
"Sean,,, bangun.. udah pagi ini". Zoie membangunkan Sean dengan cara mengguncang bahunya pelan.
Zoie duduk disisi ranjang, ketika membangunkan Sean. Tak lama Sean mengerjab dia menggerakkan matanya berulangkali.
Dia terseyum melihat zoie yang duduk disamping nya, dan langsung memeluk pinggang zoie dari samping.
" Morning.. honey " ucapnya dengan mata yang masi terpejam dan seyum yang melengkung dibibirnya.
"Morning" balas zoie dengan mengusap pelan lengan Sean yang melingkar di perutnya.
"Bangun yukk, temanin aku sarapan, sebentar lagi aku harus berangkat kerja".
" Five minutes " ucap Sean.
"Aku tunggu kamu diluar".
" Hmmn".
Zoie berdiri dan berjalan keluar dari kamar. Dia menunggu Sean dimeja makan dengan memainkan Ponselnya.
Tak berapa lama Sean keluar dengan hanya menggunakan Bathrope. Dia mencium pucuk kepala zoie begitu sampai dimeja makan dan duduk di kursi sebelah zoie.
Begitu mendudukkan tubuhnya Sean meraih gelas kopinya. Sebelum Sean menyeruput kopinya zoie sudah terlebih dahulu mencegah nya.
"Minum air putih dulu,.. baru kopi" zoie menyodorkan air putih kepada Sean.
Sean tersenyum dan meraihnya.
"Thank you honey".
Cup. Sean mencium pipi zoie.
Zoie memakan sarapannya begitu pun Sean, mereka sarapan bersama pagi ini.
"Jam berapa kamu masuk kerja, Aku akan mengantar mu". Ucap Sean
Zoie menautkan kedua alisnya.
"Aku akan terlambat jika masi harus menunggumu Sean".
"Aku tidak perlu mandi, aku hanya akan memakai bajuku saja". Kata Sean, dia meneguk sisa kopinya dan langsung berdiri masuk kedalam kamar untuk memakai bajunya.
Sean pergi kekamar untuk memakai baju, zoie membereskan meja makan nya, mengangkat piring dan gelas bekas mereka ke cucian piring kotor.
Tidak sampe lima menit Sean sudah keluar, dengan rambut yang sedikit basah, dia menggunakan kaos hitam polos dan celana jeans. Kemaren dimas sudah membawanya beberapa pasang pakaian untuk dia tinggalkan di apartemen zoie. Walaupun tanpa mandi dia tetap terlihat mempesona.
"Ayo" ucap nya ketika sudah berada dibelakang zoie sedang membilas piring yang telah dia cuci.
Zoie menoleh.
"Sebentar" ucapnya.
Setelah selesai mereka langsung keluar dari apartemen zoie, mereka turun ke basement dengan menggunakan lift.
Ketika berada di dalam lift, Sean menarik zoie dan merengkuh pinggang nya dan mencium pucuk kepala zoie.
"Jangan jauh- jauh sayang". ucap Sean.
Zoie menurut saja, dia juga ikut melingkarkan tanganya dipinggang Sean.
"Kabarin aku jika sudah waktunya pulang , Aku akan menjemput mu nanti".
"Hmmn... Apa kamu tidak bekerja?" tanya zoie.
"Setelah mengantarmu aku akan langsung ke apartmentku, dan baru setelahnya aku akan kekantor".
Zoie melihat jam dipergelangan tanganya.
"Ini sudah jam setengah 8, kamu masuk kerja jam berapa?" tanya zoie.
Mereka keluar dari lift ketika pintu sudah terbuka, Sean merangkul zoie dan berjalan bersama menuju mobil Sean.
"I'm the boss baby,.. tidak akan ada yang berani memarahi aku selain papah" ucap Sean dengan senyum.
"Cih" decih zoie.
"Sombonh sekali" ucapnya lagi.
Sean tergelak dan mengacak rambut zoie.
Sean membuka pintu mobilnya, dan mempersilahkan zoie untuk masuk. Dan menutup kembali setelah zoie duduk, dan dia pun masuk kedalam mobil menyusul zoie.
Setelah menyalakan mobilnya, menunggu sebentar dan langsung melajukan mobilnya menuju hotel tempat zoie bekerja.
"Apa kau mempunyai mobil lain selain ini?" tanya zoie.
"Kenapa sayang, Kau tidak menyukai nya?" Sean menjawab zoie dengan pertanyaan.
"Bukan, hanya saja ini terlalu mencolok, aku tidak nyaman". ucap zoie.
"Baiklah, aku akan menggunakan mobil yang lain nanti"
"Hmmn, gunakan mobil yang biasa saja".
"Kau tau sayang, kau adalah wanita terunik yang pernah aku temui" ucap Sean.
Zoie menoleh "masa"
"Hmmn,, kau adalah wanita pertama yang berani menolakku ketika diclub, dan kedua kau adalah wanita pertama yang juga menolak menggunakan mobil mewah ku ini". ucap sean
"Kau tidak takut, jika itu hanya alibiku saja, bagaimana jika nanti ternyata aku lebih parah dari wanita- wanitamu terdahulu".
Sean tertawa.
"Entah kenapa, hati kecilku berkata kau tidak akan melakukan nya"
"Jikapun iya.. kau tidak akan bisa membuatku bangkrut sayang".
" Lihat saja nanti,,, akan kubuat kau nangis darah" ucap zoie
Sean terkekeh dan meraih tangan zoie dan menciumnya bertubi-tubi.
" I love you".
"Aku sangat menunggu balasan kata cinta darimu".
Zoie tersenyum. Memalingkan wajahnya menatap lurus kejalanan.
Tidak berapa lama mobil Sean sudah memasuki area hotel, Zoie menyuruh Sean mengarahkan mobilnya kepintu belakang.
Ketika sampai disana, saat zoie hendak turun Sean menahan zoie, dia meraih tengkuknya dan ******* bibir zoie sedikit lama.
Sean mengusap lembut bibir zoie dengan jempolnya, dikala ciuman mereka terlepas.
"Aku akan menjemput mu nanti" Ucap Sean dan kembali mengecup bibir zoie.
"Hmmn"
Daan kemudian zoie turun dari mobil, zoie melambaikan kecil tanganya disaat mobil Sean melaju pergi.
"Morning bu zu" sapa seseorang dari belakang.
Zoie menoleh "Oh lo may,,,, Lo masuk pagi yah".
Bukannya menjawab, may malah meledek zoie.
"Cie.. cie yang diantar.... May kenal loh bu sama mobilnya".
"Apaan sih Lo, rese deh". Ucap zoie dengan pipi yang sudah memerah dan sedikit malu- malu.
Melihat zoie yang sedikit salah tingkah, may semakin gencar menggoda nya.
"Astaga bu,, ada kissmark tuh dileher ibu".
Zoie panik dan langsung meraih ponselnya, dia membuka kamera untuk memastikan ucapan may.
Saat zoie sedang berkaca.
May tertawa terbahak-bahak.
Zoie baru sadar bahwa dia hanya dikerjai oleh may.
"Shiit" umpat nya. Sedangkan may sudah masuk kedalam laundry untuk mengambil uniform nya
"May.... Awas lo yah" teriak zoie, sedangkan may sudah berlari dengan melambaikan tanganya kearah zoie.
Tanpa zoie sadari ternyata ada max dibelakangnya.
"Morning zu", sapanya.
"Hi... Morning max" jawab zoie santai dan terus berjalan keruangan laundry untuk mengambil uniform nya.
"Yang ngantar kamu tadi siapa?". tanya max.
Zoie menghentikan langkah nya dan menoleh kearah max.
"Pacar gue" jawabnya dan kemudian melanjutkan langkah nya.
"Congratulations".
"Thank you" jawab zoie singkat, dan langsung mengambil uniform nya yang telah disediakan oleh pihak laundry, dan berlalu pergi menuju locker.
Setelah mengganti bajunya dengan uniform, zoie segera turun dan langsung menuju ruang FO, sesampainya disana zoie langsung menuju mejanya dan menghidupkan komputernya.
"Morning guys" Sapanya kepada beberapa staff Fo yang berada diruangan itu.
"Morning bu" Balas mereka.
Sembari menunggu komputer nya loading, zoie menanyakan beberapa hal kepada staff nya.
Dia mencatat yang menurutnya penting saja, untuk dia bahas di manajemen morning Breafing nanti.
Terimakasih sudah mampir,
Mohon dukungannya, Like Comment, dan hadiahnya ❤❤❤❤