My Little Fiance

My Little Fiance
Mari akhiri semua



Setelah semua pulang menyisakan Andra dan Kinara yang kini sedang berada di atas ranjang dikamar Kinara. Andra tak pernah mau melepaskan Kinara sedikitpun, Andra terus memperhatikan Kinara yang mendiaminya sejak tadi, Andra tak tahan melihat Kinara mendiaminya seperti ini terus.


" Nara jangan diam terus, kamu salah paham soal tadi, aku pikir yang membangunkan ku itu kamu, tolong jangan salah paham sayang " Kinara menatap Andra yang kini sedang menatapnya dengan tatapan memohon.


" Aku gak salah paham " Ucap Kinara


" Karena aku paham kalau yang kamu lakukan itu karena dia yang sebenarnya kamu ingin kan menjadi tunangan kamu " Lanjut Kinara dalam hati.


" Beneran kamu gak salah paham?" Andra kembali meyakinkan Kinara kalau yang diucapkan Kinara benar.


" Iya " Jawab Kinara singkat.


" Lalu kenapa kamu bersikap dingin sama aku? Bahkan kamu gak bicara sama aku, ada apa dengan kamu? " Kinara melepaskan pelukan Andra padanya, dan beranjak mengambil piyama didalam lemarinya.


" Nggak ada apa apa,  sebaiknya kamu kembali ke kamar karena aku ingin tidur " Andra mengerut tak suka.


" Aku ingin tidur disini sama kamu " Kinara membalikkan tubuhnya menghadap ranjangnya.


" Kita belum menikah, aku gak mau membiasakan diri tidur sama kamu seperti ini, sebaiknya kamu segera keluar " Tanpa menunggu jawaban dari Andra, Kinara melesat kedalam kamar mandi. Andra menghela nafas berat menatap pintu kamar mandi.


" Apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu Ra? Jangan membuatku bingung, kembalilah seperti Kinara yang dulu " Ucap Andra lirih lalu beranjak menuju kamarnya.


.


.


Sudah satu minggu ini Kinara selalu menghindari Andra dan itu membuat Andra cemas dan bingung. Setiap dia bertanya pada Kinara tentang perubahan sikapnya, Kinara hanya mengelak dan terus mengelak. Andra benar-benar dibuat frustasi dengan itu.


Siang ini Andra sengaja menjemput Kinara setelah seminggu ini Kinara menolak dijemput Andra. Saat Andra sedang menunggu tiba-tiba dia melihat Dila dan Justin sedang menopang tubuh Rissa. Andra langsung berlari menghampiri mereka.


" Apa yang terjadi dengan Rissa? " Tanya Andra dengan raut wajah yang cemas.


" Rissa sakit bang, demam tinggi dan sejak tadi sangat lemas " Andra memeriksa suhu tubuh Rissa dengan menempelkan punggung tangannya di kening Rissa.


" Ya ampun, tubuhnya panas sekali. Sebaiknya kamu segera ke rumah sakit" Rissa menggeleng tak setuju.


" Aku ingin tidur saja di apartemen, aku gak mau kerumah sakit " Ucap Rissa setengah berbisik karena kondisinya yang begitu lemas.


" Baiklah, aku akan membawa Rissa pulang ke apartemennya, Kinara mana? " Dila tampak bingung menjawab pertanyaan Andra pun menyenggol lengan Justin dengan sikunya.


" Kinara dihukum karena membolos dijam pertama tadi " jelas Justin malas-malasan. Andra membulatkan matanya mendengar Kinara dihukum apalagi karena membolos.


" Kenapa bisa ini terjadi? Apa dia sering membolos? "


" Beberapa hari ini dia sering melewati beberapa jam mata pelajaran " Ucap Dila takut-takut.


" Baiklah, sekarang aku akan mengantar Rissa dulu, dan tolong sampaikan pada Kinara kalau dia harus menungguku di kantor sampai aku datang "


Dila menganggukkan kepalanya. Setelah itu Andra membopong Rissa menuju mobilnya untuk dibawa ke apartemennya.


.


.


Sesampainya di apartemen, Andra merebahkan Rissa di atas ranjangnya, Andra melepas jasnya kemudian menggulung kedua lengan kemejanya sampai siku. Andra bergegas menuju dapur untuk mengambil air dan baskom kemudian mencari handuk bersih. Setelah mendapatkannya Andra bergegas menuju kamar Rissa dan mulai mengompres kening Rissa dengan handuk bersih yang sudah dicelupkan kedalam air hangat tadi. Rissa tampak tertidur, Andra pun melenggang menuju dapur untuk membuatkan Rissa bubur.


