
bagi Naila hal paling menyebalkan sekarang adalah Nathan yang merengek seperti anak kecil, Nathan adalah lelaki bertubuh kekar dengan hati bagaikan hello kitty.tapi,meskipun begitu akhir-akhir ini Nathan sangat membantunya,jika tidak ada Nathan mungkin dia akan kesulitan sekarang.
"nai...ayolah cium pipiku satu kali,sebagai hadiah ulang tahunku yang kemarin" Nathan mengekori Naila seperti anak ayam yang sedang mengikuti induknya..
"aku tidak mau" Naila melipat kedua tangannya didepan dada.
'cup'
Naila terkejut ketika bibir sedikit berisi itu mendarat di pipinya dengan sempurna.
"jika kamu tidak ingin ku cium,biar aku saja yang menciumu"
Naila mendorong Nathan lalu ia berlari sambil mengusap pipinya,dia sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Nathan. jujur saja, apa yang dilakukan Nathan mengingatkan Naila dengan laki-laki psycho yang dulu pernah mengurungnya di sangkar emas yang besarnya bagaikan istana,laki-laki yang sangat Naila benci. karena ke egoisanya Naila menderita.
ketika mengingat tentang mantannya sewaktu SMA itu rasanya hatinya sangat hancur sampai- sampai ia tidak bisa membedakan antara debu dengan serpihan hatinya.Daniel ya,Daniel lakia- laki yang menghancurkan kehidupannya ia memberikan bom atoom yang siap meledak kapan saja di hati naila.
jujur saja,Naila merasa ia tidak bisa membenci Daniel,meskipun daniel sudah menyakitinya tanpa henti lalu meninggalkannya bangaikan sampah yang layak untuk dibuang dan tidak layak untuk diambil lagi. apa ini karena janin didalam perutnya?
ya,seminggu yang lalu Naila di diagnosa hamil,dan itu sudah berumur 2 minggu,jika ditanyakan anak siapa itu?jelas itu adalah anak si bajingan itu,meskipun yang ia kandung adalah anak Daniel,anak dari sosok mantannya yang sudah menyakitinya tanpa henti. ia akan tetap menerima buah hatinya dengan senang hati.
Naila berlari tanpa memikirkan arah,ia berhenti disebuah kedai minimalis dengan harum kopi yang semerbak kemana-kemana. Naila yang terlena dengan harum kopi yang memenuhi ruang hidungnya pun masuk kedalam kedai .
Naila berjalan dengan menunduk menikmati harum kopi yang dapat membuat pikirannya tenang. sampai tanpa sengaja Naila menabrak dada seorang hingga dia jatuh terduduk. Naila mengusap dahinya sambil mendengus kasar bersiap-siap untuk memarahi orang yang menabraknya.
ketika Naila berdiri dan menatap orang didepannya ia terkejut.
tubuhnya mundur dengan perlahan ketika melihat mata tajam itu.
Naila tidak menyangka akan dipertemukan dengan Daniel secepat ini,kenapa sekarang? ia tidak ingin Daniel tahu bahwa dia mengandung anaknya.
Naila berbalik badan bersiap untuk lari. dan dengan cepat juga tangan besar dingin itu menyambar pergelangan tangan Naila dan menariknya kasar, sehingga Naila kembali menghadap kedepan.
"Naila-Naila aku pikir kau akan pergi jauh,ternyata sama saja" ucap Daniel dengan Nada mengejek.
"le--p askan aku.. suamiku akan datang menjemputku" Naila mengucapkan dengan nada bergetar.
"lepaskan?sudah terperangkap.. tidak akan lepas lagi" Daniel berbicara dengan nada dingin dan mata yang menatap Naila dengan kilatan gairah yang tertahan.
"suamiku akan datang kesini dan menghabisimu jika kau berani macam-macam" tantang Naila dengan berani, meskipun kebenarannya Naila tidak memiliki suami.
"suami?apa kamu sedang menghayal?"
Daniel menarik pinggang ramping Naila agar mereka semakin dekat. Naila menahan nafasnya ketika bibir Daniel dengan paksa menerobos bibirnya dan menciumnya dengan kasar,sejak tadi Naila berpikir diamana orang-orang dikedai ini,ternyata mereka semua sudah diusir oleh Anak buah Daniel.
saat sedang asik mencium tubuh Naila yang tidak berdaya di pelukkannya. dengan tiba-tiba Daniel mendapat pukulan dari pria asing berambut belonde berwarna kuning. Naila lepas dari genggaman Daniel dan berlari kebelakang pria berambut belonde yang tak lain adalah Nathan.
"bajingan!!beraninya kau melecehkan istriku"
Nathan memberikan sweater kebesarannya kepada Naila.
"dia adalah istrimu?" daniel mengusap darah disudut bibirnya.
Dengan gerakan cepat Daniel memukul Nathan tepat di pelipis pria itu membuat plipis Nathan membiru dan mengeluarkan sedikit darah.
karena tidak terima Nathanpun dengan gesit menendang dada bidang Daniel,Daniel yang tak mau kalah pun ikut membalas mereka bertengkar tanpa memikirkan Naila yang ketakutan,karena tidak hanya Daniel dan Nathana yang bertengkar,bodyguard Nathan dan Daniel juga begitu. rasanya sekarang Naila berada di tengah-tengah peperangan.
"berhenti bertengkar,Nathan kau adalah suamiku,aku tidak mau Dellia menangis karena melihatmu terluka"
Naila dengan kasar menarik Natha yang sedang mengacungkan jari tengahnya dan memaki Daniel habis-habis an. sedangkan Daniel menatap dengan dingin kepergian mereka.
rasanya sekarang hatinya seperti tertusuk sesuatu.tapi apa yang menusuk hatinya?iaa bingung. jika ia tidak salah,cintanya kepada Naila sepertinya datang terlambat.
tapi tidak ada kata terlambat di hidup daniel.
jika Daniel mencintai Naila..maka selamanya wanita itu adalah milik Daniel.
tunggu saja..rencana kejam yang kusajikan kepada mereka,Daniel tersenyum miring dan lalu pergi,kembali menuju rumahnya.
___
bersambung
tim Nathan Naila abis ini dihujani badai.
maap pendek-__-