My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
28



sekarang Naila berada diruang makan bersama dengan Daniel dan Chia.sungguh lucu!ini seperti penghinaan bagi Naila bagaimana tidak?ketika simpanan duduk dengan nyaman di meja makan sedangkan dimeja makan tersebut ada calon tunangan dari pria tersebut. dan parahnya,disini yang terlihat seperti simpanan adalah Naila.


"dimana Dellia?"


bukannya menjawab ucapan Naila. Daniel malah menatap Naila dengan tajam,Naila yang ditatap seperti itu bukan malah takut ia malah semakin berani.dengan muka penuh amarah Naila membanting sendok yang tadi ia genggam. bunyi sendok yang bertabrakkan dengan piring terdengar keras menggema diruang makan.


Chia yang melihat itu ketakutan. ia memeluk tangan Daniel dari samping dengan erat,Daniel yang melihat Chia ketakutan ikut emosi. siluet kemarahan terpampang jelas dimata Daniel.


Naila menatap Daniel dan Chia dengan dingin. pasalnya Naila merasa tidak dihargai disini. jelas-jelas ia mengkhawatirkan anaknya dan dia hanya ditatap dingin untuk sebuah jawaban 'ya atau tidak' dan juga dengan santainya mereka bermesraan disaat ia sedang kebingungan.dan apalagi sekarang?Daniel akan menghukumnya lagi?memarahinya lagi?sungguh LUCU.


"Apa yang kau lakukan!" bentak Daniel.


"kenapa hah!!?aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu,dimana Dellia!?"


"anak tidak berguna itu dikamarnya!!dia sakit dan sekarang dia harus istirahat!dia sudah sarapan dahulu jam setengah 6 pagi tadi"


"kau-"


"Daniel.. aku takut" ucap Chia dengan nada bergetar ketakutan.


"lihat!sekarang kau membuatnya ketakutan!dasar perempuan Hina" maki Daniel,lalu ia mengajak Chia pergi keluar.


Naila terdiam mendengar makian Daniel.rasanya ia ingin menembak mati Daniel lalu mengambil otaknya dan menjualnya ke pasar gelap. jelas-jelas yang membawah dirinya dengan paksa ke istana besar ini adalah dia!dan dengan bodohnya dia memaki dirinya Hina?aku rasa otaknya sedikit bermasalah .apalagi Chia itu,Naila akui fisik Chia benar-benar sangat mirip dengannya tetapi Naila merasa aneh dengan wanita itu


oh gosh apa Naila salah lihat. tidak. sepertinya aku tidak salah Lihat,si Chia-Chia itu tersenyum miring meremehkannya.lucu sekali,ia diremehkan hanya karena Daniel si psychopat tidak berpihak dengannya?lucu. aku bahkan tidak pernah berharap pria itu akan memilihku untuk menjadi wanitanya. jika chia menganggapku saingan.toh,aku gak peduli.


aku menghentikan salah satu pelayan wanita berambut belonde kuning, menggunakan baju hitam putih seperti pelayan umumnya. 


"dimana kamar Dellia?" 


"dilantai dua sebelah kanan paling ujung Nyonya,apa perlu saya antar?"


sungguh Daniel biadab!bagaimana bisa kamar anak kecil diletakkan di paling ujung dan melewati lorong gelap seperti ini. apa otaknya benar-benar hilang?bagaimana jika Dellia ketakutan?karena dellia itu takut gelap,ia juga takut petir.tidak jarang Dellia menangis hanya karena lampur tidurnya Naila matikan.


aku sampai didepan pintu kamar dellia,dengan pelan aku membukanya. dan aku melihat Dellia yang menggunakan baju tidur berwana putih sedang tertidur pulas di atas ranjang king size yang cukup untuk ditempati 3-4 orang. padahal kamarnya melewati lorong gelap tetapi dalamnya membuatku terkejut.kasur king size untuk anak kecil lalu marmer hitam dan abu-abu yang beradu mebuat kamar terlihat sangat elegan. bukan hanya itu ada walk in closet,dan beberapa sofa juga meja.


Ini tidak terlihat seperti kamar anak kecil. Tapi bukan itu yang sekarang ia pedulikan,tetapi anak kecil diatas kasur king size itulah yang ia khawatirkan.


Naila mendekati kasur king size tersebut lalu duduk di pinggiran kasur. Naila mengelus kepala Dellia pelan,sepertinya benar apa yang dikatakan Daniel. Bahwa Dellia sakit.


Ini semua karena Daniel membawah dirinya dan Dellia secara paksa. Bisa saja Dellia sakit karena terlalu syok dibawah secara paksa seperti itu. Apalagi kamarnya diletakkan diujung lorong.


Naila berpikir,sebenarnya hari ini adalah hari yang tepat untuk kabur. Tetapi melihat kondisi Dellia,ia tidak bisa. Jika ia egois Lalu kabur dari sini dan hanya mementingkan diri sendiri ntah,apa yang akan terjadi nantinya.


Dan ada satu hal lagi yang sedari tadi terus-menerus berputar bagaikan Video dikepalanya. Yaitu,kondisi Nathan. Apa pria itu baik-baik saja?apa dia kesusahan?dan masih banyak lagi pertanyaan diotak Naila.


Naila ingin berterima kasih kepada Nathan karena telah mencoba menyelematkannya meskipun pada akhirnya Naila tetap disini. Naila bukanlah seorang berIQ200 tapi percayalah!Naila punya 1001 cara untuk bebas dari mansion besar milik Daniel.


Untuk sementara ini,Naila akan diam. Dan menuruti semua perkataan Daniel sampai diwaktu yang sudah ia tentukan. Dan disaat itu Naila bukan hanya akan meninggalkannya,tetapi juga akan menghancurkannya.


Karena Naila bukanlah wanita lemah,Ia hebat,ia kuat,ia pandai,Dan ia memiliki pendirian dan harga diri. Selama ini Daniel selalu memperlakukannya seperti orang yang tidak punya harga diri.


Naila akan membuktikan ucapannya,tunggu saja tanggal mainnya. Jika dirinya sengsara maka Daniel juga harus sengsara.


Karena ia bukan Naila yang dulu lagi. Naila yang sekarang bukanlah Naila yang gampang ditindas.


apalagi ditindas oleh bajingan seperti Daniel.


--


Bersambung.