My Little Fiance

My Little Fiance
Perjuangan Andra



Kinara menatap malas pada lelaki yang ada dihadapannya sekarang, bagaimana mungkin dalam hitungan  tidak sampai 1 jam kini seluruh meja dan peralatan kerja miliknya sudah berpindah kedalam ruangan Andra.


Ternyata Andra tidak main-main ingin menjadikan Kinara sebagai asistennya. Andra melirik kearah Kinara kemudian melihat fokus kembali pada berkas-berkasnya.


" Dokumen itu gak akan bisa kamu mengerti kalau kamu gak pelajari dengan benar " Ucap Andra tanpa melihat kearah Kinara.


Kinara tak menghiraukan Andra, sebenarnya dia sudah mengerti dengan pekerjaannya, bagaimana mungkin seorang calon sarjana manajemen bisnis mempelajari dokumen seperti ini saja tak bisa, tentu Kinara bisa. Dengan cekatan Kinara mulai membuat laporan yang Andra minta, Andra melirik kearah Kinara yang mulai mengetik dan dia hanya tersenyum saat melihat raut wajah Kinara yang serius.


" Ck..gak berubah " Gumam Andra dalam hati. Andra kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah satu jam berkutat dengan laporannya, kini Kinara bangkit dan menghampiri Andra lalu meletakkan laporan itu dihadapan Andra.


" Sudah selesai? Cepat sekali " Andra memeriksa laporan itu lalu menatap Kinara sejenak sebelum kembali memeriksanya kembali.


" Baiklah, ini udah benar, dan sekarang tolong buatkan aku kopi " Kinara melongo saat Andra dengan santainya menyuruhnya membuat kopi.


" Membuat Kopi? Aku kan bukan office girl " Andra berdecih sejenak kemudian melipat kedua tangannya sambil menatap Kinara.


" Tapi kamu asisten aku " Kinara mempoutkan bibirnya tak suka, hati Andra bergetar melihat itu, sudah lama tak melihat Kinara merajuk seperti itu. Dengan kesal Kinara keluar ruangan menuju pantri untuk membuatkan Andra kopi.


Setelah 15 menit Kinara kembali keruangan Andra, lalu meletakan kopi yang Andra minta dan tanpa banyak bicara Kinara duduk kembali di kursinya. Andra mengesap sedikit kopi buatan Kinara, Andra tersenyum karena rasa kopi buatan Kinara tak berubah dari yang dulu. Andra kembali melanjutkan pekerjaannya, begitu juga dengan Kinara.


.


.


Kinara berdiri didepan perusahaan Andra, karena sudah jam pulang kerja tentunya Kinara pun segera pulang. Sedari tadi Kinara menunggu taksi lewat namun belum ada satu pun taksi yang terlihat, sebenarnya Kinara sudah bisa menyetir mobil sendiri namun dia belum sempat mengurus SIM jadilah saat ini dia hanya bisa memanfaatkan jasa taksi untuk berangkat dan pulang kerja. Biarpun mahal namun itu lebih baik dari pada naik bus yang penuh sesak.


TIN TIN TIN


Kinara berjengkit terkejut saat melihat mobil yang mengklaksonnya, Kinara mengerutkan kening tak suka saat mobil itu tak juga beranjak dari sana. Tak lama sosok yang pemilik mobil itu keluar, dan ternyata Andra yang keluar dari mobil itu, Kinara menatap datar kearah Andra.


" Kamu belum pulang juga? Mau ku antar pulang? " Andra tersenyum kearah Kinara namun Kinara tak membalasnya dan masih memasang wajah datarnya.


" Gak perlu " Kinara kembali mengalihkan pandangannya untuk mencari taksi.


" Taksi di daerah sini memang jarang lewat, kamu tau sendiri sejak dulu kan? Sudahlah biar aku yang mengantar " Kinara tak menanggapi ucapan Andra, melihat itu membuat Andra sedikit kesal.


" Nara, jangan acuhkan aku " Andra mencoba menyentuh tangan Kinara namun dengan segera Kinara menghindar.


" Maaf pak, saya bisa pulang sendiri, lebih baik bapak pulang saja dulu " Andra menghela nafas beratnya.


" Apa sebenarnya mau mu Nara? Apa tujuan kamu datang dalam hidupku jika tidak untuk kembali padaku? " Ucap Andra percaya diri. Kinara membalikkan tubuhnya menghadap Andra.


" Huh? Kamu ini percaya diri sekali Andra Dirgantara" Kinara mencibir kearah Andra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Tentu saja aku percaya diri, kalau bukan karena kamu ingin kembali padaku, lalu apa? Kamu seorang mahasiswi  di Jepang tapi mengajukan magang kerja di kantorku, bukankah itu terlalu aneh? jangan pikir kamu bisa membohongi aku"


Kinara sedikit bingung harus menjawab apa namun dia berusaha menutupi raut kebingungannya.


" Kamu jangan terlalu percaya diri, kuakui memang aku sengaja magang bekerja di kantor kamu, itu hanya untuk membuktikan kepada kekasihku kalau aku sudah melupakan MANTAN tunanganku, jadi meskipun aku berada didekat kamu gak akan merubah perasaan cintaku pada kekasihku " Ucap Kinara sinis sambil menekankan kata mantan, Andra nampak terkejut dengan ucapan Kinara.


" K.. Kekasih? " Kinara tersenyum dalam hati melihat wajah terkejut Andra.


" Rasakan itu " Ucap Kinara dalam hati.


" Iya kekasihku, aku hanya ingin membuktikan padanya kalau aku sangat mencintainya dan gak terpengaruh apapun soal mantan tunanganku "


" Aku gak percaya, buktikan kalau kamu punya kekasih " Kinara menelan salivanya, bagaimana cara membuktikannya jika kekasih saja dia tak punya, seketika Kinara merutuki kebodohannya yang berbohong soal kekasih.


" Kekasihku berada di Jepang, lagi pula gak penting juga kamu tahu soal kekasihku " Kinara berlagak tak perduli kemudian taksi lewat dan dengan segera Kinara menghentikannya lalu menaiki taksi itu tanpa pamit kepada Andra. Andra memandang taksi yang Kinara tumpangi sampai tak terlihat lagi.


" Benarkah kamu sudah memiliki kekasih? Sudah melupakanku? " Guman Andra dengan lirihnya. Andra berjalan gontai menuju mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan cepat.


.


.


Sesampainya di apartemen Kinara merebahkan dirinya di atas ranjang, memejamkan matanya sambil mengingat-ingat kejadian satu hari ini. Kinara kembali membuka mata dan tersenyum. Andra masih mencintainya, dia bisa merasakannya.


Sisi hatinya menghangat kala mengingat Andra, sejak tadi Kinara sudah menahan diri untuk tidak memeluk Andra. Demi rencana ini Kinara akan menahan semuanya. Kinara bangkit dari tidurnya dan mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri kini Kinara kembali merebahkan dirinya di atas ranjang dan siap untuk tidur, tubuhnya sangat lelah, namun saat ingin memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berdering, dengan malas Kinara mengambil ponselnya dan dilihat Bagas yang menelponnya.


" Halo bang "


" Nara, kamu ngapain Andra sih? " Kinara mengerutkan keningnya tak mengerti maksud Bagas.


" Huh? Maksudnya? Aku gak ngerti " Tampak Bagas menghela nafas dari seberang sana.


" Apa yang kamu katakan pada Andra soal kekasihmu huh? "


" Ah itu, tadi aku sedang dalam keadaan terpojok bang, jadi aku bohong saja soal kekasih "


" Kamu tau dia ingin menyelidiki soal kekasih kamu itu, ini diluar rencana kita, kalau Andra sampai tahu kalau kamu gak punya cowok maka bisa dipastikan dia akan mengetahui rencana kita ini " Kinara mengigiti kukunya karena panik.


" Lalu aku harus bagaimanaaa? " Rengek Kinara.


" Huft.. ya udah bang "


" Yasudah, aku tutup dulu teleponnya" Setelah Bagas menutup teleponnya Kinara mengacak-acak rambutnya merutuki kebodohannya siang tadi.


"Kinara Ceroboh " Kinara menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala dan memilih tidur dan tak memikirkan masalah itu.


.


.


Pagi ini Kinara datang lebih pagi, dia tak tahu harus mengerjakan apa karena Andra sendiri belum datang. Alhasil Kinara hanya membuka folder di ponselnya, Kinara melihat foto-foto kebersamaannya dengan Andra dulu.


Kinara masih menyimpannya, masih sering mengenang masa indah dulu, Kinara tersenyum melihat foto-foto itu. Ingin sekali dia kembali mengukir kenangan bersama Andra namun dia tau ini belum saatnya, dia harus bersabar sedikit lagi.


Kinara sudah melewati 3 tahun tanpa Andra, tentu menunggu sedikit lagi. Kinara berharap Andra bisa menunjukan keseriusannya dan juga cintanya pada Kinara, dan lebih bisa meyakinkan Kinara bahwa dia bisa membahagiakan Kinara, tidak menyakitinya seperti dulu.


Kinara menghela nafas sejenak kemudian menyenderkan punggungnya di kursi, dilihatnya jam masih menunjukan pukul 7.30 , sambil menunggu Andra datang lebih baik dia mendengarkan lagu dari ponselnya dan kembali melihat foto-foto kenangannya bersama Andra dulu.


Andra tersenyum sambil membelai wajah Kinara yang tertidur, saat Andra memasuki ruangannya ternyata Kinara tertidur dan dilihatnya Kinara menggenggam ponselnya, Andra tersenyum saat melihat ponsel Kinara yang terdapat foto-foto mereka dulu.


" Sekeras apapun kamu menyangkal dan berpura-pura di hadapanku, aku tahu kalau kamu masih mencintaiku Nara " Andra membelai rambut Kinara dan mengecup kening Kinara lama. Andra menggendong Kinara menuju sofa di ruangannya dan merebahkan Kinara disana, Andra melepaskan Jasnya dan menyelimuti Kinara dengan jasnya. Andra berjalan menuju mejanya dan mulai berkutat dengan pekerjaannya.


.


.


" Eunghhhhh "


Kinara menggeliat dari tidurnya, tak lama dia mengerjapkan kedua matanya sebelum kedua matanya terbuka sempurna. Kinara langsung terduduk dari tidurnya saat sadar bahwa dia sedang berada di kantor, Kinara melihat sekeliling ruangan yang sepi lalu melirik jam dinding yang menunjukan pukul 11 siang. Saat Kinara ingin bangkit dari duduknya, jas Andra yang tadi dipakai untuk menyelimutinya terjatuh, Kinara mengambil jas itu.


" Andra" Ucap Kinara lirih


Kinara memeluk jas Andra menghirup aroma Andra yang tertinggal disana, Kinara merindukan aroma Andra. Kinara meresapi aroma itu sambil memejamkan kedua matanya.


" Dari pada kamu meluk jas itu, lebih baik peluk pemiliknya langsung aja "


Kinara membuka kedua matanya dan dilihatnya Andra yang sudah berada di ruangannya melipat kedua tangannya di dada sambil berdiri menyender ke pintu. Andra terkekeh saat melihat wajah Kinara memerah, Kinara yang melihat Andra terkekeh dengan kesal melempar Jas Andra kearah Andra. Lalu berjalan menuju mejanya sambil menghentak-hentakan kakinya kesal. Andra semakin terkekeh melihat tingkah Kinara itu, dengan santai Andra kembali kemejanya dan mulai berkutat kembali dengan pekerjaannya.


