My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
KELUAR#2



Naila membuka matanya dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah tembok ber cat abu-abu,dan sofa yang terlihat nyaman dia juga mengedarkan matanya merasa aneh dengan tempat ini,ini?Bukan kamarnya.


"Aku dimana..Terakhir kali"guman naila lalu Ingatannya Jatuh pada saat ia sedang di peluk daniel dan dia tertidur,huh!Itu kebiasaan nya dari kecil,Wajah naila memerah saat mengingat semua.


ini bukan kamarnya berarti ini Kamar daniel?


Dia harus Lari dari daniel,daniel itu kaya malaikat Tapi aslinya Setan.


Bahkan waktu SMA dulu dia sering memperlihatkan senyum manisnya yang bhak seorang Malaikat,Dia sampai terlena dengan pesona daniel namun nyatanya senyuman itu palsu.


Dulu senyuman seperti itu Sangat manis namun sejak pacaran Senyuman yang di lakukan daniel malah membuatku merinding Sampai sekarang.


naila menggeleng-nggelengkan kepalanya mencoba menghapus daniel dari kepalanya dia harus Kabur dari sini,Mana mau dia tinggal Sama setan yang menjelma jadi malaikat.


Naila berjalan kearah pintu kamar dan menggerakan gagang pintu tersebut namun Pintu tak kunjung terbuka.


"Di Kunci??Terus aku keluarnya gimana"naila menghela nafas panjang dia tidak boleh patah semangat dia harus cari cara lain.


Hanphone!


Benda pipi itu langsung terlintas di pikiran naila, ia akan menelpon audry   untuk membebaskannya dari Penjara daniel.


"a..udry"


"naila?kenapa??kamu gapapa kan?kok suara kamu gemetar gitu?"


"audry..Tolongin aku..Daniel kunci aku di kamarnya"


"Daniel?Daniel ceo kita?"


"Iya..cepet dry"


"oke kamu tenang aku akan kesana daniel ada meeting dan ini kesempatan ku untuk membawah mu kabur!"


Setalah mengatakan itu Sambungan telepon terputus naila menatap handphone nya,ia takut jika daniel kembali sebelum audry membebaskannya.


Naila memilih bersembunyi di Lemari besar yang ada di kamar tersebut sepertinya di situ aman daniel tidak akan menemukannya kan?.


Naila melangkah kan kakinya Menuju lemari tersebut dan bersembunyi disana,disini sempit sekali yaampun Panas gerah juga tapi lebih panas Ketika harus berhadapan dengan setan daniel.


Untung mantan:))


Kayanya disini aman deh ada bagusnya juga punya tubuh kecil,mungil dan gak tinggi, tinggi Naila hanya 155 cm gak tinggi kan?padahal aku minum Susu peninggi badan setiap hari.


Naila meratapi tinggi badannya yang tak seberapa hingga terdengar lah suara langkah kaki mendekati kamar ini.


"itu..?audry apa daniel?"Guman naila mencoba mengintip dari dalam Lemari,semoga saja bukan daniel.


Detak jantung naila berlombah-Lombah Seperti di arena balapan,Naila benar-benar takut.


Dan ketakutan naila terbukti yang masuk kedalam kamar bukanlah audry melainkan,Daniel.


-


Daniel melihat audry yang sedang mencoba Membuka ruang kerjanya untuk apa?.


Dengan langkah tegapnya dan karisma luar biasanya dia menghampiri audry,setauh ku aku tak pernah membuat janji dengan audry.


"Apa yang Kau lakukan?audry Angelalita?" Dengan nada tajam dan dingin, sekarang dia tauh audry kan sahabat Naila jadi dia kesini ingin membawah kabur naila?.


Daniel tersenyum miring,Tak ada yang akan membawah Naila pergi selain dirinya!


"S..aya ingin membicarakan sesuatu dengan anda tuan daniel" ucap audry mencari alasan agar bisa masuk.


Daniel pun membuka pintu ruang kerjanya dan diikuti audry di belakangnya,Wanita ini masuk kedalam perangkapnya.


Mau membawa Gadisnya pergi?Jangan Mimpi!


Audry gugup aura daniel benar-benar menyeramkan ia Mati kaku disini dia tak bisa bicara hanya Karena aura daniel.


"Jadi?apa yang ingin anda bicarakan audry Angelalita?Naila yah?" aku sudah menebak dia pasti mencari naila bagaimana bisa dia tauh naila ada dikamarnya?.


