
Kini Kinara berada disebuah departemen store, seharusnya hari ini dia dan Justin belajar bersama namun Justin ada suatu kepentingan mau tak mau membatalkan acara mereka hari ini.
Semenjak Kinara dan Justin belajar bersama, Andra tak lagi menjemput Kinara sehingga hari ini Kinara memanfaatkan waktu bebasnya dengan pergi jalan-jalan. Kinara memasuki toko kosmetik, dilihatnya beragam kosmetik dari berbagai merk, sebenarnya dia agak bingung dengan seluruh kosmetik itu, dia juga tak tahu mana kosmetik yang bagus yang sesuai dengan umurnya. Kinara masih melihat kesana kemari sampai seorang pramuniaga datang menghampirinya.
" Selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu? " Tanya pramuniaga itu.
" Hmm bisakah anda membantu mencari kosmetik yang bagus untuk saya? " Pramuniaga itu tampak memperhatikan penampilan Kinara dari atas sampai bawah.
" Tunggu sebentar, akan saya ambilkan "
Pramuniaga itu pergi meninggalkan Kinara, tak lama pramuniaga itu kembali membawa kotak make up ditangannya lalu menyodorkannya pada Kinara.
" Ini mbak, saya rasa ini cocok untuk seumuran mbak, bahan yang digunakan untuk membuat make up ini sangatlah alami dan cocok untuk kulit mbak yang masih muda, saya bawakan lengkap sehingga anda tak perlu lagi membeli make up satu per satu, disini sudah lengkap semua "
Kinara mengangguk mengerti setelah itu dia mengeluarkan kartu kredit pemberian Andra kepada pramuniaga itu. Andra memang memfasilitasi Kinara kartu kredit unlimited, selama ini Kinara menggunakannya jika memang perlu saja, seperti sekarang ini. Tekadnya untuk berubah menjadi dewasa sangat bulat, Kinara akan memulai dengan penampilan terlebih dahulu.
" Ini mbak kartu kredit anda, bisa anda tanda tangan disini? "
Setelah menandatanganinya Kinara keluar dari toko itu dan mulai ke toko buku mencari beberapa buku yang bisa dijadikannya referensi, setelah berkeliling selama satu jam di toko buku itu, Kinara mendapatkan 5 buku mengenai wanita dan kiat-kiat menjadi wanita dewasa dan smart, tak lupa Kinara membeli 2 majalan fashion yang bisa dijadikan ide untuk merubah penampilannya.
Kinara kembali mengitari departemen store itu, namun tiba-tiba perutnya terasa lapar, Kinara pun mampir kesebuah restauran jepang.
" Irassaimaseeeeen "
Teriak pelayan di depan restauran tersebut menandakan ucapan selamat datang bagi pelanggan yang akan memasuki restauran tersebut, seorang pelayan mengantarkan Kinara ke tempat duduk yang tersedia untuk dua orang. Setelah itu datang lagi pelayan yang mencatat pesanan makanan.
" Saya pesan Bake salmon maki dan California maki lalu minumnya cold ocha saja, ah saya juga ingin kanukinya yah " Pelayan itu mencatat semua pesanan Kinara.
" Baiklah mohon ditunggu sebentar "
Setelah pelayan itu pergi, Kinara mengambil salah satu majalah fashion yang tadi dibelinya. Kinara membolak balik halaman demi halaman sampai jatuh pada sebuah gambar seorang model cantik dengan potongan rambut sebahu terlihat dewasa namun elegan, terlintas dibenak Kinara akan memotong rambut panjangnya.
Tak lama pelayan datang mengantar makanan yang dipesannya tadi, tak menunggu lama seluruh makanan yang dipesan ludes dimakannya, setelah itu Kinara membayarnya dan keluar mencari salon.
.
.
Sesampainya di apartemen jam menunjukan pukul 6 Sore, Andra belum pulang karena beberapa hari ini dia lembur sampai malam. Kinara berdiri di depan cermin, penampilan rambutnya berbeda, dia memotong sama persis seperti model dimajalah, rambut panjang sepinggangnya dipotong sebatas bahu, poninya yang sudah agak memanjang dibiarkannya tetap seperti itu, kini Kinara sudah mengganti pakaiannya dengan baju santainya.
Kinara membuka laptop dan menyalakan internetnya, dia mulai mencari video di youtube cara menggunakan make up. Pertama-tama Kinara hanya melihat cara menggunakannya, selanjutnya Kinara mulai mencoba meniru intruksi dari video itu namun ternyata hasilnya gagal karena terlalu tebal, Kinara pergi ke kamar mandi dan menghapus make up itu dan mulai mencoba kembali.
