
" Mama gak bisa melakukan ini pada kami! " Protes Andra.
" Kenapa mama gak bisa melakukannya? Kalian belum menikah dan itu artinya Kinara masih tanggung jawab mama, papa dan orang tua Kinara " ibu Andra menarik Kinara agar berpindah duduk disampingnya namun Andra menahannya.
" Tetap duduk di sampingku sayang "
Kinara sebenarnya ingin menuruti Andra tapi melihat ibu Andra yang menatapnya terus membuat Kinara takut, dengan lembut Kinara melepaskan cengkraman tangan Andra kemudian duduk di samping ibu Andra membuat ibu Andra tersenyum penuh kemenangan sedangkan Andra terus menatap tajam sang mama.
" Ck kenapa mama mengganggu hidupku yang tenang ini sih? Pokoknya aku gak setuju jika kami di pisahkan! " ibu Andra memandang putranya tajam.
" Sekarang kamu mama berikan pilihan, pilih mama memisahkan kalian sebatas tempat tinggal atau memisahkan tali pertunangan kalian yang artinya gak akan pernah ada pernikahan? "
Pilihan dari ibu Andra bagaikan petir disiang bolong bagi Andra dan Kinara. Sudah satu tahun mereka tinggal bersama, bagaimana mungkin mereka bisa berpisah sekarang? Meskipun hanya sekedar tempat tinggal.
" Mama tolonglah jangan mempersulit kami, setahun ini kami sudah tinggal bersama, menghabiskan waktu bersama, bagaimana mungkin bisa sekarang kami dipisahkan? " Ucap Andra lirih, Kinara sendiri sudah menunduk dan menangis dalam diam.
" Mama lakukan ini juga demi kebaikan kalian, mama gak mau hal-hal yang gak diinginkan terjadi sebelum kalian resmi menikah "
Kinara mulai terisak, mendengar itu ibu Andra langsung memeluk Kinara erat, sedangkan Andra hanya bisa memandangi Kinara dengan cemas.
" Mama jangan berlebihan, tadi hanya sebuah ciuman, apa salah jika aku mencium tunanganku sendiri? Kalau aku mau berbuat macam-macam pada Kinara, seharusnya calon cucu mama sudah lahir saat ini, tapi aku bisa mengendalikan diriku mama "
Andra menatap ibunya dengan tatapan memohon namun ibu nya tak bergeming. Kinara semakin terisak dan melepaskan pelukan ibu Andra pada tubuhnya kemudian menghampiri Andra kemudian merentangkan kedua tangannya pada Andra untuk dipeluk, dengan segera Andra membawa Kinara kedalam pelukannya. ibu Andra hanya menghela nafasnya melihat tingkah kedua anak itu.
" Ndra, aku gak mau pisah sama kamuuuu " rengek Kinara, Andra mengusap-usap punggung Kinara.
" Aku juga gak mau " Jawab Andra.
" Kalian ini berlebihan sekali, hanya dipisahkan rumah saja sudah begini " Cibir ibu Andra membuat Andra menatap sang ibu tajam.
" Sudahlah mama jangan mengusik kami lagi, lagi pula kenapa tiba-tiba mama ada disini sih? " ibu Andra mendelik tak suka mendengar pertanyaan Andra.
" Apa maksudmu bicara seperti itu? Kamu gak senang mama sama papa kamu pulang? "
" Bukan begitu mama, maaf " Ucap Andra lirih.
" Mama dan papa akan tinggal disini sekitar sebulan karena papamu ada pekerjaan disini, dan Nara sayang ayo sekarang kita ke kamar kamu dan berkemas " Kinara kembali menangis dan menggelengkan kepalanya lalu memeluk leher Andra erat.
" Mama sudahlah, Kinara gak mau ikut dengan mama " ibu Andra langsung memasang wajah "sedih" nya.
" Jadi Nara gak mau tinggal dengan mama? Padahal mama hanya sebulan disini " Kinara menghentikan tangisnya dan melirik kearah ibu Andra.
" Bukan begitu mama " Kinara menghampiri ibu Andra kemudian memeluknya erat.
" Hanya sebulan saja " pinta ibu Andra, Kinara berpikir sejenak. Setelah berpikir agak lama Kinara pun menganggukkan kepalanya membuat ibu Andra terpekik senang kemudian memeluk Kinara.
" Senangnyaaa " ibu Andra menjulurkan lidahnya kearah Andra yang sedang mencibirnya.
" Dasar ratu iblis, pintar sekali aktingnya" Batin Andra.
" Yasudah kamu ke kamar dan kemasi baju-baju kamu ya? " Kinara mengangguk lirih kemudian melangkah dengan gontai ke kamarnya.
" Apa rencana mama sebenarnya? Menurutku ini bukan masalah ciuman tadi kan alasan mama menyuruh Kinara tinggal dengan mama? "
ibu Andra tersenyum mendengar pertanyaan Andra kemudian duduk disebelah Andra dan menyenderkan kepalanya di bahu Andra.
