
"Apa kau meragukanku?.. Tapi kenapa kau mau melakukan nya denganku?" tanya sean.
Dan kembali mengecup kepala zoie.
"Entahlah... aku hanya mengikuti naf.su dan naluri ku".
"I told you.. kau adalah wanita pertama, yang mampu menarik perhatianku, dan pikiran ku selalu tertuju padamu".
"Kau tau sejak pertemuan kita di club, aku selalu memikirkan mu, bayangan mu ketika tidur dikamarku selalu mengusik ku"
"Benarkah" tanya zoie.
"Hmmn... bahkan aku pernah mendatangi gedung apartemen mu". Berharap aku melihat mu disana.
"Aku juga sempat menyuruh dimas, untuk mencari tau tentangmu, tapi kemudian aku menyuruhnya untuk menghentikan nya".
"Kau tau... aku mengingat kata- katamu jika aku memang jodohmu, kita akan bertemu".
"Ntah kenapa, hatiku kecil ku mengatakan untuk mempercayai ucapan mu".
"And see.... kita bertemu kembali" ucap zoie
"Hmmnn.. kau benar sayang.. tidak butuh waktu lama kita sudah bertemu kembali".
Sean dan zoie sama tersenyum, saling menatap dengan tatapan yang.. entah lah..
Sean mendekat kan wajahnya ke wajah zoie, dang langsung mencium dan menyesap bibir zoie dengan sangat lembut.
Zoie memejam kan matanya, dia menikmati, meresapi, dan menyelami perasaannya melalui ciuman mereka.
Sejujurnya zoie masa sangat takut memulai hubungan baru, dia masi trauma dengan penghianatan max, dia sangat takut jika perasaan yang dimiliki Sean untuk nya hanya sementara.
Apalagi sean adalah sosok di luar jangkauan nya, perbedaan mereka bagai langit dan bumi.
Menyerahkan mahkota berharga nya kepada Sean tak pernah terbesit didalam pikiran zoie, Mau menyesal sudah tidak ada guna, dia yang salah yang tak bisa mengontrol diri.
Ditengah kemelut hati-Nya, ciuman Sean semakin dalam tanpa sadar zoie malah mende.sah.
Hasratnya terpancing, malah dia menginginkan lebih. Tanganya menyusuri punggung sean, bergerak naik turun membelai nya dengan lembut.
Tangan Sean juga sudah ikut bekerja, menjelajahi tubuh zoie hingga berakhir di gundukan nya.
Sean meremas, memijat nya dengan lembut dan penuh sayang.
Zoie tak mau kalah, tanganya kini sudah turun menyentuh, menggenggam, dan memijit lembut milik Sean yang menegang sempurna, menggerakkan tanganya dengan ritme naik turun.
"Oh... sayang... "
"Kau siap jika mengulanginya kembali" tanya Sean dengan nada yang sudah sangat serak dan mata terkabut..
Zoie tersenyum dan kemudian menggangguk.
Di pertengahan malam menjelang subuh ini mereka melanjutkan sesi kedua mereka.
Dan desa.han keduannya kembali memenuhi ruangan itu.
❤❤❤
Pagi menjelang.
Jam sudah menujukan pukul 11pagi.
Kedua insan ini masi bergelung dan saling perpelukan dibawah selimut mereka.
Setelah sesi kedua selesai, ternyata mereka masi melanjutkan nya kembali, hingga Subuh barulah percintaan mereka berakhir, itupun karen zoie sudah mengibarkan bendera merah tanda menyerah.
Ponsel zoie sedari tadi sudah berbunyi, tapi tak mampu membangun kan pasangan yang belum sah ini.
Hingga panggilan yang kesekian kali, barulah zoie mendengar nya.
Dengan mata yang terpejam, zoie meraba nakas yang berada disisi ranjang nya, kemudian meraih ponsel nya, tanpa melihat nama penelepon zoie langsung saja menjawab nya.
"Hallo" sapanya dengan mata yang masi terpejam.
"Zu.. oh thanks god.... Lo dari mana aja sih....Gue didepan pintu apartemen lo, Buka sekarang" Pinta seseorang dari seberang sana dengan nada yang sudah sangat kesal.
"Haah.... siapa ini" tanya zoie. menautkan kedua alisnya kemudian mencobat melihat nama si penelepon dengan mata yang memicing.
"Zoieeeeeee" teriak sasa dari seberang sana.
"Sasa..... astaga ngapain lo kesini? " jawab Oie dengan suara yang sedikit keras karena kaget.
Zoie mengangkat tangan sean yang melingkar dipinggang nya, dan berusaha untuk duduk.