Sudah 7 kali Kinara bolak balik kamar mandi menghapus make up nya dan memperbaiki make upnya, tak sia-sia karena sekarang make up Kinara terlihat pas tak terlalu tebal dan tak terlalu tipis, kini Kinara sudah tau bagaimana cara bermake up.
Kinara membuka majalah fashion banyak model baju yang bagus yang bisa dijadikannya referensi, Kinara melihat isi lemarinya. Dia baru sadar kalau hampir seluruh baju dilemarinya berwarna putih atau pink, sepertinya Kinara harus berbelanja baju baru. Kinara kembali duduk di atas ranjangnya dan memebaca buku yang tadi dibelinya.
Ternyata wanita dewasa yang ingin diperhatikan pria harus juga memperhatikan penampilannya, mulai dari kerapian, kebersihan, cara berpakaian, dan juga bentuk tubuh yang ideal. Kinara bangkit dari duduknya dan mematut dirinya didepan cermin, tubuhnya pendek mungil namun terlihat sedikit besar dibagian perut dan paha.
" Ternyata aku gendut, sebaiknya aku harus diet dan memperbanyak olahraga juga minum air putih "
Kinara berpikir keras bagaimana dia berolah raga sedangkan pagi-pagi sekali dia harus berangkat sekolah, pulang sekolah tak mungkin, kalau sore mungkin dia bisa.
" Ah lebih baik mulai sekarang aku tak usah berangkat bersama Andra lagi, kalau aku naik bus sudah pasti aku akan lelah karena berjalan ke halte yang cukup jauh sehingga kalori dalam tubuhku terbakar dan sore hari aku bisa olah raga disekitar taman dekat apartemen sebelum Andra pulang "
Kinara berjalan menuju meja belajarnya dan mulai mencatat hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk perubahannya, tak terasa jam menunjukan pukul 9 Kinara sudah mengantuk namun Andra belum juga pulang. Kinara mengunci pintu kamarnya dan mematikan lampunya lalu terlelap tidur.
CKLEK
Andra memasuki apartemennya, jam menunjukan pukul 11 malam dan apartemennya terlihat sangat sepi, dihampirinya kamar Kinara.
CEK CEK CEK
"Sepertinya Kinara sudah tidur "
Andra memasuki kamarnya, mengambil piyamanya lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini banyak pekerjaan sehingga dia sangat lelah dan ingin cepat – cepat beristirahat.
.
.
Pagi ini saat Andra selesai mandi dan bersiap-siap untuk sarapan dilihatnya meja makan sudah tersedia sarapan untuknya, dan note kecil didekat piringnya.
To : Andra
Aku harus berangkat lebih pagi,
Mulai sekarang aku akan berangkat naik bus, Kamu tak perlu mengantar dan menjemput lagi
Selamat menikmati sarapanmu.
By : Kinara ^^
Andra mengernyit bingung, kenapa tiba-tiba Kinara tak ingin diantar atau dijemput olehnya lagi dan memilih menaiki bus, padahal selama ini Kinara anti naik bus dan harus berdesak-desakan dengan orang lain.
" Ah nanti saja aku bertanya padanya"
Andra memulai sarapannya dengan keheningan karena dia sarapan seorang diri. Setelah dia menyelesaikan sarapannya, Andra bergegas berangkat ke kantor.
.
.
" Nara, kenapa kau memotong rambutmu sependek ini? Setauku kau paling anti berambut pendek dan lagi tumben sekali kau menjepit ponimu? Dan wah kau menggunakan make up?"
Begitu Kinara masuk ke dalam kelas Dila yang melihat perubahan dari penampilan Kinara pun langsung membrondonginya dengan pertanyaan.
" Ssstt jangan bicara keras-keras, apa make up ku ketebalan atau terlalu terlihat? Aku hanya ingin merubah penampilanku sedikit, bagaimana menurutmu? " Tanya Kinara, Dila memperhatikan Kinara dengan seksama.
Kinara tersenyum puas mendengar pendapat Dila, Kinara pun menceritakan kejadian dari waktu dipesta sampai niatnya merubah penampilan.
" Ya ampun, jadi karena itu kau merubah penampilanmu Nara? " Kinara mengangguk lirih.
" Iya, habis mau bagaimana lagi, kau tau saat oom oom itu keliru soal tunangan Andra, aku sangat sedih sekali apalagi wanita itu mengatakan aku seperti anak umur 13 tahun " Dila menepuk bahu Kinara mencoba menenangkan.
" Aku mengerti perasaanmu, aku hanya berharap kau tetap menjadi dirimu sendiri, berubah menjadi lebih baik boleh asalkan masih tahap wajar, kau mengerti maksudku? " Kinara mengangguk mengerti.
" Kinara " Kinara dan Dila menoleh kearah belakang ternyata Justin yang memanggilnya.
" Kenapa? " Tanya Kinara.
" Pulang sekolah nanti bisa ikut aku ke suatu tempat? Kita tak akan mengerjakan tugas di rumahmu lagi " Kinara mengerutkan keningnya.
"Kenapa? " Tanya Kinara lagi.
" Nanti kau akan tau " Setelah itu Justin berlalu meninggalkan Kinara dan Dila saling bertatapan heran.
" Ada apa dengannya? " Kinara menggendikan bahunya.
"Entah lah " Jawab Kinara acuh.
.
.
Sepulang sekolah Justin langsung menyeret Kinara menuju mobilnya, selama di mobil Justin dan Kinara tak terlibat percakapan. Sebenarnya Kinara ingin menanyakannya tapi melihat Justin yang fokus menyetir mau tak mau Kinara mengurungkan niatnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah sakit, Justin keluar dari mobilnya dan diikuti dengan Kinara dibelakang. Lama mereka berjalan disepanjang koridor rumah sakit, langkah Justin terhenti didepan pintu bertuliskan nomer 204. Justin memasuki ruangan itu masih diikuti Kinara di belakang. Kinara sedikit bingung saat Justin menghampiri seorang wanita paruh baya yang terbaring lemah dengan berbagai macam alat ditubuhnya bahkan di hidung dan mulutnya. Justin duduk disamping wanita paruh baya itu, Kinara hanya berdiri di samping Justin dan memperhatikan saja.
" Siang ma, bagaimana kabar mama? Aku kali ini berkunjung membawanya mama, aku harap mama senang " Justin mengecup punggung tangan mamanya, Kinara sendiri merasa bingung dengan maksud pembicaraan Justin.
" Justin, ini mamamu? "
Kinara memberanikan diri bertanya pada Justin, Justin menolehkan kepalanya menghadap Kinara sambil tersenyum. Kinara sedikit terpana melihat senyuman Justin, karena ini kali pertamanya dia melihat Justin tersenyum. Justin bangkit dari duduknya dan menarik tangan Kinara agar duduk di sofa yang ada didalam ruangan itu.
" Dia adalah mamaku, dia mengalami koma akibat kecelakaan 3 tahun lalu. Aku akan menceritakan apapun tentangku padamu tapi bisakah kau berjanji untuk tak membocorkannya pada siapapun termasuk Dila? " Justin menatap dalam mata Kinara, Kinara tersenyum lalu mengangguk.
" Tiga tahun lalu saat umurku 13 tahun aku mendapatkan kabar bahwa mama mengalami kecelakaan dan koma. Saat itu aku sangat terpuruk, aku bahkan tak tega untuk menemui mama dirumah sakit, di rumah aku hanya ditemani oleh pembantu dan tanteku yang tak lain adik kandung mama. Selama satu tahun aku menggantungkan hidupku pada tante yang sangat aku sayangi, papa bekerja dan pulang selalu larut malam, sampai suatu ketika saat aku terbangun tengah malam dan ingin mengambil air minum, aku melihat tante memasuki ruang kerja ayahku. Betapa terkejutnya aku saat melihat mereka bercumbu panas, aku juga mendengarkan percakapan diantara mereka. Singkatnya mereka sudah menjalani hubungan terlarang itu saat aku lahir, dan ternyata kecelakan yang terjadi pada mama akibat mama mengetahui hubungan mereka. Mulai saat itu aku bersikap dingin dan tak mau menerima siapapun dalam hidupku kecuali mama, dan tepat satu tahun lalu mereka menikah. Aku semakin terpuruk dan membenci mereka, meskipun tante dan papa selalu menyayangiku dan memperhatikanku tapi aku tak bisa menerima mereka begitu saja. Aku sudah tak percaya lagi pada siapapun, bahkan orang terdekat mamaku bisa menghianatinya selama ini. Aku terbiasa hidup sendiri tanpa teman, sampai seminggu lalu bu guru mempertemukan kita dalam kelompok. Aku yang tak terbiasa memiliki teman merasa nyaman saat berada di dekatmu, sifat kekanakan mu justru membuat hariku yang datar menjadi lebih berwarna. Semenjak itu aku menceritakan kepada mama tentang dirimu, dan diluar dugaan ternyata saat aku menceritakan tentang dirimu mama menunjukan reaksinya. Namun kemarin saat papa dan tante menjenguk mama keadaan mama menurun drastis. Aku sangat marah dan mengusir mereka saat itu juga, makanya kemarin aku tak bisa belajar bersama denganmu dan hari ini aku membawamu kemari agar mama senang "
Kinara tertegun mendengar cerita Justin, tak menyangka kalau cowok dihadapannya ini memiliki masalah keluarga yang pelik.
" Aku berharap mulai saat ini kau mau berteman denganku, aku sadar bahwa aku butuh sandaran butuh teman berbagi dan aku merasa nyaman saat di dekatmu, aku berharap kau mau menerima aku sebagai temanmu? "
Justin menatap Kinara yang juga sedang menatapnya, lalu Kinara bangkit dari duduknya dan menghampiri mama Justin dan menggenggam tangannya.
" Halo tante, aku Kinara. Senang bertemu denganmu, aku harap tante segera sadar dan menemani Justin menjalani hidupnya. Aku berjanji akan menjadi teman Justin dan menjaga dan menyayanginya seperti aku menjaga dan menyayangi Dila sahabatku. Oleh karena itu tante juga harus berjuang untuk sembuh dan segera sadar " Justin menghampiri Kinara dan berdiri disebelahnya.
" Mama sudah dengarkan apa kata Kinara, cepatlah sadar. Setelah mama sadar kita akan pindah ketempat baru dan melanjutkan hidup kita yang baru tanpa bayang-bayang papa dan tante " Suara Justin tampak bergetar, Kinara menggenggam erat tangan Justin mencoba menenangkan.
Setelah itu Kinara dan Justin melanjutkan mengerjakan tugas kelompok mereka sampai selesai dirumah sakit. Saat jam menunjukan pukul 4 sore Kinara pamit untuk pulang kepada mama Justin dengan diantarkan Justin sampai didepan apartemennya.
" Justin makasih sudah mengantarku dan karena kita berteman mulai sekarang jangan sungkan padaku ya?" Kinara tersenyum pada Justin dan dibalas Justin dengan senyuman.
" Iya, makasih sudah mau menjadi temanku "
" Baiklah aku masuk kedalam dulu, kau hati-hati dijalan "
Kinara membalikan tubuhnya namun Justin menahannya membuat Kinara membalikan kembali tubuhnya menghadap Justin.
" Kau cantik dengan rambutmu sekarang, byee"
Setelah mengatakan itu Justin langsung pergi meninggalkan Kinara yang bingung mendengarkan penuturannya namun itu tak berlangsung lama saat Kinara mengerti maksud ucapan Justin dan munculah semburat merah di pipinya.
Kinara memasuki kamarnya dan dengan segera mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana traning kemudian keluar menggunakan sepatu olahraganya. Sesuai dengan rencana, Kinara akan lari di taman sekitaran apartemennya.
Jam menunjukan pukul 4.30 sore dan Kinara berlari hingga pukul 6.00 setelah lari berkeliling selama satu setengah jam, Kinara kembali kedalam apartemen dan segera mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi Kinara berkutat dengan buku pelajarannya, jam menunjukkan pukul 07.30 dan saat itu Kinara merasa sangat lapar tapi sebisa mungkin ditahannya dan memilih berkonsentrasi dengan buku pelajarannya, namun tiba-tiba getar ponsel menandakan sms masuk membuat Kinara menghentikan kegiatannya sejenak.
Drttt Drrtttt
From : Andra
Sayang apa kamu sudah makan malam?
To : Andra
Iya sudah, Andra sudah makan?
From : Andra
Aku baru saja akan makan malam dengan Intan dan Pak Bowo
Kinara membulatkan matanya saat Andra mengatakan akan makan malam bersama Intan dan juga Pak Bowo. Dengan kesal Kinara melempar ponselnya keatas ranjang.
" Huaaaa menyebalkaaaaaaaaaan. Aku disini menahan lapar setengah mati sedangkan dia dengan enaknya akan makan malam dengan wanita itu menyebalkaaaaaaan "
Terdengar getar ponsel namun kali ini sepertinya suara telepon masuk, Kinara bangkit dari duduknya dan melihat nama Andra yang tertera di ponselnya dengan acuh Kinara membiarkan ponsel itu terus bergetar tanpa niatan untuk menjawabnya.
" Rasakan saja, terus telepon aku sampai kamu menjadi kakek-kakek. Aku tak mau mengangkatnya " Kinara keluar dari kamarnya dan memilih untuk menonton TV.
Tbc ~~~
Jangan lupa vote dan komen teman teman