
Zoie menepis tangan Sean, ketika Sean berhasil meraih tangan zoie.
"Lepas!!" ucap zoie dingin.
Sean hanya diam saja dan semakin mengeratkan genggaman nya ditangan zoie, mereka berdua terus berjalan hingga keparkiran.
Ketika sampai diparkiran, buru-buru zoie masuk kedalam mobilnya, tetapi langsung ditahan oleh Sean ketika hendak membuka pintu mobilnya.
Sean mengambil kunci mobil zoie dari tangan zoie.
"Masuklah, aku yang akan menyetir!!!" kata Sean.
Zoie diam saja tetapi menurut masuk kedalam mobil.
Sean mengemudikan mobil zoie, mengarahkan nya ke apartemen miliknya. Mereka berdua saling diam tak ada pembicaraan sedikitpun.
Setibanya di gedung apartemen, Sean masi terus menggengam tangan zoie bahkan hingga sampe kedalam lift.
Didalam lift Sean dan zoie masi tetap saling diam, mereka sama-sama menatap lurus kedepan.
Sesampainya diapartemen Sean, begitu pintu apartemen nya tertutup Sean langsung menarik zoie kedalam pelukannya dan memeluk zoie dengan erat.
"Sorry honey" bisik Sean ditelinga zoie, dengan mencium bagian belakang leher zoie.
Zoie tidak bereaksi, dia hanya diam Saja membalas pelukan Sean pun tidak. Sean menggiring zoie kesofa, dengan merengkuh bahu zoie.
Sean menarik pinggang zoie, agar zoie lebih dekat denganya.
"Aku menunggu penjelasan mu" ucap zoie ketika Sean menjatuhkan dagunya diatas bahu zoie.
Sean terseyum dan sekilas mencium pipi zoie.
"Nanti saja,, aku masi ingin memeluk mu, aku sangat merindukanmu sayang".
" Ck" zoie berdecak.
"Sayang, kita sudah lama tidak bertemu, seharusnya pertemuan kita ini, kita gunakan untuk saling melepas rindu" ucap Sean.
Sean semakin mengeratkan pelukannya, dia mencium dan menjilat leher hingga daun telinga zoie.
"Sean tolong jangan seperti ini".
"Aku benar-benar merindukan mu sayang".
"Tapi aku sedang marah denganmu Sean"
"Maaf sayang" sesal Sean.
"Seminggu terakhir ini, aku sangat sulit menghubungimu, kau tidak ada kabar sama sekali, aku sangat khawatir Sean... Kau tau itu?,".
"Dan tadi tiba-tiba aku melihat mu sudah berada di negara ini, dan dengan perempuan asing pulak, kau betapa kesalnya aku... rinduku yang tadi nya menggebu tiba-tiba menguap ketika melihatmu dengan wanita lain". Zoie bangkit berdiri dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
Sean langsung menahan tangan zoie, dan menariknya hingga terduduk dipangkuan Sean. Sean mengeratkan pelukannya dipinggang zoie.
"Sayang maaf, seminggu terakhir aku benar-benar sangat sibuk, aku harus segera menyelesaikan masalah disana agar aku bisa segera kembali, aku sengaja tidak mengabarimu karena aku ingin memberikan kejutan untukmu, tapi justru aku yang terkejut karena melihatmu disana, dan membuat mu menjadi salah paham".
"Kapan kau tiba disini" tanya zoie dengan ketus.
"Baru hari ini, jam 10 tadi aku sudah sampai, dimas yang menjemput ku dan kami langsung kekantor. Setelah dari kantor tadinya aku ingin langsung keapartemen mu, menunggumu disana, tapi tadi mama tiba-tiba telepon mengajak bertemu disana."
"Dan wanita itu??".
"Dia anak dari kerabat papaku, yang tengah mencari tempat untuk magang, ayahnya minta tolong kepada papa, agar dia bisa magang di perusahaan kami".
"Sayang... aku ingin mengajakmu kesuatu tempat malam ini, mau kan" tanya Sean dengan bibir nya yang menciumi tengkuk zoie, dan tangannya dia buat meremas pelan dada zoie.
Zoie hanya mengangguk, dia memejamkan matanya menikmati sentuhan Sean, yang sangat dirindukan nya.
Zoie melenguh dikala bibir Sean, menciumi titik-titik sensitif zoie. "Sayang... kita kekamar yah" ajak Sean.
Zoie kembali mengangguk. Dan tersenyum tipis dikala Sean mencium pipinya bertubi-tubi.
Melihat zoie mengangguk, Sean langsung menggendong zoie masuk kedalam kamar, merebahkan zoie dengan perlahan diatas ranjang.
"I miss you" ucap zoie akhirnya, Zoie meraba pipi Sean yang tengah berada diatasnya.