My First Story

My First Story
Bab 12



Setelah masalah tamu complain selesai zoie menghampiri Sean.


Saat hendak melangkahkan kaki nya.


May berdehem berkali kali dengan raut wajah seperti meledek.


"Kenapa lo?" tanya zoie menghentikan langkahnya dan menatap tajam kepada may.


"Gak papa bu.. samperin gih.. kasian nungguin lama" kata may dengan setengah berisik dibarengi dengan kekehan.


"Awas lo yah" kata zoie "Kerja yang benar.. jangan sampe lupa buat laporan.. " sambung zoie lagi "Gue tau lo lagi meledj gue" ucapnya lagi.


Sedang kan may membalasnya dengan tertawa dan kemudian menjulurkan lidahnya meledak zoie.


"Nanti jangan lupa cerita ya bu" kata may lagi.


"Ssstt" berisik lo kata zoie dan langsung meninggalkan may.


Zoie menghampiri sean.


Dia melihat Sean sedang memejamkan matanya. Zoie duduk disofa lain yang berada di samping Sean.


"ehmm" Zoie berdehem.


Seketika saja Sean langsung membuka matanya.


"Kau sudah selesai" tanya nya.


"hmmn" jawab zoie menggangguk.


"Ayoo ikutlah denganku ke kamarku". ajak sean


" Maaf aku gak bisa,, peraturan hotel staff tidak boleh memasuki kamar tamu jika bukan berhubungan dengan pekerjaan " jawab zoie


"Tapi aku tamu disini,.. apa aku harus complain dulu baru kau mau meng-handle ku" tanya Sean.


"Jam kerjaku sudah selesai, sekalipun kau mau complain,, bukan aku yang akan menanganinya" jawab zoie.


Mendengar jam kerja zoie yang sudah selesai, sean langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi dimas.


"Aku akan pergi,, tolong antarkan kunci mobilku,, aku menunggumu di lobby" kata Sean.


"Katamu... jam kerjamu sudah selesai kan?" tanya Sean memastikan "kalau begitu kau ikut denganku" sambung Sean lagi.


Zoie tidak menjawab dia hanya menggangguk kecil.


Tak sampai menunggu lama, dimas sudah berada di lobby, dia melihat Sean dan menghampiri nya ke sofa.


"Tuan" sapa dimas.


Sean menoleh "Oh kau sudah datang" katanya "tolong ambil kan mobilku dari parkiran" perintah Sean kepada dimas.


"Baik tuan" kata dimas dan berlalu pergi.


Sean berdiri lalu menggenggam tangan zoie dan mengajaknya keluar.


Mereka berjalan dengan tangan yang saling bertautan.


Zoie tersenyum kecil melihat tanganya yang digenggaman oleh Sean.


Kemudian Zoie melirik kearah meja resepsionis, dia melihat may yang memperhatikan nya dengan lekat.


Ketika mata mereka bersitatap zoie melototkan matanya sedang kan may hanya terseyum nyegir.


Untung saja tidak ada orang lain di sekitaran lobby saat itu.


Mobil Sean sudah berada tepat didepan lobby.


Dimas langsung keluar dari dalam mobil. dia menghampiri Sean dan menyerahkan kunci.


Sean menerima kunci dari Dimas dan langsung membukakan pintu untuk zoie. setelah zoie masuk Sean pun ikut masuk kedalam mobil.


Mobil masi dalam posisi menyala, jadi Sean langsung tancap gas saja.


Suasana mobil masi hening, tidak ada yang berbicara diantar mereka.


"Antarkan aku ke apartemen ku saja" ucap zoie memecah keheningan diantara mereka.


"Kenapa" tanya Sean.


"Hari ini aku sangat lelah dan juga gerah aku ingin mandi" jawab zoie


Sean tersenyum melihat zoie sekilas dan menggangguk kecil.


Suasana kembali hening. canggung itu yang mereka rasakan saat ini.


"Pesta nya belum selesai mengapa kau meninggalkan nya" kembali zoie yang memecahkan kehingan mereka.


"Aku tidak terlalu menyukai pesta,, aku tidak begitu suka keramaian" jawab Sean.


"Bukankah acara itu milik ayahmu?" tanya zoie lagi.


"Dan aku lumayan banyak minum tadi... jadi sedikit pusing " katanya lagi.


Zoie langsung menoleh kearah Sean, "bagaimana bisa kau menyetir kalau begini.. ini berbahaya" kata zoie sedikit panik.


"Heii... tenanglah aku hanya sedikit pusing,, aku bukan mabuk" jawab Sean meyakinkan zoie.


"Tapi tetap saja ini berbahaya" jawab zoie sedkit meninggikan suaranya.


"Bagaimana jika kau saja yang menyetir,, " tawar Sean kepada zoie.


"Aku tidak pernah membawa mobil seperti ini, aku tidak tau menggunakan nya" jawab zoie.


"Ya sudah kalo begitu... percayalah tidak akan terjadi apa apa terhadap kita" Sean kembali meyakinkan zoie.


Tanpa terasa kini mereka sudah sampai di apartemen zoie, 15 menit waktu yang mereka butuhkan, zoie mengarahkan Sean agar langsung memarkirkan mobilnya di basement.


Mereka berdua keluar dari mobil, berjalan bersama menuju lift.


Zoie menekan tombol lift, seketika pintu lift terbuka dan mereka pun masuk kedalam lift.


Pintu lift pun kembali terbuka, setelah sampai dilantai kamar zoie.


Setelah berjalan sedikit melewati lorong apartemen, kini mereka sudah berada didepan pintu kamar zoie.


Setelan menekan pascodenya, dan pintu pun terbuka.


Zoie mempersilahkan Sean masuk, dan membawanya ke ruang tamu.


Mata Sean berkeliling memperhatikan apartment zoie. Dia tersenyum dan mendudukan tubuhnya disofa.


"Maaf jika membuatmu tidak nyaman apartemen ku sangat kecil, tidak seperti apartement mu yang mewah itu" kata zoie.


Sean tersenyum.


"Tidak... aku sangat nyaman disini" jawab Sean kemudian membuka jas nya dan meletakkannya di senderan sofa, lalu mengbaringkan tubuhnya diatas sofa.


Zoie menghampiri Sean ke sofa, "kau mau kopi" tanyanya.


"Tidak.. Ambil kan aku air putih saja" jawab Sean


Zoie pun pergi kedapur dan membawa Sean segelas air putih, dan meletakkan nya diatas meja.


"Aku akan mandi sebentar, tunggulah disini" ucap zoie dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


"hmmn" jawab Sean kemudian mendudukkan tubuhnya lalu meraih air minum yang dimeja dan meminumnya hingga tandas.


Sean milirik pintu kamar yang dimasuki oleh zoie tadi. Berpikir sejenak.. tapi kemudian dia malah memasuki kamar itu.


"Kalau dia marah.. biarkan saja" ucapnya dan terkekeh sendiri.


Sean membuka pintu kamar zoie secara perlahan, mengedarkan pandang nya dia tidak. melihat zoie disana.


Dia mendegar suara gemercik air dikamar mandi, pertanda bahwa zoie masi belum selesai membersihkan diri.


Sean membuka 2 biji kancing teratas kemejanya, lalu menggulung lengan kemejanya hingga siku.


Dia merebahkan tubuhnya dan terlentang diatas kasur milik zoie.


Kamar zoie tidak terlalu besar, tetapi sangat rapi, tidak terlalu banyak perabot disana sehingga kamarnya terkesan luas.


Tak berapa lama, zoie keluar dari kamar mandi dia hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan ditubuhnya, dan menggulung rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


Zoie tidak menyedari bahwa Sean kini sedang berada dikamarnya.


Dia Bersenandung kecil, berjalan menuju lemari.


Zoie membuka pintu lemarinya, dan mengambil pakaian dalamnya dari sana.


Saat akan melepas handuknya.. Tiba tiba Sean berdehem.


"Ehemm....kau ingin menggoda ku" kata Sean kepada zoie yang tengah duduk disisi kasur memandang nakal dirinya.


Zoie terlonjak kaget.


"Oh god..... What you doing here" Ucapnya sedikit keras karena kaget, dan hampir saja handuknya melorot.


Sean menghampiri nya.


"Sean... jangan mendekat" ucap zoie.


Sean mengernyit, "kau tau namaku.? " tanya nya


Terimakasih sudah mampir kesini


Mohon dukungannya.. Like Comment dan hadiahnya


Love


Author Loie ❤❤❤