
Pulang sekolah ibunya Andra menjemput Kinara di sekolah, setelah itu mereka mampir ke butik langganan ibunya Andra. Kinara sedari tadi hanya duduk sambil membolak--balik majalah dengan bosan karena ibunya Andra sibuk mencoba beberapa gaun.
Drrrtttt Drrrtttt
Ponsel Kinara berdering dengan segera Kinara mengambil ponsel yang diletakkannya di dalam tas. Melihat nama Andra yang tertera di ponselnya membuat senyum Kinara mengembang.
" Andraaaaaaa" Kinara langsung berteriak senang saat mengangkat telepon Andra.
" Nara suara kamu benar-benar, gak perlu berteriak begitu " jawab Andra ketus membuat Kinara mempoutkan bibirnya.
" Kan aku hanya menunjukan rasa senang ku karena kamu menelpon, memangnya gak boleh? " Terdengar suara helaan nafas Andra.
" Bukan begitu tapi suara kamu itu membuat telinga aku sakit " Kinara makin mempoutkan bibirnya makin maju.
" Jadi kamu menyalahkan aku? Kalau kamu gak suka punya cewek yang cuma bisa bikin telinga kamu sakit, kamu cari aja cewek lain! "
" Bukan beg.. "
TUT TUT TUT
Kinara mematikan sepihak telepon dari Andra. Dia benar-benar kesal sekali, padahal tadi dia hanya ingin menunjukan rasa gembiranya saja karena Andra menelponnya tapi tanggapan Andra seperti itu. Ponsel Kinara kembali berdering, dilihatnya nama Andra yang tertera, agak ragu ingin mengangkatnya atau tidak tapi akhirnya Kinara kembali mengangkat telepon dari Andra.
" Hmm " Jawab Kinara ogah-ogahan.
" Kamu ini kebiasaan sekali belum aku selesai bicara sudah menutup telepon sembarangan, jangan biasakan kebiasaan buruk kamu itu Nara " Nasehat Andra barusan membuat Kinara mengeram kesal.
" Jadi kamu menelpon aku untuk apa? Ingin bertengkar denganku? Menyebalkaaaaaaaan " Kinara kembali berteriak, gak peduli beberapa pengunjung butik yang menatap heran padanya.
" CK, Jangan berteriak! " Andra menyentak Kinara membuat Kinara terkejut, mata Kinara sudah berkaca-kaca.
" Kamu ini jangan membiasakan diri seperti itu, kamu dimana sekarang? " Suara Andra mulai melembut.
" Di butik langganan mama " Jawab Kinara sambil menahan suaranya agar tak terdengar bergetar karena Kinara sedang menahan tangisnya.
" Apa? Jadi kamu sedang ditempat umum? kamu ini, jika sedang berada di tempat umum jaga sikap kamu itu, jangan bertingkah seperti wanita gak berpendidikan, kamu ini di sekolahkan bukan di tempat yang murah, gak sepantasnya kamu berteriak-teriak seperti itu, kamu harus lihat situasi dan keadaan sekitarmu Nara, orang-orang pasti terganggu dengan teriakan kamu tadi, ck kamu ini "
Kinara tak menjawab omelan Andra, air matanya sudah mengalir sejak tadi. Sedih mendengar Andra bicara seperti itu seolah-olah Kinara anak yang gak memiliki etika.
" Kamu sudah makan? "
Kinara mencoba menahan nafas kemudian menghembuskannya, Kinara mencoba menetralkan suaranya agar Andra gak tahu dia menangis.
" Belum " Jawab Kinara seadanya.
" Kenapa? Memangnya sebelum ke butik kalian gak makan siang dulu?"
Kinara tampak melirik kearah ibunya Andra yang sepertinya sudah selesai mencoba gaunnya, Kinara buru-buru menghapus air matanya saat melihat ibunya Andra menghampirinya.
" Mungkin setelah ini akan makan " Kinara tersenyum pada ibunya Andra saat melihat ibunya Andra tersenyum kepadanya.
" Telepon dari siapa Nara? apa Andra?" Kinara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Berikan teleponnya pada mama " Kinara memberikan teleponnya pada ibunya Andra.
" Kamu dimana Ndra? " Tanya ibu Andra to the point.
" Di kantor ma, kenapa? "
" Mau makan siang bersama? Ada waktu? " Ajak ibunya Andra kepada Andra
Kinara memandang ibunya Andra kecewa saat mengajak Andra makan siang. Kinara masih sakit hati mendengar ucapan Andra tadi dan malas sekali jika harus bertemu Andra, semoga saja Andra nggak mengiyakan ajakan Ibunya.
" Masih ada waktu ma, mau makan dimana? "
Ibunya Andra tampak tersenyum senang, melihat itu Kinara dapat menyimpulkan Andra mengiyakan ajakannya.
" Di Papeda Restauran saja, mama sedang ingin makan masakan Indonesia"
" Baiklah sampai ketemu disana ma" Setelah itu ibunya Andra mematikan teleponnya dengan Andra kemudian memberikan ponselnya pada Kinara.
" Yuk, kita pergi makan siang "
Ibunya Andra mengulurkan tangannya pada Kinara dan disambut Kinara dengan tidak bersemangat.
" Belanjaan mama dimana? " tanya Kinara saat melihat Ibu Andra tak membawa gaun yang dibelinya tadi.
" Mama menyuruh mereka mengirimkannya ke rumah, kita nggak bawa supir sayang jadi mama malas membawanya ke mobil biar lah langsung mereka antarkan saja kerumah " Kinara mengangguk mengerti, kemudian mereka pergi menuju restauran yang dituju.
.
.
Kinara mengaduk-aduk makanannya gak bersemangat, Ibu Andra dan Andra melihat itu jadi sedikit khawatir.
" Sayang, kenapa makanannya hanya diaduk-aduk? Kamu gak suka makanannya? " Kinara menggelengkan kepalanya lemah.
" Bukan ma, hanya sedikit kenyang saja, tadi di sekolah aku makan banyak " Ibu Andra mengangguk mengerti.
" Bagaimana di sekolah tadi? " Tanya Andra sambil mengelus rambut Kinara namun Kinara enggan menatap Andra hanya melihat makanan yang sedang diaduk-aduknya.
" Biasa aja " Jawab Kinara seadanya.
" Tante...." Kinara, Andra dan Ibunya menoleh kearah sumber suara, dilihat Selvi datang menghampiri meja mereka.
" Duh Selvi sudah lama ya kita gak ketemu " Ibunya Andra langsung memeluk Selvi .
" Tante apa kabar? makin cantik aja" Ibu Andra tersenyum malu-malu mendengar pujian Selvi.
" Kamu juga semakin cantik, kamu sendirian kesini? " Ibunya Andra menarik Selvi agar duduk disebelahnya.
" Iya, aku tiba-tiba ingin makan disini, kebetulan sekali bertemu disini " Jawab Selvi dengan sopan.
" Ahh kita memang berjodoh makanya bertemu disini " Selvi tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya kearah Kinara.
" Waaw princess Kinara memotong rambutnya? Aku baru tau " Tanya Selvi dengan nada mengejek, yap sudah lama tak bertemu Kinara membuatnya rindu menggoda anak manja itu. Dan holla sesuai dengan perkiraannya Kinara mempoutkan bibirnya mendengar pertanyaan Selvi membuat Selvi terkekeh dalam hati.
" Kak Selvi jangan mulaaaaai " Rengek Kinara, Andra melihatnya jadi terkekeh.
" Waduh Kinara sudah bisa merengek pada Selvi? Bahkan memanggilnya kakak, padahal dulu jika bertemu pasti perang dingin " Ejek Andra namun gak ditanggapi Kinara membuat Andra mengerutkan keningnya bingung.
" Kamu kenapa perang dingin dengan Selvi, sayang? " Tanya Ibunya Andra.
" Dia mengira aku akan merebut Andra darinya Tante " Kinara mempoutkan bibirnya mendengar Selvi kembali menggodanya.
" Ck kak Selvi yang membuatku salah paham diawal pertemuan kita " Selvi dan Ibunya Andra terkekeh mendengar ucapan Kinara, Andra sendiri hanya memandangi Kinara.
" Habis kamu sangat lucu jika aku menggodamu seperti itu " Selvi kembali terkekeh.
" Mama, sehabis makan siang bolehkan aku pergi dengan Kinara sebentar? Nanti aku akan mengantarnya pulang "
" Baiklah tapi jangan lama-lama ya" Andra hanya menganggukan kepalanya.
" Hmm aku ada tugas sekolah, aku mau langsung pulang saja " Kinara mencoba mencari alasan untuk menolak Andra membuat semua yang ada disana menatap Kinara bingung.
" Tugas bisa kamu kerjakan malam nanti, lagi pula aku hanya ingin bicara dengan kamu sebentar " Pinta Andra.
" Kalau begitu bicarakan saja disini " Kata Kinara tanpa mau memandang Andra.
" Ada apa dengan kalian sebenarnya? Apa kalian sedang bertengkar? mama lihat juga dari tadi Nara nggak semangat " Ibunya Andra menatap Kinara mencoba meminta penjelasan.
" Hanya kesalahpahaman ma, makanya aku mengajaknya untuk bicara setelah ini " Kinara mendelik Andra gak suka.
" Apanya yang kesalahpahaman? Kamu dengan jelas menyentak ku! " Ujar Kinara marah.
Andra menghela nafasnya sejenak kemudian menggenggam kedua tangan Kinara namun segera Kinara menepisnya membuat Andra geram.
" Nara jangan mulai, ini masih tempat umum, kumohon kita bicarakan ini nanti " Kinara makin menatap Andra gak suka.
" Mamaaaaaa aku mau pulang " pinta Kinara sambil berkaca-kaca.
" Baiklah kita pulang sekarang "
Andra mendesah gak suka dengan keadaan ini, Selvi yang melihat Andra frustasi pun akhirnya turun tangan.
" Baiklah kalau begitu, mama akan pulang terlebih dahulu " Ibunya Andra mulai mengambil tasnya.
" Nara sayang jangan sedih lagi ya? mama pulang dulu " Ibunya Andra mengecup kening Kinara kemudian beranjak pergi, setelah Ibunya Andra gak terlihat lagi Selvi langsung menatap tajam pada kedua orang dihadapnnya.
" Bagus sekali kalian ini! Sekarang kalian ikut denganku " Selvi beranjak dan berjalan duluan, namun baik Kinara maupun Andra gak ada yang bergeming membuat Selvi mengeram kemudian menarik tangan keduanya.
Selvi berdiri dihadapan Andra dan Kinara. Andra yang duduk sambil menatap Kinara sedangkan Kinara hanya memandang lurus ke depan.
" Sekarang jelaskan apa yang terjadi diantara kalian "
" Sudah kubilang hanya kesalahpahaman saja" Kinara menatap Andra nyalang.
" Apanya yang kesalahpahaman? Kamu menyentak ku? Padahal aku hanya berteriak senang karena kamu menelponku, tapi kamu malah marah-marah seolah-olah aku gak berpendidikan karena aku berteriak di depan umum, apa aku gak boleh marah jika tunanganku sendiri mengatakan hal-hal yang menyakitkan padaku hikssss, kamu menyebalkan tau "
Kinara mulai menangis, penjelasan Kinara tadi membuat Selvi mengerti sedikit banyaknya apa yang terjadi. Selvi kemudian menghampiri Kinara dan memeluk Kinara mencoba menenangkan.
" Sssttt jangan nangis, Andra salah karena dia mengatakan hal gak mengenakan, kamu juga salah karena berteriak didepan umum, itu bukanlah sikap yang sopan " Selvi mengelus punggung Kinara, dan makin lama tangis Kinara mereda.
" Andra, minta maaflah pada Kinara"
Andra mencoba menarik tangan Kinara lembut, kali ini Kinara gak menolaknya, Andra menundukan kepalanya untuk melihat wajah Kinara.
" Maaf " Ucap Andra sambil mengusap air mata dipipi Kinara.
" Maaf kalau kata-kataku menyakiti kamu, sungguh aku gak bermaksud begitu, aku hanya ingin kamu menjaga sikap aja, aku gak memaksa kamu untuk mengubah diri kamu menjadi dewasa, aku mengerti semua ada prosesnya tapi kumohon jika didepan umum jaga sikap kamu dengan baik, apa kamu bisa melakukan itu? " Tanya Andra dengan lembut
Kinara menganggukkan kepalanya, Andra tersenyum kemudian membawa Kinara kedalam pelukannya. Melihat itu membuat Selvi tersenyum, dengan segera Selvi bangkit dari duduknya.
" Baiklah aku akan kembali ke kantor dulu" Andra melepaskan pelukannya pada Kinara kemudian bangkit dari duduknya.
" Makasih Selvi sudah membantuku " Selvi mengangguk dan tersenyum.
" Kak Selviii" Kinara menghampiri Selvi kemudian memeluknya erat membuat Andra terkekeh melihat tingkah Kinara.
" Baiklah aku pergi dulu ya " Kinara melepaskan pelukannya pada Selvi.
" Makasih kak " Setelah itu Selvi meninggalakan mereka.
" Sayang "
SRET
Andra memeluk Kinara dari belakang, Kinara tersenyum senang saat Andra memeluknya seperti ini. Kinara senang saat dimana suasana romantis tercipta diantara mereka, sungguh menyenangkan dan dia sangat menikmatinya.
" Aku merindukan kamu, padahal baru semalam kita berpisah " Kinara terkekeh mendengar ucapan Andra.
" aku juga Andra " Andra tersenyum mendengarnya.
" Andra, kamu gak kembali bekerja? "
Andra melepaskan pelukannya pada Kinara setelah itu melihat arloji yang ada ditangan kirinya.
" Hah, sepertinya aku memang harus segera kembali kembali kekantor sayang, yuk aku antar kamu pulang dulu " Andra menggandeng tangan Kinara menuju mobilnya.
.
.
Kinara sedang bersantai diruang TV, sepulang sekolah dia hanya menonton TV sedangkan Ibunya Andra sedang pergi dengan teman-temannya. Kinara sebenarnya bosan namun apa lagi yang bisa dia lakukan selain menonton TV.
Dila sedang pergi dengan mamanya sedangkan Justin menjaga mamanya dirumah sakit. Kinara ingin sekali menemui Andra dikantornya namun Andra sedang sibuk dengan rapatnya. Tiba-tiba ponsel Kinara berdering dan langsung Kinara mengangkatnya tanpa melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Halo"
" Naraaaaaaa "
Si penelpon berteriak membuat Kinara menjauhkan ponselnya dari telinganya. Kinara melihat nama yang tertera di ponselnya dan begitu melihat siapa si penelpon Kinara langsung terlonjak senang.
" Rissaaaaaa, aku gak nyangka kau menelponku, bagaimana kabarmu ? "
" Aku baik-baik saja, aku ingin menyampaikan kabar gembira padamu "
" Kabar gembira apa? Cepat katakan, aku gak sabar dengarnya "
" Aku akan pindah ke Indonesia, dan akan sekolah ditempat yang sama denganmu "
" YANG BENER?! Kau tidak sedang bercanda padaku kan? "
" Iya bener, tapi hanya aku saja yang pindah keluarga ku gak ikut" Kinara mengernyit heran.
" kenapa hanya kau ? "
" Perusahaan papa gak mungkin ditinggalkan, aku ingin sekali tinggal di Indonesia bersamamu, aku bosan di korea, lagi pula aku merindukanmu, sudah 8 tahun kita gak ketemu "
Kinara merunduk sedih mengingat perpisahannya dengan sepupunya 8 tahun yang lalu, sepupunya bernama Carissa adalah anak dari adik kembar mamanya. Carissa pindah ke korea 8 tahun lalu beserta keluarganya padahal Kinara dan Carissa sangat dekat karena mereka seumuran, mereka sangat mirip meskipun kalau diperhatikan lebih jelas mereka gak terlalu mirip namun banyak yang mengira mereka kembar padahal orang tua merekalah yang sebenarnya kembar.
