
Sejak pernyataan panjang Kinara, Andra dan Kinara masih setia untuk saling bertatapan mencoba memahami isi kepala satu sama lain, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
" Kalau aku tak menyerah lalu bagaimana dengan Randi? " Tanya Andra yang memecahkan keheningan yang sudah lama tercipta diantara mereka.
" Aku gak cinta sama Bang Randi " Jawab Kinara cepat.
" Jadi kamu masih mencintaiku? " Kinara bungkam.
" Kamu itu membuat orang lain selalu berharap padamu, setelah itu kamu bersikap seolah tak ada apa-apa. Kalau kamu masih cinta sama aku maka jangan beri harapan apapun pada Randi begitupun sebaliknya, jika kamu mencintainya jangan berikan harapan apapun padaku, jangan memintaku untuk tidak menyerah semntara kamu gak ingin melepas Randi " Kinara menggeleng perlahan.
" Aku gak menahan Bang Randi untuk berada disisiku, dia yang ingin berada disisiku "
Andra menghela nafasnya sejenak. Tak lama pelayan masuk keruangan mereka membawa makanan yang mereka pesan tadi setelah mengantarkan makanan pelayan itu pun keluar dari ruangan mereka.
" Makanlah dulu, setelah itu aku akan mengantar kamu pulang, masalah ini dibahas lain kali saja " Setelah itu Andra langsung menyantap makan malamnya, Kinara sendiri hanya memakan beberapa suap, nafsunya untuk makan sirna seketika.
.
.
Sudah satu minggu ini Kinara terus uring-uringan, pasalnya Andra pergi ke Jepang untuk urusan bisnis tanpa mengajaknya ditambah lagi Andra tak menghubunginya sama sekali. Padahal semenjak malam itu Kinara terus memikirkan dan mempertimbangkan ucapan Andra.
FLASHBACK
Setelah makan malam Andra mengantar Kinara pulang ke apartemen Kinara, begitu sampai di depan apartemen Kinara tak langsung keluar dari mobil Andra.
" Ndra, soal yang tadi.... " Kinara tampak bingung untuk memulainya.
" Sebenarnya apa yang kamu inginkan Nara? Jujur aku bingung sama sikap kamu, dengan hubungan kita. Awalnya kamu bilang kalau udah punya kekasih lain tapi ternyata kamu masih sendiri, lalu kamu mengatakan tak ingin kembali padaku dan kamu bersikap seolah tak menyukaiku, kamu bahkan seperti memiliki hubungan khusus dengan Randi, lalu setelah aku akan mencoba menyerah kamu malah menahanku agar tak menyerah, sebenarnya apa yang kamu inginkan? Aku seperti kamu permainkan "
Andra bicara tanpa menatap Kinara, karena jika Andra menatap Kinara maka dia tak akan sanggup mengeluarkan segala yang dia rasakan.
" Aku hanya belum yakin sama kamu"
" Lalu kamu ingin aku gimana biar kamu yakin sama aku? "
" Entahlah yang pasti aku ingin kamu berjuang untuk mendapatkan hati aku lagi "
" Kamu ingin aku terus menerus mengemis cinta kamu? "
" Bukan itu, aku hmm aku hanya hmm " Kinara menggigit bibir bawahnya, Kinara bingung mengatakannya yang pasti dia tak mungkin mengatakan soal rencananya dengan ibu Andra dan Bagas. Andra tampak menghela nafasnya.
" Aku sendiri sebenarnya tidak tau bagimana caranya memperjuangkan cinta seorang wanita, yang kutahu hanya membahagiakan wanita yang kucintai dengan caraku sendiri. Seperti waktu aku mengejarmu dulu, aku berusaha menjadi orang yang sukses agar bisa kamu banggakan dan bisa membahagiakan kamu setelah kita menikah nanti. Kamu ingin aku meyakinkan kamu tapi di dalam hati kamu sendiri masih menyimpan keraguan sama aku, jika kamu sendiri gak punya rasa percaya sama aku, bagaimana aku bisa membuktikannya sama kamu? Setidaknya cobalah untuk memberikan aku kesempatan menunjukan kesetiaan aku sama kamu, bukalah hati kamu dan rasa percaya kamu untukku, aku gak akan berjanji apapun pada kamu, yang pasti aku akan berusaha setia sama kamu, gak akan lagi mengecewakan kamu " Kinara menatap kearah Andra.
" Lalu apa jaminannya kalau kamu nggak akan melakukan kesalahan yang sama dan nyakitin aku lagi?"
" Atas dasar apa kamu berpikir seperti itu? Aku tahu aku salah dimasa lalu, tapi apa gak bisa kamu mencoba percaya sama aku? Gimana kita bisa balik lagi seperti dulu kalau kamu masih ragu sama aku? Dalam suatu hubungan hanya diperlukan rasa cinta, sayang, kepercayaan, dan juga keikhlasan, berikan semua itu sama aku maka aku akan nunjukkin kesetiaan, kasih sayang dan rasa cinta aku sama kamu "
" Sangat sulit membuat aku percaya lagi Ndra " Ucap Kinara dengan lirih.
" Bukan sulit, tapi kamu hanya takut untuk mencobanya, kamu takut tersakiti kembali, dan aku gak akan memaksakan apapun, kalau kamu gak bisa percaya sama aku lagi maka aku juga gak bisa berbuat apapun " Andra tampak menghentikan ucapannya sejenak kemudian menoleh kearah Kinara yang menunduk.
"Mungkin berteman lebih baik untuk kita dari pada kembali bersama tapi hati kamu belum sepenuhnya percaya sama aku, semua terserah sama kamu" Kinara masih saja menunduk diam.
" Sebaiknya kamu masuk ke dalam, ini udah larut malam, pikirin aja nanti semua ucapan aku, kalau kamu udah merasa yakin bilang sama aku, kalau kamu masih juga belum yakin kita bisa memulainya kembali dengan berteman aku gak akan memaksa apapun dari kamu " Kinara pun keluar dari mobil Andra setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih.
FLASHBACK END
Selama satu minggu ini Kinara berpikir keras, Kinara memutuskan mencoba ikhlas memaafkan Andra dan mencoba percaya untuk melanjutkan hubungannya dengan Andra. Entahlah, melakukan atau tidak melakukan perjuangan Kinara akan tetap mencoba kembali pada Andra.
Kinara tak ingin menyiksa diri lagi, setidaknya mencoba ikhlas lebih baik dari pada berpura-pura baik-baik saja meskipun dalam hatinya tak merasa seperti itu hanya demi sebuah perjuangan. Namun saat hatinya sudah mantap lalu kenapa Andra yang seperti menghilang ditelan bumi? Tanpa kabar sedikit pun, Kinara sangat merindukannya, saat menanyakan kepada ibu Andra pun ternyata ibu Andra juga belum diberi kabar apapun oleh Andra dan malah membuatnya semakin khawatir.
Kinara merebahkan dirinya diatas ranjang, lelah duduk seharian dan mencoba menghubungi Andra namun tak ada hasilnya. Namun seketika ponsel Kinara berdering membuat Kinara terperanjat, dan dengan segera menyambar ponselnya diatas nakas samping tempat tidur namun saat melihat nama yang tertera diponselnya wajah yang tadinya terlihat bersemangat langsung melemas kembali, dengan ogah-ogahan Kinara mengangkat teleponnya.
" Halo "
" Aku diapartemen, kenapa bang? "
" Oh abang dibawah? "
" Hmm oke, aku akan turun sekarang"
Setelah mematikan telponnya Kinara segera turun ke parkiran apartemennya, dia malas untuk berganti pakaian akhirnya dia turun hanya menggunakan celana traning panjang dan kaos biru muda. Sesampainya diparkiran Kinara melihat sosok yang menunggunya sedang memunggunginya, Kinara mendekat kearah sosok itu.
" Bang Randi" Randi menoleh saat Kinara memanggilanya, Randi menampilkan senyumannya saat melihat Kinara.
" Kenapa gak langsung ke atas aja? "
" Tadinya ingin langsung ke atas tapi kupikir sesekali tak apa kan kalau kamu yang nyamperin aku? " Ucap Randi menggoda, Kinara hanya menggelengkan kepala saja, tak mood untuk sekedar terkekeh menanggapi godaan Randi.
