My Little Fiance

My Little Fiance
Pergi



"A.. Apa maksud kamu? " Tanya Andra sambil menatap Kinara tak percaya.


" Kamu pasti mendengar dengan jelas kalau aku ingin kita mengakhiri pertunangan ini " Andra menatap tajam mata Kinara dan Kinara tak gentar dengan itu malah Kinara dengan beraninya membalas tatapan mata Andra.


" Kenapa? Berikan aku alasan yang masuk akal " Pinta Andra dengan dinginnya.


" Kamu bahkan yang lebih tau alasannya " Andra mengerutkan keningnya bingung.


" Apa? Bagaimana aku bisa tahu alasannya? Jangan berkelit, cepat jelaskan! " Kali ini Andra bicara dengan nada yang sedikit ditinggikan, dalam hati Kinara sebenarnya sudah bergemuruh namun dia berusaha untuk terlihat biasa saja.


" Tanyakan pada hatimu jika kamu ingin tau alasannya " Kinara lekas melangkah meninggalkan kamar Andra.


" BERHENTI! AKU BILANG BERHENTI KINARA!" Langkah Kinara terhenti saat mendengar teriakan Andra.


Dengan gerakan cepat Andra menghampiri Kinara dan menarik pergelangan tangan kiri Kinara lalu membalikan tubuh Kinara agar menghadap kearahnya. Kinara meringis saat merasakan cengkraman tangan Andra yang begitu erat.


" Jelaskan padaku sekarang! " Kinara berusaha melepaskan cengkraman tangan Andra, melihat Kinara meringis kesakitan akhirnya Andra melepaskan cengkeramannya dan beralih mendorong tubuh Kinara sampai menempel pada pintu lalu memenjarakan tubuh Kinara.


" Bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau hatimu lebih tau " Mata Kinara sudah berkaca-kaca, melihat itu Andra pun melembut.


" Sungguh aku tak tahu alasannya, tolong katakan padaku, tolong jangan seperti ini Kinara " Pinta Andra dengan lirih. Kinara menundukkan kepalanya saat air matanya menetes.


" Bukan aku yang selama ini kamu cintai kan?"


Mendadak tubuh Andra menegang dan Kinara dapat merasakan itu, Kinara mendongakkan wajahnya menatap Andra. Biarlah Andra melihat kerapuhan dirinya, biarlah Andra melihat air matanya, Kinara hanya ingin Andra tahu bahwa hatinya sungguh tersakiti. Andra bungkam namun masih menatap kedua manik mata Kinara dalam.


" Aku sudah tahu semuanya, kamu mencintai Rissa, dialah yang pertama kali kamu temui di taman itu, dialah cinta pertamamu dan seharusnya dialah yang menjadi tunangan kamu, bukan aku. Benar kan apa yang aku katakan ini? " Andra masih bungkam, namun mata Andra berkaca-kaca.


" Kamu diam dan itu aku anggap sebuah pembenaran. Aku akan melepas kamu, mengembalikan kamu pada Rissa, pada seseorang yang seharusnya menempati posisiku sekarang. Aku tak akan menahan kamu lagi, jadi sekarang raihlah kebahagiaan kamu bersama Rissa, bersama orang yang kau cintai "


Lagi-lagi air mata Kinara mengalir dengan mulusnya, hati Andra terasa tercubit melihat itu. Andra merengkuh Kinara kedalam pelukannya.


" Maaf.... Maaf Kinara, aku benar benar minta maaf"


Hanya kata maaf yang dapat Andra katakan, Kinara tak membalas pelukan Andra, dia hanya menangis di dada Andra. Ini mungkin terakhir kalinya dia akan melakukan ini.


Mulai besok dan seterusnya dia akan berusaha menjadi orang yang kuat. Andra mengeratkan pelukannya pada Kinara, Andra memikirkan bagaimana kehidupannya setelah ini tanpa Kinara.


.


.


BRAAAAAAK


" Bang Andra, apa-apaan ini!! apa yang terjadi dengan abang dan Kinara? "


Rissa dan Dila menghampiri kantor Andra saat mendengar berita dari kepala sekolah bahwa Kinara akan pindah sekolah.


Rissa, Dila dan Justin tak tahu menahu soal kepindahan Kinara maka dari itu Rissa dan Dila menghampiri Andra meminta penjelasan sedangkan Justin pergi mencari keberadaan Kinara yang tiba-tiba ponselnya tak bisa dihubungi.


" Kalian duduklah dulu " Dengan raut kesal kedua gadis itu duduk dihadapan Andra.


" Cepat ceritakan! " Andra menghela nafas saat melihat Rissa yang begitu murka.


" Semalam aku dan Nara mengakhiri pertunangan kami " Ucapan Andra sukses membuat Rissa dan Dila membulatkan matanya.


" Kenapa? Apa ini berhubungan dengan Rissa? " Pertanyaan Dila kembali membuat Rissa membulatkan matanya.


" Aku? Kenapa aku? " Tanya Rissa dengan wajah bingungnya. Andra beranjak dari duduknya dan berjongkok dihadapan Rissa sambil menggenggam kedua tangan Rissa, itu membuat Rissa lagi-lagi terkejut dan Dila yang marah dengan apa yang Andra lakukan.


" Rissa kamu ingat aku pernah cerita kalau kita pernah bertemu ditaman 9 tahun lalu? Saat itu aku langsung jatuh cinta sama kamu, aku berharap bertemu lagi dengan kamu dan seminggu kemudian aku pikir aku sudah menemukan kamu kembali, saat itu aku berjanji akan memilikimu suatu saat nanti namun saat kamu datang dari London semua terungkap, bahwa wanita yang kutemui kembali itu Kinara bukan kamu, karena wajah dan kalung itu membuat aku terkecoh, Kinara sudah melepasku agar kembali bersama kamu, kumohon kembalilah padaku " Pinta Andra dengan nada lirih


Rissa sudah meneteskan air mata namun dia tak menjawab apapun. Dila bangkit dari duduknya dengan gerakan yang tiba-tiba sehingga kursi yang didudukinya terjungkal dan itu membuat Rissa dan Andra terkejut.


" Bang Andra!!, kenapa abang tega banget sama Kinara? Kenapa abang tega sama Kinara yang bahkan udah menemani abang selama ini hanya demi wanita yang tidak sengaja abang temui 9 tahun lalu!!, apa yang abang rasakan pada Rissa benar-benar cinta? Atau abang hanya terkurung dalam perasaan masa lalu abang yang belum tersampaikan itu? Pikirkanlah lagi jangan sampai abang menyesal dikemudian hari "


Setelah itu Dila pergi meninggalkan ruangan kerja Andra. Sekarang tersisa Andra dan Rissa didalam ruangan itu, Rissa memberanikan diri menatap Andra.


" Bang Andra, apa yang Dila katakan itu benar, tanyakan pada hati abang, siapa yang sebenarnya abang cintai " Andra menatap dalam mata Rissa.


" Aku menyayangimu bang" Andra membuka matanya dan menatap Rissa sambil tersenyum.


" Tentu aku menyayangimu sama halnya aku menyayangi Kinara, abang juga sudah kuanggap saudaraku. Kalau soal cinta, hatiku sudah memilih Justin " Senyum Andra pudar, Rissa menatap Andra sambil tersenyum miris.


" Tapi aku tahu kalau Justin mencintai Kinara, aku bisa melihat dari sikapnya terhadap Kinara selama ini " Andra merengut tak suka mendengar ucapan Rissa tadi.


" Aku yakin, setelah Kinara dan abang tak memiliki status tunangan, Justin akan mengejar Kinara dan menjadikan Kinara miliknya " Andra membulatkan matanya kemudian dengan spontan langsung berdiri.


BRAK


" NGGAK! AKU GAK AKAN MEMBIARKAN ITU TERJADI! "


Rissa agak berjengkit karena terkejut saat Andra menggebrak meja dan berteriak seperti itu, Rissa terkekeh kemudian berdiri dan menyentuh lembut bahu Andra yang bergerak naik terun seirama dengan hembusan nafasnya yang memburu.


" See, bahkan tak perlu waktu yang lama untuk membuktikan bahwa abang mencintai Kinara, abang tak ingin Kinara dimiliki siapapun selain abang, tanpa sadar kebersamaan kalian selama ini menumbuhkan rasa cinta, tak ada cinta untukku, itu hanya perasaan masa lalu yang belum tersampaikan dan sekarang abang udah menyampaikannya padaku namun abang gak bisa melepas Kinara karena abang mencintainya. Raihlah kembali apa yang memang sudah menjadi milikmu selama ini bang, jangan sampai menyesal dan terlambat " Andra langsung melihat arlojinya.


" Oh sial " umpat Andra sambil mengeram kesal kemudian menyambar kunci mobilnya dan berlari dengan cepat, Rissa menyusul Andra dari belakang.


TING


Mereka segera memasuki lift, dengan nafas tersengal Rissa beralih menghadap Andra yang sibuk melihat arloji dan ponselnya.


" Apa yang terjadi bang? Hhh kenapa harus lari begini" Rissa masih mengatur nafasnya.


" Dalam satu jam pesawat Kinara take off ke Jepang " Rissa membulatkan matanya mendengar penjelasan Andra.


" Ya ampun, ck kenapa bang Andra bodoh banget sih!!!"


Rissa mendadak cemas, saat sampai dibesmen mereka berdua memasuki mobil Andra dan dengan segera Andra melajukan mobilnya dengan cepat menuju bandara.


.


.


Andra berlari kencang masuk kedalam bandara, Rissa mengejar Andra dari belakang. Andra mengedarkan pandangannya keseluruh area di bandara. Susah menemukan Kinara ditengah-tengah orang yang sedang berlalu lalang. Langkah Andra terhenti saat dilihatnya Justin jalan kearah Andra sambil menunduk lemas, tanpa menunggu lagi Andra langsung mendekati Justin.


" Mana Kinara!? "


Justin tersentak saat seseorang berdiri tepat dihadapannya, namun keterkejutannya berganti dengan geraman kekesalan saat melihat sosok Andra dihadapannya.


" Justin, Kinara dimana? " Kali ini Rissa yang menanyakannya, setelah bersusah payah berlari menyusul Andra yang lebih dulu menghampiri Justin.


" Cepat katakan padaku! Apa pesawatnya sudah berangkat? " Tanya Andra dengan perasaan cemas dan panik. Tanpa berbasa basi lagi Justin langsung melayangkan pukulan diwajah Andra.


BUUUKKKKK


" Justin hentikan!! " Rissa langsung memeluk Justin dari samping mencoba menahan Justin, Andra nampak menyeka darah dari sudut bibirnya. Orang-orang yang berada disekitar mereka tentu terkejut melihat kejadian itu.


" Sudah puas kau menyakiti Kinara huh? Setelah menyakitinya begitu dalam, kau sekarang menyesal dan ingin mengejarnya kembali hah? " Tanya Justin dengan marahnya, Andra hanya bisa menunduk dan masih dengan posisi terduduk dilantai.


" Kenapa ada manusia seperti dirimu? Kenapa ini tak adil sekali? Kinara yang sangat mencintaimu namun kau sia-siakan, sedangkan aku yang tulus mencintai Kinara namun harus menelan kenyataan pahit kalau dia tak mencintaiku " Ucap Justin dengan nada bergetar.


Rissa tampak tersentak dengan ucapan Justin, tak menyangka Justin akan sejujur itu dan berteriak seperti orang gila ditengah kerumunan orang banyak seperti ini.


" Aku menyesal " Ucap Andra lirih.


" Penyesalan memang selalu datang terlambat bukan? Sekarang nikamatilah penyesalanmu itu dan jangan ganggu Kinara lagi, dia mengatakan padaku akan menata hatinya untuk melupakanmu jadi kuharap jangan pernah menemuinya untuk memintanya kembali atau aku akan membuat perhitungan padamu " Justin melepaskan pelukan Rissa dan pergi begitu saja. Rissa tampak menghampiri Andra dan membantu Andra untuk berdiri.


" Ayo kita pulang " Rissa membantu Andra berdiri, mereka pun berjalan keluar bandara tanpa menyadari sosok Mungil yang menatap mereka semua dari kejauhan.


" Selamat tinggal Andra...." Setelahnya sosok itu pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.


Tbc ~~~~


Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^