" Tak ada pekerjaan untukku? " Tanya Kinara yang sejak tadi masih saja diam karena tak ada satupun pekerjaan yang dilakukannya.


" Tak ada " Jawab Andra tanpa melihat kearah Kinara.


" Kamu gak rugi menggaji anak magang yang hanya numpang tidur di kantor kamu?" Andra masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya namun mendengar pertanyaan itu Andra menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap Kinara.


" Gak ada yang rugi untuk aku kalau itu tentang kamu, lagipula uang aku juga milik kamu jadi gak peduli selagi kamu yang menggunakannya gak masalah buat aku " Ucapan Andra membuat Kinara kembali merona.


" Jangan asal bicara, aku bukan tunangan kamu lagi, jadi uang kamu hanya milikmu " Kinara mencoba menyangkal dan Andra hanya bisa tersenyum.


" Kamu tau aku gak akan nyerah sampai kamu kembali sama aku, perlahan aku akan buat kamu kembali sama aku "


Setelah ucapannya itu Andra kembali bekerja sedangkan Kinara hanya bisa diam sambil menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh. Kinara kembali menatap Andra yang terlihat serius mengerjakan pekerjaannya.


" Aku gak akan kembali, karena sejak dulu memang aku gak pernah pergi dari hati kamu, begitupun kamu yang gak pernah pergi dari hati aku " ucap Kinara dalam hati.


.


.


Minggu ini Kinara memutuskan untuk joging, sudah lama tak berolah raga jadi lebih baik memanfaatkan waktu paginya untuk pergi joging. Kinara meregangkan sedikit otot-ototnya yang kaku, sedikit pemanasan sebelum lari berkeliling. Banyak orang yang berolah raga minggu pagi seperti ini, Kinara memejamkan matanya sejenak sambil menghirup udara pagi yang segar.


" Gak nyangka bisa ketemu kamu disini" Kinara terlonjak kaget dan menoleh kesamping, dilihatnya Andra berdiri disampingnya sambil tersenyum namun Kinara mengacuhkannya dan mulai untuk joging. Andra mengikuti Kinara dan berlari disamping Kinara.


" Lebih enak lari pagi berdua dari pada sendiri" Kinara masih mengacuhkan Andra namun Andra tak menyerah begitu saja.


" Dulu setiap libur kita gak pernah menghabiskan akhir pekan dengan berolahraga seperti ini " Kinara masih terus diam sambil berlari, Andra tersenyum melihat Kinara bungkam.


" Sekarang kita hanya lari berdua, tapi dimasa depan kita harus mengajak anak kita berolah raga juga, nanti aku akan membelikan keluarga kita baju olah raga yang sama pasti lucu "


Kinara menghentikan langkahnya membuat Andra ikut menghentikan langkahnya. Kinara menghadap Andra sambil tersenyum membuat Andra ikut mengembangkan senyumannya. Kinara melangkah mendekat kearah Andra mengikis jarak antara mereka.


Kinara membelai pipi Andra, sejenak Andra menikmati lembut nya sentuhan tangan Kinara. Kemudian Kinara mengambil kupluk dari hoodie yang Andra kenakan dan memasangkannya di kepala Andra, sejenak Andra tampak bingung apa yang Kinara lakukan. Kinara menarik sleting hoodie Andra sampai sebatas leher, Kinara menatap Andra sejenak.


" Jangan bermimpi aku kembali lagi sama kamu "


Setelah mengucapkan itu Kinara menarik sleting hoodie Andra sampai menutupi wajah Andra. Setelah itu Kinara berlari meninggalkan Andra yang berusaha membuka sletingnya.


" KINARA!!! HEI KINARA!"


Andra berteriak kearah Kinara yang sudah berlari jauh setelah berhasil membuka sleting Hoodie yang dikenakannya. Setelah itu Andra menyusul Kinara yang sudah berada jauh didepannya.


Tbc ~~~~


Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^