My Heart'S Idol Fierce Boss

My Heart'S Idol Fierce Boss
Berita Utama



"Apaan ini? lembek dan tidak enak." Devan memuntahkan apa yang di gigit nya karena merasa sangat begitu tidak enak.


"Bukan kah itu Inkigayo Sandwich? Aku tidak mengerti cara membuat nya, tapi setahu ku di panggang terlebih dahulu, jadi mungkin itu penyebabnya jadi lembek," jawab Cery sambil tersenyum kikuk.


"Kau bodoh sekali, hanya membuat itu saja kau tidak tahu, padahal itu pekerjaan yang mudah," cibir Devan dengan sangat begitu kesal.


"Aku tidak bodoh, Aku Paling pintar, ya memang Aku, Akui, Aku tidak pandai dalam urusan dapur, tapi percayalah kalau Aku pandai dalam segala hal," celoteh Cery panjang lebar sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.


"Cih, kau itu, Sudah jelek tidak bisa apa-apa terlalu memuji diri sendiri lagi. Seharusnya kau itu sedikit lah punya kemampuan, untuk apa kegunaan seorang wanita itu? kalau tidak bisa urusan dapur." Devan terus saja mencibir gadis di hadapannya itu, sambil geleng-geleng kepala tidak habis pikir.


"Banyak kegunaan nya, contohnya seperti melahirkan, apa lagi kalau kita menikah tidak perlu repot-repot memasak, kan ada pelayan," jawab Cery Masih tetap saja menggoda Bos nya itu.


"Kau jangan pernah bermimpi, bisa menjadi istri ku, karena SD itu penting," jawab Devan dengan penuh peringatan sambil menoyor kepala Cery, Karena merasa gadis di hadapannya itu sudah gila pikir nya.


"SD itu apa?" tanya Cery sambil meringis kesakitan.


"Sadar Diri itu penting Nona," sahut pelayan dengan tersenyum mengejek.


"Nah benar itu, kita bagaikan langit dan bumi jauh, sekali," jawab Devan mengangguk mengiyakan. Mendengar jawaban itu Cery menghela nafas berat.


"Apa karena harta? Aku tidak bisa masuk ke kriteria jodoh mu?" tanya Cery dengan menyelidik.


"Sudahlah, kau itu kurang segala-galanya sudah jelek bar-bar lagi," sinis Devan dengan tatapan sebal.


"Tuan, apakah Anda ingin makan sesuatu? biar kami buatkan?" tanya pelayan berusaha untuk menghentikan obrolan keduanya.


"Sudahlah, Aku tidak ingin makan, gara-gara Inkigayo Sandwich ini, Aku jadi tidak berselera," jawab Devan langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu keluar.


Sementara Cery masih belum beranjak dari duduknya karena merasa masih sangat begitu kesal dan mengantuk.


"Siput, kenapa kau malah duduk? Ayo kita berangkat!" panggil Devan menghentikan langkah nya, saat merasa tidak ada yang mengikuti nya.


"My Bos, hari ini Aku cuti, Aku ingin pulang, Lelah sekali,"jawab Cery langsung berdiri.


"Tidak boleh ada kata cuti, kau belum sebulan bekerja, enak saja mau cuti," ucap Devan dengan penuh peringatan.


"Tapi, Aku lelah semalam sudah lembur," keluh Cery dengan lesu.


"Ya terserah kau saja, kalau itu mau mu, Aku bisa melakukan pemecatan sekarang juga," jawab Devan langsung keluar begitu saja.


Cery yang mendengar hal itu langsung panik dan segera keluar, untuk mengejar Bos nya itu, gadis itu langsung saja memeluk kaki bos nya itu.


"My Bos, jangan pecat Aku, kalau kau memecat ku bagaimana nasib ku?" ucap Cery sambil berpura-pura menangis.


"Aku tidak peduli, bodo Amat, salah sendiri tidak bekerja dengan benar, lepaskan kaki ku!" ketus Devan dengan acuh berusaha untuk melepaskan tangan Cery yang memeluk kaki nya.


"Tidak mau, Aku akan melepaskan mu, kalau kau membatalkan niat mu itu untuk memecat ku," jawab Cery dengan suara yang terdengar manja.


"Baiklah, Aku cabut ucapan ku tadi, tapi lepaskan kaki ku dan berganti pakaian sana!" ketus Devan menatap Cery dengan tatapan tajam dan merasa sangat begitu kesal.


"Baiklah, My Bos, My Love, Aku bersiap dulu," ucap Cery dengan sangat begitu senang langsung lari masuk begitu saja.


"Dasar gadis Gila!" umpat Devan yang melihat tingkah laku Cery yang cukup aneh menurut nya itu.


********


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil tenggelam dalam pikiran nya masing-masing, Cery dengan segala keceriaan nya, Devan dengan lamunan nya karena terus memikirkan apa yang terjadi semalam.


"My Bos, apa hebatnya mbak mantan? Sampai kau begitu tergila-gila pada nya?" tanya Cery berusaha untuk mencairkan suasana.


"Apa yang kau tanyakan? Tidak penting dan tidak jelas," ketus Devan langsung mengalihkan pandangan nya ke kaca jendela.


"My Bos, kau begitu galak dan ketus pada ku, tapi sama mbak mantan, wanita Jal*ng itu kau bahkan sampai lupa diri, bahwa kau itu adalah mantan yang tersakiti," jelas Cery panjang lebar.


"Apa Aku perlu menjadi cantik dan Seksi dulu? lalu kau mau dengan ku?" lanjut nya lagi dengan penuh selidik.


"Cih, kau terlalu banyak gaya dan tingkah, sudah lah kau jangan membuat lelucon tidak jelas, sampai kapanpun kau itu si Tompel mata empat dan jelek, tidak akan pernah sedikitpun Aku tertarik dengan mu," Cibir Devan langsung tude poin tanpa sedikitpun memperdulikan perasaan Cery.


"Tapi..."


"Tutup mulut mu, Aku tidak ingin berbicara," potong Devan dengan Cepat saat Cery hendak protes membuat gadis itu mendengus sebal mengepalkan tangannya geram menahan amarahnya.


"Aku akan tunjukkan bahwa Aku mampu untuk mengejar cinta mu," gumam Cery dalam hati nya dengan sangat begitu menggebu-gebu.


Setelah itu mereka hening tidak ada yang berbicara, karena merasa sangat begitu canggung, namun tiba-tiba Cery langsung mengerem mendadak, saat ada yang menghentikan mobil nya dari depan.


"Astaghfirullah hal adzim, tu orang mau mati Apa?" gerutu Cery sambil memegang dadanya karena hampir saja menabrak orang tersebut.


"My Bos, apa ini jebakan orang yang ingin memalak?" lanjut nya lagi melirik ke arah Bos nya yang terlihat sedang memegang dadanya ikut terkejut.


Benar saja kaca jendela sudah di ketuk dari luar, membuat Cery dan Devan menjadi tegang.


"Bos-bos, ini Aku William,"


"Wil, kau ingin mati yah? Membuat jantungku hampir saja copot!" omel Cery memarahi Wiliam.


"Iya, kau tidak punya otak dan pikiran, kalau tertabrak bagaimana?" ucap Devan ikut memarahi Wiliam.


"Sudah jangan pedulikan hal ini, ada kabar berita yang jauh lebih penting," jawab Wiliam dengan sangat begitu panik.


"Bos, kenapa? kau tidak mengangkat panggilan ku?" lanjut nya lagi dengan dengan tatapan kesal.


"Aku mode silent, karena sangat berisik," jawab Devan dengan cepat.


"Apa yang membuat mu panik? cepat katakan!" lanjut nya lagi dengan penuh selidik.


"Pantes saja," dengus Wiliam dengan kesal.


"Buka Hp lihat berita di sosial media, Kalian berdua harus melihat nya," lanjut nya lagi membuat kedua nya langsung melakukan apa yang di katakan Wiliam.


Keduanya sudah membuka sosial media masing-masing, betapa terkejutnya saat berita utama kini membahas tentang Arneta yang sedang berada di rumah Sakit, dengan wajah babak-belur, dan tangan yang di balut perban, bahkan Video kejadian semalam juga ada, dimana Cery terlihat memukul nya bahkan sepertinya video nya sudah di edit sehingga Cery lah yang terlihat sangat begitu bersalah, bahkan Arneta juga mengatakan akan melaporkan Cery ke kantor polisi atas tindakan kekerasan.


"Ini tidak benar, Aku tidak seperti itu, Aku cuma mencakar wajahnya, tanpa membuat tangan nya patah, hanya hampir saja," kilah Cery mengepalkan tangannya geram.


"Ck.. Itu sama saja bodoh, kan sudah ku katakan apa semalam," decak Devan dengan kesal sambil geleng-geleng kepala.


"Lalu apa yang terjadi?" lanjut nya lagi menatap ke arah Wiliam.


"Banyak wartawan di depan perusahaan, mereka ingin konfirmasi dari mu, Kau pasti tahu apa yang perlu kau lakukan agar nama perusahaan F CORE kembali normal," jelas Wiliam panjang lebar membuat Devan mengangguk mengerti, lalu langsung menyuruh Cery untuk putar balik karena tidak ingin para wartawan mewawancarai dirinya.


"My Bos, apa Kalau Aku di penjara kau akan suka rela membebaskan ku?" tanya Cery dengan penuh harap.


"Justru malah Aku senang kau di penjara, dengan begitu Aku sangat begitu bebas tanpa ada supir bar-bar seperti mu," jawab Devan dengan tersenyum jahat.


"Ih, itu tidak pernah akan terjadi, karena supir pribadi mu hanyalah Aku yang bertahan lama," jawab Cery sambil mendengus kesal.


"Hanya ada satu cara," Jawab Devan yang sedikit bergidik ngeri, melihat aura membunuh Supir pribadi nya itu yang cukup mengerikan.


"Apa?" tanya Cery dengan antusias.


"Aku datang menemui nya, karena menurut ku ini trik wanita itu untuk Aku datang, dengan begitu masalah selesai," Jawab Devan dengan singkat.


"Benar juga," jawab Cery mengagguk mengiyakan.


"Apa kau peduli dengan ku?" lanjut nya lagi dengan antusias karena melihat raut khawatir dari wajah bos nya itu.


"Tidak, Aku hanya peduli dengan perusahaan F CORE, karena nama perusahaan lah yang ikut buruk," jawab Devan yang lagi-lagi membuat hati Cery di jatuhkan begitu saja.


Setelah itu mereka diam saja tidak ada obrolan lagi, karena Devan yang tidak ingin berlama-lama berbicara dengan supir pribadi nya itu yang terlalu berisik.


Mobil pun sudah sampai di depan rumah sakit, membuat Cery melirik ke arah Bos nya yang diam saja tampak ragu, sikap usil nya mulai keluar.


"Cieee, yang mau ketemu mbak mantan lagi, tegang banget sih," goda Cery berusaha untuk biasa saja meskipun harus menahan gejolak hatinya.


"Tidak Aku tidak tegang, cuma Aku hanya malas saja," kilah Devan berusaha untuk terlihat cool seperti biasanya.


"Apapun yang terjadi Mbak mantan tetaplah Mbak mantan, jadi tunjukkan pada nya bahwa kau sudah melupakan nya," ucap Cery seakan mengerti Bos nya itu, membuat Devan yang galak kini hanya mengangguk saja.


Kini Devan sudah masuk ke dalam ruangan Arneta hanya dirinya saja yang di izinkan masuk bahkan ruang wanita itu dijaga dengan ketatnya.


"Devan, akhirnya kau datang juga," ucap Arneta yang sedang duduk di ranjang pasien, sambil tersenyum senang.


"Katakan apa mau mu? Kenapa kau malah membuat ku dalam masalah? belum cukup puas kau menghancurkan hidup ku selama ini!" ketus Devan menatap wanita itu dengan sangat begitu marah.


"Jangan buru-buru dulu, kita ngobrol-ngobrol sebentar, Aku masih ingin bersenang-senang dulu," jawab Arneta sambil tersenyum seringai.


Hal itu membuat Devan kesal dan geram, ingin sekali pria itu pergi dari ruangan tersebut, namun karena merasa tujuan nya belum berhasil membuat pria itu menurut dan duduk di bangku yang tidak jauh dari Ranjang Arneta.


****


Devan kini sudah keluar dari ruangan Arneta, pria itu melihat supir pribadi nya sedang duduk menunggu dan langsung menghampiri nya.


"Ayo kita pulang," ajak Devan membuat Cery segera berdiri.


"Sudah?" tanya Cery dengan penasaran.


Devan hanya mengangguk saja, entah apa yang di bicarakan keduanya sehingga membuat wanita itu mau mencabut tuntutan untuk Cery.


"Berarti, Aku sudah bebas dari jeratan hukum? My Bos, Terima kasih," ucap Cery dengan sangat begitu senang langsung memeluk Bos nya itu.


"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan, ingat semuanya hanya karena perusahaan F CORE," ketus Devan langsung melepaskan pelukan Cery dan melenggang keluar begitu saja.


"Apapun itu Aku sangat begitu berterima kasih," jawab Cery dengan berteriak karena merasa dirinya aman, ya jika sampai keluarganya tahu bisa habis dirinya karena membuat malu keluarganya dengan masuk ke penjara, tidak lucu kan? itu yang di takutkan Cery.


BERSAMBUNG