
3 Tahun kemudian
" Bang, kamu ini bisa serius dikit nggak? Kamu selalu begini, ingat besok hari pertunangan kita, aku gak mau ada kekacauan nantinya "
Dila dan Bagas sedang mengecek gedung tempat pertunangan mereka yang akan dilaksanakan besok. Sedari tadi Dila sibuk mengecek satu persatu apa yang sudah dipersiapkan panitia EO sedangkan Bagas hanya sibuk memeluk Dila dari belakang sambil sesekali menggoda Dila dengan membisik-bisikan kata cinta yang justru membuat Dila muak karena sudah terlalu sering mendengarnya.
" Sayang ku, kamu tambah manis kalau lagi kesal gini, bagaimana kalau besok kita langsung nikah aja?, biar aku bilang sekarang sama pihak organizer nya " Dila dengan kesal menyikut perut Bagas.
" Aduhhh..aduh...sakit banget loh sayang" Ringis Bagas sambil memegang perutnya.
" Salah sendiri ngomong seenaknya jidatnya aja, kamu ingat ya aku belum lulus kuliah, aku gak akan pernah mau nikah sebelum selesai ngejar pendidikan aku dulu, jadi kamu harus sabar nunggu aku kalau mau nikah sama aku, lagian kan kamu udah setuju kemarin jadi nggak usah banyak protes" Ucap Dila dan berlalu begitu saja.
" Yahh, padahal aku udah gak sabar " gumam Bagas dan dengan langkah gontai Bagas menyusul Dila.
.
.
Keesokan harinya.
Bagas menyematkan cincin di jari manis Dila lalu mengecup kening Dila lembut, terlihat raut kebahagiaan di wajah mereka. Dari jauh Andra, Justin, dan Rissa memandang mereka dengan senyum bahagia, setelah itu mereka menghampiri Bagas dan Dila untuk memberikan selamat.
" Selamat ya bro " Andra memeluk Bagas erat dan dibalas Bagas dengan pelukan tak kalah erat.
" Makasih Ndra " Justin dan Rissa pun memeluk Dila.
" Dila selamat yaaa, akhirnya menuju jenjang yang lebih serius lagi " Ucap mereka bersamaan, Dila tersenyum senang kemudian memeluk kedua sahabatnya ini.
" Kalian juga harus cepat menyusul kami ya, tunangan dulu gak masalah kok hahaha...
dan kau Justin bahagiakan Rissa oke?"
Justin hanya mengangguk kemudian merangkul bahu Rissa erat, yah sejak satu tahun lalu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Setelah 2 tahun lamanya Rissa memperjuangkan cintanya terhadap Justin akhirnya membuahkan hasil, Justin kini membalas cinta Rissa.
" Selamat ya bang " Justin beralih memeluk Bagas diikuti dengan Rissa.
" Hahhhh, andai Kinara disini " Ucapan lirih Dila sukses membuat Andra tersenyum sendu.
" Aku memang disini " Sontak semua melihat kearah sosok wanita mungil yang tiba-tiba muncul, semua mata terkejut melihat kedatangan Kinara.
" Naraaaaaa"
Dila langsung menghampiri Kinara dan memeluknya erat, Justin dan Rissa pun tak mau ketinggalan ikut memeluk Kinara erat. Andra begitu terpana melihat wajah Kinara yang berubah menjadi lebih dewasa, bahkan Kinara sudah bisa berdandan dengan cantik, dress yang ketat membentuk lekukan tubuh itu terasa begitu pas ditubuh mungilnya.
Andra menatap wajah itu, wajah yang begitu dirindukannya. Tak terasa mata Andra sudah berkaca-kaca, melihat itu Bagas menghampiri Andra lalu merangkul pundaknya erat. Kinara melepaskan pelukannya pada Dila, Justin dan Rissa kemudian menghampiri Bagas.
" Bang Bagassss selamat yaa"
Kinara memeluk Bagas sejenak, Andra sedari tadi terus memperhatikan wajah Kinara, tak tahan Andra langsung menarik Kinara kedalam pelukannya membuat Kinara terpekik saking terkejutnya. Dila, Justin, Rissa dan Bagas tersenyum melihat itu, Bagas langsung memberi kode kepada Dila, Justin dan Rissa agar pergi dari sana dan membiarkan Andra dan Kinara berdua untuk saling melepas rindu yang mungkin masih tersisa atau memang masih bersemayam di masing-masing hati mereka.
