My First Story

My First Story
Bab 17



Sean dan zoie terbangun ketika hari sudah menggelap.


Setelah membersihkan diri dengan mandi bersama. Sean mengajak zoie untuk makan malam diluar.


Mereka memilih restoran yang tidak terlalu jauh dari apartemen zoie.


Setalah makan malam selesai, zoie meminta Sean untuk mengantarkan nya ke supermarket, dia akan berbelanja untuk stock keperluan dapurnya, karena persediaan nya dan juga isi kulkasnya sudah hampir habis.


Sehabis berbelanja mereka langsung kembali ke apartemen zoie.


Sesampai di basement, Sean membatu zoie membawa belanjaan zoie.


Begitu sampai diapartemen zoie langsung menyuruh Sean membawa belanjaan nya kedapur dan meletakkan nya dimeja mini bar.


"Aku akan membantumu sayang, kau cukup memberitahukan apa yang harus aku lakukan".


"Baik lah, .. tolong masukan daging- daging ini kedalam freezer, dan yang sayuran ini".


Sean langsung mengerjakan sesuai dengan yang zoie katakan.


"Lain kali,, jika aku disini kau harus memasak untuk ku" ucap Sean.


"Aku tidak terlalu begitu bisa memasak sean, aku takut kau tidak akan begitu suka dengan masakanku".


Sean tersenyum. "Tidak masalah sayang, yang penting itu masakanmu, aku pasti akan memakanya".


"Done... ada lagi yang mau aku kerjakan?" tanya Sean setelah selesai memasukan daging dan sayuran kedalam kulkas.


"Tidak, trimakasih sudah membantu ku".


"Hmmn... no worries honey".


Sean menghampiri zoie yang tengah merapikan Kitchen kabinetnya, dia memeluk zoie dari belakang, dan menyibakan rambut panjang zoie kesamping.


Sean mencium bahu zoie, dan mengeratkan kedua tangan nya yang melingkar di perut zoie.


"I love you" bisiknya ditelinga zoie dan mejilat daun telinga zoie.


"Se.. apaan sih, geli tau gak". Zoie mengangkat sebelah bahunya yang tengah diciumin oleh Sean.


Sean terkekeh, dia menjilat belakang telinga zoie hingga ke leher nya, lalu mengisap kuat bahu zoie.


Zoie meremang, dia sudah tidak fokus lagi, memejamkan matanya menikmati sapuan lidah Sean.


"Sayang" ucap Sean dengan suara yang sudah serak. Lalu dia menggesek kan intinya yang sudah menegang di bo.kong zoie.


"Hmmn".


"Dia bangun.. " ucap Sean dengan kekehan pelan


"Trus"


"Mau dikamar atau disini".


Belum sempat zoie menjawab, Sean langsung membalikan tubuh zoie, dan langsung melahap bibir zoie dengan rakus.


Zoie menepuk bahu sean dengan sedikit keras, karena dia hampir kehabisan nafas. Sean melepaskan tautan mereka sesaat, dan kembali meraup bibir zoie.


Zoie pun membalasnya, dia mampu mengimbangi Sean, mereka saling membelit lidah mereka, mengunyah dan menghisap satu sama lain.


Tangan Sean tidak tinggal diam, dia memasukkan tangan nya kedalam koas zoie, dan langsung meremas lembut bukit kembar zoie.


Zoie tidak mau kalah, tanganya juga kini tengah membelai lembut milik Sean yang masi terbungkus oleh celana.


"Ohhh baby.." De.sah Sean.


Sean semakin memperdalam ciuman nya, memasukkan lidahnya lebih dalam mengexplore mulut zoie.


Zoie membuka kancing dan resleting celana Sean, dan melorotkan celana Sean hingga menyisakan boxernya saja.


Zoie memijat lembut milik Sean yang sudah tegak sempurna dari balik boxer Sean.


Sean menji.lat dan menggigit lembut daun telinga zoie, gai.rahnya benar- benar memuncak, memejam kan matanya bibirnya terus mende.sah menikmati pijatan zoie pada miliknya.


"Oh... sayang.. aku sungguh sudah tidak tahan".


