My First Story

My First Story
bab 23



Waktu terus berjalan sudah hampir sebulan tapi Sean masi belum bisa kembali. Adanya masalah di proyek membuatnya, menjadi sedkit lebih lama berada disana. Dan sudah hampir seminggu ini sean tidak ada komunikasi sama sekali dengan zoie. Selain karena dia sangat sibuk sean juga sengaja melakukannya. Karena saat ini sean baru saja tiba dibandara hari ini dia telah kembali ke indonesia.


Dimas menjemput Sean kebandara, dan mereka langsung menuju perusahaan sejenak, baru setelahnya dimas mengantarkan Sean untuk bertemu dengan mama Sean di salah satu restaurant yang berada dipusat perbelanjaan.


Sedangkan di tempat lain.


Zoie sedang merasa sangat kesal, karena sudah beberapa hari ini sean tidak bisa dihubungi dan tidak ada kabar sama sekali, pikiran - pikiran negative menghampiri kepalanya.


Karena memikirkan sean, zoie menjadi tidak fokus pekerjaan nya sedikit berantakan hari ini. Bahkan zoie sampai dipanggil oleh RDM karena ada tamu complain hari ini.


Mood zoie benar-benar buruk saat ini, dia harus menghadapi tamu yang banyak drama, complain ini dan itu yang Ujuk-ujuknya minta Complimentary. Belum lagi tidak ada kabar sama sekali dari Sean hingga hari ini.


Saat jam pulang kerja tiba, zoie langsung membereskan meja kerjanya. Dia ingin pulang tepat waktu kali ini.


Zoie menghubungi sasa dan zara sahabatnya untuk dia ajak bertemu, mereka sudah berjanji untuk bertemu di salah satu mall, mereka akan sedikit bernostalgia hari ini, karena mereka sudah cukup lama tidak bertemu.


Zoie mendapat kabar, bahwa zara sudah berada didalam mall, dan dia sedang menunggu zoie dan sasa di salah satu restaurant didalam mall tersebut.


Sesampainya dimall, zoie bergegas masuk kedalam langsung menuju tempat dimana zara tengah menunggu nya.


Saat zoie akan masuk, zara melihat zoie yang tengah mengedarkan matanya mencari keberadaan zara, zara berdiri dari duduknya.


"Zu... Zoie.. gue disini" teriak zara seraya melambaikan tanganya memanggil zoie. Zoie yang melihat zara langsung datang menghampiri nya.


Sean yang juga berada di restoran yang sama, dia duduk membelakangi zara yang tidak jauh dari meja Sean, Sean mendengar ketika zara memanggil zoie.


Sean menoleh pas disaat zoie akan duduk dikursinya, hingga tatapan mereka pun bertemu.


Sean kaget sedangkan zoie mengernyit, memastikan penglihatan nya.


"Sean" ucap zoie dengan nada kaget.


Sean tidak menjawab dia hanya terseyum kaku.


Zoie melihat kearah seberang Sean, ada seorang wanita cantik yang tengah duduk disana bersama dengan Sean.


Seketika raut wajah zoie berubah menjadi masam.


"Ada apa" tanya zara bingung melihat raut wajah zoie dan memutar tubuhnya melihat kebelakang.


Sasa baru saja tiba, dia perpapasan dengan zoie dipintu saat zoie berjalan tergesa-gesa keluar dari restaurant.


"Zuu" panggil sasa.


"Gue balik, zara didalam" kata zoie dengan dengan terus berjalan meninggalkan sasa.


Sasa masuk kedalam restaurant, dia menghampiri zara.


Dia juga semakin bingung, saat melihat Sean yang juga berada disana berlari mengejar dengan memanggil nama zoie.


"Ada apa?" tanya sasa.


"Ntah" jawab zara dengan mengangkat kedua bahunya.


Mereka berdua melihat kearah meja yang Sean tempati tadi, mereka melihat wanita cantik itu tengah merengut, terlihat jelas bahwa dia sedang kesal.


"Dia siapanya Sean" tanya sasa.


"Gue juga tau apa-apa Sa" jawab zara. "Pas zoie datang, ternyata Sean uda ada disana sama wanita itu".


"Bukanya kata zoie Sean masi di London?" tanya sasa lagi.


"Gue gak tau sa.. gue gak tau apa-apa!!" jawab zara gemeess "Ga usah kepo deh" sambung zara.


"Gak mungkin kan sean selingkuh??". tanya sasa tapi matanya melirik kearah meja wanita tadi.


"Sasaaaaaaaaaa".


"Iya... iya... " jawab sasa dengan masi tetap melirik kemeja itu.


Zara hanya menggeleng dengan kelakuan sasa, dan hanya dibalas sasa dengan tersenyum menunjukkan deretan gigihnya.


Sedangkan zoie terus berlari kecil menuju pintu keluar mall, Sean semakin mempercepat langkahnya untuk bisa menjangkau zoie.


Zoie menepis tangan Sean, ketika Sean berhasil meraih tangan zoie. Sean hanya diam saja dia terus mengikuti zoie hingga keparkiran.