
" Kau tau apa yang menjadi alasanku pergi ke club malam itu.... aku sedang patah hati tuan" tekan zoie.
"Aku tau,, bahkan aku melihat jelas kekasihmu sedang bercumbu dengan wanita lain disana.. aku tau saat ini kau sedang terluka".
Zoie diam..
" Apa kau tipe pria yang posesif " tanya zoie.
"Sebenarnya tidak, .. tapi untukmu kedepan aku akan menjadi sangat posesif" jawab Sean.
"Bagaimana jika rasa tertarik padaku hanya sesaat" tanya zoie lagi
Sean tidak langsung menjawab, dia hanya tersenyum kepada zoie.
"Mari kita saling mengenal" kata Sean "Malam itu sesungguhnya aku juga sedang kecewa, aku memergoki kekasih ku, sedangkan selingkuh dengan rekan kerjanya".
" Apa kau ingin menjadikan ku pelarian mu? "
"Tidak... Tidak sama sekali" jawab Sean cepat.
"Jika iya pun,, tidak masalah.. karena untuk saat ini aku sedang tidak ingin tertarik dengan pria manapun. ucap zoie.
Sean diam, baru kali iini dia diacuhkan oleh seorang wanita.
20 menit berkendaraan, kini mobil Sean sudah sampai didepan loby apartemen zoie.
"Aah sudah sampai rupanya" ucap zoie.
Zoie membuka sabuk pengaman nya, lalu memeringkan tubuhnya menghadap Sean.
"Sesungguhnya aku ingin mengenalmu lebih dalam..,aku salut denganmu karena kau tak menyentuh ku, padahal aku sudah tidur dengamu.." ucap zoie
Sean menautkan alisnya "Siapa bilang, aku sudah menyentuh dadamu, bahkan meremas nya.. ukuran nya sedikit lebih besar dari genggaman tangaku"
"Hahh" zoie tercekak melotot tidak percaya, hampir saja matanya keluar.
Sean tersenyum menyeringai.
"Tapi tidak bisa di pungkiri..aku juga terakhir denganmu, karena kau tampan dan kaya.."
Sean tertawa...
"Baik lah aku turun" kata zoie lalu membuka pintu.
Zoie keluar dari mobil, lalu berjalan menghampiri sisi Sean.
"Terimakasih ucapnya"
Sean meraih tangan zoie "Bahkan aku belum tau namamu".
"Namaku Zoie, Jika suatu saat kita bertemu tanpa sengaja, aku pastikan kau jodohku.. bye" ucap zoie dan hendak berlalu pergi.
Tapi Sean dengan cepat kembali meraih tangan zoie.
"Boleh aku aku ikut masuk ke apartemen mu?" tanya Sean
"Tidak, setelah ini aku akan langsung berangkat kerja" jawab zoie.
"Setidaknya berikan aku no telepon mu" iba Sean
Zoie diam.. saat ini dia masih tidak ingin berhubungan dengan pria manapun.
Dia masih takut, kandasnya hubungan nya dengan max membuat nya sedikit trauma untuk menjalin hubungan.
Saat ini zoie masi ingin sendiri, dia ingin menata hatinya terlebih dahulu. tapi dia tidak ingin membuat Sean tersinggung dengan penolakan nya.
"Aku sudah katakan padamu kan, jika kita bertemu kembali berarti kau adalah jodohku"
"Bagaimana jika kita tidak bertemu lagi" tanya Sean.
"Jika kau menyakini itu, maka itu yang akan terjadi' jawab zoie
Sean menatap dalam zoie.
"Aku ingin menata hatiku terlebih dahulu, aku belum siap untuk hati yang baru" jawab zoie akhirnya. "Pergilah... percayakan semua nya kepada takdir".
"Baiklah.. Aku pergi" ucap Sean.
Sean melanjukan mobilnya, meninggalkan apartemen zoie.
Zoie berada di loby apartemen, menekan tombol lift menunggu hingga pintu lift terbuka.
Zoie tidak menyadari bahwa max berada disana sedang menunggu nya, bahkan tadi max juga melihat zoie diantar oleh pria asing.
Max menghampiri zoie.
Zoie terlonjak kaget..
"Oh god.. "ucapnya lalu menepuk dadanya
" Ngapain kamu disini " tanyanya lagi
"Nungguin kamu lah" jawab max enteng
"Untuk? "
"Babe... setelah habis dari restoran kemaren, aku langsung nyusul kamu kesini... aku bolak - balik pencetin bell apartemen kamu.. tapi kamu gak buka - buka" ucap max.. "tadi malam aku juga datang.. tapi kamu juga tidak ada".
"Kamu yakin tadi malam kesini? " tanya zoie memastikan.
"Ya iya lah babe..aku kwatir sama kamu,,kenapa kamu gak di apartemen.. kamu kemana? tanya max.
"Bukannya tadi malam kamu di Club Siix yah" tanya zoie,
"Gak babe,,, aku gak kemana - mana aku disini nungguin kamu.. tapi kamu gak pulang - pulang. . aku kwatir sama kamu babe" jelas max.
"Ciihh" zoie berdecih...
"Berhenti membual max,, tadi malam aku juga berada di club itu.. bahkan aku melihat jelas kamu sedang bercumbu dengan wanita yang berbeda lagi". Ucap zoie
Seketika max terdiam, mulutnya terkunci rapat dia tidak mampu untuk berkata -kata.
Dan berketepan pintu lift juga terbuka.
Zoie buru - buru masuk kedalam lift dan meninggalkan max yang masi bengong. Kini zoie sudah berada di lantai kamarnya dian buru - buru masuk ke apartemen nya.
Syukur lah max tidak mengikuti nya.
Begitu masuk ke apartemen, zoie langsung menuju kamarnya, dia melempar tas nya sembarang diatas kasur.
Dia membaringkan tubuhnya sesaat, zoie meraih tas nya, lalu mengambil ponsel ya dari dalam.
Dan ternyata poselnya sedang mati.
Zoie langsung menchargernya, dia ingin tau bagaimana kabar kedua Sahabat nya.
Setelah mencharger ponsel nya, Zoie melihat jam yang ada di kamar nya, ternyata sudah menunjukkan jam 11.30am
"Oh astaga.... uda jam segini aja" ucap zoie lalu keluar dari kamar langsung meneju dapur. zoie kelaparan karena dia belum sarapan tadi pagi, jadi siang ini dia masak sesimpel mungkin.
Zoie merebus mie instant dua bungkus sekaligus lalu menambahkan beberapa potong sayur, dan memasukan satu butir telur dan potongan cabe rawit sebagai pelengkap.
Setelah masakanya matang, zoie memindahkan nya kemangkuk dan menghidangkan nya di meja makan.
Dia mengecap lidahnya beberapa kali, dia tidak sabar ingin segera memakan mie instan rebusnya.
Zoie mengambil garpu dan langsung mengaduk mienya, mengangkat keatas meniupnya hingga dingin lalu dimasukkan nya ke dalam mulutnya.
"Hmmmnn... enak sekali" ucap zoie, dia menghabiakt mienya hingga tandas tak tersisa.
Zoie merasa sangat kenyang. (iyalah menghabiskan dua bungkus mie, pake telor lagi).
Zoie menyenderkan tubuhnya ke kursi, mengelus perutnya yang membuncit efek kekenyangan, dan kemudian bersendawa.
"Thanks god,, rasanya kenyang sekali".
Setelah beberapa saat.. Zoie pindah keruang tamu kemudian menyalakan TV nya, dia ingin bersantai sejenak sebelum bersiap-siap berangkat kerja.
Bukanya menonton zoie malah melamun, dia mengingat kembali pertemuan nya dengan pria itu, seseorang yang tidak dikenal nya tapi mereka sudah tidur bersama.walaupun hanya tidur sih, tapi tetap saja itu adalah hal pertama bagi zoie tidur bersama dengan lelaki.
Zoie tidak munafik sebenarnya dia juga sudah sedikit tertarik dengan Sean. Jelas karena Sean Kaya dan juga tampan itu yang membuat nya sedikit terpikat dengan Sean.
Zoie bukan lah seorang wanita yang materialistis, dia hanya realistis, tapi sayang saat ini dia ragu untuk memulai hubungan baru.
Hai Readers.....
Terimakasih sudah sudi mampir di karya ku
Maaf jika banyak typo.
Mohon dukungannya guys
LIKE, COMMENT dan HADIAHNYA 🙏🙏
Salam Sehat..
Love
Author Loi ❤❤❤