My First Story

My First Story
Bab 13



Sean mengernyit, "kau tau namaku.? " tanya nya


"Tentu aku tau.. "


"Sean Andreas.. anak tunggal dari tuan Dominic Andreas..sang pemilik Dominic's Corporation.. ofcourse aku mengetahui mu.."


"Ah... dan satu lagi kau bahkan pewaris tunggal dari perusahaan besar itu" jawab zoie lugas


Sean tersenyum kembali mendekat kearah zoie.


"Keluar lah sebentar... aku akan memakai bajuku terlebih dahulu" kata zoie kepada Sean sambil melangkah mundur..


"Aku ingin mendengar kelanjutan nya.. sejauh apa kau mengetahui ku" kata Sean lagi dan masi terus melangkah mendekati zoie.


"Sean pleasee" kata zoie yang kini sudah terpojok didinding lemari dengan menggenggam erat handuknya.


Sean mengukung zoie, dia tersenyum menatap mata zoie begitu dalam. Sean semakin mendekatkan wajahnya menyatukan kening mereka.


Zoie memalingkan wajahnya, ketika Sean hendak menciumnya.


Sean terkekeh, dia menarik dagu zoie dan mencium bibirnya sekilas lalu menggosok hidungnya dengan hidung zoie.


"Pakailah bajumu terlebih dahulu, aku akan menunggu diluar" ucap Sean tepat didepan bibir zoie.


Sean mencium pucuk kepala zoie, sebelum dia pergi keluar dari dalam kamar itu.


Sepeninggalan Sean, zoie memegang dadanya yang bergemuruh, menghirup dan membuang nafasnya perlahan, untuk menetralkan degub jantungnya.


Cepat- cepat zoie memakai bajunya, dia memakai piama yang tertutup.


Zoie keluar dari kamar, menghampiri Sean yang duduk di sofa ruang tamu yang sedang memainkan ponsel nya.


Sean menoleh ketika zoie berjalan menghampiri nya.


"Aku lapar... " ucap zoie ketika zoie sudah berada di dekat Sean.


"Apa kau ingin memesan sesuatu?" tanya Sean.


"Tidak... aku akan memasak mie".


"Apa kau mau?" tawar zoie.


Sean berpikir sejenak,.. sedangkan zoie sudah berlalu menuju dapur.


Apartemen zoie bukanlah apartemen besar, ruang tamu dan dapur masi berada di areal yang sama.


Jadi Sean masi bisa melihat dengan sangat jelas apa yang dilakukan zoie di dapur nya.


Sean memutar tubuhnya menghadap zoie yang sedang berada di dapur.


"Kau akan memasak mie instant" tanya Sean.


"Hmmn.."


Sean bangkit dari duduk nya dia menghampiri zoie kedapur, dia menarik kursi dan langsung duduk di mini bar yang menghadap langsung kedapur.


Sean memperhatikan zoie yang sedang memasak. "Apa kau sering memakanya" tanya Sean.


"Tidak terlalu.. hanya saat aku sedang malas memasak saja atau ketika stock makanan ku tengah habis" jawab zoie sambil mengaduk -aduk mienya yang ada di panci.


Zoie membuka kulkasnya, mengambil beberapa buah cabe rawit dan tomat lalu memotong- motongnya dan memasukkan nya kedalam panci.


Dia aduk- aduk sebentar kemudian menuangkan nya kedalam mangkok. seketika aroma mecin bertebaran di area dapur zoie.


Sean hanya terkekeh melihat tingkah Zoie.


Zoie membawa mie kemeja mini bar, lalu duduk disamping Sean. Sean menelan slivanya ketika zoie mengangkat mie itu dan meniupnya didepan wajahnya, dia bisa melihat dengan jelas betapa banyaknya cabe rawit di mangkok itu.


"Aku yakin orang kaya sepertimu, pasti tidak pernah makan makanan seperti ini" kata zoie dan langsung memasukkan mienya ke dalam mulut dan menyeruput nya hingga berbunyi.


Sean mengedikkan bahunya, karena memang sedari kecil dia tidak pernah makan mie instant.


Zoie menyodorkan chop stick yang berisi mie kepada sean "Coba lah.. aku yakin kau akan ketagihan" rayu zoie.


Sean tersenyum dan menggeleng.


"Apa kau tidak takut memakan makanan tinggi kalori selarut ini" tanya Sean.