" Rissa bangun" Rissa membuka matanya dengan berat.


" Kamu harus makan bubur dulu setelah ini minum obatmu, baru boleh tidur lagi " Rissa mengangguk patuh kemudian mendudukkan dirinya dan Andra pun menyuapi Rissa makan.


" Sudah bang, aku sudah kenyang "


Bubur dimangkuk sudah berkurang setengahnya, Andra pun meletakkan mangkuk itu dan memberikan pil penurun panas dan memberikan air untuk Rissa meminumnya dan setelah selasai meneguk air dan obat itu Rissa merebahkan kembali tubuhnya dan Andra menyelimuti Rissa dengan selimut.


" Tidurlah, aku akan disini sampai kamu tertidur " Rissa mengangguk.


" Makasih ya bang " Andra hanya tersenyum kemudian Rissa memejamkan kedua matanya dan mulai tertidur. Andra membelai dahi Rissa dan memandang wajah damai Rissa yang tertidur.


" Lekaslah sembuh, jangan membuat aku khawatir dengan melihat kamu sakit begini " Ucap Andra lirih kemudian menggenggam tangan kiri Rissa dan mendekapnya didada. Andra terus menunggu Rissa sambil menatap wajah damai itu.


Pip Pip Pip


Kinara memasukkan kode apartemen Rissa, Kinara memang mengetahui kode apartemen Rissa karena Rissa memang sengaja memberitahukannya pada Kinara. Kinara melihat sekeliling apartemen yang sepi, langkah Kinara terhenti saat melihat sepasang sepatu yang dia kenal. Hatinya bergemuruh dan dengan langkah cepat Kinara berjalan menuju kamar Rissa tanpa melepas sepatu yang dipakainya terlebih dahulu. Dengan perlahan Kinara membuka pintu kamar Rissa.


CKLEK


DEG


Seperti dilempar dari atas jurang yang tinggi namun tidak mati, itulah yang Kinara rasakan. Sekujur tubuhnya terasa nyeri, apalagi bagian hatinya. Bagaimana tidak, jika lelaki yang tadi memintanya menunggu  dikantornya tidak kunjung datang, malah dia menemukannya di kamar wanita lain dengan posisi tertidur disamping ranjang dengan kepala diatas ranjang sambil menggenggam tangan wanita itu. Air mata Kinara tak dapat dibendung lagi, dengan segera dia keluar dari kamar itu kemudian melesat pergi dari sana, tak sanggup lagi melihat pemandangan itu.


" Sejak tadi aku menunggumu, kamu memintaku menunggu tapi kamu gak  datang, ternyata kamu disini bersamanya, bersama tunangan kamu yang sebenarnya, aku gak sanggup lagi, kali ini aku akan nyerah, benar-benar menyerah "


.


.


Andra masuk kedalam apartemennya dan dilihatnya jam menunjukan pukul 12 malam. Andra berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman. Setelah meminumnya Andra berjalan dengan gontai menuju kamarnya namun langkahnya terhenti di depan kamar Kinara dan dilihatnya lampu kamar Kinara yang padam.


" Sepertinya dia udah tidur " guman Andra.


Andra pun memasuki kamarnya namun alangkah terkejutnya Andra saat melihat Kinara yang duduk diatas ranjangnya.


" Ya ampun Ra, kamu itu ngejutin aku tau gak?, aku pikir kamu udah tidur, kamu lagi apa disini hmm?"


Andra menghampiri Kinara dan berniat membelai rambutnya namun dengan sigap Kinara menghindar. Kinara malah menyerahkan Andra sebuah kotak yang sangat dikenal Andra kotak apa itu.


" Kenapa kamu memberikan cincin pertunangan ini sama aku? Ini kan punya kamu " Tanya Andra sambil memandang Kinara heran. Kinara berdiri dari duduknya kemudian menatap Andra datar.


" Mari kita akhiri saja semua, kita hentikan saja pertunangan ini "


Kalimat yang Andra dengar dari mulut Kinara tadi bagaikan petir yang menyambar langsung syaraf otak dan ulu hatinya. Andra menegang kaku sambil menatap Kinara tak percaya.


" A.. Apa maksud kamu? "


Tbc~~~


Jangan lupa vote dan komen teman-teman