My First Story

My First Story
Bab 14



Sean memperdalam ciumanya, menarik tubuh zoie agar lebih rapat dengannya.


Tangannya tak tinggal diam, terus bergerak naik turun mengelus punggung zoie dengan lembut.


Semakin lama ciuman mereka semakin panas, ada sesuatu yang menuntut untuk segera dituntaskan.


Lirihan-lirihan kecil kembali lolos dari mulut zoie, membuat Sean ingin meledak dan menjadi semakin menuntut.


Sean melepaskan ciuman nya, dia menyatukan keningnya dengan zoie. Keinginannya sudah menjulang tinggi.


"May i.. " tanya Sean kepada zoie dengan nafas yang memburu.


Zoie memejamkan matanya, dia tersenyum kemudian mengangguk kecil.


Sean terseyum lebar, dan kembali menyatukan bibir nya dengan zoie, melahap nya dengan rakus.


Sean mengangkat tubuh zoie, menggendong nya dan membawanya masuk kedalam kamar.


Bibir mereka masi terus saling bertautan, zoie mengapitkan kakinya di pinggang sean, sedang kan tangannya dia kalung kan di leher Sean.


Sampai dikamar Sean membaringkan tubuh zoie diatas kasur secara perlahan, dan langsung menindihnya tanpa melepas ciumannya.


Ciuman Sean kini semakin dalam dan terus turun hingga keleher zoie, dan tidak lupa meninggalkan beberapa tanda disana.


Zoie meremang, memejamkan matanya menikmati sensasi yang kini tengah dia rasakan.


Tangan Sean menyelusup masuk kedalam piyama zoie, mengarahkan tangannya ke gundukan kembar itu, menekan dan meremat nya dengan pelan.


Sedangkan Tangan Sean yang satunya dia gunakan untuk membuka kancing piyama zoie.


Puas bermain di area leher, kini bibir Sean semakin turun hingga ke dada zoie.


"Oh seaan" zoie menyembut nama Sean dengan suara yang memabukkan bagi pendengaran Sean. Tangannya dia dibuat untuk menekan kepala Sean.


Mendengar namanya disebut, sean semakin memperdalam ciuman nya, bibirnya terus bergerak menyesap dan menggigit- gigit kecil seputaran dada zoie.


Kacing piyama zoie berhasil Sean lepas, dia langsung menanggalkan baju itu, dan melempar nya sembarangan, dan hanya menyisakan kain renda hitam yang dia gunakan untuk menutup gundukan kembar itu.


Zoie membantu Sean dengan membusungkan tubuhnya keatas sedikit agak tinggi, dan dengan cepat tangan sean langsung melepaskan pengait br.a zoie.


Gundukan kembar itu, kini terpampang nyata di hadapan Sean.


"Oh... honey.. ini sangat indah". Tanpa menunggu, Sean sudah langsung melahap dengan sangat buas.


Sean terus bermain dengan li.dah nya disana, mulut dan tangannya terus menyesap dan memilin secara bergantian.


Zoie menggelinjang, meremas rambut dan bahkan terus menekan kepala Sean.


"Se.... ohhh.... " zoie merintih ketika tangan Sean menyentuh inti tubuhnya dari balik celana nya.


Sean tersenyum, melihat zoie yang menginginkan lebih.


Satu tangan Sean terus meremat dada zoie, sedang kan tangan yang satunya dibuat untuk melepas celana zoie.


"Oh... my" ucap Sean tersenyum, menatap mata zoie dengan raut wajah yang tak mampu dideskripsikan.


"Se... jangan melihatnya seperti itu"


"Kau membuatku malu" ucap zoie seraya merapat kan kedua kakinya.


Sean tersenyum lebar.


"It's ok honey... I love this" kata Sean, dan langsung membenamkan wajahnya disana.


"Oh astagah.... what you doing... se.. oh... hmmn" awalnya zoie kaget, dan selanjutnya zoie terus saja meracau, menikmati sapauan lidah Sean di intinya yang mampu membuat nya merasakan sesuatu yang berbeda yang belum pernah dia rasakan.


"Se... Stop.. please.. i wanna pe'a".


" Oh.... Se"


Sean mendongakkan kepala nya sejenak untuk menatap zoie.


Dia tersenyum "lepaskan saja sayang" ucapnya.


"Se... ohh.. i'm sorry... aku tidak tahan.. aku pipis se.. i'm sorry" racau zoie dengan wajah yang sudah memerah dan nafas yang tersengal.


Setelah zoie mendapatkan pelepasan pertamanya, sean mengangkat wajahnya dari sana lalu berdiri tegak.


Seraya membuka kancing bajunya.Sean tersenyum melihat zoie dengan nafas yang masi tersengal-sengal


"Mengapa kau melakukan nya, apa kau tidak merasa jijik"


"No..I love this"


Setelah seluru kancing bajunya terbuka, Sean langsung melepaskan baju serta celananya.


Sean tidak memakai sehelai benang pun, zoie yang melihat itu memalingkan wajahnya.


Sean terkekeh "Kenapa" tanyanya


"No" jawab zoie cepat


"Dia sudah sangat siap honey... Aku akan membuat mu, untuk tidak melupakan malam ini"


Sean mendekat dan menindih tubuh zoie. Senjata nya yang sudah berdiri tegak itu mencoba mengetuk di pintu masuk zoie.


"Awwww" zoie sedikit meringis di kala Sean menggesek kan kepala inti tubuhnya dan berusaha menekan untuk masuk.


Sean mencium pucuk kepala zoie, dan berbisik ditelinga nya.


"Rilex honey... aku akan membantu mu" ucap Sean, lalu langsung ******* bibir zoie dengan sangat lembut,.


Setelah zoie rileks, dengan sedikit hentakan Sean kembali mencoba menanam kan miliknya lebih dalam.


Mereka melakukannya tanpa pengaman sama sekali, bahkan tak memikirkannya hingga kesana.


Yang penting enaknya dulu, masalah yang timbul kedepan urusan belakang.


"Hmmmppp" jerit zoie tertahan, karena sean membungkamnya dengan ciuman.


Sean kembali menghentak nya dengan sedikit kuat, Hingga miliknya masuk sempurna. Sean tidak langsung bergerak dia masih menikmati cengkraman milik zoie pada miliknya.


Sean tersenyum ditengah ciuman ya dengan zoie. "Thank you honey... i love you.. you are mine... kamu harus ingat itu".


Sean menggerakkan pinggulnya dengan sangat perlahan, setelah zoie rilex semakin lama gerakanya semakin cepat, dia terus memacu zoie yang berada dibawah kungkungan nya.


Zoie sudah seperti orang kesurupan, meracau dan merintih menyebut nama Sean hingga berkali -kali.


Sean semakin bersemangat ketika zoie terus menerus menyebutkan namanya.


"Thank you honey.. I love you... ya.. terus lah menyebut namaku". bisiknya


"Se... an, sepertinya aku..." lirihan suara zoie terus menggema didalam kamar itu.


Seakan mengerti bahwa zoie akan segera mencapai puncaknya, Sean pun mempercepat gerakannya.


" Wait honey... aku juga uda mau nyampe.. kita sama- sama".


Sean mempercepat gerakan nya, menghentak sedikit lebih keras


Hingga


Akhirnya Sean telah melepaskan bibit unggul nya dirahim zoie bersama dengan zoie yang juga telah mencapai puncaknya, untuk yang kesekian kali.


Dengan nafas yang tersengal dan degup jantung yang sedikit lebih cepat.


Sean menciumin wajah zoie dengan sayang.


"Thank honey... I love you.. I love so much" ucap Sean seraya terus menciumin wajah zoie.


Zoie terkekeh dengan nafas yang masi tersengal- sengal akibat percintaan panas mereka.


"You are mine,, kamu harus ingat itu,, kamu milik ku seutuhnya".


Sean mengungkapkan isi hatinya kepada zoie, perasaan yang sudah dia sadari sedari awal dia bertemu zoie.


Zoie tertawa kemudian dia mengangguk lemah.


"Turun lah kau sangat berat".


Sean terkekeh mendengar ucapan zoie.


"Sorry honey... I love you". Dengan senyum yang merekah, Sean mencium kening zoie dan mengecup bibirnya sekilas.


Dia langsung merubuhkan tubuhnya disisi zoie, dan menarik wanita itu kedalam pelukan nya, medekap nya dengan sangat erat.


" Thank you sayang... Thank youu".


Sean merasa sangat bahagia dimalam yang sudah sangat larut ini.


Zoie tidak menjawab apapun, dia malah semakin merapatkan tubuhnya dengan Sean dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Sean.


"Thank you Sean, aku merasa sangat nyaman di dekat mu".


"Semoga saja ungkapan cintamu itu sungguh- sungguh dan tidak melupakan setelah malam ini".


"Apa kau meragukanku?.. Tapi kenapa kau mau melakukan nya denganku?" tanya sean.


Trimakasih sudah sudi mampir.


Mohon maaf jika ceritanya kurang greget.


Mohon masukan dan dukungannya teman- teman.


Like Comment dan Hadiahnya.