My Little Fiance

My Little Fiance
Selamat tinggal



PLAK


Andra hanya bisa menunduk sedih tanpa berniat melawan sedikitpun setelah mendapat tamparan dari sang ibu yang kini menatap nya geram, Andra menyadari dia pantas untuk mendapatkan tamparan itu karna tingkah lakunya, sedangkan ayahnya sendiri berdiri disamping ibunya dan terus mencoba menenangkan ibunya.


" Apa yang sebenarnya ada diotak kamu Ndra? Mama benar-benar nggak nyangka kamu bisa berbuat kaya gitu ke Nara!"


IbuĀ  Andra menatap nyalang ke arah Andra namun Andra tetap diam. Dua hari setelah kepergian Kinara, orang tua Andra pulang ke Indonesia karena dapat kabar dari kedua orang tua Kinara bahwa pertunangan anak-anak mereka dibatalkan.


Ibu Andra sendiri langsung menelpon Dila untuk menanyakan kabar perihal penyebab pembatalan itu karena orang tua Kinara hanya mengatakan kalau Kinara merasa tak cocok dengan Andra karena mereka selalu bertengkar. Namun kenyataan yang didengarnya dari Dila membuat amarahnya memuncak dan langsung bergegas ke Indonesia.


Disinilah orang tua Andra sekarang, di apartemen Andra untuk meminta penjelasan pada putranya itu.


" Apa yang kamu pikirkan waktu itu? Kamu udah dewasa dan seharusnya kamu bisa berpikir jauh ke depan "


Suara Ibunya Andra tampak bergetar, dengan segera ayah Andra memeluk dan menenangkan istrinya itu.


" Maaf ma, Andra benar-benar menyesal ma, Andra sungguh menyesal ma "


Terserah kalau kedua orang tuanya semakin menganggapnya lelaki lemah dan tak punya pendirian, tapi saat ini Andra tak bisa menahan air matanya lagi. Andra benar benar menyesal dan kelelahan dengan semua rasa sesak yang selalu ditahannya sejak kepergian Kinara. Tak tahan melihat putranya menangis, ayah Andra pun menepuk pundak Andra untuk menenangkannya.


" Jangan menangis, kamu itu seorang lelaki penyesalan bukan jalan keluarnya, kamu harusnya mempertanggungjawabkan apa yang telah kamu lakukan" Bisik ayah Andra


" Ma Andra akan jemput Kinara ke Jepang, Andra mau minta maaf sama Kinara ma, Andra mau kembali lagi sama Kinara, Andra gak mau kehilangan Kinara ma" Ibu Andra melepaskan pelukannya pada ayah Andra dan menatap Andra lirih.


" Kinara gak ada di Jepang Ndra.. " Andra sontak terkejut mendengar ucapan lirih Ibunya.


" A.. Apa maksud mama? " Tanya Andra terbata-bata.


" Saat Kinara pergi, dia tidak pulang ke Jepang, orang tua Kinara tidak memberitahukannya pada mama sesuai dengan permintaan Kinara, sepertinya dia benar-benar ingin melupakan kamu " mendengar ucapan Ibunya, sukses membuat tubuh Andra melemas dan merosot hingga terduduk dibawah.


" Apa yang harus aku lalukan sekarang ma? Andra benar-benar kehilangan Kinara"


Melihat Andra yang tampak sangat terpukul sang ibu pun merengkuh Andra ke dalam pelukannya, dan ikut menangis melihat putra semata wayangnya ini. Ibu Andra mengerti putranya, saat melihat Andra dan Kinara bersama dia selalu sadar betapa saling mencintai nya mereka berdua, hal itu lah yang membuat nya tak habis pikir dengan tindakan Andra yang rela melepaskan Kinara.


Ayah Andra hanya dapat menghela nafas berat melihat sang istri dan putranya saling berpelukan dan menangis bersama, tak ada yang bisa dia lakukan untuk putranya, ini murni kesalahan putranya.


.


.


"Andra kamu sudah datang nak " Seorang wanita paruh baya menghampiri Andra dan memeluknya erat dan diikuti juga oleh lelaki paruh baya yang tersenyum melihat Andra.


