My First Story

My First Story
Bab 26



Pernikahan zoie akan diselenggarakan 2 minggu lagi, mama Sean menginginkan pernikahan anak semata wayangnya dibuat dengan meriah, tapi zoie ingin pernikahannya dibuat sederhana, dia menginginkan pernikahan yang intimate. Yang hanya dihadiri keluarga dan para sahabat mereka saja.


Awalnya mama Sean tidak setuju, tapi kembali dia sangat menghargai keinginan zoie calon menantunya, sedangkan Sean dia menyerah kan semuanya kepada zoie dan mamanya.


"Baik sayang,, jika memang konsep seperti itu yang kamu inginkan, tapi ijinkan mama yang mengurus semuanya".


"Iya ma, pasti.. Terimakasih ya ma". ucap zoie dengan menggenggam erat tangan calon mertuanya. Zoie sangat terharu karena mama sean sangat menghargai keinginannya.


"Sama-sama sayang, yang penting kamu bahagia, itu yang terutama" kata mama sean kepada zoie dengan senyum yang sangat teduh.


Saat ini zoie tengah bersama dengan mama Sean, mereka ada janji bertemu dengan wo yang akan menangani pernikahan zoie dan Sean.


✧・゚: *✧・゚:*


Zoie masi tetap bekerja, beberapa hari menjelang pernikahan baru dia akan mengambil cuti, saat ini zoie sudah tinggal dirumah orang tua Sean, sedangkan Sean masi tetap tinggal diapartemen nya, dan sejak seminggu terakhir ini dia dan Sean tidak ijinkan bertemu hingga hari pernikahan tiba mereka hanya berkomunikasi lewat ponsel saja.


Lusa. .pernikahan zoie dan Sean akan diselenggarakan, tapi sejak beberapa hari belakangan ini zoie sering merasa pusing dan sakit kepala.


Mama Sean yang baru mengetahui hal ini pun menjadi cemas. Dia sangat kwatir dengan keadaan calon menantu nya itu.


"Sayang... bagaimana keadaanmu, mama akan memanggil dokter untuk memeriksa kondisi mu" kata mama Sean, dia sangat mengkhawatirkan keadaan zoie.


Zoie tersenyum dia memeluk mama Sean dengan penuh sayang.


"Trimakasih ma,, ini hanya sakit kepala biasa, nanti juga akan sembuh, mama gak perlu kwatir".


"Tapi wajah kamu, pucat sekali sayang"


Zoie kembali tersenyum. "Zoie hanya butuh istrahat aja mah, mungkin zoie hanya kelelahan saja" jawab zoie.


"Dan tolong ya ma, jangan beritahukan hal ini kepada Sean".


"Baiklah sayang, kamu istrahat yah,, karena besok pagi kita akan berangkat keresort".


"Iya ma".


Dan mama Sean pun berlalu dari kamar zoie, membiarkan zoie untuk istirahat.


✧・゚: *✧・゚:*


Hari ini adalah hari pernikahan zoie dan Sean.


Pernikahan mereka diadakan di salah satu resort milik keluarga Sean, dengan tema intimate wedding, tidak terlalu banyak tamu yang diundang, hanya keluarga inti dan Sahabat dekat mereka saja.


Zoie tampil anggun dan cantik dengan wedding dress berwarna putih, Dia berjalan menuju altar didampingi oleh ayah sean.


Sean menunggu zoie didepan altar dengan senyum yang mengembang. Matanya tak pernah putus dari zoie yang terlihat semakin cantik dihari pernikahan mereka ini.


Sama halnya dengan zoie dia begitu terpana melihat penampilan Sean yang begitu gagah dengan jas berwarna beige.


Mereka berdua saling melempar senyum, ketika sudah bersanding didepan altar.


"Kau terlihat sangat cantik sayang, sungguh ingin sekali rasanya aku mencium mu" bisik Sean kepada zoie, ketika mereka duduk berdampingan.


"Kau juga terlihat sangat tampan sayang". jawab zoie dengan senyum yang begitu manis.


Janji suci pernikahan telah mereka ikrar kan, kini Sean dan zoie telah resmi menjadi suami istri. Senyum bahagia terus terpancar dari bibir sean dan zoie.


Sasa dan zara turut hadir dalam pernikahan zoie dan sean, mereka juga ikut berbahagia melihat zoie yang tengah bahagia.


"Selamat sayangku.. i'm happy for you".


"Selamat yah zu,, bahagia rasanya ketika melihat lo sebahagia ini" ucap zara.


"Thankyou guys,,, terimakasih sudah hadir dipernikahan gue".


Zoie memeluk kedua sahabatnya, yang sudah dia anggap seperti keluarga nya.


Acara terus berlanjut, sang pengantin berbaur dengan para tamu undangan sesuai dengan tema yang diusung oleh kedua mempelai.


Yang hadir disini benar-benar keluarga inti dan sahabat dekat mereka saja, dan juga dihadiri oleh beberapa dari rekan bisnis sean.