My First Story

My First Story
Bab 20



"Ya mama hanya ingin mengenalkan kamu dengan anaknya jeng risa saja sayang, dia sangat cantik loh dan dia juga seorang designer".


"Mau yah sayang". mohon mama sean.


"Mah.... " belum sempat sean menyelesaikan ucapannya, sudah langsung dipotong oleh sang mama.


"Mama tau sayang, kamu masih terluka dengan kelakuan Manda, tapi kamu gak boleh larut dengan kesedihan kamu sayang, kamu harus membuka lembaran baru."


"Namanya Kia, dia wanita yang sangat cantik, pintar dan juga baik, mama sudah bertemu denganya kemaren sayang" lanjut sang mama


Sean memutar tubuhnya menghadap sang mama. Dia meraih kedua tangannya dan menggenggam nya erat dan mencium kedua tangan mamanya dengan sayang.


Sean tersenyum.


"Maaf ya... tapi sean gak bisa mah, sean udah punya janji dengan kekasih sean".


"Apa... kamu sudah punya kekasih?" tanya mama Sean kaget.


Sean mengulum bibirnya dan kembali tersenyum. Dengan menganggukan kepala nya dia menjawab sang mama.


"Sean sangat mencintai nya mama!".


"Oh sayang ku... kamu harus mengenalkanya dengan mama" ucap mama Sean lalu memeluk Sean dengan sayang.


"Nanti Sean akan membicarakan hal ini denganya".


"Mama tunggu loh".


"Hmmn,, Sean akan membawanya kerumah jika sudah waktunya".


Mama Sean melirik jam ditangan nya


"Mama pulang yah sayang, uda sore takut papa kamu nyariin ".


Sean terkekeh.


"Uda pada tua juga" ucap Sean


Sedangkan mama Sean hanya tertawa dan juga langsung berdiri bersiap untuk pergi.


"Bye sayang,," ucapnya dengan memeluk Sean.


"Sean juga mau keluar, kita bareng aja kebawah".


Sean dan mamanya turun bersama, menuju lobby tempat sang sopir menunggu mama Sean.


Setelah mobil sang mama melaju, barulah Sean masuk kedalam mobilnya, dan langsung melajukan mobilnya menuju hotel tempat zoie bekerja,


Sesampainya di hotel, Setelah memarkirkan mobilnya, Sean langsung masuk kedalam Lobby.


Resepsionis disana sudah mengenal dan mengetahui siapa Sean, dia pun langsung menyambut Sean dengan sangat ramah.


"Selamat sore tuan Andreas, ada yang bisa kami bantu tuan".


"Hmmn... Tolong panggil kan zoie untukku" ucap Sean to the point.


"Maaf tuan... ehh Baik tuan" ucap sang resepsionis gugup.


Sean pun meninggal kan meja resepsionis dan mendudukkan dirinya disofa, dia akan menunggu zoie disana.


Sean membuka ponselnya, masi belum ada balasan dari zoie disana.


Sean berdecak, dia melirik kearah meja resepsionis yang tengah menghubungi zoie.


Sean cukup lama menunggu, tapi zoie masi belum menampakkan wujudnya.


Sean kembali menghubungi zoie, dan kali ini langsung dijawab oleh zoie.


"Honey... "


"Sebentar,, Aku sedang mengganti baj ku"


"Ok baiklah,,Aku menunggumu di Lobby"


"Hmmn"


Tuuuttt. Zoie langsung mematikan panggilan nya begitu saja.


Sean Ternganga, lalu menggeleng sambil berdecak.


Tak sampai 5 menit zoie menghampiri Sean. Dia berdiri tepat di hadapan Sean.


"Yuk" ajaknya.


Zoie ingin cepat- cepat berlalu dari sana, dia tidak ingin rekan- rekannya yang melihatnya.


Sean berdiri dan meraih tangan zoie. Mereka keluar dari Lobby dang langsung masuk kedalam mobil sean.


Begitu masuk kedalam mobil, Sean memutar tubuhnya menghadap zoie.


Dia langsung menarik dagu zoie, dan mencium bibirnya dan bahkan ******* nya.


Zoie tersenyum mengusap pipi Sean dengan sayang.


"Maafkan aku, aku sangat sibuk hari ini" ucapannya.


"It's ok" Sean meraih tangan zoie dan mengecup nya.


"I love you" bisik Sean pelan.