" Mama sama papa sehat? " Wanita dan lelaki paruh baya yang merupakan kedua orang tua Kinara pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.


" Papa tau kedatangan kamu kemari untuk menanyakan keberadaan Kinara kan? " Tebak ayah Kinara yang tepat pada sasaran.


" Iya pa, Andra mohon maaf pa atas apa yang sudah Andra lakukan sama Kinara, tapi Andra mohon beritahu Andra dimana keberadaan Kinara pa, Andra menyesali tindakan Andra pa, Andra benar-benar cinta sama Kinara" Pinta Andra dengan lirihnya


Ibu Kinara sebenarnya kesal saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya perihal pembatalan pertunangan anaknya saat Ibu Andra memberitahukannya.


Ibunya Andra sengaja memberitahu kebenaran itu karena dia tak ingin menutup-nutupi kesalahan anaknya yang mungkin suatu saat nanti akan menyebabkan persahabatannya dengan kedua orang tua Kinara menjadi kacau. Namun disisi lain dia juga terenyuh dan terharu dengan perjuangan Andra hingga menghampirinya ke Jepang demi mendapatkan informasi mengenai keberadaan putrinya.


" Maaf Ndra, kami tak bisa memberitahukannya, Kinara sendiri yang meminta pada kami untuk merahasiakan keberadaan nya, mama nggak bisa ngelakuin apa pun untuk kamu" Jelas Ibu Kinara. Andra menatap kedua orang tua Kinara dalam dan berlutut dihadapan mereka.


" Andra mohon ma...pa..., beritahu Andra keberadaan Kinara, Andra menyesal sungguh, Andra sungguh ingin kembali pada Kinara" Andra menunduk dan tak kuasa menahan air matanya, sudah satu minggu semenjak kepergian Kinara Andra menjadi sosok yang rapuh, setiap malam selalu menangis merindukan sosok Kinara, ini adalah kesedihan terbesar yang pernah Andra alami dan semua kesedihan ini diakibatkan kebodohannya sendiri.


" Maaf Ndra, sebaiknya kamu relakan saja Kinara ya nak, mama yakin kalau Kinara jodoh kamu kalian akan bertemu kembali, sebaiknya kamu pulang sekarang, kasihan mama mu yang sedih melihatmu yang begitu kacau satu minggu ini, kembalilah jadi Andra yang kuat ya nak " Ibu Kinara merengkuh Andra kedalam pelukannya, bagaimana pun dia juga sudah menganggap Andra anaknya sendiri.


Sosok gadis yang sedang mengintip dibalik salah satu bagian dinding megah rumah tersebut membekap mulutnya untuk meredam isak tangisnya, tak kuat melihat lelaki yang masih dicintainya itu menangis seperti itu. Dengan langkah gontai gadis tersebut yang sebenarnya adalah Kinara melangkahkan kakinya menuju kamar, setelah pintu kamar tertutup sempurna sosok mungil itu merosot hingga duduk dilantai.


" Ini sudah tepat, yang kamu lakukan sudah benar Kinara, kamu harus kuat, kamu nggak boleh menyesali keputusan kamu sendiri Kinara hiks hiks.. tapi kenapa sangat sakit disini hiks, sakit sekali hiks " Kinara menekan dadanya untuk mengurangi nyeri dihatinya.


Kinara memang berada di Jepang, namun karena takut Andra mencarinya kesana, Kinara meminta kedua orang tuanya berkata seolah-olah dia pergi keluar negri dan tidak tinggal di Jepang.


Kinara hanya ingin menata hatinya, takut merasakan sakit hati kembali maka dari itu Kinara memutuskan untuk menata kembali hatinya, mencoba melupakan Andra. Walaupun dia sendiri tak yakin apakah dia dapat melupakan lelaki pertama yang telah mengajarkan bagaimana rasanya jatuh cinta dan patah hati itu kepadanya.


Tbc~~~~


Jangan lupa vote dan komen teman-teman ^_^