My First Story

My First Story
Bab 11



"Mama atur aja waktu dan tempatnya, Sean janji akan meluangkan waktu Sean" ucap Sean kepada mamanya.


"Kamu janji kan sayang" tanya mama memastikan.


"Iya ma,, kapan Sean bohong sama mama... udah yah mah Sean mau naik dulu". kata Sean lalu mencium pucuk kepala ibunya dan berlalu pergi.


Saat Sean hendak keluar, Dimas menghampiri nya.


"Tuan,, apa anda ingin pergi" tanya dimas.


"hmmmn" jawab Sean


"tapi pestanya belum selesai tuan".


"Aku ingin kembali ke kamar... kau tetaplah disini sampai acaranya selesai" perintah Sean


"Tapi tuan... " belum selesai dimas berbicara, ucapan sudah langsung di potong oleh Sean.


"Aku sudah izin papa" jawab Sean


"Baik tuan" angguk dimas.


Sean pun pergi meninggalkan area pesta.


Dia berjalan dilorong hotel menuju lift, tidak jauh dari tempatnya dia melihat Zoie sedang berbincang dengan seorang pria yang membawa troli didepan kamar hotel.


Sean memicingkan matanya memastikan penglihatannya. Dia sangat yakin bahwa itu adalah zoie. "Apakah dia wanita itu.. tapi Sedang apa dia disini" tanya sean dalam hati.


Tanpa dia sadari dia malah berjalan hendak menghampiri zoie, dia melihat zoie masuk kedalam kamar bersama sipria yang membawa troli itu.


Karena Sean penasaran, Sean tetap melanjutkan langkahnya menghampiri kamar hotel tersebut, dia tidak masuk tetapi dia menunggu didepan pintu kamar. Sean berdiri disana menyenderkan tubuhnya lalu mengangkat salah satu kakinya dan menempelkan nya di dinding. dan kedua tangannya dimasukkan kedalam kantong celana nya.


Tak berapa lama pintu kamar tersebut dibuka dari dalam.


Zoie keluar sendiri dari dalam kamar tersebut.


"Oh.. God" zoie terkejut refleks memegang dadanya. melihat Sean yang berdiri tepat didepan pintu.


"Hi" sapa Sean dengan senyum yang menawan.


"Oh Hi" balas zoie dengan mimik wajah yang masi terlihat terkejut.


Sean tersenyum. Sejenak zoie terpana melihat senyum Sean.


"Kita bertemu kembali" ucap nya. kemudian Sean membenarkan posisi tubuhnya kini dia sudah berdiri tegak.


"Hmmn" jawab zoie singkat, menggaruk tengkuknya, dia bingung tidak tau mau berbicara apa lagi.


Sean menatap nya dengan intens dengan senyum yang tak lepasnya dari bibirnya.


Zoie benar benar salah tingkah, dia bingung tanpa sadar dia menunduk dan menggigit bibir bawahnya.


"Kenapa aku harus ketemu dia disini sih" kata zoie dalam hatinya.


Baru Sean hendak bertanya.


Di waktu yang bersamaan, pintu kamar kembali dibuka dari dalam.


"Loh bu zoie, masi disini yah" tanya sipria sipembawa troli tadi.


"Oh... Iya... kamu sudah selesai" tanya kepada sipria tadi


Sedang sipria tersebut langsung pergi, dia pikir zoie sendang meng-handle tamu hotel.


"Kamu stay disini?" tanya Sean menyelidik.


"Tidak.. aku bekerja disini" jawab zoie.


Sean melihat jam tanganya "Sampe selarut ini" tanya nya lagi


"hmn" jawab zoie singkat.


Hening


Mereka masi berdiri disana, mereka merasa sedikit canggung satu sama lain.


"Aku ingin bicara denganmu" ucap Sean memecah keheningan diantara mereka.


"Maaf aku tidak bisa, aku masi sedang dalam. posisi kerja". kata zoie dan akan berlalu pergi.


Baru saja zoie hendak melangkahkan kakinya, Sean langsung menarik tangan nya.


"Apa kau masi mengingat dengan kata -katamu waktu itu" tanya Sean.


Zoie tersenyum.


Sebenarnya dia masi ingat betul dengan ucapan nya waktu itu, hanya saja dia tidak menyangka bahwa mereka akan bertemu secepat ini.