Zoie hanya menggeleng sambil menyeruput mienya.


"Hari ini aku sangat sibuk, jadi aku melewatkan jam makan malamku".


"Aku tidak terlalu memikirkan kalori, yang penting saat ini adalah kenyang"


Sean tertawa mendengar jawaban zoie.


"Ini sudah tengah malam, apa kau tidak pulang?" tanya zoie kemudian meraih gelas air minum dan meneguk nya hingga tandas.


Karena terlalu kenyang, tanpa sengaja zoie bersendawa kecil, tapi dengan cepat tanganya menutup mulutnya.


"Maaf" ucapnya kepada Sean.


Sean kembali tertawa "kau benar -benar wanita langka ucapnya".


"Apa sebelumnya tidak ada wanita yang pernah bersendawa di depan mu?"


Sean mengangguk. "Tidak pernah.. mereka selalu berusaha tampil sempurna didepan ku"


"Jadi aku adalah wanita pertama yang melakukan nya?"


"Kuharap kau tidak ilfil denganku, sungguh aku tidak sengaja melakukan nya" ucap zoie


Sean kembali tertawa dan menarik lembut hidung mancung zoie "Kau sangat menggemaskan".


Zoie mengerucutkan mulut nya. " Ini sudah tengah malam.. pulang lah" ucap zoie.


"Aku akan tidur disini, aku ingin tidur denganmu".


"Jadi jangan mengusir ku" ucap Sean sambil mengacak rambut zoie.


"Sebenarnya aku ingin menahanmu, tapi aku takut terlalu murahan dimatamu" ucap zoie to the point.


Sean tersenyum nakal, mencondongkan tubuhnya kearah zoie "Apa kau ingin melewatkan malam panas denganku" tanya Sean kepada zoie.


Zoie terdiam.. dia menatap lekat mata Sean.


Sedangkan tangan satunya terangkat mengelus lembut pipi Sean,.


Sean menikmati nya dengan memejamkan matanya kemudian dia meraih tangan zoie yang mengelus pipinya, menggenggam nya kemudian menciuminya.


Zoie tersenyum dia merasa sangat bahagia, dia tidak tau hubungan apa yang akan dia jalani dengan sean kedepannya.


Saat ini dia hanya ingin menikmati ketertarikan nya terhadap sean.


Zoie menarik tanganya dari genggaman sean, mereka masi berada di meja minibar saat ini.


Sean menarik kursi nya agar lebih dekat dengan zoie. dia tersenyum dan menatap zoie dengan dalam.


"Apa yang kaurasakan saat dengan ku" tanya sean.


Zoie menggeleng "Ntah.. aku tidak tau"


"Jujur setelah pertemuan kita yang pertama, aku tidak terlalu memikirkan mu".


"Tapi setelah melihatmu kembali tadi sore dihotel, aku kembali teringat dengan ucapan ku waktu itu".


" Aku hanya tidak menyangka bahwa akan secepat ini kita bertemu kembali.. bahkan hingga sekarang aku masi begitu sulit untuk mempercayai nya" jawab zoie.


Setelah zoie selesai berbicara, sean menyatukan kening mereka, sean dan zoie sama -sama menutup matanya mereka saling meresapi perasaan masing -masing.


Ntah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah saling bertautan dan menyesap satu sama lain.


Sean dan zoie saling tersenyum di tengah-tengah ciuman mereka.


Mereka menghentikan sebentar, menghirup udah dan terkekeh bersama.


Kemudian melanjutkan ciuman mereka kembali. Ciuman mereka semakin dalam dan menuntut lebih.


Sean menarik zoie dan mendekap eratnya, tangan sudah masuk kedalam bau zoie, dia mengusap lembut punggung mulus zoie.


Tangan Sean semakin lama semakin liar, dia bahkan sudah melepaskan pengait pakaian dalam zoie.


Ciuman mereka terlepas,, kini tangan Sean sudah meremas gundukan zoie.


Sedangkan bibirnya sedang menyusuri leher zoie.


"aaahhh.... " ******* kecil keluar dari mulut zoie, puas bermain di leher zoie, kini Sean bibir semakin turun kebawah menyusuri dada zoie zoie. dia meninggalkan banyak jejak di sana.


Zoie kembali mendesah membuat Sean semakin blingsatan.


Terimakasih sudah sudi mampir


Love


Author Loie ❤❤❤