
Setelah menutup pintunya Andra membalikkan tubuhnya menghadap Kinara sambil melipat kedua tangannya di dada kemudian menatap Kinara tajam. Kinara yang ditatap seperti itu hanya bisa mengalihkan pandangannya kearah lain.
" Apa maksud kamu membawa lelaki itu kemari? " Tanya Andra sambil menatap Kinara dengan tatapan mengintimidasi.
" Kenapa? Dia juga temanku masa tak boleh aku ajak menginap disini " Jawab Kinara dengan cueknya.
Kinara berjalan ke arah ranjang Andra kemudian tiduran disana dengan santainya, Andra mendekat kearah Kinara dan duduk di sisi Kinara.
" Seharusnya kamu meminta izin dulu padaku, dia itu lelaki meskipun dia teman kamu tapi aku gak suka kamu dengan seenaknya mengajak lelaki lain untuk menginap disini tanpa seizin aku " Kinara mempoutkan bibirnya kesal.
" Memangnya kenapa harus izin kamu dulu? Memangnya kalau aku izin kamu akan mengizinkannya? "
" Ya jelas nggak, dan kamu harus meminta izin karena ini apartemen aku, ngerti? " Kinara mendelik tak suka dengan jawaban Andra.
" Oh jadi karena ini apartemen kamu yang membeli maka aku gak boleh mengajak teman-temanku kemari? " Tanya Kinara sambil memandang Andra tajam, Andra yang merasa salah bicara pun jadi gelagapan sendiri.
" Bukan begitu sayang, tentu saja apartemen ini juga milik kamu, tapi aku gak suka lelaki lain menginap disini " Andra mencoba memegang tangan Kinara namun dengan kasar Kinara menepisnya.
" Aku akan mengatakan pada papa untuk membelikan apartemen yang baru, sebelum aku mendapatkan apartemen aku akan tidur di hotel jadi kamu gak perlu khawatir lagi aku bersikap seenaknya disini " Ucap Kinara dengan dingin kemudian bangkit melangkah menuju pintu kamar Andra namun Andra memeluknya erat dari belakang.
" Kenapa kamu gak ngerti ucapan aku? Aku hanya gak suka ada lelaki lain di dekat kamu apalagi dia sampai menginap disini, aku gak suka, aku cemburu, kumohon jangan salah paham " Kinara membalikkan tubuhnya menghadap Andra dan memandang Andra lirih.
" Tapi kumohon pengecualian dengan Justin, dia itu berbeda, dulu dia sangat penyendiri dan tak punya satu pun teman disekolah, namun semenjak satu kelompok denganku, dia mulai membuka diri untuk berteman denganku, bahkan sekarang dengan Dila dia sudah membuka diri, dia orang yang kesepian Ndra, masalah keluarganya berat, dia tak percaya lagi pada siapapun, namun karena dia merasa aku dan Dila tulus padanya maka nya dia mau membuka diri dengan kami, kumohon jangan bersikap seperti ini padanya dan ku harap kamu juga bisa dekat dengannya, ku mohon "
Pinta Kinara dengan lirih, melihat permohonan Kinara membuat Andra tak tega untuk menolak, akhirnya Andra pun menganggukan kepalanya.
" Baiklah, tapi kamu harus tetap jaga sikap kamu sama dia, jangan terlalu berlebihan, bagaimana pun dia lelaki gak sama seperti kamu bersahabat dengan Dila dan aku minta maaf kalau tadi ada kata-kataku yang gak kamu suka " Kinara tersenyum kemudian mengecup pipi Andra.
CUP
" Iya, baiklah. Sekarang kamu mandi ya, kamu bauuuu " Kinara pura-pura menutup hidungnya namun Andra bukannya marah malah terkekeh.
" baiklah sayangku" Ucap Andra
Andra kemudian menarik tangan Kinara agar tak menutup hidungnya lagi dan mengecup bibir Kinara kilat setelah itu kabur ke kamar mandi meninggalkan Kinara yang tersenyum-senyum sendiri, lalu Kinara keluar dari kamar Andra untuk menemui kedua sahabatnya.
.
.
Kini Kinara, Andra, Dila dan Justin mulai acara mennton mereka. Tadi setelah mandi Andra memesan 3 kotak pizza ukuran jumbo dengan 3 botol cola ukuran 1lt. Mereka asik menonton film barat tentang action, Andra, Dila dan Justin asik menonton karena mereka memang suka genre film seperti ini sedangkan Kinara yang biasa nonton kartun dan drama tampak bingung dengan jalan ceritanya.