"Awww..." Ringis zoie merasakan nyeri dipangkal pahanya ketika menggerakkan tubuhnya saat hendak duduk.
"Are you ok honey" tanya sean yang tiba-tiba terbangun.
"Lo Kenapa zu" tanya sasa,
Sasa dan sean bertanya diwaktu yang bersamaan.
"Hmmn... i'm ok" jawab zoie dan tersenyum kearah sean.
"Zu... lu dimana,, koq ada suara laki- laki?... lo lagi sama max yah? " tanya sasa lagi.
"Mmm... Sa... sorry bangat gue lagi gak diapartemen nih, lu balik aja yah"
"Nanti gue telepon lo lagi". Jawab zoie yang terpaksa harus berbohong.
Tidak ada jawaban dari seberang sana.
"Hallo Sa... ". Zoie melihat ponselnya dan memastikan telepon nya masih tersambung.
"Hmmn.. ok gue balik sekarang". jawab sasa tanpa banyak bertanya lagi.
"Lo utang cerita sama gue" lagi lanjut sasa lagi.
"Hmmn... Bye Sa" zoie langsung mematikan ponselnya, meletakkan kembali diatas nakas.
Sedangkan sean sedari tadi hanya diam saja, dia memeluk erat pinggang zoie.
Sean mendongak kan kepalanya, melihat kearah zoie yang tengah bersandar di kepala ranjanh. "Uda selesai" tanya sean.
Zoie tersenyum dan mengangguk kecil.
"Yang menelepon tadi siapa?''
"Sasa.. dia sahabat ku".
Zoie melirik jam yang ada dikamarnya.
"Hah.. udah jam segini aja" kaget zoie, ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 lewat, hampir tengah hari.
Sean tersenyum, mengecup perut zoie berusaha duduk mensejajarkan tubuhnya dengan zoie.
Sean merentangkan kedua tanganya, meminta zoie agar masuk kedalam pelukanya.
Sean mencium kening zoie, yang berada dipelukanya.
"Untung hari ini aku libur kerja,, kalo gak bisa kacau".
"Ini hari minggu honey" jawab Sean seraya memainkan rambut zoie dan menghirup aroma khasnya.
"Se aku lapar".
Zoie mengeratkan pelukan nya dan mengosok- gosokan hidungnya di ceruk leher Sean.
Aksi zoie ini membuat Sean meremang, miliknya yang sudah bangun sedari tadi kini semakin tegak sempurna.
Sean menarik tangan zoie, dan mengarahkan tangan itu ke milik nya yang susah kembali siap tempur.
"Se.... astaga" kaget zoie, menatap heran ke arah Sean
Sean terkekeh. Mencium pucuk kepala zoie bertubi- tubi. Sedangkan tanganya menahan tangan zoie agar tetap berada disana.
Zoie pun akhirnya menggenggam milik Sean, memijit nya perlahan.
Sean meletakan dagunya diatas kepala zoie, memejamkan matanya menikmati pijitan zoie dimiliknya.
"Aku lapar Sean".
"Hmmm".
Suara Sean sudah sangat berat, dan Tangannya dia buat untuk mengelus punggung mulus zoie dengan gerakan naik turun.
Sean mengangkat dagu zoie, agar melihat ke arahnya. matanya sudah sangat sayu.
"Honey.. one more time.. pliss"
Sean langsung ******* bibir zoie, tanpa menunggu jawaban darinya.
Mereka mengulangi kembali percintaan mereka disiang bolong ini.
Sean melakukannya dengan cepat, karena dia dan zoie sudah sama -sama kelaparan.
Setelah percintaan panas mereka selesai, Sean langsung mengangkat zoie kekamar mandi, dan mereka pun mandi bersama dibawah guyuran air shower.
Selepas mandi zoie memakai bajunya, sedangkan Sean hanya menggunakan boxernya saja. Karena dia tidak memiliki baju diapartemen zoie.
"Se... aku pesan makanan aja yah, kamukan gak ada baju sini, jadi gak mungkin kita makan diluar".
"Hmmn.. aku mau ambil ponselku dulu diruang tamu" jawab Sean.
Sean keluar dari kamar, disusul zoie dari belakang.
Mereka duduk disofa ruang tamu. Sean mengambil ponselnya yang berada disaku jasnya yang dia letakan diatas sofa.
Dia memeriksa ponselnya yang sudah hampir kehabisan daya.
Dia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab disana, dari asisten nya dan asisten sang ayah.
Sean menghubungi asisten nya terlebih dahulu.
Terimakasih sudah sudi mampir.
Love
Author Loi ❤❤❤