"Kamu ngapain aja dihari libur gini? "
" Gak ada bang, aku tiduran di apartemen aja "
" Mau keluar? " Tawar Randi, Kinara menggeleng.
" Nggak deh bang, aku mau di rumah aja " Randi tampak tak menyerah.
" Dari pada di rumah hanya diam aja, gimana kalau kita ketaman? "
" Aku lagi malas berada ke tempat ramai bang "
" Kalau makan di Restauran? Aku traktir "
" Aku bisa makan di rumah "
" Kalau menonton? Ada film bagus di bioskop " Kinara tampak menghela nafas beratnya.
"Bang, aku benar-benar gak mood untuk keluar, maaf ya " Ucap Kinara menyesal, Randi tampak berpikir sejenak.
" Kalau gitu ayok kita masuk ke partemen kamu, aku akan menemani kamu aja kalau emang kamu malas keluar" Randi bersiap menarik tangan Kinara namun Kinara menahannya.
" Bag Randi..., aku lagi pengen sendiri" Randi memandang Kinara sendu.
" Kenapa? Apa ini ada hubungannya sama mantan tunangan kamu? " Kinara hanya menunduk diam, Randi sendiri geram melihat itu.
" Ayok kamu ikut aku, untuk apa kamu bersedih karna cowok itu " Randi mencengkram tangan Kinara dan menariknya, Kinara meronta ingin dilepaskan.
"Bang plis jangan paksa aku " Randi tak mendengarkan, Randi terus menarik Kinara menuju mobilnya namun langkahnya terhenti, Randi membalikkan tubuhnya. Dilihatnya lelaki yang mereka bicarakan menahan tangan Kinara yang lainnya.
" Lepaskan " Ucap Andra dengan dingin.
" Harusnya kau yang lepaskan tangannya! " Ujar Randi tak mau kalah, Kinara sendiri meringis kesakitan saat kedua lelaki itu saling mencengkram kedua pergelangan tangannya. Refleks Andra melepaskan cengkraman tangannya pada Kinara, kesempatan itu tak disia-siakan Randi, dengan segera Randi menarik paksa Kinara kembali menuju mobilnya, kali ini Andra tak menahan Kinara namun dengan sigap Andra menghalangi jalan Randi.
" Minggir! Apa maumu? " Amarah Randi tampak sudah diujung tanduk.
" Aku sungguh gak dengerti denganmu, kau memaksa seorang wanita untuk ikut denganmu padahal sudah jelas wanita itu menolakmu, kau tahu? Kau seperti pecundang " Andra menekan-nekan dada Randi dengan jari telunjuknya.
" Kau! " Randi semakin menggeram marah, Kinara hanya menunduk diam sedangkan Andra menunjukan smirk andalannya.
BUKKKK
" Bang Randi hentikaaaaan ! " Kinara menahan Randi agar tak memukul Andra lagi.
PLAK
Randi membulatkan matanya saat Kinara menamparnya, Randi memandang Kinara dengan sendu.
" Maaf kalau aku harus melakukan ini. Abang tau sejak awal kita hanya berteman, abang juga tau sejak awal hatiku ini milik siapa, jangan membuatku membenci abang dengan cara abang memaksaku seperti ini. Abang itu lelaki yang baik, tampan, pintar, masih banyak cewek yang lebih baik dariku yang pantas mendapatkan abang "
" Maaf bang, tapi kumohon menyerahlah " Ucap Kinara dengan lirihnya
Randi menarik Kinara kedalam pelukannya. Randi membenamkan wajahnya dibahu Kinara. Dapat Kinara rasakan getaran dari tubuh Randi.
" Maaf membuat kamu merasa kecewa dengan sikapku " Randi tampak mencoba menetralkan suaranya yang begetar.
" Berbahagialah, aku gak akan memaksa apapun lagi sama kamu "
Setelah itu Randi melepaskan pelukannya pada Kinara dan berjalan menunduk melewati Andra menuju mobilnya berada. Kinara membalikkan tubuhnya menghadap kearah Randi.
" Kita masih akan terus berteman kan? " Randi tersenyum, dia mengangkat tangan kananya dan mengacungkan ibu jarinya sebelum kembali melanjutkan langkahnya.