Kinara menyenderkan kepalanya di dada Andra, matanya mulai mengantuk. Andra melirik kearah pucuk kepala Kinara kemudian menarik dagu Kinara agar melihatnya.
" Kamu mengantuk Hmm? " Kinara mengangguk kemudian mengeratkan pelukannya dipinggang Andra.
" Kenapa bang? Kinara ngantuk? " Tanya Dila.
" Iya, kamu tau sendiri dia gak suka film action makanya dia jadi mengantuk begini "
Andra mengangkat Kinara dan mendekapnya di dalam pangkuannya. Dila yang sudah tebiasa dengan itu hanya cuek saja sedangkan Justin yang baru pertama kali melihat itu merasa tak nyaman dan tak suka saat melihat Andra memeluk Kinara posesif.
Tiba-tiba saat Justin sedang menatap intens Andra dan Kinara, Andra melihat tatapan lain dimata Justin. Andra adalah lelaki yang pernah jatuh cinta, sudah pasti dia mengerti arti tatapan Justin untuk Kinara.
Andra makin mengeratkan pelukannya pada Kinara sehingga tubuh mereka menempel tanpa celah kemudian Andra mengecup bibir Kinara lama membuat Justin membulatkan matanya sedangkan Andra menyunggingkan smirknya tanpa melepas kecupannya pada bibir Kinara. Dila yang sedang fokus menonton tak memperhatikan apa yang Andra lakukan pada Kinara. Justin mengalihkan tatapanya kearah TV, tangannya yang berada dibawah bantal sofa mengepal kuat menahan amarah dan panas dihatinya.
" Sepertinya Kinara sudah tertidur pulas, Justin sepertinya aku akan membawa Kinara tidur di kamarku, kamu bisa mengambil kasur lipat digudang dan bisa tidur di kamar Kinara, Dila kamu gak keberatan kan Justin tidur di kamar Kinara bersamamu? Dia akan tidur dikasur lipat " Dila mengangguk setuju.
" Iya bang, gakpapa " Andra tersenyum menggoda pada Dila.
" Tenang aja, aku gak akan memberitahukannya pada Bagas " Ucapan Andra sukses membuat wajah Dila merona.
" Bang Andraaaa " Rengek Dila membuat Andra tertawa.
" Hahaha, yasudah kalian lanjutkan saja menontonnya dan jika selesai menonton tolong matikan DVD dan TV nya kemudian masukan sisa pizza dan cola ke dalam kulkas ya " Dila mengangguk paham, Justin hanya diam tak berniat menjawab, sedangkan Andra sudah menggendong Kinara menuju kamarnya.
.
.
Dengan hati-hati Andra merebahkan Kinara di atas ranjangnya, kemudian Andra ikut merebahkan dirinya disamping Kinara lalu menyelimuti mereka berdua. Andra memandang Kinara yang kini sudah terlelap, diusapnya wajah Kinara dengan sayang.
" Kamu tau sayang aku gak suka saat orang lain menatap kamu penuh cinta, kamu bisa mengatakan kalau Justin hanya sahabatmu tapi pandangan matanya tidak menyiratkan hal yang sama sepertimu. Aku gak ingin siapapun mengganggu hubungan diantara kita. Ikatan kita saat ini belum abadi, aku masih takut jika sesuatu membuat hubungan kita tak berjalan semestinya, oleh karena itu kuharap kamu mau bekerja sama denganku untuk menjaga hubungan ini sampai kita menikah nanti, sampai kita memiliki anak-anak yang lucu, membesarkan mereka kemudian menikahkan mereka, sampai kita menjadi kakek dan nenek kemudian kematian menjemput kita bersama, dan kita akan memulai kehidupan baru kembali bersama dialam sana nanti, jadi bertahanlah disisiku sampai saat itu tiba, aku mencintaimu Kinara"
Andra mengecup lama bibir Kinara kemudian membawa Kinara kedalam pelukan hangatnya. Tak lama Andra ikut terlelap, pemandangan yang indah, kedua insan yang saling mencintai dan menyayangi pertama kalinya tidur saling mendekap, saling berbagi tempat, berbagi kehangatn, juga berbagi cinta.
.
.
Pagi ini Andra, Kinara, dan Dila sarapan bertiga, Justin pagi-pagi sekali harus pulang karena telepon dari ayahnya. Sebenarnya dia enggan pulang jika saja ayahnya tak mengancam akan menghentikan biaya rumah sakit ibunya.
" Nara, bang Andra, sehabis sarapan hmm aku hmm " Dila tampak bingung bagaimana menjelaskannya pada Andra dan Kinara.
" Kau bicara apa sih Dil? " Tanya Kinara yang bingung karena Dila bicara tak jelas.
" Aku tahu, setelah makan bersiaplah, tadi Bagas menghubungiku kalau dia sudah dalam perjalanan kemari "
Dila dan Kinara sontak membulatkan matanya mendengar pernyataan Andra, Dila terkejut karena Andra mengetahui soal dirinya dan Bagas sedangkan Kinara terkejut karena tahu Dila dan Bagas akan berkencan.
" Dila!!! kenapa kau tak memberitahuku kalau kau mau berkencan dengan Bang Bagas? " Kinara menghentikan makannya dan menatap Dila menuntut penjelasan.
" Bagaimana aku mau menjelaskannya jika Bang Bagas mengajakku saat kau sudah terlelap semalam " Kinara mempoutkan bibirnya.
" Aha, bagaimana kalau hari ini kita double date sajaaaa? " Dila tampak senang dan setuju dengan rencana Kinara namun Andra buru-buru menginterupsi kedua gadis remaja itu.
Kinara langsung merengut tak suka, Dila yang sudah dibantu Kinara dijodohkan dengan Bagas pun merasa tak enak hati.
" Gakpapa bang, gak buruk juga kalau kita double date, lagi pula aku merasa canggung jika harus berduaan dengan bang Bagas " Kinara langsung semeringah mendengar penuturan Dila.
" Tetap tidak boleh, bagaimana hubungan kalian bisa maju jika anak ini mengacau " Andra mencubit hidung Kinara gemas, namun karena kesal Kinara langsung bangkit dari duduknya dan melenggang masuk kedalam kamarnya.
BRAK
Dila menutup telingannya spontan saat mendengar bantingan keras pintu kamar Kinara sedangkan Andra yang terbiasa dengan itu kembali melanjutkan makannya.
" Bang tak ingin menyusul Nara? " Andra menggelengkan kepalanya.
" Kenapa? "
" Kamu seperti gak tahu Kinara aja, biarkan saja dia marah, nanti dia baik dengan sendirinya, jika aku membiasakan membujuknya saat marah nanti dia akan selalu marah gak jelas padaku " Terang Andra.
" Iya sih, tapi kalau tidak dibujuk juga semakin menjadi, lebih baik abang bujuk sajalah " Saran Dila.
" Sudah kamu tak perlu kamu fikirkan tentang Kinara, sekarang selesaikan sarapanmu dan bersiap-siap sebelum Bagas satang menjemput " Dila menganggukkan kepalanya dan menyelesaikan sarapannya bersama Andra.
.
.
Setelah Dila dan Bagas berpamitan kini Andra dan Kinara duduk diruang TV sambil menonton kartun. Kinara masih dengan aksi merajuknya dan Andra yang hanya sesekali melirik kearah Kinara.
" Masih marah? " Andra tak tahan juga jika didiami Kinara seperti ini akhirnya mengajak Kinara bicara.
" Pikir saja sendiri " Jawab Kinara acuh.
" Sepertinya masih marah, hmm mau kuberi tahu rahasia? Jika ingin tahu maka kamu tak boleh marah lagi " Bujuk Andra, Kinara sedikit melirik kearah Andra dan itu respon yang bagus menurut Andra.
" Gak butuh " Jawab Kinara masih acuh, berpura-pura tak tertarik padahal didalam hatinya penasaran juga.
" Yakin? Kalau kamu mengetahui rahasia ini, besok kamu bisa meminta traktiran oleh Dila disekolah " Kinara meolehkan kepalanya kearah Andra yang duduk disampingnya.
" Serius?? Memangnya ada apa sampai Dila mau mentaraktir aku? " Tanya Kinara yang mulai tertarik.
" Benar kamu mau tahu? Tapi syaratnya gak boleh marah lagi sayang " Kinara nampak menimbang-nimbang sejenak sebelum menganggukan kepalanya.
" Baiklah, jadi apa rahasianya? " Andra tampak senang mendengar persetujuan Kinara, namun bukan Andra namanya jika tak mengambil kesmpatan dalam kesempitan.
" Tapi cium aku dulu disini " Andra mengetuk-ngetuk jari telunjukan tepat dibibirnya, dengan kilat Kinara pun mengecup bibir Andra.
CUP
" Cepat katakan apa rahasianyaaaaa " Kinara yang tak sabaran pun mnggoncang-goncangkan tangan Andra.
" Iya sayang, jadi begini, tadi pagi Bagas menelponku saat kamu sedang mandi, dia mengatakan akan mengajak Dila berkencan dan menembak Dila, makanya tadi aku melarang kamu double date dengan mereka " Kinara terpekik terkejut mendengarnya.
" Benerannnn? Huwaaaaa Dilaaaaaa " Andra menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan Kinara.
" Waaahh akhirnya mereka akan jadian jugaaaaaa " Ucap Kinara dengan senangnya.
" Aku juga senang karena Bagas sudah tak sendiri lagi hahaha " Kinara ikut tertawa, setelah itu mereka menyenderkan kepala mereka satu sama lainnya.
" Ndra, beberapa bulan ulang tahun ku, aku senang sekali " Ucap Kinara tiba-tiba.
" Senang karena kamu pasti akan meminta hadiah dari aku kan? Tenang saja, apapun yang kamu minta aku akan berusaha mewujudkannya sayang " Kinara tersenyum kemudian menatap Andra, melihat Kinara menatapnya membuat Andra jadi ikut menatap Kinara dalam.
" Bukan masalah hadiah Ndra, tapi aku senang karena itu berarti waktu aku harus menunggu sampai akhirnya nanti menjadi Nyonya Dirgantara semakin berkurang " Andra tersenyum kemudian mengecup kening Kinara dengan penuh kasih sayang.
" Aku senang mendengarnya, kupikir hanya aku yang tak sabar untuk menantikan pernikahan kita, ternyata kamu juga menantikannya " Kinara mempoutkan bibirnya tak suka mendengar penuturan Andra.
" Kamu bicara seakan-akan hanya kamu yang mencintaiku, aku juga mencintaimu tahu " Andra terkekeh mendengar penuturan polos Kinara.
" Iya tentu saja kita saling mencintai, karena itu kita bersama saat ini kan? Karena itu juga kita bertahan diperbedaan usia kita yang terlampau jauh kan? Karena itu juga kita selalu berjuang untuk hubungan ini agar kita mencapai tujuan kita bersama, yaitu pernikahan abadi " Kinara tersenyum dan mengangguk menyetujui ucapan Andra.
" Iya, kamu benar sayang, aku cinta kamu " Andra tersenyum mendengar ucapan cinta Kinara.
" Aku juga cinta kamu sayang "
Andra mendekatkan dirinya kearah Kinara membawa Kinara kedalam ciuman penuh kelembutan, saling mengsap satu sama lainnya, menyalurkan persaan cinta keduanya. Namun itu tak bertahan lama saat Andra mulai mencium Kinara dengan kasar, dan entah sejak kapan Kinara sudah pandai soal berciuman sehingga bisa mengimbangi ciuman kasar dari Andra. Mereka seakan tak perduli dengan yang lainnya, mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri.
" Ya Tuhan!! HEH!! APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP CALON MENANTUKU " Seorang wanita paruh baya menghampiri Kinara dan Andra yang masih belum melepaskan ciuman panas mereka.
PLETAAAAK
Jitakan dikepala Andra yang cukup keras membuat Andra terkejut dan terpekik karena sakit dikepalanya sehingga dengan spontan dia melepaskan tautan bibirnya dengan Kinara. Kedua pasangan itu terkejut saat melihat ibu dan calon ibu mertuanya berdecak pinggang dihadapan mereka.
" Mamaa " Ucap Andra dengan nada bergetar.
"Mama " Ucap Kinara tak kalah bergetar dan ketakutan.
" Kalian beniat memberiku cucu sebelum menikah hah? " Andra dan Kinara menggeleng dengan keras, tak membenarkan persepsi ibu dari Andra itu.
" Tidak seperti itu ma " Andra tampak bingung melihat ibunya murka.
" Mulai sekarang mama akan memisahkan kalian! " Ucapan tersebut kontan membuat Andra dan Kinara membulatkan matanya terkejut .
Tbc ~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman