My First Story

My First Story
bab 25



"I miss you" ucap zoie akhirnya, Zoie meraba pipi Sean yang tengah berada diatasnya.


Sean tersenyum dan langsung menyatukan bibir nya dengan bibir zoie.


Mereka saling merengkuh, menyalurkan dan melepaskan segala rindu yang mereka pendam selama ini.


✧・゚: *✧・゚:*


Malam ini Sean akan mengajak zoie kesuatu tempat, dan Sean telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk zoie.


Setelah selesai bersiap, zoie nampak anggun dress hitamnya dan Sean juga nampak gagah dengan setelan jasnya yang warnanya senada dengan dress milik zoie.


"Kau sangat cantik.. honey" ucap Sean dan langsung mengecup singkat bibir zoie.


"Kau siap" tanya Sean.


"Hmn" jawab zoie dengan mengangguk kecil.


"Kita akan kemana?" tanya zoie ketika mobil telah membelai jalanan.


Sean tidak langsung menjawab, dia tersenyum dan membelai lembut pipi zoie.


"Sebentar lagi...kita akan sampai" kata Sean.


Sean membawa zoie, kesalahan satu restaurant yang sudah dibooking oleh dimas, Malam ini Sean ingin melamar dan mengenalkan zoie secara resmi kepada orang tuanya.


"Ayo" ajak Sean, dia menggandeng tangan zoie, dan membawa masuk kedalam restaurant. Zoie terperangah karena disana sudah ada tuan dan nyonya Andreas menunggu kedatangan mereka.


Nyonya Andreas mama Sean, langsung berdiri menyambut bahagia kedatangan anak dan calon menantu nya.


"Hallo sayangku,,ohh..betapa cantiknya dirimu" ucap mama Sean langsung memeluk dan menciumi pipi kiri dan kanan zoie.


"Terimakasih tante" jawab zoie.


Mama Sean menggiring zoie, dan meminta zoie duduk disebelah nya, Sedangkan papa Sean hanya berdecak melihat kelakuan istrinya.


"Jangan panggil tante donk sayang, panggil mama aja yah".


"Iya mah" jawab zoie dengan tersenyum kaku.


Makan malam mereka berlangsung begitu santai, zoie sangat bersyukur karena orang tua Sean bisa menerima dirinya masuk kedalam keluarga mereka.


Obrolan selama makan malam ini, didominasi oleh mama Sean, dia menceritakan banyak hal tentang Sean kepada zoie.


Sean berlutut dihadapan zoie, dekat bucket bunga mawar ditangannya dan dia mengarahkan kotak cincin tersebut kepada zoie.


"Baby... Aku bukan tipe pria yang romatis, aku tidak tau bagaimana cara melamar dengan baik, tapi aku berjanji akan selalu mencintaimu seumur hidupku.. Will you marry me".


Zoie tidak langsung menjawab, dia menutup mulutnya yang menganga dengan tanganya.


Sean tersenyum menunggu jawaban dari zoie.


Zoie tidak menjawab dengan Kata-kata dia hanya mengangguk, dengan air mata bahagia yang membanjiri pipinya, dan kemudian dia menuntun Sean untuk berdiri dan langsung memeluk Sean dengan erat.


Orang tua Sean yang menjadi saksi sean dalam melamar zoie, ikut berbahagia. Mereka tidak pernah mempermasalahkan siapa pun yang menjadi pendamping Sean, yang penting Sean bahagia maka mereka akan selalu mendukungnya.


Karena kebahagiaan Sean adalah kebahagiaan mereka.


"Thank you baby" ucap Sean. Dia mencium pucuk kepala zoie bertubi-tubi. Sean menyematkan cicin berlian yang sangat indah itu dijari manusia zoie.


Zoie tersenyum, dia kembali memeluk Sean dengan erat. "I love you" bisik zoie.


Orang tua Sean memberikan selamat kepada zoie dan Sean.


Setelah mereka kembali duduk di kursi Masing-masing, mama Sean langsung membuat keputusan. Untuk mereka segera menikah.


"Mama mau, Pernikahan kalian secepatnya diadakan".


"Kamu gimana.. sayang" tanya Sean.


Zoie tersenyum "Zoie ikut mama saja" jawabanya.


Zoie menurut saja, dia serahkan semua kepada keluarga Sean, karena zoie hanya sebatang kara jadi dia tidak perlu pendapat apapun dari pihaknya.


"Ok.. 2 minggu dari sekarang kalian akan menikah, dan kalau kalian mengijinkan mama ingin mengurusnya". ucap Sean dengan tatapan memohon kepada zoie.


Zoie tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu ada konsep pernikahan yang kamu inginkan sayang".


" Zoie gak muluk-muluk mah, mau nya yang sederhana aja."


"Ok, serahkan kepada mama".