My First Story

My First Story
Bab 19



Setelah mengecek pekerjaan nya, dan membuat laporan dan juga membalas beberapa email. Zoie pergi ke ruang meeting untuk mengikuti morning breafing.


Morning Breafing kali ini dipimpin oleh GM, dia mengapresiasi kerja keras oleh semua tim, atas event penting beberapa hari yang lalu yang berjalan dengan sangat lancar tanpa ada masalah berarti.


GM juga menyampaikan bahwa tuan Dominic Andreas selaku pemegang saham terbesar dan juga sang owner dari Sky Hotel akan mengadakan Staff party atau sejenis gathering dalam waktu dekat untuk seluruh staff sky hotel.


Dan hal ini disambut meriah oleh peserta meeting. Dan akan diadakan meeting lanjutan untuk membentuk panita.


Setelah selesai meeting, zoie kembali keruangan FO. Dia kembali menyapa teamnya, yang kebetulan sedang bberkumpul di ruangan itu.


"Guys,, ada kabar membahagiakan ini, mau pada dengar gak?"


"Kabar apaan bu?" tanya salah satu dari mereka.


"Dalam waktu dekat ini kita bakalan ngadain staff party.. cuman waktu dan tempatnya masi belum bisa dipastikan".


"Serius bu" tanya yang lainya.


"Hmmn... Soalnya kata GM kita, pak dominic maunya seluruh staff harus join dalam acara ini".


"Jadi kita tunggu aja update tan dari sekretaris GM, soalnya harus lihat bookingan juga biar bisa menyesuaikan waktu".


Salah satu bagian reservation, langsung membuka komputer nya, untuk melihat bookingan terendah dalam tahun ini di bulan berapa. Jadi mereka bisa menyesuaikan waktu dengan bookingan hotel.


"Kayaknya terakhir kita ngadain staff party, dua tahun yang lalu kan yah" celetuk seseorang.


"Iya benar, terakhir 2 tahun yang lalu, semoga tahun ini benar- benar diadain." sahut yang satu.


"Aduhh... aku gak sabar sama doorprize nya, kira2 apa yah doorprize nya tahun ini", balas yang lainnya.


Ruangan mereka heboh seketika, membahas tentang staff party yang akan kembali diadakan oleh hotel.


"Guyss,,,, Guys... be quite plizz... Suaranya tolong yah, dikondisikan dulu".


"Takutnya nanti kedengaran sampe ruangan GM, bisa -bisa kena semprot nanti kita" ucap zoie menengahi teamnya.


Dan seketika mereka pun terdiam.


"Sorry bu" jawab mereka


Zoie kembali menyelesaikan pekerjaan nya.


✧・゚: *✧・゚:*


Tanpa terasa waktu terus bergulir.


Zoie sangat sibuk hari ini, menyentuh ponselnya saja dia tidak ada waktu, boro- boro, untuk makan siang saja di harus menggunakan OC nya, mengorder makanannya dari restoran hotel, karena tak ada waktu untuk pergi ke kantin.


Sore menjelang, zoie masi belum kembali keruanganya, dia membantu tamu yang baru saja check- in dan mengantarkan nya menuju kamarnya.


Sedangkan di tempat lain.


Sean mengirim pesan kepada zoie untuk, mangajaknya untuk makan siang bersama, tapi tak ada balasan dari zoie.


Ingin langsung pergi kesana, tapi dia ada meeting penting sehabis makan siang. Jadi dia mengurung kan niatnya.


Sean sedari tadi sudah uring- uringan, dia sangat kesal karena tak ada satu pun pesan nya yang di balas oleh zoie, bahkan telepon nya pun tak pernah terjawab.


"Apa dia sesibuk itu?, sampe menjawab telepon ku saja dia tidak ada waktu". tanya Sean dengan menatap nanar ponselnya.


Dimas menahan tawanya, dia mengulum bibirnya melihat kelakuan bosnya yang sudah seperti anak abg saja.


Dia pun menjadi sasaran empuk sang bos. Tidak bisa melakukan apapun, dia hanya mampu membatin melihat kelakuan aneh bosnya.


