
Sean dan zoie akan tinggal diresort ini hingga beberapa hari kedepan, menikmati manisnya bulan madu sebagai pasangan baru.
Sesuai rencananya Sean akan mengajak zoie untuk snorkling hari ini, Sean sudah menyiapkan semuanya termasuk menyiapkan kan speedboat yang akan membawa mereka ke spot terbaik untuk snorkeling.
Sean sudah siap sedari tadi, sedang kan zoie masi asyik bergulung dibawa selimut.
"Sayang, kita jadi pergi tidak" tanya sean yang sudah sedikit jengkel, karena zoie susah sekali untuk dibagunin.
"Aku ingin sekali pergi, tapi rasanya tubuhku malas sekali untuk bergerak" keluh zoie.
Sean menarik nafasnya dalam, dia langsung membuka selimut yang membungkus tubuh polos zoie, dan langsung mengangkat zoie kedalam kamar mandi, mendudukkan nya diatas closed, dan kemudian mengisi bath up dengan air hangat.
"Aku tidak ingin mandi Sean, aku sangat malas bersentuhan dengan air pagi ini".
Setelah air dibath up terisi setengah, Sean kembali menggendong zoie dan meletakkan nya diatas bath up.
"Aku akan membantu mu"
Zoie tersenyum kecil mendapatkan perlakuan manis ini dari Sean. Dia mencium singkat bibir Sean "Thank you, sayang" ucapnya.
"Hmn.. Mandilah".
"Kau Tidak ingin ikut mandi bersama denganku?".
"Tidakk.. aku sudah mandi sayang, aku hanya akan memandikan mu saja".
Zoie meraih tangan Sean. "Tunggu saja diluar, aku akan melakukan nya dengan cepat".
" Baiklah,, panggil aku jika sudah selesai "
Sean pun keluar dari kamar mandi, dia duduk disofa tidak jauh dari ranjang dengan memainkan ponselnya.
Tidak berapa zoie keluar dari kamar mandi, dengan memakai Bathrobe dan handuk yang melilit di kepala nya. Dan mendudukkan tubuhnya dimeja rias.
Melihat zoie yang keluar dari kamar mandi Sean pun menghampiri nya. Dia membantu melepaskan handuk yang melilit dikepala zoie dan juga membantu mengeringkan rambut panjang milik zoiezoie dengan hairdryer.
"Baby... aku merasa ada sesuatu yang aneh denganmu, ini seperti bukan dirimu".
Zoie memjamkan matanya, sakit kepalanya kembali menyerang, tangannya dia buat untuk memijit pelan pelipis nya.
Sean yang melihat hal itu pun menjadi risau.
Dia berjongkok dihadapan zoie "Sayang.. are you ok".
Zoie tidak menjawab, dia hanya menggeleng saja, dan meremas rambutnya sedikit kuat berharap mampu mengurangi rasa sakit dikepalanya.
Sean mendekap zoie, memeluk nya dengan erat dan menciumi pucuk kepala zoie dan satu tanganya dibuat untuk memijat lembut kepala zoie.
"Apa begitu sakit"
Zoie hanya mengangguk dalam pelukan Sean.
"Kita pulang sekarang, kita harus memeriksa kan dirimu".
Sean menggendong zoie, dan membaringkannya diatas kasur.
"Aku akan mengemasi barang-barang kita, istrahat lah sebentar".
Zoie tersenyum dengan mata yang terpejam.
Tidak butuh waktu lama, Sean telah selesai mengemasi barang-barang mereka, dan dia juga memakaikan baju untuk zoie, dan dengan di bantu pihak hotel kini Sean dan zoie sudah berada didalam mobil.
Sean melajukan mobilnya dengan sedikit cepat, dia langsung menuju kerumah sakit. Perjalanan mereka memakan waktu cukup lama karena jarak yang cukup jauh dengan kota. Dan selama di perjalanan zoie kembali tertidur.
Begitu sampe dirumah sakit, sean membangun kan zoie dan mereka langsung masuk kedalam untuk melakukan pendaftaran.
setelah dirujuk dengan dokter terkait, dokter pun mengambil sample darah milik zoie untuk diperiksa. Tidak sampai menunggu lama hasil pemeriksaan sample darah zoie sudah keluar.
Dokter pun membaca kan hasil pemeriksaan nya kepada Sean dan zoie.
"Kalau dilihat dari hasil cek darahnya, sepertinya saat ini nona zoie sedang hamil, tetapi untuk memastikan nya kembali, saya akan rujuk anda untuk memeriksakanya ke Docter Spog, agar segera melakukan USG".
Trimakasih Sudah sudi untuk mampir ❤❤❤