My First Story

My First Story
Bab 31



Sean menyampaikan kabar kehamilan zoie kepada kedua orang tuanya, dan berita ini disambut bahagia oleh mama Sean. Dia menyuruh zoie untuk berhenti bekerja dan meminta agar mereka tinggal dirumah utama saja. Zoie tidak masalah dengan hal ini justru Sean yang sedikit merasa keberatan tanpa alasan yang jelas.


Zoie sangat bersyukur karena di kehamilan nya yang pertama ini dia tidak merasakan yang namanya morning sickness.


Moodnya cenderung selalu baik, hanya saja dia menjadi lebih manja, dan sedikit lebih sensitif.


Kandungan zoie memasuki usia yang ke 5 bulan, berat badan zoie sudah naik sekitar 7Kg itu dikarenakan nafsu makan nya yang begitu meningkat, belum lagi sang ibu mertua yang hampir setiap hari datang ke apartemen mereka membawa makanan untuk zoie dan sang calon cucu.


"Sayang.. kapan kalian akan memeriksakan kandungan kamu lagi?" tanya mama Sean dengan terus mengelus perut zoie yang sudah membuncit.


Saat ini mereka tengah duduk disofa, mengobrol santai setelah selesai makan.Dengan posisi Zoie duduk ditengah, Sean berada disisi kirinya dan mama Sean berada disisi kanan zoie.


"Minggu ini sih harusnya mah, tapi kalo Sean sibuk minggu depan juga gak masalah mah".


"Aku bisa sayang, kamu atur aja jadwal dengan dokternya".


"Mama nanti ikut yah sayang, mama juga pengen lihat cucu mama".


Zoie tersenyum dan mengangguk kecil.


"Iya mah, nanti zu pasti akan kabarin mama kalo pas periksa".


✧・゚: *✧・゚:*


Hari ini zoie dan dokter kandungannya sudah membuat janji untuk pemeriksaan rutin kehamilan zoie.


Dengan didampingi suami dan ibu mertuanya, mereka pun masuk kedalam ruangan praktek dokter. Dan mereka pun langsung disambut ramah oleh sang dokter.


"Hallo nona zoie, selamat datang .... Wah rombongan yah datangnya" sapa sang dokter dengan nada bercanda.


"Iya donk dok, kan omanya juga pengen lihat keadaan cucunya" jawab mama sean.


"Wah... nyonya Andreas senang bertemu dengan anda". ucap sang dokter dengan menunduk hormat.


"Sama-sama dokter".


Setelah mengobrol sedikit, dokter tersebut pun menuntun zoie untuk naik ke bangkar dengan dibantu oleh perawat dan juga Sean. Setelah zoie berbaring dengan baik, sang perawat pun mengoleskan gel dibagian bawah perut zoie.


"Usia kandungan ibu sudah memasuki usia 23 minggu yah bu, dan janinnya sekarang sudah memiliki berat badan 600 gram, dengan panjang tubuh sekitar 29 cm. Babynya cukup besar ini bu untuk kehamilan di usia 23 minggu". Jelas sang dokter dengan ramah.


Dan dokter pun kembali melanjutkan penjelasan nya


"Di usia kehamilan ini, otot-otot tubuh janin sudah mulai terbentuk yah bu, dan berkembang dengan pesat sehingga ia menjadi sangat aktif dan banyak gerak. Janin juga sudah bisa mendengar suara dan merespons cahaya sepenuhnya." jelas sang dokter.


"Kamu harus sering-sering ngajak anak kamu ngobrol Sean, itu bagus untuk stimulasi bayi sedari masi didalam kandungan" ucap mama Sean.


"Iya itu benar tuan".


Sean tidak menjawab dia hanya tersenyum dan mengangguk kecil.


" Mau tau jenis kelamin nya gak? " tanya sang dokter.


Sean melihat zoie "Gimana sayang" tanya nya.


"Terserah kamu sayang, mau nanti juga boleh, mau langsung tau sekarang juga gak apa-apa"


Sean melihat kearah mamanya.


"Mama gimana"


"Mama terserah kalian saja, yang penting itu cucu mama, mau lakik, perempuan semua sama, omanya tetap sayang".


Mendengar Jawaban mamanya, yang tidak masalah dengan jenis kelamin anaknya Sean pun memutuskan untuk mengetahui jenis kelamin nya hari itu juga.


"Jenis kelaminnya Laki-laki tuan" ucap sang dokter.


Senyum Sean langsung mengembang seketika, Dia langsung menciumi wajah zoie bertubi-tubi.


"Thank you sayang, thank you.. I love you" ucapnya berulang kali.


Mengetahui bahwa calon anaknya Berjenis kelamin laki-laki ada kebahagiaan tersendiri dihati nya. Begitu pun dengan mama Sean bukan bermaksud apa hanya saja mendengar calon cucunya berjenis kelamin laki-laki membuatnya begitu senang, karena kelak dia akan menjadi akan menjadi pewaris keluarga nya.