My Heart'S Idol Fierce Boss

My Heart'S Idol Fierce Boss
Sikap Aneh Devan



POV AUTHOR


Senin menjadi hari di mana masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa usai libur di akhir pekan.


Namun menjumpai hari Senin bagi sebagian orang tidaklah mudah dan terasa begitu berat. Ini disebabkan mereka masih terbuai dengan liburan di akhir pekan.Rasanya sangat malas apabila menerima kenyataan untuk kembali menjalani rutinitas di hari Senin.


Berbeda dengan seorang gadis cantik yang tadi pagi sudah sangat begitu semangat untuk bekerja karena ingin menemui pria pujaan hatinya, siapa lagi kalau bukan Bos galak nya itu.


Cery yang sejak Kemarin merasa kesal dengan apa yang terjadi di akhir pekannya, kini kembali menjadi gadis culun dan berpenampilan seperti biasanya, hari minggu Kemarin baginya adalah sebuah kesialan dan kutukan untuk nya jika harus terus di ingat-ingat, terlebih Opah dan Omah nya yang terus menerus memarahi nya di telepon sudah menjadi hal paling menyebalkan baginya tapi gadis itu tidak peduli selama kedua orang tuanya masih mendukung nya itu tidak masalah.


Cery mengendarai motor nya sambil merenung dan senyum-senyum karena merasa tidak sabaran ingin cepet sampai di rumah Bos nya itu.


"Ah My Bos, walaupun kau galak tapi entah mengapa, aku selalu merindukan mu," gumam nya sambil membayangkan wajah Bos nya itu.


Tak beberapa lama kemudian setelah lama nya mengendarai motor karena akibat macet kini akhirnya gadis itu sudah sampai di pelataran rumah Bos nya itu.


Cery yang hendak melangkah masuk ke rumah bos nya kini terhenti saat melihat Bos nya sedang adu mulut.


"Devan, Mama hanya ingin kau tahu, bahwa mama melakukan hal itu agar kau bisa membuka hati mu," ucap Seorang wanita paruh baya tepat di depan pintu.


"Sudah cukup! Moza, Angelina, Karin, Kartika, bahkan gadis kemarin, Devan tidak tertarik sama sekali, karena bagi Devan, Mama, Sanum dan Pretty jauh lebih dari segalanya," jelas Devan panjang lebar karena merasa sangat begitu muak dengan semua nya.


Ya, sudah banyak gadis yang sudah mama nya jodohkan untuk nya namun berakhir dengan gadis itu mundur tiba-tiba entah apa yang di lakukan pria itu.


"Devan, kau mau kemana? Mama belum selesai berbicara!" panggil wanita paruh baya itu saat melihat putranya melangkah pergi begitu saja.


"Devan, mau bekerja memangnya apa lagi?" jawab Devan dengan singkat.


"Stop! Pahami keputusan ku mah, semakin Mama memaksa ku maka semakin, batin dan trauma itu teringat jelas di kepala Devan," lanjut nya lagi saat melihat Mama nya hendak berbicara.


"Apa karena wanita itu kau belum bisa membuka hati mu? Jika iya kau bodoh, seharusnya kau harus buktikan pada nya bahwa kau bisa bangkit tanpa dia!" ucap Wanita paruh baya itu panjang lebar.


"Stop! Aku selama ini mencoba untuk bangkit Mah, bukan karena dia atau siapa pun akan tetapi, ah sudahlah!" jawab Devan tanpa sedikitpun ingin menjelaskan lagi karena merasa ada yang menjadi penguping.


"Selamat Pagi Bu, Pa Bos!" sapa Cery karena merasa tidak enak hati.


"Kau sejak kapan menguping?" tanya Devan dengan tatapan tajam.


"Baru saja Aku datang, tapi kau malah menuduh ku yang tidak-tidak," jawab Cery tidak terima dengan tuduhan Bos nya itu.


"My Bos, My Hunny, kau Kemarin menyuruh ku mengerjakan pekerjaan itu, kenapa meninggalkan ku?" lanjut nya lagi dengan suara yang terdengar manja.


"Siput, cepat buka mobil nya, Aku tidak butuh drama mu," ketus Devan menatap Cery dengan penuh peringatan.


"Iya My Bos, kau itu punya mulut bisa tidak sih? berkata lembut," jawab Cery langsung membuka pintu mobil.


Wanita itu yang melihat Cery kini menatap gadis itu dari atas sampai bawah merasa sangat begitu aneh dengan penampilan gadis tersebut, entahlah yang jelas wanita itu seperti tidak menyukai Cery mungkin karena penampilan nya yang terlihat biasa saja dan culun.


"Kau siapa?" tanya wanita itu karena merasa sangat begitu penasaran.


"Aku Si, supir pribadi Bos Devan, Bu." jawab Cery sambil tersenyum malu-malu.


"Ah, Devan mengapa tiba-tiba kau mempunyai Supir jelek seperti dia?" tanya wanita itu seolah sedang protes.


"Siput, cepetan Jangan berbicara pada nya!" ketus Devan yang sudah berada di dalam mobil tanpa sedikitpun ingin menjelaskan.


"Kalau begitu kami permisi," ucap Cery sambil tersenyum tipis merasa grogi saat di tatap aneh oleh Mama dari Bos nya itu terlebih perkataan nya yang menyohok hatinya membuat gadis itu berusaha untuk sabar.


Wanita bernama Novita itu hanya menatap putranya itu yang sudah berada di dalam mobil nya sambil menghela nafas panjang, berusaha untuk tenang tanpa sedikitpun ingin bertanya lagi.


"Ih My Bos, kau galak sekali, masih pagi juga sudah marah-marah sama orang tua," omel Cery dengan kesal.


"Sudah, jalankan mobil nya, Aku tidak butuh ocehan mu," ketus Devan sambil memegang kepalanya karena merasa sangat begitu pusing.


Cery yang mengerti situasi langsung saja menjalankan mobilnya tanpa sedikitpun ingin berbicara lagi, sepanjang perjalanan gadis itu merasa heran dengan Bos nya itu, yang biasa nya terlihat sangat begitu galak dan cool kini terlihat pendiam dan galau.


Devan terdiam sambil memegang kepalanya entah mengapa tiba-tiba kenangan buruknya terlintas di kepala nya.


"Aduuuuuh! hampir saja menabrak orang!" Teriak Cery sambil memegang dadanya karena terkejut.


"Kau memang selalu saja, membuat Aku hampir mati!" bentak Devan yang ikut saja terkejut.


"Maaf, tadi kau yang mengagetkan ku," Jawab Cery sambil tersenyum tipis.


Devan Diam saja tanpa sedikitpun berbicara lagi pria itu kembali menyandarkan kepalanya di jok mobil, Cery yang siap menerima marahan dan makian bos nya kini mengerutkan keningnya heran dan akhirnya melanjutkan mengemudi karena tidak ingin banyak bertanya.


*****


Gedung perusahaan F CORE kini sudah ramai seperti biasanya, Cery sudah membukakan pintu untuk Bos nya namun sedari tadi Devan melamun sendiri, bahkan panggilan dari Cery tidak di hiraukan sama sekali.


"Ada apa?" tanya Wiliam karena merasa aneh dengan Cery yang terlihat garuk-garuk kepala kebingungan.


"My Bos, diam saja, Aku tidak tahu dia kenapa?" jawab Cery dengan bingung.


"Devan Agastya Maheswara! Kebakaran!" teriak Wiliam sontak membuat Devan langsung lari keluar dari mobil nya.


Pria itu langsung lari mengambil selang untuk menyiram mobil nya.


"Ha-ha-ha," melihat tingkah Bos nya yang panik, Wiliam justru malah tertawa terbahak-bahak, begitu pula dengan Cery.


"Wiliam! Kau beraninya membohongi ku!" bentak Devan menatap tajam Asisten nya itu.


"Dan kau juga, sama-sama bersekongkol dengan Wiliam, kalian berdua rasakan akibatnya!" tunjuk Devan menatap Cery dengan sangat begitu kesal, langsung saja menyemprotkan selang ke arah keduanya.


"Aku hanya, ingin membuat suasana menjadi ramai dengan gelak tawa." jawab Wiliam berusaha untuk menghentikan aksi bos nya itu.


"Ck...Kalau kau ingin rame dengan gelak tawa, pergilah ke tempat gelak tawa, karena di sini perusahaan tempat untuk bekerja!" Devan berdecak menatap Asisten sekaligus sahabatnya itu dengan kesal.


"My Bos, Aku sudah mandi jadi mandi dua kali, ini salah Wilona bukan salah ku sungguh, ampun, dingin!" ucap Cery sambil menunjuk Wiliam, berpura-pura kedinginan.


"Kau malah menuduh ku, kan kau duluan yang mulai," tuduh Wiliam balik pada Cery karena merasa tidak terima.


Devan langsung saja melempar selang ke sembarang arah pria itu langsung saja berjalan masuk menuju gedung perusahaan. Karena merasa sangat begitu malas dan malu karena semua karyawan terlihat menertawakannya, jika ikut adu mulut seperti Asisten nya maka dirinya bisa ketularan gila nya seperti mereka berdua pikir nya, dan imejnya sebagai CEO akan terlihat jelek.


"Apa yang Kalian lihat? Sudah sana kerja? bubar, ini tempat untuk bekerja bukan untuk nonton!" bentak Devan menghentikan semua karyawan yang menertawakan nya.


Semuanya akhirnya memutuskan untuk bubar karena merasa tidak aman dengan situasi.


"Dia kenapa? Tumben tidak memaki panjang lebar?" tanya Cery dengan mengerutkan keningnya heran saat melihat Bos nya masuk begitu saja.


"Ah sudahlah tidak penting, gara-gara kau Aku jadi basah kuyup begini!" ketus Wiliam dengan sangat begitu kesal.


"Salah sendiri, kenapa membuat My Bos, terkejut sampai membawa selang segala," jawab Cery dengan acuh.


"Oya, menurut mu My Bos memiliki trauma apa?" lanjut nya lagi dengan sangat begitu penasaran.


"Kepo," jawab Wiliam dengan singkat.


"Kupikir kau tahu semuanya, ternyata kau cukup bodoh," cibir Cery berusaha untuk memancing Wiliam.


"Yang Bodoh itu kau, Si Tompel mata empat!" balas Wiliam dengan sangat begitu kesal.


"Dasar Wilona, menyebalkan, padahal Aku cuma ingin kepo saja," umpat Cery dengan kesal langsung saja berjalan hendak masuk karena tidak ingin kena amuk pria tersebut.


"Awas saja kau, jika bertanya lagi Aku tidak akan menjawab," lanjut nya lagi sambil berbalik badan.


"Bodo amat, Si Tompel mata empat kepedean tingkat tinggi, Bos Devan tidak akan pernah mau dengan mu!" teriak Wiliam tak kalah kesal nya.


Wiliam menghela nafas panjang setelah melihat Cery sudah menghilang dari pandangan nya, pria itu berusaha untuk tenang karena merasa sangat begitu kesal dengan gadis tersebut yang suka mengubah panggilan seenaknya.


"Aaaah dari pada memikirkan gadis gila itu mending Aku, menemui Devan apa yang terjadi pada nya," gumam nya sambil mengacak rambut frustasi karena merasa bodoh jika dekat dengan Cery.


BERSAMBUNG