
Sudah seminggu ini Justin datang ke apartemen Kinara untuk mengajarkan matematika, meskipun selalu dibumbui kata-kata kasar dan kejam namun dengan penuh kesabaran Justin mengajari Kinara sampai mengerti, bahkan Kinara sudah tak merasa takut lagi pada Justin terkadang dia merengek jika tak diperbolehkan Justin istirahat.
" Justin istirahat sebentar ya? Kita sudah belajar selama 2 jam tanpa henti " justin menatap nyalang pada Kinara.
" Waktu kita tinggal satu minggu lagi dan kau baru menyelesaikan 32 soal, melihat otakmu yang bergerak lamban dan sulit menangkap pelajaran ini aku ragu kau bisa menyelesaikan 18 soal lainnya dalam waktu 1 minggu, kau tau sendiri 18 soal itu adalah soal tersulit yang aku buat " Kinara mengerucutkan bibirnya kesal.
" Tapi Justin... " ucapan Kinara terhenti saat mendengar bunyi pintu kode apartemen yang dan pintu yang terbuka.
" Loh Andra, kok sudah pulang? " Kinara menghampiri Andra dan memeluknya erat, Andra balas memeluk Kinara dan mengecup dahi Kinara, mereka melupakan seseorang yang memandang mereka sejak tadi.
" Oh ada tamu " Andra menghampiri Justin diikuti Kinara dibelakangnya.
" Halo saya Justin, saya teman sekelas Nara bang "
" Ah iya saya Andra, saya tunangannya Kinara" Kinara tersenyum malu-malu saat Andra memperkenalkan diri pada temannya sebagai tunangannya.
" Kalian sepertinya sedang belajar, aku akan ke kamar kalian bisa melanjutkan belajarnya " Setelah itu Andra pergi meninggalkan Justin dan Kinara menuju kamarnya.
" Kau jangan salah paham, meskipun aku dan tunanganku tinggal satu rumah tapi kami berbeda kamar lagi pula dia tak pernah macam-macam terhadapku bahkan setelah satu tahun bertunangan baru seminggu lalu dia menciumku huh "
" Memang aku bertanya soal bagaimana hubunganmu dengan tunanganmu? Aku tak peduli bagaimana hubungan kalian, yang penting sekarang cepat kerjakan soal-soal ini"
Justin melempar kertas soal-soal dihadapan Kinara membuat Kinara mempoutkan bibirnya.
" Kapan kau bisa bersikap baik padaku? Aku kan hanya bercerita bukankah kita teman? " Justin menatap tajam Kinara.
" Kerjakan soal itu dan jangan banyak bicara " Setelah itu Kinara bungkam tak berani bicara lagi.
" Galak sekali sih " batin Kinara.
Setelah menyelesaikan 5 soal yang sangat sulit itu akhirnya Justin memutuskan untuk pulang, Justin tak berpamitan kepada Andra karena terburu-buru harus pulang. Setelah Justin pulang Kinara menghampiri Andra kekamarnya.
" Andraaa " Kinara menghampiri Andra yang sedang membongkar isi lemarinya.
" Apa teman kamu sudah pulang? " Kinara mengangguk sebagai jawaban.
" Apa yang kamu lakukan? " Andra menghentikan sejenak kegiatannya.
" Aku sedang mencari jas berwarna putih, tapi tak ada dilemari "
" Itu ada di lemariku, nanti aku ambilkan, memangnya kamu mau kemana? " Andra menarik Kinara untuk duduk diatas ranjangnya.
" Malam ini ada pertemuan dengan seluruh pengusaha, kamu siap-siap dan berdandan yang cantik ya, kamu akan aku perkenalkan sebagai tunanganku " mata Kinara berbinar senang, pasalnya baru kali pertama Andra mengajaknya ke acara pertemuan seperti itu.
" Huwaaaaa aku senang "
Kinara naik keatas tempat tidur Andra lalu melompat-lompat kegirangan, Andra terkekeh melihat tingkah imutnya Kinara.
" Sudah-sudah, ranjangku bisa rusak kalau kamu melompat-lompat seperti itu terus " Kinara menghentikan aksi melompat-lompatnya.
" Aku mau mencari gaun princess ku, aku akan menjadi princess malam ini" Kinara berlari menuju kamarnya meninggalkan Andra yang tersenyum melihat tingkahnya.
.
.
Andra dan Kinara berjalan bergandengan tangan memasuki hall sebuah hotel terbesar di daerah Jakarta, Andra tampil dengan elegan dengan kemeja, jas, dan celana serba putih dan dasi berwarna soft pink, sedangkan Kinara menggunakan gaun berwarna putih sepanjang lutut dengan pita besar dibawah dada berwarna soft pink dipadukan dan kepala yang dihiasi bando pita berwarna soft pink dan rambut yang dibuat bergelombang membuat kesan imutnya semakin kental.
" Andra, kamu sudah datang "
Selvi menghampiri Kinara dan Andra, Kinara sedikit takjub dengan Selvi yang menggunakan gaun biru dongker yang ketat dan pendek memperlihatkan lekuk tubuhnya dan kaki jenjangnya, juga bagian dada yang menonjolkan payudara berukuran besar membuatnya terlihat elegan dan juga sexy.
" Yoga dan Bagas mana? " Andra melihat sekeliling namun tak menemukan Yoga dan Bagas.
" Mereka masih dalam perjalanan kemari, kamu sudah ditunggu Pak Bowo dan dia penasaran sekali ingin melihat tunanganmu " Ucap Selvi sambil melirik kearah Kinara.
" Oh baiklah, ayo kita kesana "
Andra menggandeng tangan Kinara berjalan menuju tempat Pak Bowo yang merupakan salah satu pemegang saham di perusahaannya diikuti dengan Selvi yang berjalan disamping Kinara, namun langkah mereka terhenti kala seorang wanita menghampiri Andra.
" Andra apa kabar kamu? "
Kinara membulatkan matanya saat melihat seorang wanita dengan gaun hitam ketat dan pendek menghampiri Andra dan memeluknya tiba-tiba, Kinara sudah ingin mengamuk namun Selvi menahannya dan menggelengkan kepalanya menandakan agar Kinara tak gegabah, Kinara hanya bisa cemberut dan diam saja.
" Ah Intan, aku baik, sedang apa kamu disini?" Andra tersenyum pada wanita yang dipanggilnya Intan itu.
" Aku menemani papa disini, kamu sendiri datang dengan siapa? Halo Selvi, apa kabar kamu? " Intan menghampiri Selvi dan mengulurkan tangannya pada Selvi dan Selvi pun dengan malas-malasan membalas jabatan tangan Intan.
" Aku baik, oh iya Andra sebaiknya kita segera menemui Pak Bowo" Kata Selvi mengingatkan.
" Ohh kau ingin bertemu dengan Pak Bowo? Aku juga berniat menemuinya tadi, bagaimana kalau kita kesana bersama? "
Andra mengangguk setuju, Intan langsung saja menggandeng tangan Andra dan berjalan menemui Pak Bowo, dibelakangnya Kinara mengikuti dengan wajah masam dan kesal, sedangkan Selvi hanya diam dan mengikuti langkah Andra dan Intan.
Mereka sampai di ruangan VVIP yang disediakan di hotel itu, di dalam sudah ada Pak Bowo yang menunggu kedatangan Andra.
" Selamat malam Andra "
Pak Bowo menyambut kedatangan Andra, dengan sopan Andra berjabat tangan dan tersenyum pada Pak Bowo diikuti Intan yang mengangguk sopan.
" Tak apa, jadi tunanganmu adalah Intan? Saya baru tau kalau kalian bertunangan tapi tak apa kalian terlihat sangat serasi sekali "
Ucapan Pak Bowo tadi membuat Kinara semakin geram dan marah, Selvi menggenggam tangan Kinara mencoba menenangkan.
" Bukan Pak, tunanganku adalah Kinara, dia orangnya "
Andra menunjuk kearah Kinara yang berdiri diam, Andra menghampiri Kinara dan menggandeng tangannya menuju Pak Bowo, Intan dan Pak Bowo memperhatikan Kinara dari atas sampai kebawah.
" Kamu bertunangan dengan anak berumur 13 tahun Andra? " Tanya Intan tak percaya, Kinara menundukkan kepalanya, dia merasa tersinggung, malu dan juga marah mendengar pertanyaan itu.
"Bukan, dia berumur 17 tahun, wajahnya memang imut, banyak yang salah paham dengan umurnya " Andra mencoba menjelaskan sambil tersenyum.
" Nara, sapa Pak Bowo " Bisik Andra ditelinga Kinara.
" Selamat malam pak, saya Kinara " Kinara tersenyum sopan pada Pak Bowo dan dibalas Pak Bowo dengan senyuman kembali
" Saya tak menyangka tunangan Andra semuda ini, tapi tak apalah zaman sekarang sedang trend berpacaran dengan perbedaan umur yang jauh hahaha "
Andra tersenyum canggung, sedangkan Kinara hanya diam menahan sejuta gejolak dihatinya, Intan sendiri tak melepaskan pandangannya dari Kinara.
" Maaf saya mengganggu, sebaiknya kalian bicara saja dengan santai, saya akan mengajak Kinara keluar " Selvi menginterupsi pembicaraan mereka.
" Ah iya, mungkin Kinara akan bosan bila bergabung dengan kita, Selvi ajak Kinara ke berkeliling di hotel ini agar dia tak bosan ya " Pak Bowo menghampiri Kinara dan menepuk-nepuk bahunya.
" Saya meminjam tunanganmu sebentar ya Nara "
Kinara mengangguk setuju, Andra tersenyum lega karena Kinara tak akan merasa bosan disini, tanpa dia ketahui bahwa Kinara sedang menahan air matanya. Selvi menarik tangan Kinara menuju toilet yang tak jauh dari sana.
" Menangislah " Ucap Selvi, setelah itu Kinara menumpahkan air matanya yang sejak tadi ditahannya, setelah puas menangis Selvi menyodorkan sapu tangannya pada Kinara.
" Makasih hiks " Kinara mengusap pipinya yang basah oleh air matanya.
" Ini dia alasanku mengapa aku selalu menyindirmu kekanakan bahkan melirikmu sinis, agar kau menyadari bahwa kau itu memang kekanakan dan berharap bisa merubahnya. Kau mungkin salah paham selama ini padaku, aku memang menyukai Andra tapi aku tak berniat merebutnya darimu. Selama ini Andra bercerita padaku tentang dirimu, tentang sifatmu yang manja dan juga kekanakan, walapun Andra tak begitu keberatan dengan sikapmu tapi aku justru yang keberatan. Kau tau Andra adalah pengusaha sukses banyak relasi bisnis yang akan kau temui nantinya, dan kau lihat dandananmu sekarang, kau lebih terlihat ingin menghadiri pesta ulang tahun temanmu ketimbang pertemuan relasi bisnis. Aku tau usiamu masih muda tapi kau harus bisa mengimbangi usia Andra yang memang jauh diatasmu, mulailah mengimbangi Andra mulai sekarang karana kalau tidak banyak wanita dewasa diluar sana yang akan merebut Andra darimu "
Selvi meghampiri Kinara, mengusap air matanya, lalu melepas bando dari kepala Kinara dan mulai mengeluarkan alat make up dan mendandani Kinara dengan sedikit polesan. Lalu melepas pita yang diikat di gaunnya.
" Begini lebih baik, kau terlihat sedikit lebih dewasa dan tapi masih sesuai dengan umurmu, jangan menangis lagi " Selvi menepuk-nepuk kepala Kinara.
" Kenapa kau baik padaku? Bukankah kau juga menyukai Andra, kau tak membenciku? " Selvi terkekeh mendengar pertanyaan Kinara.
" Aku tak sepicik itu membenci seseorang yang dicintai oleh Andra, aku baik padamu karena Andra baik padaku dan aku juga menyukai dirimu yang terlihat sangat menggemaskan saat cemburu padaku hahaha " Kinara mempoutkan bibirnya.
" Jadi selama ini kau sengaja menggodaku? "
" Tentu saja, hiburan yang menyenangkan saat melihatmu merajuk, benar kata Andra terkadang kau menggemaskan saat merajuk hahaha "
"Terus saja tertawa, menyebalkaaaaaaan " Selvi menghentikan tawanya dan mulai menunjukan raut wajah yang serius.
" Kau berhati-hatilah dengan Intan, saat kuliah dulu mereka sempat digosipkan berpacaran karena saat pesta dansa dikampus mereka berdansa berdua bahkan berciuman "
" Apaaaa!? " Teriak Kinara saking terkejutnya.
" Tenanglah dulu, waktu itu Intan yang menciumnya bukan Andra yang menginginkannya. Jadi kau jangan salah paham dulu " Kinara tertunduk lesu.
" Jadi aku bukan ciuman pertamanya?"
" Jangan sedih, yang penting Andra milikmu sekarang dan kau harus tetap berhati-hati dengan Intan, ngerti? "
Kinara mengangguk sedih, bagaimana tidak, meskipun waktu itu mereka belum bertunangan tetapi tak suka saat mengetahui kenyataan dia bukanlah ciuman pertama Andra.
" Tak usah dipikirkan aku bilang, ayo kita ke berburu makanan saja "
.
.
Kinara dan Andra sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen mereka, Kinara terdiam memikirkan perkataan Selvi tadi soal ciuman Andra dengan Intan.
" Andra, berhenti di depan " Andra mengerutkan keningnya namun dia tetap berhenti sesuai dengan permintaan Kinara.
" Kenapa? " Kinara menatap Andra dengan gelisah, menimbang-nimbang apakah dia akan bertanya soal ini pada Andra atau tidak.
" Hmm, apa aku ciuman pertama kamu?" Andra menatap Kinara kemudian tersenyum.
" Tentu saja kamu ciuman pertamaku, kenapa? " Kinara tersenyum kecut, Kinara kembali membenarkan posisi duduknya meghadap depan.
" Jalankan mobilnya, kita harus segera pulang"
Andra kembali mengerutkan keningnya melihat tingkah Kinara namun tetap menjalankan mobilnya. Kinara meremas baju bagian dadanya, hatinya berdenyut sakit sekali. Tanpa diperintah air matanya mengalir tanpa sepengetahuan Andra yang fokus menyetir.
" Kamu berbohong Andra " Batin Kinara.
Tbc~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman