
Sekarang Naila sangat bosan berada di Kamar Besar bernuansa maskulin ini,Tidak ada dellia,Anak itu sudah Tidur pastinya,Dan kenapa daniel seperti terlihat sangat kesal dan marah siapa yang menelponnya?Ia patut di beri tepuk tangan karena tanpa takut Membuat daniel marah.
"membosankan sekali"
Apa yang bisa ia lakukan dengan kamar ini?Tidur?Ia bahkan tak mengantuk,Melihat 'Charlie puth' tidak akan menaikkan moodnya.
Apa kesempatan ini ia buat untuk Kabur saja?disaat daniel tak ada..seperti ini,
Bukankah ini yang aku tunggu,Kebebasan dan tak lagi terjerat dengan daniel lah yang ia tunggu dan impikan.
Naila berjalan dengan pelan Mengecek apakah pintu kamar ini dikunci,Nyatanya tidak,Naila menengok kanan kiri Ia takut jika ada jarvis atau Bodyguard daniel yang berjaga,Dan semuanya Aman Sepertinya mereka semua sudah tertidur.
Naila pun turun tangga dengan cepat Berlari ke Ruang utama dimana Itu adalah jalan keluar dari rumah ini,
Namun kali ini dewi fortuna tidak memihak kepadanya ada banyak bodyguard berbadan besar berjaga disana.
Naila merenung memikirkan Cara agar Para Badan besar ini menyingkir dari sana dan memberinya jalan keluar.
Naila mempunyai ide,ia akan menipu para bodyguard ini dengan mengatakan ada penyusup di Rumah ini dan berpura-pura menangis,'Maafkan aku tuan,Tapi aku sangat butuh untuk keluar dari sini,Kau boleh menghukumku nanti'.
"Tolong-Tolong,Dikamarku..Tadi Ada seseorang Menuliskan Kata-kata kejam di kaca Kamarku dan daniel" Dengan wajah yang dibuat kelelahan dan airmata,Naila tersenyum di hati.
"Mari kita cek!"
Semua bodyguard itu Pergi mengecek kamar daniel dan naila,Sedangkan naila tersenyum kemenangan dengan senyum mengembang melanjutkan perjalanannya.
Dia berlari Kearah gerbang besar Milik rumah daniel,Mendorong dengan sekuat tenaga agar terbuka,Dengan cepat agar Para bodyguard itu tidak kembali.
Suara gaduh terdengar ditelinga naila sepertinya para bodyguard itu sudah kembali,Dengan Kaki tanpa alas Naila berlari kencang,Menjauhi rumah megah nan mewah milik daniel,Masa bodoh dengan kakinya asal dia bisa lepas dari daniel.
Tidak terasa Naila Berlari terlalu jauh hingga berada di jalan Raya,Naila menstop taksi yang lewat,
Supir taksi tersebut melihat pakaian naila yang basah dan rambut acak-acakkan,Karena naila mengingatkannya dengan anaknya ia pun memberi naila Sapu tangan untuk membersihkan wajahnya.
Lalu memberikan naila sebotol air minum.
"terimakasih pak!" disertai senyuman hangat naila.
"tidak masalah nak,Kau sudah seperti anakku"
"Wahh benarkah..berapa usia anak anda?" tanya naila dengan riang seolah tidak ada masalah apapun dalam hidupnya.
"Ahh..dia baru berumur 16 Tahun"
Naila mengangguk dengan riang,Namun tidak dengan hatinya Karena bapak supir taksi ini,Ia jadi ingat ayahnya yang bekerja keras untuk dirinya,Demi kebutuhannya.
"Ini berhenti dimana nak?"
Ah iya apa ia harus kembali ke Flatnya?Tapi daniel pasti menemukannya jika ia kembali kesitu lalu,Sekarang ia harus bagaimana?
"Anu..sebenarnya saya tidak punya tempat tinggal,bisakah bapak membantuku mencari flat kecil-kecilan?" Dengan nada ragu naila berkata.
"Dan namamu siapa nak?"
"Namaku naila,Memangnya boleh?Saya tidak mau merepotkan bapak"
"Saya tidak repot nak naila,Malahan Saya butuh kamu sepertinya hitung-hitung untuk meramaikan rumah kami"
"Ah..begitu baiklah saya mau" Ditambahi dengan senyum cantik khas naila syailand Siapapun akan terpanah.
-
Disisi lain seorang pemuda Bernama daniel,Marah besar ketika mendapatkan Kabar bahwa gadisnya kabur.
"Sialan"
Geram daniel,Lihat saja ketika ia pulang dan menemukan naila Ia Akan menghukum Gadis itu hingga Ia memohon kepadanya,Dan takkan mengulangi kesalahan ini,Gadis nakal.
"Jarvis Cepat kita harus kembali kerumah,Masa bodoh dengan orang sinting itu,Wanita ku kabur dan dia harus diberi pelajaran!"
Jarvis pun membukakan pintu mobil untuk daniel,Tuan tercintannya ia berjanji tidak akan mengapdi kepada orang lain selain keluarga arkanello.
"melaju dengan kecepatan penuh!"
"Baik tuan"
-
Tidak butuh waktu lama untuk seorang Daniel sampai dirumah besarnya,dengan wajah penuh amarah daniel membuka kamarnya dan ia benar-benar tak menemukan sosok Naila.
"Maaf kan kami tuan,Kami tadi ditipu olehnya,Dia berkata ada penyusup masuk kedalam kamar anda dan ternyata tidak ada siapa-siapa"
"Beraninya kau menunjukkan wajahmu setelah gagal mengerjakan tugas yang kuberikan!!"
Dengan cepat daniel menendang perut bodyguard tersebut,Yang membuat Bodyguard tersebut langsung ambruk karena tendangan kuat daniel,Daniel menginjak kepala orang tersebut.
"Aku hanya menyuruhmu!!Menjaga seorang gadis dan kau gagal!!"
"Maaf tuan"
"kau tauh aku benci kata maaf,Karena meskipun semua orang tauh bahwa hanya sebuah kata maaf tak bisa menyelesaikan segalanya,Namun mereka tetap mengucapkannya Menjijikkan!"
Daniel semakin menekankan kakinya ke kepala orang tersebut melampiaskan Amarahnya yang sudah berada di ujung tanduk,Seperti janjinnya ketika ia menemukan Naila ia akan membuat Naila Sampai memohon maafnya.
"tuan saya menemukan Dimana Nona naila berada.."
--
Bersambung ea ea