Hanya karena pesan nya yang tak di balas dan telepon nya tak di jawab oleh zoie, membuat pekerjaan Sean menjadi terbengkalai, tumpukan dokumen yang seharusnya dia periksa dia abaikan.


"Ohh ya ampun tuan, mengapa anda menjadi bucin begini" batin dimas.


Sean tidak mengijikan Dimas kembali ke ruanganya, dia menyuruh untuk menemani nya disana, Dimas menghela nafasnya, melihat kelakuan sang bos yang sedang dimabuk cinta.


"Tuan saya akan kembali keruangan saya, saya masi banyak pekerjaan yang masi harus saya kerjakan". Ucap Dimas yang sudah jengah terhadap Sean.


Sean menatap dimas dengan tajam.


"Ya udah keluar lo,, pergi lo" usir Sean dengan menggerakkan tanganya.


Dimas pun berdiri dan pergi keluar dari ruangan Sean.


Sepeninggalan dimas, Sean pun meraih ponsel dan juga kunci mobilnya, dia meninggalkan pekerjaan nya yang masi menumpuk begitu saja.


Saat Sean hendak membuka pintu, bersamaan dengan seseorang yang juga tengah mendorong pintu dari luar.


Sean memundurkan langkahnya, ketika pintu sudah terbuka.


Seorang wanita paru baya yang masi terlihat sangat cantik di usianya yang senja, memasuki ruangan Sean.


Sean mengernyit.


"Mama" Ucapnya sedikit kaget.


"Hi sayang.. kamu mau kemana?, ini kan belum jam pulang kantor" tanya sang mama, memeluk Sean dan mencium pipi kanan dan kiri Sean.


Bukan nya menjawab Sean malah balik bertanya.


"Ada apa. Koq tumben- tumbenan mama datang kesini?". tanya Sean heran.


"Iiihh kamu, masa mau ketemu anak sendiri aja gak boleh!".


Mama Sean cemberut, dia mencubit lengan sang anak.


"Mama... apaan sih sakit ini" ucap Sean dengan mengelus- elus lengannya yang dicubit oleh sang mama.


"Kamu tuh yah,,, uda bangkotan juga masi aja manja" geram mama Sean dan memukul pinggang Sean dengan tas mahalnya.


"Mama gak disuru neh? ".


"Iya... iyaa" ucap Sean lalu menggiring mamanya kesofa.


Setelah Sean dan mamanya duduk disofa, Sean kembali menanyakan tujuan mamanya datang ke perusahaan.


"Mama tumben ada hal penting kah?" tanya Sean.


"Hmmn,,, Mama haus sayang, pesanin minum dulu kek".


"Iisss... mamah" rengek Sean, tapi dia tetap bangkit dari duduknya berjalan kemeja kerjanya untuk menelepon sekretaris nya agar memesankan minuman untuk sang mama.


Sean kembali duduk disofa, dia duduk disamping sang mama dan menjatuhkan kepalanya di bahu mamanya.


Begitu lah Sean bila sudah berada didekat mamanya, dia akan berubah menjadi anak yang super manja.


Mama Sean mengekus kepala Sean dengan sayang.


"Kenapa sih" tanya mama.


Sean hanya menggeleng dibahu sang mama.


"Nanti malam, temanin mama dinner sama teman mama yah".


Sean menaikan kedua alisnya, dia sedikit curiga.


"Kenapa gak aja papa" tanya Sean heran.


"Ya.. kita bertiga donk sayang".


"Dalam rangka apa" tanya Sean curiga.


"Ya makan malam aja sayang, Dia itu teman arisan mama, dan suaminya juga kebetulan kenalan papa kamu sayang".


"Nah, kebetulan jeng rina ini juga punya anak perempuan yang usian 2 tahun dibawah kamu, dan kebetulan juga dia baru pulang dari paris, beberapa hari yang laku".


" Trus". Tanya sean yang sudah mulai mengerti arah pembicaraan sang mama.


"Ya mama hanya ingin mengenalkan kamu dengan anaknya jeng risa saja sayang, dia sangat cantik loh dan dia seorang designer".


"Mau yah sayang".


Terimakasih Sudah mampir,


Mohon dukungannya, like comment dan hadiahnya ❤❤❤❤❤