"Aku tidak mau melakukan nya disini, ayoo kita kekamar saja" ucap zoie


Zoie tertawa pelan, dan membelai pipi Sean, dia menatap mata Sean yang tengah berada diatas tubuhnya.


Sean memejam kan matanya menikmati belain zoie, Sean terseyum dan kembali mendaratkan bibirnya dengan bibir zoie.


Sean membuka kaos zoie, dibantu oleh zoie dengan melengkung kan tubuhnya keatas dan meluruskan kedua tangannya ke atas, setelah baju zoie terlepas, sean melempar nya sembarang, dan selanjutnya dia membuka bajunya sendiri.


Sean kembali melahap bibir zoie, suara decapan bibir mereka pun terdengar dengan jelas.


Bibir Sean kini tengah menyusuri leher jenjang zoie, sedangkan jarinya di buat untuk memilin puncuk da.da zoie.


Zoie melenguh, dia menggigit bibir bawahnya.


"Seaaaannn.. mmmnnn"


Mata zoie tertutup terkadang terbuka menikmati setiap sapuan bibir dan lidah Sean di tubuhnya.


Leguhan zoie terdengar jelas bahkan dia sambil mengangkat Kepala nya dikala Sean mempermainkan pucuk zoie dengan lidahnya.


Zoie meremat rambut Sean dengan tanganya, dan tanganya yang satu menge.lus punggung Sean dengan gerakan naik turun.


"Oh.. Sean..." De.sah nya lagi dikala tangan Sean menyusup masuk ke dalam celananya.


Jari sean bermain- main disana, membuat zoie menggelinjang menginginkan lebih.


"Se.... Pliss" ucap zoie dengan mata yang sudah sangat sayu.


"As your Wish baby.. " ucap Sean tersenyum.


Sean langsung melorotkan celana milik zoie, dan dia juga langsung membuka boxernya.


Sean membuka kaki zoie, dan mengarahkan miliknya ke inti zoie, inti zoie sudah benar- benar basah memudahkan Sean memasukkan miliknya.


"Oh... Baby.. I love this.. " ucap Sean seraya mencium bibir zoie dikala miliknya telah masuk sempurna.


Sean menggoyang ping.gulnya secara perlahan, dan lama -lama semakin cepat dan bibirnya terus bermain di pucuk da.da zoie.


Zoie dan Sean sama mengerang ketika akan mencapai puncak nya.


"Thank you baby,.. I love you" ucap sean seraya menciumi seluruh wajah zoie.


Zoie terkekeh "Thank you se.. " ucapnya.


Setelah milik Sean mengkisut, dia menjatuhkan tubuhnya disisi zoie dan menarik zoie kedalam pelukan nya.


Dan mereka pun terlelap sambil berpelukan.


✧・゚: *✧・゚:*


Pagi menjelang.


Hari iini zoie harus kembali bekerja, dia masuk shift pagi hari ini.


Zoie bangkit dan turun dari ranjang secara perlahan, dia tidak ingin mengganggu tidur Sean yang terlihat masi sangat nyenyak.


Zoie berjalan masuk kekamar mandi dengan langkah yang pelan. Setelah membersihkan dirinya keluar dari kamar mandi zoie melihat Sean masi tertidur.


Zoie mengambil pakaian nya, dan memakainya disana, dan setelahnya dia pun keluar dari kamar menuju dapur.


Zoie membuat sarapan untuk dia dan Sean, dia membuat sarapan simpel pagi ini, Scramble egg, sosis panggang dan toast, serta dua cup kopi.


Setelah meletakkan nya dimeja, zoie membersihkan dapurnya, dan menyuci peralatan masak yang dia gunakan tadi.


Habis membersihkan dapurnya dia lanjut membersihkan area lain, menyapu ruang tamu dan memasukan kain kotor kedalam mesin cuci.


Setelah semua pekerjaan nya selesai, zoie kembali kedalam kamar, Sean masi saja tidur nyenyak.


Zoie mengganti baju dan memakai make up tipis diwajahnya. Dia menghampiri Sean yang masi tidur diranjang.


"Sean,,, bangun.. udah pagi ini". Zoie membangunkan Sean dengan cara mengguncang bahunya pelan.


Terimkasih sudah mampir.


Mohon dukungannya, Like Comment, dan Hadiahnya ❤❤❤