" Kapan kau akan pindah? " Tanya Kinara.
" Mungkin satu bulan lagi aku pindah, menunggu kenaikan kelas dan mama yang mengurus keperluanku di Indonesia "
" Baiklah, kau tinggal di apartemen aku dan tunanganku saja "
" Gak bisa, mama sebenarnya sudah menyiapkan apartemen untukku, jadi aku akan tinggal disana, gak apa kan kalau aku gak tinggal di apartemenmu? Lagipula aku gak enak hati dengan tunanganmu terlebih lagi kami belum saling kenal, tapi kau tenang saja, kita akan berada disekolah yang sama "
" Baiklah, kalau begitu, aku senang kita bertemu lagi "
" Aku pun begitu, yasudah aku menelponmu hanya ingin mengatakan itu, sampai jumpa bulan depan "
" Iya sampai jumpa "
Setelah Kinara menutup telpon Kinara berloncat-loncat di atas sofa karena senang sepupu kesayangannya akan kembali dari Korea, setidaknya dia gak akan kesepian lagi kalau Andra belum pulang kerja, dia bisa bermain di apartemen sepupunya.
" Yeeeeeeee Rissa kembali yesssssss" Kinara masih saja loncat-loncat diatas sofa.
" Jika kamu loncat-loncat begitu, sofa bisa rusak sayang "
Kinara menoleh kebelakang dan dilihatnya Andra sedang berjalan kearah dapur, Kinara melirik jam didinding, jam menunjukan pukul 6 sore. Kinara dengan segera turun dari sofa dan menyusul Andra ke dapur.
" Andra, tumben pulang cepat, tidak lembur? " Tanya Kinara begitu dia berdiri disamping Andra yang sedang meneguk air putih.
" Iya, pekerjaannya sudah selesai jadi aku langsung pulang kesini, besok kan weekend jadi aku mau menginap disini malam ini "
Kinara tersenyum senang, kemudian dia teringat tentang sepupunya yang akan pindah ke Indonesia.
" Andra, sepupu ku akan pindah kembali ke Indonesia, dan dia akan masuk ke sekolah ku aku senaaaaaaaang " Pekik Kinara kegirangan, Andra menatap gak suka.
" Sepupu yang mana?"
" Namanya Carissa, aku belum pernah mengenalkannya sama kamu karna dia belum pernah pulang kesini selama 8 tahun, biasanya yang berkunjung om dan tante ku saja, anaknya tante Ima adik kembar mama"
" Oh anaknya tante Ima, dia pindah dengan orang tuanya? "
Kinara menggeleng kemudian menyandarkan dagunya didada Andra sambil menatap Andra yang juga sedang menantapnya.
" Nggak, dia pindah sendiri, dia bilang bosan tinggal di Korea, dia akan tinggal di apartemen yang sudah disediakan mamanya, aku senang karena dia kembali jadi aku ada yang menemani " Andra tersenyum kemudian mengelus rambut Kinara.
" Iya, aku juga senang karena kalau kamu bermain dengan Rissa maka kamu jadi tidak terlalu dekat lagi dengan cowok yang bernama Justin itu " Ada terselip nada tak suka saat Andra menyebut nama Justin membuat Kinara mengercutkan bibirnya.
" Jangan mulai lagi Andra " Andra terkekeh kemudian mengecup bibir Kinara.
" Iya, maaf sayang, oia mama dimana?" Andra melihat keadaan rumah yang sepi.
" Mama sedang pergi dengan teman-temannya, aku malas ikut jadi aku disini sendiri " Andra mengangguk mengerti.
" Ya sudah, kamu bangun dulu, aku ingin mandi dan kamu juga siap-siap aku ingin mengajak kamu makan malam diluar "
Kinara langsung tersenyum senang saat mendengar Andra mengajaknya makan malam diluar. Dengan segera Kinara bangkit dari atas Andra kemudian mereka berjalan beriringan menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap.
Tbc ~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman