapun terasa sulit, dadanya begitu sesak melihat Andra seperti itu. Kinara masih menatap Andra yang sedang berjalan gontai menuju meja kerjanya. Kinara membuang pandangannya kearah pintu saat air matanya terjatuh, dengan segera Kinara keluar dari ruangan Andra.
BLAM
Setelah pintu tertutup Andra langsung menjatuhkan air matanya. Dadanya sesak berkata seperti itu pada Kinara. Dia tahu Kinara pasti terkejut dengan ucapannya, namun dia juga ingin melindungi hati dan perasaannya. Andra tak ingin berharap lagi, untuk apa mengharapkan sesuatu yang tak akan pernah kau miliki lagi? Itulah pemikiran Andra. Terkadang apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan kenyataan yang ada.
" Aku tak ingin melepasmu Nara, sungguh aku mencintai kamu tapi bagaimana aku bisa terus berusaha menggenggammu jika kamu gak pernah ingin menggapai tanganku? "
Andra menangis dalam diam, Andra menatap ponsel dimana fotonya dan foto Kinara yang menjadi wallpapernya, Andra mengganti wallpaper ponselnya menjadi gambar pemandangan. Dia bertekad untuk menyerah, menyerahkan seluruhnya pada takdir.
.
.
Kinara bergegas menuju sebuah restauran setelah pulang dari kantornya, saat keluar dari ruangan Andra tadi Kinara langsung menghubungi ibu Andra sambil menangis. ibu Andra meminta bertemu dengan Kinara untuk membicarakan langkah selanjutnya dari rencana mereka.
" Mamaaaaaa " Kinara langsung menghambur memeluk ibu Andra saat memasuki ruangan VIP di restauran tersebut.
" Sayang " ibu Andra mengusap punggung Kinara saat mendengar isakan dari bibir Kinara.
" Sssttt jangan nangis sayang " ibu Andra mencoba menenangkan Kinara yang masih saja terisak, setelah agak tenang Kinara mendongakkan kepalanya menatap ibu Andra.
" Aku menyerah mama, aku ingin segera kembali pada Andra " ibu Andra tersenyum maklum mendengar ucapan Kinara.
" Jangan nak, bertahanlah sebentar lagi " Kinara menggeleng lemah.
" Nggak mau, aku gak mau lihat Andra tersiksa seperti tadi dan aku juga sangat tersiksa mamaaa" ibu Andra menghela nafasnya sejenak.
" Sayang, mama tahu ini berat, namun kita belum melihat perjuangan Andra untuk kamu, mama gak mau dia mendapatkanmu dengan mudahnya dan itu membuatnya besar hati dan kembali menyakitimu, bertahanlah sebentar lagi ya? "
Kinara terdiam, dia bimbang, satu sisinya tentu tak ingin kejadian dulu terulang kembali namun dia juga tak bisa terus bertahan pada situasi seperti ini.
" Gak usah terlalu dipikirkan sayang, jalani saja ya " Kinara pun menganggukkan kepalanya, mencoba bersabar dan mengikuti nasehat dari ibu Andra.
" Kita makan malam dulu disini, sebentar lagi Bagas dan Dila menyusul " Mata Kinara berbinar mendengar Dila akan datang.
" Dila akan kemari juga? Huwaaaa aku sangat merindukannya mama, semenjak pesta pertunangannya aku belum sempat bertemu dengannya, Justin dan Rissa " Ucap Kinara sedih.
" Dan hari ini kita berkumpul lagi " Ucap Dila yang tiba-tiba saja datang bersama Bagas, Justin dan juga Rissa.
" Justin dan Rissa juga datang?" Kinara menghampiri mereka dan memeluknya satu persatu.
" Tentu saja kami juga datang, tadi ibunya Andra menelponku agar datang bersama Justin " Ucap Rissa, Kinara tampak senang bertemu dengan mereka semua, paling tidak kehadiran mereka membuat kesedihan Kinara sedikit terlupakan.
ibu Andra tersenyum menatap Kinara yang asik mengobrol dan becanda dengan teman-temannya, tak salah saran dari Bagas untuk mendatangkan sahabat-sahabat Kinara karena memang merekalah yang diperlukan Kinara saat ini.
.
.
Andra berjalan ke sebuah bar, bar high class yang hanya bisa didatangi oleh orang-orang kaya termasuk Andra. Andra memasuki ruangan VIP, disana sudah ada Selvi dan Yoga menunggunya sejak tadi.
" Maaf, aku datang terlambat " Andra mendudukkan dirinya disebelah Yoga.
" Kamu mau minum wine Ndra? " Andra hanya mengangguk menjawab pertanyaan Selvi.
" Bagas kemana? Biasanya dia selalu datang lebih dulu "
" Bagas sedang dinner dengan Dila, jadi hanya kita saja disini " Jawab Yoga.
" Kamu kenapa Ndra? Wajahmu kusut sekali " Tanya Selvi
Andra menghela nafasnya, melonggarkan dasi dan membuka jasnya kemudian menyandarkan kepalanya di sofa sambil memejamkan kedua matanya. Selvi dan Yoga hanya saling pandang kemudian menatap Andra menunggu jawaban darinya.
" Ini masalah tentang Kinara, setelah 3 tahun dia kembali, aku bertekad untuk mengejarnya kembali namun sepertinya hanya aku yang masih memiliki perasaan padanya " Jelas Andra masih sambil memejamkan kedua matanya.
" Apa dia sudah memliki kekasih baru? " Tanya Yoga.
" Aku gak tau lelaki itu kekasihnya atau bukan, tapi kurasa mereka memang memiliki hubungan khusus " Ucap Andra lemah.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan Ndra? Kamu akan nyerah? " Tanya Selvi sambil menatap Andra lekat, Andra membuka kedua matanya dan menatap Selvi kemudian menggeleng lemah.
" Aku gak tau, rasanya aku ingin menyerah namun aku juga gak rela jika membiarkan Kinara bersama lelaki itu. Aku ingin Kinara kembali lagi padaku, tapi melihat sepertinya dia tak mencintaiku lagi rasanya aku merasa ini akan sia-sia " Andra menunduk sambil tersenyum kecut.
" Apa kau sudah mencoba untuk menyatakan cintamu pada Kinara dan memintanya kembali? " Andra menolehkan kepalanya kearah Yoga kemudian mengangguk.
" Dia tak percaya padaku, dia takut kalau kembali padaku justru akan membuatnya kembali merasakan sakit itu lagi, dia takut aku akan mengulangi kesalahan yang seperti dulu lagi "
" Kalau begitu buat saja dia cemburu siapa tau dia mau kembali lagi padamu " Yoga secara tiba-tiba memberikan ide spontan nya, Selvi mencibir kearah Yoga sedangkan Yoga menatap Selvi sedikit bingung.
" Kenapa? Apa saran dariku salah? " Selvi memutar bola matanya malas.
" Udah jelas Andra tadi bilang kalau Kinara tak ingin kembali bersamanya karena takut disakiti lagi dan itu artinya Kinara belum percaya sepenuhnya pada Andra, kalau Andra menjalankan saran darimu adanya Kinara semakin tak percaya padanya, justru yang harus Andra lakukan sekarang membuatnya percaya dengan mencoba berpura-pura merelakan Kinara bersama lelaki itu "
Yoga dan Andra saling berpandangan, sepertinya mereka berdua belum paham maksud dari ucapan Selvi.
" Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? " Selvi menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Andra padanya.
" Pertama jangan lagi menunjukan rasa sukamu padanya, kedua berbuatlah sesuatu yang membuatmu terlihat baik dimatanya pokoknya buatlah hal-hal kecil yang baik dimatanya, buat dia merasa simpatik padamu, coba sentuh hatinya perlahan dan jangan dipaksa, aku yakin cepat atau lambat dia akan kembali padamu, dan aku juga yakin sebenarnya dia masih mencintaimu hanya saja dia ingin menguji kesungguhanmu terlebih dahulu "
Andra mulai mencerna semuanya, dan dia mengerti sekarang, secara tiba-tiba semangatnya untuk membuat Kinara kembali lagi menjadi menggebu, Andra memeluk Selvi erat.
" Makasih sel, kau memang sahabat terbaikku " Selvi membalas pelukan Andra tak kalah erat, sejenak mereka melupakan sosok Yoga yang sejak tadi hadir bersama mereka.
" Lupakan saja aku " Ucapan Yoga membuat Andra dan Selvi melepaskan pelukan mereka, spontan mereka terbahak melihat wajah cemberut Yoga yang tak lucu itu kemudian mereka berdua merangkul Yoga erat.
" Ya ampun, jadi yoga ganteng ini cemburu nggak di ajak pelukan hahaha " Andra tak tahan untuk tak tertawa kembali, Yoga semakin cemberut saat mereka terus saja mentertawakannya.
.
.