Kinara tersenyum karena Randi masih mau bersahabat dengannya, namun senyumnya memudar seketika saat pandangannya dialihkan kearah Andra yang sejak tadi menatapnya. Keduanya saling menatap dalam, Kinara memutuskan untuk menghampiri Andra kemudian mengulurkan jari lentiknya untuk menyentuh luka disudut bibir Andra.
" Sebaiknya kita obati dulu luka kamu" Kinara berbalik arah menuju apartemennya diikuti Andra dibelakangnya.
Sesampainya di apartemen Kinara bergegas mencari kotak obat sedangkan Andra duduk di sofa ruang TV Kinara.
" Sini aku bersihkan dulu luka kamu " Kinara duduk di sebelah Andra dan mulai membasuh luka Andra dengan air hangat kemudian memberikannya antiseptic.
" Aww, pelan-pelan " Andra meringis kesakitan saat Kinara terlalu menekan kuat lukanya.
" Kalau gak ditekan gitu nanti kumannya gak akan hilang "
Kinara perlahan mengobati kembali luka Andra. Andra menatap wajah Kinara yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Karena merasa diperhatikan Kinara pun ikut melihat kearah Andra.
" Apa yang kamu lihat? " Kinara menjauhkan wajahnya dari wajah Andra.
" Aku rindu sama kamu " Ucap Andra tiba-tiba. Kinara hanya diam namun tak melepaskan pandangannya pada Andra, mereka saling mengunci tatapan satu sama lainnya.
" Kemana aja satu minggu ini? Gak ada kabar lalu muncul tiba-tiba " Andra tersenyum saat mendengar nada kekhawatiran sekaligus kerinduan yang tersirat dari ucapan Kinara.
" Maafin aku, pekerjaan di Jepang menyita waktuku, jika aku ingin cepat kembali dan menemui kamu maka aku harus fokus menyelesaikannya. " Jelas Andra.
" Saking fokusnya sampai gak bisa kasih aku kabar sedikitpun? " Tanya Kinara dengan sinisnya.
" Kamu mencemaskan aku? " Kinara diam.
" Kamu merindukanku? " Kinara masih juga diam.
" Oke, aku bukannya gak mau kasih kabar ke kamu tapi pekerjaan disana sangat banyak, kalau aku gak fokus bisa aja satu minggu lagi aku baru pulang kesini, dan aku gak bisa melakukan itu karena pasti aku gak akan bisa menahan diriku untuk menemuimu, dan juga aku mau memberikan kamu kesempatan untuk memikirkan lagi hubungan kita " Andra menatap Kinara dalam namun Kinara masih diam.
"Terus bagaimana? " Tanya Andra.
" Apanya yang bagaimana? " Andra memutar bola matanya jengah.
" Hubungan kita? " Andra menatap Kinara waspada.
" Baiknya bagaimana? " Andra membuang nafasnya kasar.
" Gak usah berbelit-belit, mau balik lagi sama aku nggak? " Tanya Andra tak sabar
" Aku baru kali ini lihat cowok kayak kamu, gimana bisa kamu minta mantan tunangan kamu untuk kembali dengan cara seperti itu? Cowok diluar sana pasti menggunakan cara romantis agar wanitanya tersentuh, kamu ini sudah tidak mau memperjuangkan aku, cara memintaku untuk kembali juga seperti ini, bagaimana aku mau kemmmpphhtttt "
Ucapan Kinara terhenti saat Andra membungkam bibirnya dengan bibir Andra, tanpa peduli bagaimana Kinara meronta minta dilepaskan dengan gerakan cepat Andra menahan tengkuk Kinara dan ******* bibir yang dirindukannya itu. Awalnya Kinara enggan membalas ciuman Andra namun kerinduannya pada Andra membuat egonya dibuang jauh-jauh, kini kedua bibir yang sudah lama tak saling menyapa itu kini bertautan erat, saling ingin mendominasi satu sama lain. Ketika pasokan udara menipis mereka melepaskannya.
"Hah..hhhh" Kinara terengah-engah mengambil nafas sebanyak Mungkin.
" Seenaknya saja langsung cium aku!!" Ucap Kinara dengan kesal.
