
Jarvis Menyetir Dengan Tenang Disambut Dengan Wajah dingin Akira disamping Jarvis,Dan Daniel Yang sedang Mengecek Hpnya,Wajah Mereka Tidak Menunjukkan Tanda-Tanda Akan Rasa bersalah,Karena Mereka sudah Terbiasa akan ini.
Jarvis Menatap Ke belakang Ingin Membahas Tentang pekerjaan dengan Daniel,Namun ada sosok Wanita Yang Menyebrang Tampa Melihat Yang Membuat Jarvis Menekan Kakinya pada Rem Dengan dadakan-Dan keras.
"Apa dia Mati?" Tanya Akira,ia pun turun Dari Mobil Diikuti Jarvis Sedangkan Daniel tetap Di dalam Mobil masih Fokus Melihat Monitor Yang Melihatkan Keadaan Naila dirumah Sakit.
Akira Berjalan Kearah Mobil Mengetuk Kaca mobil,Yang membuat daniel Mengalihkan Matanya Dari Handphonenya,Daniel Membuka Kaca Tersebut Agar Dapat mendengar dengan jelas Ucapan Akira.
"Tuan Nona Itu Pingsan,Apa sebaiknya Kita bawah ke rumah sakit,Atau kita Bunuh?"
"Karena Hari ini Aku sedang senang!Bawah saja Dia Kerumah Sakit!"
Akira Menganguk Lalu Membantu Jarvis Mengangkat Wanita Tersebut,Walaupun Sebenarnya Jarvis dapat Mengangkat Tubuh wanita itu dengan mudah,Karena Tubuh Wanita Ini tidak Terlalu Berisi.
"Akira..Jika Wanita Ini Dibawah Kerumah Sakit Artinya dia akan satu tempat duduk dengan tuan didalam Mobil?"
"Kalau begitu Aku saja yang duduk dibelakang Dengan tuan,Kau didepan Duduk dengan wanita ini!"
Akira Membukakan Pintu Untuk Jarvis Agar Dapat Masuk dengan mudah Bersama Dengan Wanita itu,Sedangkan Daniel ia Tak peduli Ia hanya Perlu memberi tempat duduk untuk Akira Bukan.
_
Saat sampai Dirumah sakit Wanita itu Langsung dibawah Ke UGD,Sedangkan Daniel Melangkahkan Kakinya Memasukki Ruangan VIP Dimana Naila Dirawat,Yang Daniel Tauh hanya Wanita ini lah Yang paling penting dihidupnya.
"Sayang..bangunlah..bukannya kamu tidak menyukai Rumah sakit ya.
"Ayo buka Matamu!"
Daniel Menghela Nafas pelan,Gadisnya Tak kunjung Bangun,Ini 2 hari Sejak Kejadian itu,Naila tidak Menunjukkan Tanda-tanda akan sadar membuat dirinya kesal.
Katakan bahwa dirinya Sangat tidak sabaran padahal dirinya yang membuat naila seperti itu,Kubalikkan ucapan kalian!Andai Naila Menurut dari awal!Takkan kulakukan itu semua.
Daniel Mencium Tangan Naila Lembut,Ia ingin Melihat Mata gadisnya.
Mata Bulat Yang menatapnya takut Itu,Membuat ia Ketagihan,Ia juga tidak Bisa tidur tampa Memeluk Naila,Katakan ia Manja,Biarkan saja,Gadis-gadisnya Apa urusannya dengan kalian.
Tubuhnya Yang kecil Terasa Sangat Pas ditubuhnya,Sangat Nyaman,Ia merasakan Kehangatan yang luar biasa,Sikap baiknya yang Seperti seorang malaikat membuatnya terlena serta Kagum,Bibir kecil Merah Mudanya Membuat ia kecanduan.
Tampa alkohol Daniel sudah mabuk karena Naila.
Sedari dulu ia selalu terobsesi dengan Naila,Hanya Naila..Bahkan ketika ia Pindah Negara tetaplah Nama Naila Yang ada di Hatinya.
Wanita Yang sangat Menghargai Dirinya..Menurut padanya,Dan tidak takut dengannya Sewaktu dulu.
Wanita ini terlalu berbahaya untuk jantungnya.
...
Daniel Pergi Dari ruangan Naila Sekarang Ia menuju Ruangan Wanita yang Tadi tidak sengaja ia Tabrak,Ia Melihat Jarvis dan Akira Sedang Duduk disofa Ruangan Tersebut.
"Apa yang Terjadi dengannya?Dia baik-Baik saja"
"Iya tuan"
"Wanita Merepotkan sial!" umpat Daniel.
Daniel Mendekat Kearah Perempuan Tersebut,Entah Kenapa ia Merasa mengenal Perempuan ini tapi dia tidak Tauh dimana.
"Cari identitas tentang Perempuan ini!"
"Baik tuan.."
--
Pendek!?Iyaa...dilanjutin besok ya:)..
Tetep stay Di Naila Atau Pemeran baru nih:)Awas baper waktu Liat daniel sama Pemeran Baru yaa:V
Author spoiler dikit😋