"Thank you" jawab zoie dengan senyumnya.


Sean menghidupkan mobilnya dan langsung melajukan nya.


"Apa kita langsung kembali ke apartemen mu sayang,? " tanya Sean.


"Iya, aku sangat lelah hari ini". jawab zoie.


"Istirahatlah". ucapannya kepada zoie.


Sean melajukan mobilnya, dia menatap lurus kedepan dan fokus ke jalan. Jalanan sedikit macet sore ini, zoie yang lelah pun tertidur di kursinya.


Karena terjebak macet beberapa kali, Sean dan zoie sampai di apartemen sudah hampir gelap. Karen tidak tega untuk membangunkan Zoie yang tengah terlelap, Sean pun akhirnya menggendong zoie hingga masuk kedalam apartemen.


✧・゚: *✧・゚:*


Waktu bergulir hari berganti begitu pun dengan minggu dan bulan terus bergerak maju.


Begitu pun dengan hubungan zoie dan Sean, semakin hari semakin intim.


6 Bulan sudah hubungan zoie dan Sean berjalan, karena kesibukan mereka berdua membuat mereka jarang bertemu beberapa minggu terakhir ini.


Pekan ini merupakan long weekend karena pada hari senin nanti adalah tanggal merah, sehingga banyak orang yang akan memanfaatkan nya untuk berlibur atau hanya sekedar Staycation.


Sky Hotel tempat zoie bekerja, di long weekend ini tengah fully book. Membuat zoie benar-benar sangat sibuk, sebagai seorang manager dia bekerja dari pagi hingga malam, sebagai wujud loyalitas nya kepada perusahaan.


Begitu pun dengan Sean, yang juga sangat sibuk akhir-akhir ini, dia sedang menangani proyek besar diluar negri.


Dan besok siang dia akan berangkat ke sana untuk meninjau nya secara langsung. Malam ini rencananya dia ingin bertemu dengan zoie sebelum berangkat kesana.


Sean beberapa kali menghubungi zoie, tapi tak sekalipun zoie mengangkatnya. Hingga malam menjelang Sean telah menyelesaikan segala pekerjaannya dan juga telah menyiapkan segala berkas-berkas untuk dia bawa besok.


Sean meraih HP nya hendak menghubungi zoie, tapi ternyata malah zoie yang menghubungi Sean terlebih dahulu.


"Hi baby,, " sapa Sean


"Hallo sayang,, maaf aku sibuk bangat hari ini, hotel lagi rame" kata zoie dari seberang sana.


"Kamu masi kerja sampai jam segini, bukannya kamu tadi masuk pagi sayang" tanya Sean.


"Hmmmn, Ganti ke Video yah, aku kangen sama kamu" ucap zoie manja.


Sean langsung mengganti telepon nya menjadi video.


"Hi honey".


Zoie tersenyum.


"Ganteng banget sih", ucapnya lalu mengelus pipi Sean dari layar ponselnya.


Sean mengernyit.


"Tumben bangat, are you ok baby?". ucapnya dengan terkekeh pelan.


Zoie terseyum "I Love you" ucapnya.


Sean semakin tergelak, "Aku akan menjemputmu sekarang".


"Aku menunggumu sayang, apa kamu masi dikantor? ". tanya zoie.


"Hmmn,, aku sudah akan jalan" sean meraih kunci mobilnya dan mengarahkan nya kearah kamera ponselnya. Dan lalu berdiri berjalan keluar dari ruangan nya.


"Baiklah, aku menunggumu sayang".


Zoie hendak mematikan ponselnya, tapi dicegah oleh sean.


"Temani aku hingga keparkiran".


Sean dan zoie masi terus mengobrol, saling bercanda dan menggoda. Hingga tanpa Sean sadari dia sudah berada disisi mobilnya.


Setelah Sean masuk kedalam mobil barulah dia mengakhiri obrolan mereka.


Sean menghidupkan nya dan melajukan nya menuju Sky hotel.


Mobil Sean sudah memasuki area hotel, dan zoie sudah menunggu nya didepan Lobby, Begitu mobil Sean terlihat cepat-cepat zoie berjalan agak menepi dari pintu Lobby.


Begitu mobil Sean berhenti, dia langsung membuka pintu dan masuk kedalam mobil dengan senyum yang sangat merekah.


Terimakasih sudah mampir 🙏🙏🙏