" Anak mama cerdas sekali sih, sebenarnya mama hanya ingin ada yang menemani. Kamu tau kan dari dulu mama ingin sekali memiliki anak perempuan yang cantik seperti princess namun ternyata mama melahirkan anak setan sepertimu " Andra melirik sinis kearah kepala ibu Andra yang sedang menyender di bahunya.
" Tapi mama sangat mencintaimu nak"
CUP
ibu Andra mengecup singkat kening Andra membuat Andra mengembangkan senyumnya.
" aku juga mama " ibu Andra tersenyum kemudian menyenderkan kembali kepalanya di bahu Andra, kali ini Andra memeluk mamanya erat.
" Maka dari itu mama ingin Kinara tinggal bersama mama selama mama disini, kamu tau sendiri papamu pasti sangat sibuk dan kamu juga sibuk jadi dari pada mama dan Kinara kesepian lebih baik kami tinggal bersama " Andra mengangguk mengerti.
" Kalau begitu aku juga akan ikut pindah ke rumah " ibu Andra menggeleng gak setuju.
" Tidak, jika kamu pindah juga nanti perhatian Kinara hanya ada padamu, mama hanya ingin menikmati sebulan ini bersama Kinara, tolonglah Ndra hanya sebulan " Andra menghela nafas beratnya.
" Baiklah " ibu Andra memeluk Andra erat.
" Kamu memang anak mama yang paling tampan " Setelah itu ibu Andra bergegas menuju kamar Kinara.
" Tadi bilang aku anak setan, sekarang mengatakan aku tampan, maksudnya aku anak setan tampan yang dilahirkan ratu iblis begitu? " gumam Andra sambil sedikit berdecak.
Andra menyenderkan kepalanya di sofa kemudian memejamkan matanya erat. Ini sangat berat untuknya, satu sisi dia gak ingin Kinara pindah meskipun hanya sebulan namun satu sisi lagi Andra gak ingin membuat sang mama sedih. Andra bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Kinara.
CKLEK
Andra menyenderkan tubuhnya di pintu sambil memperhatikan ibunya dan Kinara yang sedang mengemasi pakaian dan buku-buku pelajarannya. Andra memperhatikan Kinara dengan intens, sebulan kedepan dia akan jarang melihat Kinara. Andra menghampiri Kinara yang sedang membereskan buku-bukunya.
" Sini aku bantu "
Andra memasukan beberapa buku kedalam tas Kinara, Kinara menatap Andra dengan sedih. ibu Andra yang melihat itu menjadi gak enak sendiri, ibu Andra berdiri dan menghampiri Andra dan Kinara.
" Nara sayang, mama akan menjemput kamu lagi nanti malam, mama lupa kalau ada janji dengan teman lama mama, kamu disini dulu yah bersama Andra " Kinara mengangguk.
" Baiklah, mama pergi dulu ya, Ndra nanti malam saat mama menjemput semua barang Kinara sudah harus siap " Andra tersenyum.
" Iya ma "
ibu Andra kemudian pergi meninggalkan apartemen Andra. Yah, ibu Andra sebenarnya gak ada janji dengan siapapun namun melihat Kinara yang begitu sedih mau gak mau membuatnya memberikan kesempatan pada Kinara dan Andra menghabiskan weekend mereka.
Kinara menggeleng, Andra berjalan mengumpulkan koper dan tas Kinara yang akan dibawanya. Kinara mendudukkan dirinya di ranjang, Andra menghampiri Kinara kemudian memeluknya.
" Hei jangan sedih begini, hanya sebulan, kamu juga kan akan ke sekolah pasti satu bulan gak akan terasa, setiap weekend aku akan datang menemui mu lagi pula jarak apartemen ke rumah mama hanya satu jam sayang "
Andra melepaskan pelukannya pada Kinara, mengelus wajah Kinara dan memberikan kecupan-kecupan kecil di wajah Kinara.
" Ndra, nanti kalau aku gak ada disini jangan ajak wanita lain kemari, ngerti? " Andra terkekeh kemudian mencubit hidung Kinara gemas.
" Iya sayang, dan kamu jangan terlalu dekat dengan Justin disekolah, pulang sekolah langsung pulang, jika mama gak menjemputmu ke sekolah segera beritahu aku biar aku menjemput dan jangan sesekali pulang bersama Justin, ngerti? " Kinara mempoutkan bibirnya.
" Ngerti, dasar pencemburu dan possesif " Cibir Kinara
Andra langsung mencubit kedua pipi Kinara dengan gemas membuat Kinara meringis meminta Andra melepaskan cubitannya.
" Lepaskaaaan sakit " rengek Kinara, Andra pun melepaskan cubitannya dipipi Kinara.
" Kamu ini mengataiku pencemburu dan possesif seperti kamu tidak saja "
Kinara menyenderkan kepalanya dibahu Andra, dengan sayang Andra mengelus lembut rambut Kinara.
" Kita saling mencemburui dan possesif karena kita saling mencintai sayang, itu hal yang wajar, yang perlu kita lakukan adalah menjaga perasaan kita masing-masing agar hubungan kita tetap terjalin harmonis, ngerti?" Kinara mengangguk.
