My First Story

My First Story
Terkejut



Sean masuk ke dalam kamar dan meletakkan zoie diatas kasur dengan perlahan, lalu mengatur posisi tidur zoie agar zoie bisa tidur dengan nyaman, bahkan Sean juga menyelimutinya.


Dimas masi berada di apartement, dia menunggu Sean diruang tamu.


Tak berapa lama Sean datang menghampiri nya.


"Masi ada yang Anda perlu kan tuan? ".


" Tidak... pergilah "


"Baik tuan... saya permisi", ucap dimas.


Dimas berjalan menuju pintu keluar sedangkan Sean pergi menuju dapur untuk megambil air minum.


Sean kembali ke dalam kamarnya, melirik zoie sekilas lalu berjalan menuju kamar mandi, dia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menyusul zoie tidur mengarungi dunia mimpi.


Selepas membersihkan tubuhnya, Sean kini ikut berbaring sisi zoie.


Dia memandangi wajah zoie yang begitu damai ketika tidur, membelainya dengan perlahan, kemudian memberikan kecupan kecil di bibirnya.


Sean merasa dirinya sudah tergila - gila terhadap zoie, wanita yang baru dilihatnya beberapa jam yang lalu dan bahkan hingga sampai saat ini dia masi belum mengetahui siapa nama dari wanita ini.


Sungguh aneh bukan??


Tapi Sean tidak peduli akan hal itu, bahkan dia sudah berani mengklaim bahwa zoie milik nya seorang.


"Mengapa aku seperti ini, mengenal mu saja aku tidak, tapi kau sudah menjeratku begitu dalam nona, dan aku tidak akan melepaskan mu". ucap Sean lalu mengecup bibir zoie.


Berhenti sejenak lalu di kecup nya lagi, dia melakukan itu hingga berulang kali.


Dan aksi Sean ini sempat membuat zoie terusik, tetap jugai tidak sampai membuat zoie terbangun.


Sean terkekeh "kau lucu sekali"


Kemudian kembali memandangi wajah zoie lalu menyusuri wajah itu dengan jari telunjuk nya, dan berhenti tepat di bibir zoie.


Lama dia memandangi bibir itu hingga dia mengikuti naluri nya untuk kembali mengecap nya, tapi lama - lama bukan hanya sekedar kecupan yang dia berikan sekarang sudah berupa *******.


Sean ******* bibir zoie dengan sangat lembut dan hati-hati, semakin lama ciuman itu pun semakin dalam bahkan kini tangan Sean tengah meremas lembut dada zoie.


Walaupun zoie masi tertidur tapi ******* kecil itu berhasil lolos dari bibir nya.


******* zoie berhasil menghentikan aksi Sean, tapi juga berhasil membangun sesuatu dibawah sana.


Sean tersenyum.


"Maafkan aku, aku tak bisa menahan nya".


Menarik zoie kedalam pelukan nya, dan mendekap nya dengan erat kemudian mencium dalam kening zoie.


Sean memejamkan matanya, menetralkan deru nafasnya dan ikut tertidur dengan memeluk zoie.


Pagi menjelang...


Sean bangun lebih dahulu, dia memandangi wajah zoie yang berada di pelukanya, Zoie masi tidur dan bahkan terlihat masi sangat nyenyak, Sean tersenyum lalu mengecup bibir zoie sekilas.


.


Sean tidak habis pikir dengan dirinya sendiri, ntah apa yang membuat nya begitu tertarik dengan wanita ini, sampai nekat membawa nya masuk ke dalam apartment nya.


Sejauh ini tidak seorang wanita pun yang pernah Sean bawa masuk ke rumah atau apartement nya.


Zoie adalah wanita pertama yang di izinkan Sean memasuki ruang privasi nya.


Ralat yah bukan di izinkan, tapi Sean lah yang membawa zoie masuk.


Wanita pertama Sean memanglah bukan zoie, dia pernah berkencan dengan beberapa wanita sebelumnya.


Bahkan dia baru saja putus dengan kekasihnya, yang ketauan selingkuh dengan teman sesama model kekasih nya itu.


Sesungguhnya Sean bukan lah seorang pria Casanova, hanya saja karena terlalu banyak wanita yang mengejar nya, kesan bad boy itu seolah melekat dengannya, padahal sampe saat ini belum ada seorang wanita pun yang berhasil menghangatkan ranjang Sean.


Puas memandang wajah zoie dan mencium kening, sean turun dari ranjang dia berjalan langsung masuk ke kamar mandi menyelesaikan urusan nya dengan pertoilet.an dan kemudian membersihkan dirinya.


Keluar dari kamar mandi, Sean melilitkan handuk di pinggang nya lalu menggosok kepalanya dengan handuk kecil.


Sean melihat zoie dari cermin meja rias bahwa zoie sudah bangun, saat ini Zoie sedang duduk bersender di kepala ranjang, matanya masi terpejam dan memijit lembut pangkal hidungnya, Sean pun datang menghampiri zoie.


"Hmmn" jawabnya singkat, dia masi belum menyadari keberadaan nya saat ini.


Lima detik kemudian zoie mengerutkan keningnya dia mmenyadari ada esuatu yang aneh.


"Mengapa ada suara pria dikamarku". pikirnya dalam hati.


Lalu membuka mantanya, dan tatapan nya langsung bersejajar dengan Sean.


Zoie terlonjak kaget,, sedangkan Sean melihat nya dengan tersenyum.


"Oh god..... siapa kau.. dan dimana aku.. mengapa kau bisa ada di kamarku? tanya nya beruntun.


Belum sempat Sean menjawab, Zoie sudah langsung berdiri, tapi karena kepala nya masi sedikit pusing mungkin efek dari sisa mabuk semalam, hingga membuatnya oleng dan terjatuh di kasur.


Sean mendekat hendak membantu zoie.


Tapi...


"Jangan mendekat" ucap zoie tiba - tiba mengangkat salah satu tanganya keatas.


Sean melangkah mundur. "Baiklah" ucapnya.


Zoie membenarkan posisi nya, lalu duduk di tepi ranjang.


Sean mengambil air minum di atas nakas, memberikan nya kepada zoie.


"Minum dulu, ini akan sedikit mengurangi pusing mu".


Zoie meraih gelas dari tangan Sean, lalu meminum nya hingga tandas. lalu meletakkan gelas kosong itu keatas nakas yang berada di dekatnya.


Zoie menatap Sean yang berdiri depan nya yang hanya menggunakan handuk melilit dipinggang nya.


Sesaat Zoie terpana melihat pemandangan indah di depan matanya, dia bisa melihat jelas perut kotak - kotak Sean.


Tapi kemudian dia tersadar...


"Tuan bisakah kau memakai bajumu terlebih dahulu,, aku ingin bicara denganmu". ucap zoie lalu memalingkan wajahnya melihat kearah lain dia tidak ingin matanya terkontaminasi lebih lama.


Sean tersenyum kemudian mengangguk "Baiklah,, tunggu sebentar" ucapnya dan berlalu menuju walkin closet nya.


Sepeninggalan Sean.


Zoie langsung berdiri, dia berjalan mondar - mandir sambil menggigit kuku jari telunjuk nya.


Dia cemas.. dia tidak tau apa yang terjadi dengan nya, hingga berakhir tidur dengan pria asing.


"Oh tuhan kenapa bisa begini..Siapa dia.. kenapa aku bisa ada disini..dan kenapa aku tidak mengingat apapun" tanya dalam hati.


Zoie kembali duduk, memejamkan matanya mencoba mengingat kembali mengapa dia bisa sampai berada ditempat ini.


Zoie tidak berhasil mengingat apapun.


Dia hanya mengingat bahwa di pergi bersama kedua sahabat nya ke club dan terakhir dia duduk sendiri di meja lalu dihampiri oleh pria asing dan setelah itu dia tidak mengingat apapun.


"Apa kami sudah melakukan nya?" tanya nya dalam hati. Zoie menelisik kembali ke tubuhnya


"Sepertinya tidak, aku tidak merasakan apapun". pikirnya lagi, karena zoie masi menggunakan pakaian yang sama dengan pakaian nya semalam.


Asyik melamun zoie sampai tidak sadar bahwa Sean kini sudah berdiri di hadapan nya.


Sean mendekat kan wajahnya ke wajah zoie, dan tiba - tiba mengecup bibir zoie.


"Heiii.... Apa yang kau lamun kan??? " tanya Sean.


Hi readers....


Terimakasih sudah mampir di karyaku, berharap kalian semua suka.


Mohon dukungannya, LIKE, COMMENT, dan HADIAHNYA, yah 🤗🤗🤗


Love


Author Loie ❤❤❤