Sedari tadi Kinara sibuk mencuri-curi pandang kearah Andra, sejak pagi tadi hingga sekarang Andra sibuk dengan pekerjaannya. Memang tadi Andra sempat bicara padanya saat memberikan beberapa tugas pada Kinara namun hanya sebatas itu, setelah Andra sibuk berkutat dengan pekerjaannya.
Sejak kejadian kemarin mereka belum bicara apapun soal hubungan mereka, entahlah tapi kalau Kinara melihat sikap Andra hari ini sepertinya Andra itu tak ada tanda-tanda untuk membahas soal kemarin. Kinara menghela nafasnya lelah, pekerjaannya sudah selesai, sebenarnya Kinara ingin memberikan pekerjaan yang telah diselesaikannya pada Andra namun Kinara ragu untuk mendekati Andra.
Andra berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Kinara dan menyodorkan beberapa dokumen.
" Pekerjaan sebelumnya apa sudah selesai? " Kinara mengangguk kemudian memberikan berkas yang diselesaikannya pada Andra.
" Pelajarilah dokumen itu dan nanti kamu ikut aku mengikuti pertemuan seluruh pengusaha di Indonesia, setelah jam makan siang kita akan berangkat " Kinara menjawab dengan anggukan kepala kemudian Andra kembali lagi berjalan menuju kursinya.
Setelah jam makan Siang mereka pun segera berangkat menuju tempat pertemuan itu, selama diperjalanan hanya keheningan yang tercipta namun Kinara sering kali mencuri-curi pandang kearah Andra yang sedang fokus menyetir. Entah berapa lama waktu yang ditempuh untuk sampai disana, Kinara sendiri tak tahu dimana tempatnya namun dia ingin sekali cepat sampai dari pada berada disituasi seperti ini dan sepertinya keinginan Kinara terkabul karena tak lama mobil yang dikendarai Andra memasuki parkiran sebuah gedung yang besar.
Setelah mematikan mesin mobilnya Andra keluar dengan membawa tas berisi dokumen-dokumen penting diikuti Kinara dibelakang. Kinara terus memandang punggung Andra dengan lirih, Andra hanya bicara seperlunya saja. Itu membuat Kinara resah, apa Andra benar-benar akan menyerah? Jika benar begitu lalu apa yang harus dia lakukan?
Kinara masih mengikuti Andra, Andra tampak menyalami beberapa relasi bisnisnya saat sudah memasuki aula yang berisi orang-orang yang menggunakan jas yang diyakini CEO perusahan-perusahaan besar seperti Andra.
Kinara terus melangkah mengikuti Andra yang berdiri didepan seseorang yang sangat Kinara kenal, Kinara tampak was-was memperhatikan mereka, karena terakhir mereka bertemu dalam keadaan kacau. Yah orang itu adalah Randi. Kinara dan Randi menatap Andra bingung saat Andra mengulurkan tangannya pada Randi.
" Aku hanya ingin minta maaf atas kejadian tempo hari, maaf karena sikapku itu, tak seharusnya aku begitu " Ucap Andra sambil menyunggingkan senyuman tipisnya, Randi memandang Kinara penuh tanya namun Kinara hanya mengendikkan bahunya tak tahu apapun. Randi membalas uluran tangan Andra.
" Baiklah aku maafkan, jadi kau menyerah sekarang? " Randi sengaja mengatakan itu, dia ingin tahu apakah lawan terberat dihadapannya ini masih akan menjadi lawannya atau tidak. Andra melepaskan uluran tangannya pada Randi dan tersenyum kemudian menatap Kinara yang terlihat gugup menanti jawaban Andra.
" Aku permisi ke toilet dulu " Kinara langsung meninggalkan mereka berdua, Kinara tak sanggup mendengar jawaban dari Andra, entahlah perasaannya tak enak, apalagi setelah ucapan Andra kemarin, dia tak ingin mendengar nada putus asa dari Andra lagi seperti kemarin. Setelah Kinara pergi Andra langsung menyunggingkan smirknya pada Randi.
" Jika aku menyerah apa kau tak merasa sebagai pecundang? Memenangkan hati wanita hanya karena rivalmu mengundurkan diri? Bukankah itu seperti kemenangan yang diberikan bukan karena perjuanganmu? " Randi menggeram tertahan mendengar ucapan Andra.
