My First Story

My First Story
Bab 22



"Ohh... baby.. i love you" bisik Sean ketika miliknya sudah tertanam dengan sempurna.


Sean menggerakkan pinggul nya dengan perlahan dan bibirnya meraup dada zoie hingga kulit disekitar dada zoie memerah karen ciuman nya.


Sean sedikit mempercepat laju gerakannyagerakannya dan sedikit menghentak.


"Aahhh.. aah.. " desah zoie ketika hendak mencapai ******* nya.


Zoie menyisir rambut Sean dengan jari jemarinya, setelah cukup lama bermain akhirnya Sean menuntaskan permainan nya. Dan kemudian berpelukan dengan zoie setelahnya.


"Aku akan ke London besok siang" kata Sean dengan masi memeluk zoie.


Zoie mendongak "dalam rangka apa??" tanya zoie dengan sedikit kaget.


"Untuk memantau proyek yang tengah berjalan disana, maaf aku tidak memberitahu mu sebelumnya, ini dadakan sayang".


"Berapa lama" tanya zoie dengan menempelkan tubuhnya ketubuh Sean"


"Mungkin sekitar seminggu dan juga mungkin bisa sampe 2 mingguan, ini proyek besar sayang, maaf aku harus meninggalkan mu" ucap Sean dan membelai rambut zoie dengan sayang.


"Aku akan sangat merindukan mu".


"Aku juga akan sangat merindukan mu sayang, jika proyek tidak ada masalah atau kendala yang berarti aku akan segera kembali".


Sean mengeratkan pelukannya kepada zoie.


"Se.. bolehkah kita melakukan nya sekali lagi, aku masi sangat menginginkan nya" bisik zoie di telinga Sean dan langsung menciumi leher sean.


Sean tertawa pelan, dan langsung mencium bibir zoie disaat zoie melihat kearahnya.


"Kali ini, aku yang akan memimpin" ucap zoie membalikan tubuh Sean dan langsung mendudukkan tubuhnya diatas perut six packs sean.


Zoie langsung memasuki adegan inti, dia menggerakkan pinggul nya diatas tubuh Sean dengan tangan yang bertumpu diperut sean.


Dia tersenyum saat menangkup dadanya, Sean meremasnya dengan perlahan dan lembut, zoie sangat menikmati pijitan Sean didadanya, lalu zoie menciumi leher dan juga dada Sean.


"ohh... sayang" desah sean menikmati permainan pelan zoie diatas tubuhnya.


Zoie dan sean sama mendesah ketika mencapai akhir permainan mereka.


✧・゚: *✧・゚:*


Saat ini zoie dan sean tengah berada didalam mobil yang tengah dikemudikan oleh dimas.


Sejak dari apartemen hingga masuk kedalam mobil, zoie terus saja menempel kepada sean.


"Aku pasti akan sangat merindukanmu, kau harus cepat kembali".


"Aku juga akan sangat merindukan mu sayang, andai aku bisa membawamu kesana". ucap sean dengan mengeratkan pelukannya kepada zoie.


Ketika Sean sampai dibandara, Oie kembali memeluknya dengan erat.


"Baby.... jangan seperti ini". Sean melerai pelukannya dan merangkup wajah zoie dengan kedua tanganya sedangkan tangan zoie melingkar ditangan Sean.


"Aku hanya sebentar saja sayang, setelah pekerjaan ku selesai aku akan langsung kembali, Ok!! ".


"Hmmnn" jawab zoie dan menggangguk kecil.


"Dimas, akan mengantarkan mu kembali, tinggal lah diapartemenku, selama aku di London" ucap Sean.


"Hmmn, pergilah".


Sean mencium bibir zoie, kemudian mencium kening dan mata zoie.


"Aku pergi honey,, I love you,,, aku akan selalu mengabarimu".


Zoie hanya mengangguk didalam pelukan sean, dan Sean kembali memeluk zoie dengan saat erat.


Setelah kepergian Sean, zoie lebih memilih kembali keapartemen nya, bukan apa, dia hanya takut akan semakin merindukan Sean jika dia tinggal disana.


Disepanjang perjalanan, zoie hanya diam dia menatap keluar jendela, selama menjalin hubungan dengan Sean, sudah beberapa kali dia pergi keluar negeri tapi zoie tidak pernah seberat ini melepas nya.


Dimas yang tengah menyetir, sesekali melirik zoie dari kaca spion.


"Ehmn" dimas berdehem, dia merasa canggung karena ini kali pertama dia berdua dengan zoie didalam satu mobil.


"Nona, apa anda ingin mampir kesuatu tempat, sebelum kita sampai di apartemen" tanya dimas.


"Tidak.. langsung saja".


"Baik nona " jawab dimas.


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai dimas telah sampai di apartemen zoie. Zoie turun di depan lobby.


"Trimakasih dimas,...sudah mengantar saya,.. Maaf selalu merepotkan kamu". ucap zoie kepada dimas seraya tersenyum dengan manis.


Dimas yang melihat zoie dari kaca spion, sejenak terpaku dikala zoie tersenyum manis kepadanya.


"Dia benar-benar sangat cantik" batin dimas.


Tapi dengan cepat dia tersadar, bahwa wanita yang sedang ditatap nya ini adalah milik bosnya.


"Tidak apa-apa nona, sudah menjadi kewajiban saya" ucap dimas.


Zoie turun dari dalam mobil, dan langsung masuk kedalam lobby berjalan menuju lift.