
"Kalau dilihat dari hasil cek darahnya, sepertinya saat ini nona zoie sedang hamil, tetapi untuk memastikan nya kembali, saya akan rujuk anda untuk memeriksakanya ke Docter Spog, agar segera melakukan USG".
Zoie dan Sean sama-sama menunjukkan ekspresi kaget.
"Benarkah istri saya saat ini sedang hamil" tanya Sean antusias.
"Menurut hasil pemeriksaan darah sih, begitu pak, jadi sebaiknya bapak dan ibu segera melakukan USG untuk hasil yang lebih akurat".
"Baik dokter.. Terimakasih" Sean menyalami dokter itu dengan senyum yang mengembang.
Sean dan zoie keluar dari ruangan dokter tersebut dan langsung menuju poli kandungan masi dirumah sakit yang sama untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Zoie dan Sean tak perlu mengantri mereka langsung masuk kedalam ruangan atas rekomendasi dari dokter tadi.
Setelah membaringkan zoie diatas bangkar, dokter pun langsung melanjutkan pemeriksaan.
"Selamat ibu zoie saat ini anda benar sedang hamil, melihat dari ukuran janin kehamilan ibu sudah memasuki 9 minggu dengan berat 28 gram dan panjang nya 2.95cm".
Mendengar penjelasan dokter, zoie sangat tidak menyangka jika usia kehamilan nya sudah sebesar itu, dia benar-benar lupa jika ternyata sudah 2 bulan lebih dia tidak mendapatkan masa periode nya.
Sean sangat senang mendapat kabar bahagia ini, sepanjang pemeriksaan dia selalu menggenggam tangan zoie dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
Sean dan zoie meninggalkan rumah sakit, setelah selesai melakukan pemeriksaaan, dan juga menebus obat dan serta vitamin untuk zoie, mereka pun langsung menuju apartemen Sean.
"Kamu ingin mampir kesuatu tempat sayang?".
"Tidak.. kita langsung kembali saja ke apartemen, aku sangat lelah sean"
"Baiklah"
Setelah menyerahkan barang bawaan nya kepada art untuk dibereskan, Sean menyusul zoie masuk kedalam kamar.
Sean menghampiri zoie yang sudah terlelap, dia duduk disisi kasur disebelah zoie, dia terseyum dan mencium kening zoie dengan dalam dan lembut, dia membelai pipi istri nya dengan sayang.
Lalu tangan Sean beralih mengusap perut zoie yang masi rata, ada sebuah rasa yang begitu bergejolak yang tidak bisa dia ungkapan saat ini.
Sean tidak mengatakan apapun, hanya senyum yang tak pernah putus dari bibirnya, tangannya bergerak naik turun mengelus lembut perut rata zoie dan sesekali menciumi perut zoie.
Sean yang juga lelah pun akhirnya ikut tertidur disamping zoie, mereka sama-sama terlelap hingga malam menjelang.
Zoie terbangun setelah matahari tenggelam, dia melenguh merentangkan kedua tanganya keatas untuk meregangkan otot-otot nya yang kaku.
Zoie melihat ke sisi sebelahnya, ada Sean disana yang tengah tertidur dengan sangat nyenyak. Zoie tersenyum dia mencium pipi dan bibir Sean sekilas lalu bangkit berdiri dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan juga sudah berpakaian lengkap, zoie keluar dari kamar meninggalkan Sean yang masi terlelap. Zoie langsung menuju dapur melewatkan makan siang membuat perutnya keroncongan.
Membuka kulkas, mencari sesuatu yang bisa untuk dia makan, zoie meraih satu buah apel setelah mencucinya dia pun langsung memakanya.
Selesai memakan apelnya, zoie kembali membuka kulkas dia akan memasak makan malam untuk dia dan Sean.
Spageti oglio olio menjadi pilihan zoie, karena memasak nya tidak begitu ribet dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
Art yang dipekerjakan oleh Sean sudah pulang sedari tadi, dia hanya berkerja dari pagi hingga sore hari saja dan itupun hanya untuk Bersih-bersih dan mencuci saja.
Setelah masakan nya selesai zoie menghidangkan nya dimeja makan, dan kembali kedalam kamar untuk membangunkan Sean dan mengajak nya makan malam bersama.