My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
#22



"Dellia jangan berlari terus!" Naila menarik tangan Dellia pelan.



"tapi ma..permainan Itu sepertinya keren sekali,Dellia ingin naik itu!" Dellia menunjuk ke arah permainan Rollercoaster Yang tentu saja tidak boleh dinaikki anak kecil.



"Naik yang lain saja,Kamu belum cukup umur menaikki Rollercoaster" Tolak Naila dengan Halus.



Sedangkan Nathan yang berada disamping Anak dan ibu itu hanya tersenyum menyaksikan interaksi Mereka.



Nathan mengangkat tubuh Dellia dengan secara tiba-tiba,Lalu membawah Dellia ke rumah Ikan.



Sebenarnya sekarang Naila,Dellia dan Nathan itu dimana?Jawabannya mereka sedang bermain di salah satu wahana mainan terbesar di kota ini.



"ma!Lihat ikan itu sangat besar!!" Dellia menunjuk ikan Paus biru yang sedang mendekat kearah kaca.



"Lihatlah,suara keras paus itu seperti suaramu ketika menangis Dell" Gurau Naila sambil menusuk-nusuk pipi Dellia menggunakan tangan,Sedangkan Nathan hanya tertawa ketika Dellia mengembungkan pipinya.



"Nai,Kau lihat anjing laut disana..Mereka mesra sekali ya" Ucap Nathan sambil menunjuk 3 ekor anjing laut yang sedang berbagi asmara.



"Apa kau iri dengan anjing Laut?apa aku harus mengenalkanmu dengan beberapa temanku?" Naila menggoda Nathan dengan alisnya yang Naik turun.



"kenapa harus temanmu,Jika ada kau disini?" Suara Nathan tertelan oleh keramaian.



"hah?apa?aku tidak mendengarnya,Disini terlalu ramai"



"lebih baik kita keluar dulu!"



Nathan menggandeng tangan Naila dan membelah keramaian,Mereka seperti keluarga Harmonis yang terdiri dari ayah,ibu,Dan anak apalagi bando berbentuk Telinga Kucing berwarna Kuning menempel dikepala mereka masing-masing,tidak Lupa dengan Baju Berwarna putih Bergambar mickey mous & Doraemon Yang mereka pakai,tidak sedikit orang yang mengira mereka adalah suami istri.



Saat diluar Nathan memberhentikan seseorang wanita berambut belonde,Lalu menyerahkan kameranya ke wanita berambut Belonde tersebut.



"Tolong Fotokan aku dengan istriku miss" Naila melototkan matanya ketika mendengar ucapan Nathan.



"Baiklah,Bisakah kau peluk Pundak istrimu?" Ucap wanita berambut belonde tersebut.



Nathan menarik punggung Naila lebih dekat,Sedangkan Naila memejamkan matanya malu,bagaimana tidak?Mereka bukanlah suami istri,Mereka hanyalah teman,Oh astagaa.



"Ini..istrimu sangat menggemaskan" Ucap wanita berambut belonde tersebut dan menyerahkan kameranya Kepada Nathan.



"Terima kasih" Ucap Nathan dengan senyumnya.



Naila memukul pundak Nathan lalu melototkan matanya,Saat ini Naila sangat ingin memukul semua tubuh Nathan sampai pria itu babak belur dan tidak mengucapkan Hal aneh-aneh lagi.



"kau sudah gila ya!Siapa yang kau bilang Istrimu hah!?"



"ayolah Nai!tadi itu hanya sesi foto.



"lagian,Kita cocok menjadi suami- istri" ucap Nathan dengan mengerucutkan Bibirnya.



"Apa yang cocok!?Gundulmu itu cocok!" Ucap Naila mengeluarkan Logat jawanya dengan Nada kesal,Sekali lagi ku ingatkan..Naila berasal dari indonesia,Negara Asia,Beriklim tropis dengan banyak suku dan bahasa.



"kau bilang apa Nai?aku tidak faham bahasamu" ucap Nathan kebingungan.



"Om ayo Naik kuda pony disana" Dellia memotong perdebatan Naila dengan Nathan.



"baiklah,Ayo Naik kuda pony kesukaanmu!!" Teriak Nathan bersemangat membawah Dellia lari menuju tempat kuda pony.



Sedangkan Naila merasa kesal karena ditinggal lari oleh dua orang itu,Naila ikut berlari menyusul Nathan dan Dellia sampai dia tidak sengaja menabrak seseorang.



"ah maaf-maaf" ucap Naila seraya membantu Orang yang ditabraknya.



Tetapi,Naila merasa tidak asing dengan orang itu..Dia terlihat seperti...mamanya Daniel.



"Naila!?"




"Sedang apa kamu disini Nai?Apa kamu bersama Duck mama?" tanya Seira.



"Tante sendiri ngapain disini?" Naila bertanya kembali.



"Aku sedang berlibur dengan suamiku Nai" Jawab mama Seira dengan mantab.



"Aku--"



"Nai!Dellia ingin menaiki wahana Air apa kamu tidak ingin ikut?" Nathan berteriak pelan Memotong ucapan Naila.


Nathan menghampiri Naila yang sedang mematung dihadapan Seira.



dengan cepat Naila berkata "Nathan,Kenalkan ini Tante Seira kenalanku" Naila mengenalkan Nathan dengan Seira,Sedangkan Seira sedikit terganggu dengan bahasa Naila yang mengucapkan bahwa dirinya Hanyalah 'kenalan'.



"Ohh..Hai aunt saya Nathan,Suaminya Naila" Ceplos Nathan dengan senyum Usilnya.



Naila Mencubit tangan Nathan dengan senyum mengancam.



Sedangkan Seira kebingungan,Ia sudah memantabkan Hati menjodohkan Naila dengan Daniel..Jika Naila memiliki Nathan maka Danielnya tidak akan bisa merasakan cinta lagi,Dan dia akan


Terpuruk. dan seira tidak ingin itu terjadi.



"Hai Nathan" balas Seira dingin.



"Naila,mama pergi dulu,Kamu harus jaga diri baik-baik okay!MENANTU mama tidak boleh sakit" Ucap Seira sambil menekan kata 'Menantu' Lalu pergi meninggalkan Naila dan Nathan.



Rasanya sel-sel darah ditubuh Naila berhenti ketika mendengar Seira mengucapkan Kata menantu,Padahal dirinya dengan Daniel sudah benar-benar berpisah dan tidak berharap untuk kembali bersama lagi.



"Nai?are you okay?Jika kau tidak enak badan..lebih baik sekarang kita pulang" Tanya Nathan khawatir,karena sejak tadi Naila hanya diam.



"Mama tidak apa-apa?" tanya Dellia cemas.



"aku tidak apa-apa" Naila kembali tersenyum seperti biasa.



Mereka kembali menikmati wahana-wahana menyenangkan,Mereka juga bernyanyi bersama,Menari bersama Seolah Tidak ada beban sama sekali di pundak mereka.



Tidak lama mereka kembali tertawa lagi karena Nathan tampa sengaja menumpahkan es Cream jumbo ke bajunya sendiri.



Naila memberikan sapu tangannya kepada Nathan dan dengan cepat diambil oleh Dellia.



Dengan Gerakkan berhati-hati Dellia membersihkan Baju Nathan,sedangkan Naila terkejut Dengan perlakuan Dellia ke Nathan.



Setelah selesai Membersihkan baju Nathan Dellia tersenyum memperlihatkan giginya,Nathan mengelus kepala Dellia pelan.



"aku berharap kamu menjadi papaku" Ucap Dellia,Yang membuat Naila terkejut.



---


End



(auto disunat Seluruh dunia:V)