" Habis kamu cerewet banget, aku cuma minta jawaban aja pakai ceramah dulu, lagi pula kamu juga suka sama ciuman aku jadi gak usah protes " Andra menyandarkan kepalanya dipaha Kinara.
" Jadi kita kembali kan? " Tanya Andra memastikan.
" Menurut kamu? " Andra mencebik kesal.
" Baiklah, kita sudah kembali, hmm hubungan kita sekarang apa? Kekasih atau tunangan? " Tanya Kinara bingung, dulu dia tak pakai acara berpacaran, mereka langsung bertunangan kemudian berpisah dan sekarang sudah kembali menjalin hubungan namun hubungan dijenjang seperi apa Kinara sendiri tak tahu.
" Bukan keduanya " Kinara mengerutkan keningnya bingung.
" Lalu? " Andra bangkit dari tidurnya dan berjongkok dihadapan Kinara, Andra menggenggam kedua tangan Kinara erat.
" Saat di Jepang aku terus memikirkan mengenai kita, mengenai kamu, aku berpikir apa kamu mau kembali sama aku atau nggak, mau kasih aku kesempatan atau nggak, semua berputar dalam pikiran aku, sampai akhirnya aku bertekad, kalau kamu mau kembali sama aku maka aku akan langsung meminangmu, meskipun aku tau masih ada keraguan di hati kamu tapi aku mohon percayalah dan mari kita bangun keluarga kecil kita, aku, kamu dan anak-anak kita nanti. Aku akan menerima hukuman aku karena kesalahanku dimasa lalu dengan mengabdikan hidup aku, cinta aku, nafas aku untuk kamu dan anak-anak kita kelak " Andra merogoh kantong celananya, dikeluarkannya kotak yang Kinara sudah bisa menebak apa isi kotak ini.
" Kamu tau sayang, sejak dulu aku gak pernah bisa romantis, aku juga belum pernah melamar wanita jadi aku gak tahu bagaimana cara melamarnya, tapi aku hanya ingin bertanya, apa kamu mau nikah sama aku? Menjadi ratu dalam istana kecil aku? Menjadi ibu dari anak-anak aku? Maukah kamu mempercayakan hidup kamu sama aku? "
Andra menatap Kinara dalam, sedangkan sejak tadi pipi Kinara sudah dibanjiri dengan air mata, Kinara memukul bahu Andra pelan.
" Kamu bilang gak bisa melakukan hal romantis, tapi kata-kata kamu barusan bikin aku terharu hiks" Andra terkekeh kemudian menghapus air mata Kinara.
" Lalu jawaban kamu? Dan jangan bertanya apapun atau bekata apapun kecuali jawaban " Ancam Andra, Kinara mempoutkan bibirnya kesal.
" Dan kembali lagi bersikap tak romantis huh " Keluh Kinara.
" Jawaban kamu sayang "
" Kamu cerewet dan banyak tanya, cepat pasangkan cicin itu dijari manisku " Kinara menyodorkan tangan kanannya kearah Andra. Sejenak Andra berdecih sebelum memasangkan cincin itu pada Kinara.
" Lucu sekali, memintaku untuk romantis seperti kamu romantis saja " Andra bangkit dari Jongkoknya kemudian kembali duduk disebelah Kinara.
" Sayang " Panggil Andra kini dengan nada yang lembut, Kinara menolehkan kepalanya kearah Andra.
" Kenapa? " Andra tak menjawab, Andra menarik tangan Kinara dan membawanya kedalam pangkuannya lalu memeluk Kinara erat.
" Aku merindukan saat-saat seperti ini sayang " Andra mengecup pipi Kinara berulang kali sehingga Kinara tak dapat lagi menyembunyikan senyumannya.
" Aku juga merindukan saat duduk dipangkuanmu begini " Kinara membalikan tubuhnya menghadap Andra kemudian mengecup kening Andra lama.
" Jangan kecewakan aku lagi ya? " Andra mengangguk mantap sebelum menarik Kinara kedalam ciuman panjang. Kinara mengalungkan lengannya dileher Andra, saling menikmati kebersamaan mereka, saling merasakan cinta satu sama lainnya lewat ciuman lembut ini.
Tbc~~~~
Jangan lupa vote dan komen teman-teman ^_^
Bentar lagi pisah sama cerita ini~~