My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
39



Naila mengantar bunga kerumah seorang pelanggan setianya,setiap hari selasa pelanggan tersebut selalu memesan 2 buket bunga lily.


dengan binar cerah di matanya Naila menaiki sepeda warna birunya,terik matahari menyinari tubuhnya tapi tidak sedikitpun mematahkan semangat naila untuk mengantarkan bunga lily.


saat mengendarai sepeda birunya, ia melewati pantai. naila memarkirkan sepedanya bersama bunga lily tersebut di dekat pantai. kaki kecil naila turun dari sepeda lalu mulai melangkah menginjak pasir pantai yang halus.


pemandangan disini sangat bagus,angin berhembus menerpa tubuhnya membuat anak-anak rambutnya berterbangan,naila tersenyum menikmati hembusan angin tersebut.


*brak*


Naila menoleh ke sumber suara tersebut dan ia membulatkan matanya ketika melihat sosok yang sangat ia benci ada disana.


"naila.." Daniel diam mematung kerdus berisi kertas untuk naila terjatuh,tangannya mendadak tidak memiliki tenaga ketika melihat wajah cantik yang sangat ia rindukan itu.


"maaf sepertinya anda salah orang" Naila berjalan melewati Daniel dan mata naila tidak sengaja melihat kertas yang berjatuhan disana tertulis "dari Daniel,untuk Naila,jangan lupa temui aku di mimpi nanti,aku sangat mencintaimu nai" hati naila terasa sakit membacanya ia tidak tahu kenapa.


tangan naila di tarik oleh daniel membuatnya dengan otomatis menoleh "katakan bahwa kau naila!" Daniel membentaknya dengan air mata yang sudah memupuk di kedua matanya. "katakan ku mohon..." tubuh daniel merosot sesambil memegang tangan naila erat.


Naila yang tidak tega melihat daniel seperti itu,tanpa sadar memeluk tubuh daniel dengan erat tubuhnya ikut terduduk di depan daniel,pria ini jelas bukan lagi pria yang menyiksanya dulu ada banyak luka yang tersimpan di punggungnya. Naila tidak bisa menahan tangisnya jujur saja ia tidak pernah bisa melupakan pria kejam ini.


"katakan bahwa kau naila aku mohon" Daniel memeluk tubuh kecil itu dengan erat,mencium rakus wangi dari tubuh naila seolah itu adalah pasokan udarahnya.


"tenang lah..jangan seperti ini" Naila mengelus rambut daniel pelan,dan itu berhasil membuat pria itu diam.


Naila melepaskan pelukkan mereka berdua,lalu mengusap air mata dipipi daniel "jangan menangis lagi" tangan naila turun menarik kedua sudut bibir daniel membentuk senyuman "senyum lah,dia akan senang di sana jika kamu tersenyum"


air mata daniel kembali turun "nai aku,maafkan aku" naila tersenyum mendengarnya "aku maafkan asal kamu mau tersenyum" Daniel dengan cepat merubah ekspresinya ia tersenyum dengan lebarnya meskipun air matanya tidak berhenti keluar dari kedua matanya.


naila menghampiri sepedanya,tiba-tiba sebuah tangan mendorongnya dengan cepat membuatnya berguling di aspal. naila bangun dan terkejut.


hatinya seperti di pukul palu besar,disana daniel terkapar dengan keadaan penuh darah. Naila berlari ke arah daniel dengan cepat.


tangan naila mengangkat kepala daniel dan mendudukannya di pahanya,tangannya menepuk-nepuk pipi daniel yang sudah di lumuri darah tersebut,air matanya turun tanpa henti.


"Daniel bangun,aku mohon bangun daniel" naila mencium bibir daniel berusaha membuat nafas buatan. tiba-tiba tangan daniel mendorongnya "Nai,aku benar-benar akan menyusulmu saat aku disana aku akan memperlakukanmu dengan baik" tangan daniel menyentuh pipi naila "saat disana nanti hukumlah aku nai,tapi biarkan aku melihatmu"


tangan dingin yang menyentuh pipi naila itu jatuh,naila menggelengkan kepalanya "gak,gak,daniel please!!!" Naila menepuk pipi daniel,air matanya tidak kunjung berhenti untuk jatuh,hatinya seperti di koyak-koyak,tuhan benar-benar mempermainkan takdirnya.


tangan naila merogoh saku belakangnya,ia mengambil handphonenya lalu menelfon ambulans dengan tangan bergetar. "aku mohon cepat datang,dia akan hilang,aku mohonn.." Naila berkata dengan suara bergetar. setelah mengatakan itu ia meletakkan hp nya asal.


Naila menunduk menempelkan keningnya dengan kening daniel "aku memaafkanmu,kembalilah jangan seperti ini"


"aku ada disini daniel" Naila menutup matanya erat dengan tangan yang memegang tangan daniel.


Naila terisak "daniel,aku disini,kau ingin mencariku kemana lagi?aku sudah disini" tangannya memegang tangan daniel dengan erat.


"kau tidak perlu menemuiku di mimpi daniel,aku sudah berada disini bersamamu"


____


maaf telat,internetnya susah T_T