Sedangkan audry yang di tanya langsung membeku daniel mengetahui?Rencananya.


"Ingin membawa naila pergi?Akan ku pastikan keluarga mu Lebur dalam tanah.." Rasakan,Dia pikir dia siapa bisa membawa nailanya pergi.


"Kalo begitu keluar dari ruangan ini" Desis daniel tajam,Wanita di depannya ini sok jadi pahlawan sekali , Ini sudah sore!Biasanya Pahlawan datang pagi-pagi kan?


Audry kebingungan dia tidak mau kehilangan keluarganya namun disisi yang lain ia ingin membebaskan Naila.


'Maaf kan aku nai,aku tidak bisa menolongmu' Batin audry.


Audry langsung Meninggalkan ruangan tersebut tampa satu patah kata pun.


Daniel melangkah ke kamar nya yang di tempati Naila ia sengaja Menjalankan kakinya dengan cepat dan Sedikit menghentakkan,Naila-Naila ingin kabur?Marilah..Kita kabur ke duniaku.


Daniel memasukki kamarnya dan tidak melihat adanya naila disana,Ia pun mengecek kamar mandi dan tidak ada naila.


Tidak mungkin kan jika Naila kabur melewati balkon?Dia bisa mati Karena jatuh dari ketinggian.


Daniel tidak sengaja menginjak sesuatu,ini anting perempuan?aku tidak pernah membawa Perempuan kekamar ini selain...ah..Naila.


jadi naila sedang bersembunyi di dalam lemari?aku akan memakai caraku agar kamu keluar sayang..aku tidak suka bermain petak umpet.


"Naila-Naila..Gak mau keluar?Aku tadi ketemu audry loh" daniel mengeluarkan pisau dari dalam jasnya yang selalu ia bawah kemana-mana.


"udahan yuk main petak umpet nya,Sebelum aku bikin audry jadi Sop buntut Lalu kita makan bersama" Masih belum mau keluar juga?


"Naila..Keluar dong gak kasian audry?dia nunggu kita buat kulitin dia" masih belum keluar juga?


Daniel mendekat kearah Lemari baju lalu Mengesekkan pisau nya dan minumbulkan bunyi 'krett-krett' yang membuat telinga menjadi geli-geli seram.


"Naila..keluar yah sayang..aku bawah audry nih kamu gak mau keluar..?Yaudah audry nya Aku Lukis pakai pisau aku yah??" aku menggesekkan kembali pisauku dan menimbulkan Suara lagi.


Aku pun menjauh dari lemari karena aku rasa Naila akan keluar,Hukuman apa yang pantas untuk nya?Oh aku tauh. Daniel menyeringai kejam.


-


Naila keluar dari lemari itu dia takut dengan semua ucapan yang keluar dari mulut daniel..dia mau jadikan audry sop buntut?yang benar saja!


Dan nyatanya saat dia keluar dia tidak melihat adanya kebradaan audry?Daniel menipunya!


"Hai naila?Sudah puas bermain Petak umpet nya??" Sapaan daniel Sperti sapaan malaikat maut.benar-benar mengerikan.


Sekujur tubuhku kaku ketika daniel mendekat,apalagi saat melihat pisau yang ada di tangannya hukuman daniel pasti menyakitkan..dia sudah berkali-kali merasakannya.


Naila mundur selangkah demi selangkah saat daniel Mendekatinya.


"menyenangkan tidak?Bermain denganku?"


Tubuh naila terbentur tembok dia tidak bisa lari kemana-kemana daniel mengurungnya.dia sedikit menakan kan pisau nya pada pipi naila,pipi naila mengeluarkan darah.


Perih yang dia rasakan ketika daniel menekan pisau itu pda pipinya matanya sudah berkaca-kaca,Kenapa di harus ketemu daniel lagi?


"kau sudah melanggar..Aturan yang aku tetapkan naila..Hukuman apa yang pantas untuk mu?hm?" bulu kuduk naila berdiri saat Daniel mengatakan itu.


"1-Kau melawanku


2-Kau menolakku


3-Kau memberontak


4-Kau mencoba kabur.


"Jadi hukuman apa yang pantas untukmu yang melakukan itu semua sayang?.." daniel menempelkan pisaunya kembali ke pipi naila.


Sedangkan Naila menahan sakit.


"Aku tauh hukuman yang pantas untuk Kau,Nailaku sayang.."


_-_-_-_-


Bersambung


Hayoo Naila bakal kenapa!?


-Naila syailand


-Daniel aratha arkanello