" Ngerti " Jawab Kinara
Andra menggendong Kinara dan merebahkan tubuh Kinara diatas ranjang. Setelah itu Andra ikut merebahkan dirinya disamping Kinara. Mereka tiduran sambil berhadap-hadapan. Mereka saling menatap dalam satu sama lain, Andra mengelus rambut Kinara dengan sayang, Andra menarik Kinara kedalam pelukannya.
" Biarkan kita berpelukan seperti ini terus sampai mama menjemput kamu ya"
Kinara tersenyum dan mengangguk, mereka pun menghabiskan waktu dengan berpelukan satu sama lainnya.
.
.
Kinara melangkah gontai menuju kelasnya, malam tadi Kinara gak bisa tidur sama sekali karena memikirkan Andra. Pada akhirnya Kinara meminta Andra menelponnya, setelah dua jam Andra menelponnya barulah Kinara bisa tertidur dengan nyenyak. Kinara menghampiri Dila dan Justin yang sedang mengobrol, mereka sempat bingung melihat Kinara yang tampak lesu.
" Kau kenapa lagi Nara? Bertengkar lagi dengan bang Andra? ada apa dengan kalian sih? " Kinara menggeleng dengan lemah.
" Aku semalaman gak bisa tidur, aku merindukan Andra "
Dila dan Justin saling bertatap-tatapan satu sama lain.
" Memangnya Bang Andra kemana? " Mata Kinara sudah berkaca-kaca membuat Dila dan Justin bingung sekaligus panik.
" Bukan Andra yang kemana, tapi aku yang pergi huwaaaaammpphh " Dila langsung membekap mulut Kinara, sedangkan Justin hanya menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan buruk Kinara itu.
" Jangan berteriak begitu bodoh, kau mengganggu pagi indah teman-teman yang lain, sekarang kau jelaskan dengan lengkap apa yang terjadi sebenarnya "
" Kemarin setelah kau pergi, aku kan hanya berduaan dengan Andra, kemudian kami hmm kami hmm " Dila memutar bola matanya malas.
" Ceritakan yang jelas!!"
Kinara menunduk sambil meremas rok sekolahnya erat, Kinara bingung sekaligus malu jika harus mencerigakan soal ciuman itu didepan Justin.
" Aku... aku hmm kami berciuman lalu tiba-tiba mama Andra datang dan mempergoki kami "
" IBUNYA ANDRA PULANG KE INDONESIA DAN MELIHAT KALIAN CIUMAN?!"
Dila langsung berdiri mendengar penjelasan Kinara soal ibu Andra, Justin langsung menarik tangan Dila agar duduk.
" Kau menyuruh Kinara diam tapi kau juga berteriak " Dila hanya memberikan cengiran gak jelasnya pada Justin.
" Iya, mama dan papanya Andra datang ke Indonesia karena mereka ada pekerjaan disini, kemudian karena melihat kami begitu dan gak ingin kami melakukan hal gak diinginkan akhirnya aku disuruh pindah kerumah orang tua Andra " Kinara menunduk sedih.
" Dan sekarang aku terpisah dengan Andra, Huh jadi semakin jarang bertemu dengan Andra saja " Kinara menunduk lesu.
" Ibu Andra selalu seperti itu sih, tindakannya selalu spontan. Yasudah kau jalani saja, kan hanya satu bulan, lagi pula jika weekend kalian masih bisa bertemu kan? "
" Iya sih tapi gak cukup jika hanya weekend aaahhhhh " Kinara mengusap kasar wajahnya, Dila menepuk-nepuk bahu Kinara.
" Sudahlah, nanti jika kita gak ada tugas dan pulang cepat, kami akan mengantarkanmu ke kantor Bang Andra, iya kan Justin? " Dila menyenggol tangan Justin.
" Iya, kau jangan sedih seperti itu Nara " Kinara menatap Dila dan Justin bergantian.
" Makasih guys sudah menghiburku, kalau gak ada kalian pasti aku semakin sedih " Dila memeluk Kinara.
" Itulah gunanya sahabat " Kinara membalas pelukan Dila, Justin tersenyum melihat keduanya.
" Oh iya kau belum mencerigakan soal kau dan Bang Bagas, Andra bilang kalau bang Bagas menembakmu, ayooo ceritakan " Kinara tiba-tiba teringat kalau kemarin Bagas akan menyatakan cinta pada Dila.
" Iya, kemarin kami pergi ke taman, kami awalnya mengobrol biasa namun tiba-tiba obrolan kami menjadi serius dan saat itu juga Bang Bagas menyatakan cintanya dan aku langsung menerimanya " Jawab Dila malu-malu, Kinara langsung tersenyum menggoda.
" Huwaaa akhirnya Dila sudah punya kekasih.. selamatttt " Kinara kembali memeluk Dila.
" Dan kau harus mentraktir kami saat istirahat nanti " Ujar Justin yang langsung disetujui Kinara dengan anggukan kepalanya.
" Kalian tenang saja, aku akan mentraktir kalian makan nanti, SEPUASNYA! "
" Huwaaaaaaaaaa senangnyaaaa " Pekik Kinara kesenangan membuat Dila dan Justin tertawa melihatnya
Tbc~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^