My First Story

My First Story
Bab 27



Acara terus berlanjut


Sean dan zoie menghampiri dan menyapa beberapa tamu undangan yang hadir. Tiba-tiba sakit kepala zoie kembali menyerang.


Zoie meringis kecil, dia memegang kepala nya yang berdenyut.


"Shittt" umpat zoie pelan.


Sean menoleh memperhatikan zoie yang, tengah menutup mata dan memijit kepalanya.


"Hey baby... Are you ok?" tanya sean.


"Hmn... kepala ku sedikit pusing".


Sean mendudukkan zoie dikursi.


"Tunggu sebentar aku akan mengambilkan air minum untukmu".


Sean berjalan sedikit cepat, mengambil air minum dari stand yang tidak jauh dari tempat mereka, Mama Sean yang melihat hal itu, datang menghampiri Sean.


"Ada apa" tanya nya.


"Tidak ada apa-apa mah, zoie hanya sakit kepala saja, mungkin dia kelelahan" jawab Sean.


Sean dan mamanya berjalan bersama menghampiri zoie.


"Sayang... minum dulu mungkin ini bisa mengurangi sakit kepalamu" ucap sean, seraya menyodorkan gelas berisi air minum kepada zoie.


Zoie meraih gelas itu dan meneguk isinya hingga tandas.


"Sean sebaiknya zoie kamu bawa masuk saja kedalam kamar".


"Tapi acaranya belum selesai mah, zoie gak apa-apa koq ma, hanya pusing sedikit saja" kata zoie.


"Gak apa-apa sayang, ini biar Mama yang handle, kamu dan Sean istrahat saja".


"Iya sayang, ayoo.. sebaiknya kita masuk kekamar saja" ucap Sean dengan penuh semangat.


Mendegar Sean yang menyebut kamar, Mama Sean langsung mendelik. Dia memukul lengan Sean dengan tas tangannya.


"Kamu tuh yah,, cepat bangat kalau uda yang begituan".


Sean dan zoie sama-sama terkekeh


" Nama-Nya juga pengantin baru, kayak mama gak pernah aja"


" Ya udah ya mah, kita masuk dulu " jawab Sean.


"Biarin zoie istrahat dulu yah, jangan langsung kamu gempur".


" Tergantung keadaan, Sean gak janji".


Mama Sean Hanya mendengus mendengar jawaban menyebalkan Sean.


Sean pun menuntun zoie untuk kembali kedalam resort, menuju kamar pengantin mereka. Sesampainya dikamar Sean mendudukkan zoie diatas ranjang.


"Apa kepala kamu masi pusing sayang" tanya Sean dengan penuh perhatian.


Zoie hanya mengangguk saja, dengan dibantu Sean dia menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang.


"Sudah tidak separah tadi" jawab zoie


"Sean tolong, bantu aku melepaskan baju ini, aku sangat gerah" ucap zoie.


Sean membantu zoie melepaskan bajunya, hingga menyisakan pakaian dalamnya saja. Zoie membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menutup nya dengan selimut.


"Istrahat lah, aku ingin mandi sebentar".


Sean pun masuk kedalam kamar mandi dia membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.


Sean keluar dari kamar mandi, dia hanya menggunakan boxer dan jubah mandi saja. Dia menghampiri zoie yang kini tengah duduk di kasur.


" Heii.. kau tidak jadi tidur sayang" tanya Sean.


Zoie tersenyum dan menggeleng.


"Kemari lah" ucapnya.


Sean menghampiri zoie dia duduk didekat zoie. Zoie langsung mengalungkan tanganya dilehar Sean, begitu Sean duduk sisi nya.


"Apa kita tidak akan mengadakan ritual malam pengantin".


Sean tersenyum "Kau menginginkan nya?" tanyanya dia mengusap lembut pipi zoie.


Zoie tidak menjawab dia langsung mencium bibir Sean. Sean terkekeh ditengah-tengah ciuman mereka.


Zoie menghentikan ciumannya.


"Kenapa kau tertawa? "


"Tidak apa-apa, aku hanya sedang senang saja".


Zoie cemberut dia mengerucut kan kedua bibirnya dengan menunduk. Sean menarik dagu zoie agar mengahadap kepadanya.


Sean langsung mencium bibir zoie, ******* nya dengan lembut.


Sean melepaskan ciumannya, dan kemudian menyatukan keningnya dengan zoie.