My Heart'S Idol Fierce Boss

My Heart'S Idol Fierce Boss
Ternyata Serapuh itu



Club Malam


Kini Mobil sudah berhenti di depan sebuah Club Malam, entah apa yang ingin dilakukan Bos nya itu, membuat Cery mengerutkan keningnya heran, menatap pria di belakang nya itu untuk mencari jawaban, karena setelah menyuruh nya menjalankan mobil pria itu hanya memberi alamat yang mereka tuju tanpa sedikitpun berbicara lagi.


"Untuk apa kita kemari?" tanya Cery dengan penasaran.


"Pulang lah, kau sudah bekerja dengan keras hari ini, jadi tidak usah menunggu ku," jawab Devan langsung turun dari mobil nya, tanpa sedikitpun ingin menjelaskan.


"My Bos, bagaimana Aku pulang? sementara kau sendirian di sini." Cery berusaha untuk mengejar Bos nya itu.


"Tidak perlu memikirkan ku, Aku bisa pulang naik Taxi!" ketus nya langsung masuk begitu saja.


Cery tidak memperdulikan perkataan Bos nya itu, gadis itu tetap mengikuti Bos nya masuk ke dalam, meskipun yang di ikuti berjalan dengan begitu cepat tanpa sedikitpun memperdulikan dirinya.


Suara musik DJ menggema di seluruh ruangan, Cery hanya melihat semua orang dari lampu yang berkedip-kedip, Membuat kepalanya pusing dan mata nya berkunang-kunang, gadis itu menoleh ke kanan dan kiri mencari dimana Bos nya berada.


"Ih, menyebalkan sekali, untuk apa? My Bos kemari? bukan kah ini tempat hiburan malam? Lagian kenapa Aku di tinggal sendiri, menghilang bak di telan bumi, mana lampu nya membuat mata ku sakit!" gerutunya panjang lebar dengan sangat begitu kesal karena tidak menemukan keberadaan Bos nya itu.


Cery terus saja berjalan masuk meskipun merasa tidak nyaman dengan situasi, terlebih banyak pria yang sudah terlihat mabuk yang hendak mengganggu nya namun gadis itu tidak memperdulikan nya.


"Akhirnya nya ketemu juga," ucap Cery dengan tersenyum senang saat melihat Bos nya sedang duduk di bangku sendirian.


"My Bos, kau tidak boleh minum!" pekik nya langsung merebut botol minuman yang hendak di minum Bosnya itu.


"Atas dasar apa kau melarang ku?" tanya Devan dengan nada meninggi.


"Aku menyuruhmu untuk pulang, untuk apa kau masih berada di sini?" lanjut nya lagi dengan penuh peringatan.


"Aku tidak mungkin meninggalkan mu, di tempat seperti ini My Bos, Aku sudah berjanji pada Wiliam untuk melindungi mu," jawab Cery dengan yakin tanpa sedikitpun merasa takut.


"Cih terserah!" Jawab Devan dengan singkat, tanpa sedikitpun ingin berbicara lagi karena merasa sangat begitu malas, pria itu hendak meminum kembali minuman nya namun lagi-lagi Cery merebut nya.


"Apa yang kau lakukan!" bentak Devan menatap Cery dengan tatapan tajam.


"My Bos sadarlah, hanya karena kau itu sedang kesal dan patah hati, kau meminum, minuman yang haram, kau bisa meluapkan emosi mu dengan istighfar dan banyak berdoa, minta petunjuk pada Allah yang maha kuasa, bukan dengan cara seperti ini.” terang Cery panjang lebar dengan sangat begitu bijak.


"Berisik! jika kau ingin ceramah? sana Ceramah di mesjid jangan di sini, dan jangan mengurusi hidup ku, kau tidak tahu rasanya menjadi Aku!" sentak Devan dengan sangat begitu marah dan langsung saja merebut minuman yang di pegang Cery.


"Tapi My Bos, kau itu..."


"Pulang sana, jangan menganggu ku!" usir Devan tanpa sedikitpun membiarkan Cery berbicara.


Cery diam saja tidak sedikitpun ingin beranjak dari duduknya, meskipun pria itu sudah menatapnya dengan tatapan tajam, dan bahkan Devan juga memakai nya agar gadis itu pergi meninggalkan nya, namun Cery tidak memperdulikan nya hingga akhirnya pria itu, lebih memilih untuk tidak memperdulikan keberadaan Cery dan tetap meminum Wine itu hingga beberapa botol.


"Kau itu sama saja, seperti Neta, pembohong dan penipu, matre dan tidak punya hati, tidak punya perasaan dan pikiran!" rancau Devan yang sudah mulai mabuk karena evek minuman yang di minum nya.