"Sebentar.. aku jawab ini dulu" katanya kepada Sean.


Sean senyum dan mengangguk tanda mengijinkan zoie.


"Masuk may.. masukk" jawabnya sambil mendekat kan HT ke mulut nya.


"Bu zoie posisi dimana?? tanya yang bernama may itu di HT.


"Aku dilantai 5 kenapa" tanya zoie.


"Tamu kamar 407, complaint bu, katanya tadi dia order room service bu.. udah dua jam tapi orderannya belum diantar... jadi tadi tamunya marah- marah ditelfon bu" jawabnya.


Zoie memijit pelipisnya. "Udah kamu kontak orang FB belum" tanya nya lagi.


"Udah bu,, tapi kata orang Roomservice gak ada orderan dari kamar 407".


" Oh God" jawab zoie mengehela nafasnya. "Kamu uda tanya orang restoran belum, siapa tau tamunya order kesana" tanya zoie lagi.


"Belum bu... tadi saya sudah hub pak max, tapi gak ada jawaban"


"Coba kamu cek siapa yang incharge di restoran... jangan hubungi max.., dia sibuk.. dia handle ballroom" kata zoie dengan nada yang sudah kesal.


"Gue turun sekarang" katanya lagi


Sedangkan Sean masi terus memperhatikan zoie, dia terkekeh melihat setiap perubahan di wajah zoie yang sangat lucu menurut sean. apalagi ketika zoie saat sedang marah - marah Sean justru menganggap zoie sangat menggemaskan.


"Maaf aku harus pergi, aku ada pekerjaan yang urgent, kamu sudah dengar sendiri kan" kata zoie kepada Sean.


Zoie langsung pergi begitu saja meninggalkan Sean yang masi berdiridi. posisi nya.


Zoie menekan tombol lift, dia menunggu beberapa saat baru pintu lift terbuka.


Zoie masuk kedalam lift.


Dan ternyata Sean juga menyusulnya, dia ikut masuk kedalam lift bersama zoie.


Zoie menatap heran kearah Sean.


Sedangkan Sean tersenyum acuh, menggedikan bahunya.


Tak berapa mereka telah sampai dilobby, dan pintu lift pun terbuka.


Zoie keluar terlebih dahulu dengan langkah sedikit berlari, dia menghampiri meja resepsionis.


Sean mengekori zoie hingga kemeja resepsionis juga.


"Gimana may" zoie langsung bertanya kepada operator yang ada disana.


"Tadi aku udak cek sama orang FB bu, mereka masih menyelusuri masalahnya nya, Soalnya satu pun orang Roomservice tidak ada yang merasa menerima telepon taking order dari tamu tersebut". jelas may kepada zoie.


Melihat Sean yang ikut berdiri di dekatnya membuat zoie sedikit tidak nyaman..


Dia menyuruh Sean duduk di sofa, dia akan menghampiri nyA nanti setelah masalah pekerjaan nya selesai.


Sean mengganguk setuju, sebenarnya dia sedikit lelah, dan pusing dikepalanya juga masi ada


Tapi demi zoie dia mampu menekanya.


May memperhatikan interaksi antara zoie dan dan Sean, dia sedikit mengernyit dan bertanya dalam hatinya kenapa bisa zoie seakrab itu dengan Sean sang tamu VVIP mereka. apa mereka sudah pernah bertemu pikirnya


"Siapa manager on duty malam ini" tanya zoie seketika membuyarkan lamunan may


"Pak johan.. Bu" jawab may


"Kamu sudah memberitahu kan beliau masalah ini? " tanya zoie.


"Sudah bu" jawab may.


"Ok, biar kan mereka yang menyelesaikan nya. . soalnya ini tanggungjawabnya mod" kata zoie.


Zoie kemudian melirik jam ditangan nya, sudah menunjukkan pukul 10 malam, sebenarnya ini sudah bukan jam kerja zoie lagi tapi karena event ini, membuat hampir seluruh manager menjadi lembur.


Pestapun sepertinya juga sudah hampir selesai, terlihat dari beberapa tamu undangan berjalan keluar melewati lobby.


setelah masalah tamu complain selesai zoie menghampiri Sean.


Terimakasih sudah sudi mampir disini


Mohon like, comment, dan hadiahnya


love


Author Loi❤❤❤