.
.
" Bagaimana kabar kamu 3 tahun ini?" Tanya Kinara pada Andra yang duduk disampingnya, Andra menatap Kinara kemudian tersenyum.
" Tak pernah merasa baik setelah kamu pergi" Andra tersenyum kecut.
" Oh begitu yah, kupikir kamu baik-baik saja " Kinara berdiri dan berjalan beberapa langkah ke depan, Andra menatap punggung itu penuh kerinduan.
"Bagaimana kabar kamu Ra?" Andra bertanya sebaliknya pada Kinara
"Ya seperti yang kamu lihat" Kinara tak menjawab pertanyaan Andra dengan jelas, Kinara menjawab seperti tidak peduli dan Andra hanya dapat tersenyum pahit melihat reaksi Kinara itu.
" Kamu kembali kesini hanya untuk menghadiri pertunangan Dila dan Bagas? "
" Nggak juga, aku akan menetap disini, seminggu lalu aku diterima magangĀ di sebuah perusahaan dan aku akan mulai bekerja disana minggu depan " Andra berdiri menghampiri Kinara kemudian memeluknya dari belakang membuat Kinara tersentak.
" A.. Apa yang kamu lakukan " Kinara mencoba melepaskan pelukan Andra padanya namun Andra semakin mengeratkan pelukannya pada Kinara.
" Biarkan dulu seperti ini...aku mohon.." Kinara pun diam tak lagi memberontak.
" Aku benar benar rindu banget sama kamu, benar benar rindu sampai hampir mati rasa " Bisik Andra tepat ditelinga Kinara, namun Kinara hanya diam tak menjawabnya.
" Dengarkan apa yang akan aku katakan, mungkin ini sudah terlambat tapi lebih baik aku ucapkan meskipun terlambat dari pada tidak sama sekali " Andra menghentikan sejenak ucapannya kemudian melepaskan pelukannya pada Kinara dan membalikan tubuh Kinara agar menghadap padanya. Andra tersenyum dan mengelus lembut pipi Kinara.
" Aku minta maaf, 3 tahun lalu aku begitu menyakiti kamu sehingga kamu pergi, saat itu aku baru sadar bahwa yang selama ini yang aku cintai adalah kamu, aku terlalu bodoh mengartikan perasaanku selama ini. Sekarang aku akan mengatakannya padamu " Ucapan Andra kembali terhenti, Andra menangkup wajah Kinara dan menatap dalam manik matanya.
" Kirana aku cinta sama kamu " Ucapan Andra itu sukses membuat air mata Kinara mengalir, kata yang begitu indah namun membuat Kinara takut disaat bersamaan.
" Kumohon kembali sama aku, aku ingin kita mengulang semua dari awal, aku ingin kita mengulang lagi masa bahagia kita Ra"
Mohon Andra pada Kinara, perlahan Kinara melepaskan tangkupan tangan Andra diwajahnya.
" Aku minta maaf Ndraa, aku gak bisa, aku gak ingin merasakan sakit kembali " Kinara menundukkan wajahnya sedangkan Andra menggenggam tangan Kinara erat.
" Kumohon beri aku kesempatan, aku gak akan nyakitin kamu lagi, aku gak akan ngelakuin kesalah bodoh kayak dulu lagi " Kinara masih diam kemudian dia melepaskan tautan tangannya dan Andra.
" Maaf tapi aku bener-bener gak bisa Ndra"
Kinara bergegas melangkah pergi meninggalkan Andra, namun langkahnya terhenti mendengar teriakan Andra.
" AKU GAK AKAN NYERAH! AKU AKAN BERJUANG MENDAPATKAN KAMU KINARA!, SUKA ATAU TIDAK AKU AKAN TERUS MEMPERJUANGKAN KAMU! AKU MENCINTAIMU! " Kinara kemudian berlari meninggalkan Andra.
" Aku akan berusaha Ra, aku gak akan nyerah, aku gak akan pernah lepasin kamu lagi " Ucap Andra lirih sambil memandang punggung Kinara yang berlari semakin jauh meninggalkannya.
Tbc ~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^