"Dulu Aku sangat begitu mencintai nya, mengorbankan hidup dan mati ku untuk nya, separuh nafasku hanya untuk nya, tapi Apa yang dia lakukan? Kau tahu apa yang dia lakukan!" lanjut nya lagi sambil terisak menatap ke arah Cery.


Cery hanya mengerutkan kening heran, tidak menyangka Bos galak nya itu yang tadinya galak, kini bisa menangis dan bercerita panjang lebar.


Merasa di tatap dengan sedemikian rupa Gadis itu menggeleng dengan cepat, pertanda dirinya tidak tahu, membuat pria itu menghela nafas berat, lalu kembali meneguk minuman nya.


"Dia menipu ku, bayangkan saja setelah 4 tahun kami bersama? tapi dia justru malah lebih memilih pria lain hanya karena Aku, sudah tidak punya apa-apa lagi. Padahal segala fasilitas mewah, seperti mobil yang dia inginkan, Aku berikan, tapi di saat diriku terjatuh dan terpuruk, dia meninggal ku dengan sangat begitu kejam, ha-ha-ha!" ucap Devan panjang lebar dengan menangis namun sambil tertawa terbahak-bahak membuat Cery terheran-heran.


"Miris sekali kan hidup ku? Apa kau kasihan dengan ku?" tanya nya menatap Cery dengan tersenyum getir masih terus menenggak minuman nya.


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Cery dengan penasaran, tanpa sedikitpun ingin menjawab perkataan Bos nya itu.


"Lalu kenapa dia datang kembali? Apa belum cukup puas menghancurkan hidup ku selama ini? dan kenapa Aku juga justru malah menikmati pelukan nya?" jawab Devan sambil tersenyum getir.


"Aku benci diri ini, Aku benci semuanya termasuk semua wanita," lanjut nya lagi hendak meneguk minuman nya namun Cery segera merebut botol yang di pegang Bos nya itu.


"My Bos, kau sudah cukup mabuk, berhenti minum lagi ini sangatlah tidak baik untuk tubuh mu," ucap Cery berusaha untuk membantu Bos nya itu.


"Jangan memegang ku, Aku tidak suka di pegang oleh gadis jelek seperti mu!" sentak Devan sambil menyingkirkan tangan Cery yang memegang nya.


"Aku tidak peduli, mau kau sudi atau tidak yang jelas Aku akan membawa mu pulang," jawab Cery berusaha untuk memapah Bos nya itu.


Cery menghela nafas panjang berusaha untuk sabar meskipun sebenarnya merasa sangat begitu kesal, ingin rasanya dia pergi meninggalkan tempat tersebut, tapi di sisi lain dia juga tidak rela jika Bos nya sampai kenapa-kenapa, mengingat pria itu sedang tidak baik-baik saja.


"My Bos ayo kita pulang, kau sudah mabuk berat!" Cery langsung saja menarik tangan Bos nya untuk keluar karena merasa tidak tahan lagi, namun tiba-tiba seseorang menghentikan langkah nya.


"Hay bayar dulu minumannya, enak saja main kabur!" ucap pelayan pria yang bekerja di tempat tersebut.


"Bayar yah? ambil saja ini kau bisa menulis berapa pun yang kau mau," ucap Cery sambil memberikan kertas cek dan langsung pergi begitu saja, memapah Bos nya dengan sempoyongan karena tinggi badan nya yang tidak sepadan dengan bos nya cukup membuat nya kesusahan.


"Lepaskan Aku Siput sialan! Kau tidak berhak mengajak ku pulang, karena Aku tidak ingin pulang!" sentak Devan berusaha untuk sadar saat sudah berada di depan mobilnya, meskipun kepala nya terasa sangat begitu berat dan pusing.


"Kau sadarlah, kalau bukan Aku yang peduli dengan mu siapa lagi? Jika kau seperti ini? bukan kah wanita Jal*Ng itu semakin senang dan justru malah leluasa menguasai mu, dan ini sudah malam Aku juga lelah!" Cery menepuk pipi Devan dengan cukup keras agar pria itu sadar, membuat Devan diam saja dan menurut masuk ke dalam mobil, membuat Cery sigap membantu Bos nya itu.


Belum sempat Devan masuk ke dalam mobil nya, pria itu memuntahkan isi perutnya tepat nya di pakain Cery.


"My Bos, kau jorok sekali!" pekik Cery dengan sangat begitu terkejut.


"Huek .. Huek... " Devan benar-benar memuntahkan isi perutnya di pakaian Cery tidak peduli wanita itu kesal atau pun marah.


"Kau pantas untuk mendapatkan itu, anggap saja itu hukuman untuk mu karena sudah memaksaku untuk pulang, sudah jelek tambah jelek," Devan Berkata sambil menghina Cery setelah itu melepaskan jas yang di pakai nya melempar nya ke arah Cery membuat Cery menangkap nya dengan sigap.


"Jalankan mobil nya, cepetan!" perintah nya tidak ingin membiarkan Cery berbicara.


"Dasar pria menyebalkan, kalau bukan karena dia tampan, sudah dapat ku pastikan Akan melempar nya ke dasar lautan!" umpat Cery dengan menghentakkan kaki nya menunju ke arah kursi kemudi dan memakai jas pria itu untuk menutupi pakaian nya yang kotor.


"Aku mendengar nya, sebelum kau melempar ku ke dasar lautan, Aku sudah terlebih dulu mengirim mu ke Arab Saudi!" rancau Devan membuat Cery terheran-heran, saat melihat pria itu terlihat memejamkan mata nya, Padahal tadinya gadis itu mengira dirinya tidak aman ternyata hanya mengigau.


Sepanjang perjalanan Devan terus merancau menghina Cery, sebentar tertawa, sebentar menangis tidak jelas, membuat Cery hanya bisa mengelus dada nya untuk sabar.


Hingga tak terasa mobil sudah berada di halaman rumah Devan, setelah Satpam membuka kan pintu gerbang.


"Tolong Pa Satpam!" panggil Cery pada satpam penjaga yang berdiri saja tanpa sedikitpun membantu.


"Tuan Devan kenapa Nona?" tanya nya langsung sigap membantu Cery memapah Devan.


Cery hanya menanggapi nya dengan mengangkat bahunya tidak mengerti karena tidak ingin sedikitpun menjelaskan, membuat satpam itu memilih untuk diam saja karena tidak ingin memaksa.


Devan pun langsung di baringkan di atas ranjang nya, ranjang yang terlihat besar dan nyaman itu.


Cery hendak memanggil satpam itu untuk membantu nya, namun satpam itu sudah terlebih dulu keluar membuat gadis itu merutuki satpam tersebut.


"Dasar tidak peka, seharusnya kan dia membantu ku, mengganti pakaian untuk, My Bos!" Gerutu nya merasa bingung sendiri.


Cery langsung berjalan menuju ke arah lemari pakaian, untuk mencari pakaian untuk Bos nya itu, karena merasa kasihan jika membiarkan Bos nya tidur menggunakan pakaian yang kotor pikir nya.


Cery memandangi wajah Tampan Bos nya dengan tangan gemetar, setelah menemukan pakai tidur untuk Bosnya itu.


"Si, kau pasti bisa, ini cuma mengganti pakaian tidak ada apa-apa dan buang pikiran aneh itu." Ucap Cery menyemangati diri nya sendiri sambil membuka satu persatu kancing kemeja bos nya itu.


"Jangan di buka Aku tidak mau, apa kau ingin berbuat mesum?" rancau Devan namun matanya terpejam, membuat Cery tiba-tiba terjatuh di pelukan Bos nya itu sehingga membuat gadis itu tambah gemetar.


"Ya ampun apa yang terjadi? Ya Allah dosa apa yang sudah Aku perbuat? Sampai Aku harus di hadapkan dengan situasi seperti ini," gumam Cery berdoa dalam hati nya, sambil berusaha untuk mengontrol tubuh nya, agar bisa lepas dari pelukan bos nya itu karena posisinya Cery berada di atas tubuh Bos nya.


"Alhamdulillah ternyata dia cuma mengigau, sungguh orang mabuk itu cukup aneh," gumam Cery sambil menghela nafas panjang karena merasa sudah bebas.


Gadis itu akhirnya memutuskan tetep melanjutkan mengganti pakaian untuk Bos nya kembali, namun belum sempat mengancingkan pakai nya Devan kembali merancau.


"Sudah ku bilang, jangan berbuat mesum!" rancau nya sambil menendang Cery hingga terjatuh ke lantai.


Gadis itu merasa sangat begitu kesal dan hendak marah karena tendangan Bos nya sangat begitu keterlaluan, namun niatnya di urungkan saat melihat Bos nya terdengar sedang menyanyi.


Nyanyian yang sangat begitu merdu dan menghayati, bahkan matanya yang terpejam ikut mengeluarkan air mata, membuat gadis itu memilih untuk menyelimuti tubuh Bosnya tanpa ingin melanjutkan mengancing pakai bos nya karena merasa tidak ingin mengganggu.


"Aku akan buktikan pada mu My Bos, bahwa cinta yang ku miliki sangat begitu tulus dan akan ku buat kau mencintai ku dan kembali menjadi pribadi yang hangat," janji Cery setelah berganti pakaian dan memutuskan untuk tidur di sofa karena tidak ingin meninggalkan Bos nya itu sendiri.


BERSAMBUNG