My Little Fiance

My Little Fiance
Ardan Putra Dirgantara



" Andraaaa" Kinara berlari menghampiri meja kerja Andra.


" Ya ampun sayang, hati-hati jangan lari gitu, ada anak kita di dalam perut kamu itu "


Andra dengan perlahan menggendong Kinara dan mendudukkan dipangkuannya. Kinara sedang mengandung 7 bulan, perutnya sudah membesar, seharusnya Kinara sedang berada di Mall namun entah mengapa dia tiba-tiba datang ke kantor Andra tanpa memberitahu sebelumnya.


" Ada apa lagi dengan kamu hmm? " Tanya Andra sambil mengelus lembut punggung Kinara.


" Aku kesaaaaaaal " Ujar Kinara manja


Andra hanya bisa menghela nafas saja. Semenjak Kinara hamil sifat manjanya dulu kini muncul kembali. Tak jarang Andra dibuat kerepotan, Seperti sekarang ini disaat dia sibuk bekerja tiba-tiba Kinara datang.


" Kesal kenapa lagi? " Kinara mempoutkan bibirnya sambil memainkan kancing kemeja Andra.


" Tadi aku ke mall lihat-lihat baju baby tapi disana aku ketemu Reni dan dia bersama suaminya sedang berbelanja perlengkapan baby "


" Lalu? " Sebenarnya Andra sudah tau arah pembicaraan Kinara.


" Dia mengejekku karena pergi beli perlengkapan baby sendiri, dia bilang kalau kamu bukan suami yang perhatian bahkan dia bilang meragukan cinta kamu untukku, aku kesal dia sok tahu sekali huh!! " Andra tersenyum kemudian membawa Kinara kedalam pelukannya.


" Sudah tau kalau dia itu sok tau, kenapa kamu sebegitu kesalnya menghadapi tingkahnya itu hmm? Aku mengerti jika dia sangat menyebalkan tapi kalau kamu menanggapinya maka dia akan merasa senang dan justru semakin mengejekmu. Bersikaplah biasa aja, biarkan dia bicara apa aja" Kinara mengangguk dan menyamankan kepalanya di dada Andra.


" Kamu udah makan tadi di mall? "


" Udah, aku makan banyak sekali hari ini, sampai-sampai aku kekenyangan tetapi aku senang karena baby kita pasti makan dengan lahap juga di dalam sana " Mata Kinara berbinar saat menceritakannya. Dengan gemas Andra mengecup pipi gembul Kinara.


CUP


" Aku juga senang mendengarnya sayang, ah iya bagaimana dengan Justin dan Rissa? "


" Mereka masih di Belanda, Justin tadi nelfon aku dan bilang kalau mereka akan kembali minggu depan dan kamu tau Rissa hamil 4 minggu "


" Waahh itu kabar yang menggembirakan sayang, gak nyangka pernikahan mereka yang baru 3 bulan udah bisa buat Rissa hamil " Kinara berdecih mendengarnya.


" Kamu pikir aku hamil setelah berapa lama pernikahan kita hmm? Bahkan pernikahan kita baru 1 bulan aku sudah hamil dua minggu, kamu juga lupa setiap hari dari pagi siang malam kamu menghajarku habis-habisan "


Andra terkekeh, memang benar apa yang diucapkan Kinara, dia berhasil menghamili Kinara setelah 1 bulan pernikahan mereka, ternyata saat mereka melakukan dengan giat-giatnya saat itu adalah masa subur Kinara. Andra sangat bersyukur akan itu.


" Tapi kamu bahagia kan sayang karena sekarang didalam sini akan lahir baby kita " Ucap Andra sambil mengelus lembut perut Kinara.


" Tentu saja aku bahagia, aku tak sabar menanti kelahirannya 2 bulan lagi "


" Aku juga gak sabar, dan aku juga gak sabar memakan kamu lagi, aku tersiksa gak bisa nyentuh kamu selama hamil " Grutu Andra membuat Kinara berdecak kesal.


" Dasar mesum, selalu saja menghabisiku, bikin kesal saja "  Kinara melangkah menjauhi Andra.


" Sayang kamu mau kemana? "


" Pulang "


Andra dengan segera mengejar Kinara sebelum langkah Kinara mencapai pintu ruangannya.


GREP


" Kamu menyebalkan kamu tahu? "


" Iya aku menyebalkan "


" Kamu selalu buat aku kesal karna tingkah mesum kamu itu!"


" Iya..iya aku minta maaf"


" Kamu gak ngerti perasaanku "


" Iya aku tahu, maaf ya "


" Kamu Jugammmmpth "


Andra langsung membungkam kedua bibir Kinara dan ********** dengan lembut sekaligus memabukkan, Andra menggiring Kinara menuju sofa ruang kerjanya kemudian mendudukan Kinara dalam pangkuannya. Tak lama Andra pun melepaskan tautan bibir keduanya.


" kamu ini cerewet sekali, maafin aku kalau buat kamu marah, kesal, gak ngertiin kamu, maafin aku dan aku akan berusaha memperbaikinya dan gak mesum mesum lagi ke kamu, jadi jangan marah lagi ya? " Kinara mengangguk.


" Huft... Ya udah deh, aku maafin kamu " Ucapan Kinara barusan membuat Andra tersenyum kemudian kembali mempertemukan bibir mereka.


" Aku akan menandatangani beberapa berkas setelah itu aku akan mengantarmu pulang, oke? " Andra mendudukan Kinara di Sofa kemudian berjalan menuju meja kerjanya.


" Iya, hmm tapi aku duduk dipangkuanmu selama kamu menandatangani berkas, sepertinya baby kita gak mau jauh dari Daddynya, boleh kan? " Andra mencubit gemas hidung Kinara.


" Baby kita atau emang kamu yang mau hmm? " Goda Andra membuat Kinara merona.


" Andraaaaaa " Rengek Kinara membuat Andra semakin terkekeh.


" Ngatain aku mesum padahal sendirinya mancing-mancing aku terus, ya udah sini "


.


.


2 Bulan Kemudian


Kini kandungan Kinara memasuki usia 9 bulan, menurut perkiraan dokter bayi nya akan lahir dalam minggu ini. Oleh karena itu Kinara dan Andra sudah berada di rumah sakit. Andra kahwatir jika mereka masih bertahan di rumah nanti tiba-tiba Kinara ingin melahirkan, Andra pun sementara ini bekerja dari rumah sakit, dia tak pernah meninggalkan Kinara barang sedetikpun.


" Ndra, aku penasaran sekali baby kita cowok atau cewek ya" ucap Kinara sambil merapatkan dirinya dengan Andra yang kini tengah memeluknya. Iya Andra dan Kinara emang sengaja untuk gak mau tau jenis kelamin bayi mereka, biar lah menjadi kejutan bagi mereka sendiri karna apapun jenis kelaminnya akan mereka sambut dengan penuh rasa bahagia.


" Aku juga, tapi bagi aku yang terpenting baby kita sehat, apapun jenis kelaminnya aku gak mempermasalahkan itu " Kinara tersenyum, dia juga berpikir seperti itu.


" Nggak terasa aku akan menjadi Mommy dan kamu menjadi daddy, aku bahagia "


CUP


" Aku juga bahagia " Ucap Andra setelah mengecup lembut kening Kinara.


" Kamu tahu, semalam Bagas nelpon aku, dia dan Dila kemarin ketemu sama mantannya Bagas  saat akan memesan undangan dan saat itu  Bagas ngobrol sama mantannya, Dila cemburu akhirnya Dila ninggalin Bagas gitu aja hahaha "


" Ya ampun Bang Bagas ditinggal nikah baru tau rasa! Beraninya masih lirik lirik cewek lain "


" Lebih lucunya lagi besoknya mereka lagi makan eh tiba-tiba ketemu sama mantannya Dila, si Dila balas dendam deh bikin Bagas cemburu hahahaha konyol banget mereka itu"


" Ada-ada aja sih mereka itu hahaha...Awww..aduhh Ndra!" Andra terkejut saat mendengar jeritan kesakitan Kinara.


" Sayang, apa sekarang saatnya? "


Andra panik namun dengan sigap Andra menekan tombol untuk memanggil suster tak lama suster pun datang.


" Sus, istriku sepertinya akan melahirkan " Dengan sigap para suster mempersiapkan Kinara untuk dibawa ke ruang persalinan.


Setelah diruang persalinan Andra pun terus mendampingi Kinara, Andra menggenggam erat tangan Kinara memberikan kekuatan. Kinara sendiri terus merintih kesakitan, dokter dan suster sedang menunggu pembukaan rahim Kinara, saat dirasa sudah siap Dokter pun mulai membimbing Kinara untuk melahirkan.


" Ibu Kinara mohon tarik nafas dan buang perlahan kemudian mengejan " Kinara berusaha mengikuti intruksi dokter.


" Ini sakit sekali, Andraaa sakiiiit " Andra mengusap peluh dikening Kinara.


" Kumohon sayang bertahanlah, kamu pasti bisa " Kinara terus mengejan sambil menghirup banyak udara.


" Eughhh sakitttt eunghhhh " Kinara terus mengejan dan terlihat sekali Kinara sulit untuk mengeluarkan bayi nya. Andra pun melepaskan genggaman tangan Kinara untuk mengusap peluh yang ada diwajah Kinara.


" Ibu Kinara ayo kepala bayi anda sudah terlihat, mengejanlah lagi anda pasti bisa " Kinara pun mencoba mengejan kembali.


" Akhhhh sayaaaang sakit lepaskan lepaskaaaaaan jangan jambak rambutkuuuu "


" Akhhhh hhhhh huh hah eughhhhh "


" Ya Allah sakit sayang, genggam tangan aku genggam remas atau apapun jangan jambak rambut akkk"


Kinara sibuk mengejan tanpa menyadari yang diremasnya adalah rambut Andra sedangkan Andra sibuk melepaskan rambutnya dari cengkraman Kinara, sejenak Suster dan Dokter disana memandang bingung kedua pasangan ini yang heboh sendiri.


" Akkkhhhhhhhh " Kinara mengejan sekali lagi dan..


Oeeekk Oeekkkk Oekkkk


Terdengar helaan nafas semua orang disana, Suster langsung mengambil bayi mereka sedangkan Dokter mengecek keadaan Kinara. Andra sendiri merosot terduduk dilantai begitu Kinara melepaskan cengkraman dirambutnya.


" Rambutku " Ucap Andra lirih saat di tangannya banyak kumpulan rambutnya yang rontok akibat dijambak Kinara.


"Pak Andra selamat bayinya seorang laki laki" Seketika Andra melupakan rambutnya dan menatap dokter dengan wajah berbinar.


" Bener dok? "


Andra langsung bangkit dan menerima bayi yang ada dalam gedongan sang dokter, dengan hati-hati Andra menerima bayi mungil dengan balutan kain berwarna putih itu.


" Baby " Ucap Andra dengan lirih dan mata berkaca-kaca.


" Sayang...baby kita "


Andra pun mendekati Kinara dan memberikan bayi mereka pada Kinara, dengan bantuan suster bayi mereka ditaruh diatas tubuh Kinara agar sang bayi dapat menyusu dengan ibunya.


" Makasih udah memberikan harta yang berharga untuk keluarga kita sayang " Andra mengecup sayang kening Kinara dan dibalas dengan senyum lemahnya serta mata nya yang berkaca-kaca terharu.


" Kita akan kasih nama apa untuk baby? " Andra tampak berpikir sejenak.


" Ardan Putra Dirganta? Apa kamu setuju? " Kinara menatap bayinya sejenak kemudian mengangguk setuju.


" Selamat datang ke dunia Ardan Putra Dirgantara, mommy dan daddy mencintaimu " Bisik Kinara sambil menitikkan air mata bahagianya.