" Sadarlah sejak awal kau tahu kan bahwa kau sudah kalah, tapi aku kali ini memberikan kesempatan untukmu memeperjuangkan Kinara, setidaknya kau tak terlalu memalukan jika menerima kekalahanmu nanti paling tidak kau sudah berusaha " lanjut Andra sambil menepuk-nepuk bahu Randi lalu berlalu meninggalkan Randi dengan wajah memerah dan kedua tangan yang mengepal kuat.
.
.
Andra sibuk mencari Kinara, dan dilihatnya Kinara yang berdiri sudut aula sambil melamun. Andra menghampiri Kinara dan berdiri dihadapannya, sepertinya Kinara belum menyadari kehadiran Andra.
" Apa yang kamu lamunkan? " Kinara sontak mendongakan kepalanya mendengar pertanyaan Andra.
" Hah?....Nggak " Jawab Kinara gugup.
" Ikut aku sekarang, kita harus mencari tempat duduk, sebentar lagi acaranya dimulai" Setelah itu Andra berbalik arah dan mulai jalan duluan, Kinara meremas map yang sejak tadi digenggamnya kemudian berjalan mengikuti Andra.
Selama pertemuan CEO itu Kinara sibuk mencatat hal-hal penting, tadi Andra menyuruhnya membuat laporan hasil pertemuan ini dan akhirnya Kinara pun mulai mencatat hal yang dianggapnya penting.
Andra sendiri sibuk memperhatikan dan tadi dia juga sempat maju untuk melakukan presentasi dan memberitahu pengalamannya menjadi CEO muda yang sukses beberapa tahun ini. Setelah selesai dengan pertemuan itu pun Andra dan Kinara segera melangkah menuju mobil Andra berada.
" Kamu ingin makan malam dulu? " Tawar Andra
Kinara sendiri hanya mengangguk setuju. Andra pun menjalankan mobilnya menuju sebuah restauran , seperti halnya tadi, saat ini pun tak ada pembicaraan apapun. Kinara kali ini lebih memilih melihat pemandangan diluar sana ketimbang mencuri-curi pandang kearah Andra.
Tak lama mereka pun sampai ditujuan, mereka memasuki ruangan VIP di restauran itu, Kinara hanya mengikuti Andra karena Andra yang mengajaknya makan malam jadi dia hanya pasrah mengikuti saja. Mereka pun memesan beberapa menu makanan disana, sambil menunggu pesanan makanan datang Andra hanya menyibukkan diri dengan ponselnya. Kinara tak tahan dnegan situasi ini pun membuka suaranya.
" Hmm Ndra" Kinara memanggil Andra dengan ragu, sejenak Andra pun mengalihkan tatapannya dari ponselnya dan menatap Kinara.
" Kenapa? " Dibawah meja tangan Kinara sibuk meremas-remas roknya, Kinara bimbang harus memulainnya dari mana.
" Hmm, jawaban kamu pada Bang Randi tadi bagaimana? " Tanya Kinara sambil menatap ragu kearah Andra, Andra yang mengerti arah pertanyaan Kinara hanya bisa tersenyum dalam hati namun dihadapan Kinara Andra tampak menunjukan raut bingungnya.
" Jawaban apa? " Tanya Andra sok polos, Kinara kembali bingung, Andra menikmati raut wajah Kinara sekarang, terlihat begitu menggemaskan.
" Jawaban soal kamu menyerah atau tidak untuk kembali padaku? "
Andra hampir saja meledakan tawanya mendengar pertanyaan Kinara itu. Bagaimana mungkin tak tertawa jika Kinara menanyakan hal sensitif itu hanya dengan satu tarikan nafas diiringi dengan tatapan ingin tau yang menggemaskan itu.
Jika bukan karena demi mendapatkan wanita dihadapannya ini, Andra pasti sudah menerjang Kinara dan memberikannya ciuman dan pelukan. Kali ini Andra mencoba bertahan dengan wajah datarnya. Andra tak langsung memberikan jawaban pada Kinara dan itu sukses membuat Kinara semakin tak sabaran menanti jawaban Andra.
" Jangan menyerah " Andra memandang Kinara yang kini menatapnya.
" Huh? " Tampak Andra sedikit bingung dengan ucapan Kinara.
" Jangan menyerah terhadapku, jika kamu benar mencintaiku maka perjuangkanlah, biarpun dihadapan kamu banyak rintangan sekalipun namun bertahanlah " Andra termenung mendengar ucapan Kinara, Kinara memintanya untuk berjuang dan bertahan dan itu artinya Kinara pun masih mengharapkan hubungan mereka kembali seperti dulu. Mereka saling bertatapan satu sama lain.
Tbc~~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^