My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
#33



Daniel pov.


Daniel meninggalkan wanita jalang(Naila)itu didalam kamar mandi selama 2 jam. Tidak peduli mau wanita itu kedinginan atau bagaimana,wanita itu memang pantas mendapatkan hukuman darinya. Berani-beraninya dia mengancam akan membunuh Chia.


Sekarang aku akan kembali ke kamarku untuk mengecek keadaan si jalang kecil itu. Apa kau tidak takut dia mati?jika aku ditanyai begitu maka aku akan menjawab tidak,bagaimana ya. Wanita itu sudah pernah bertahun-tahun mendapat luka dariku,tidak mungkin hanya karena sebuah pukulan dan goresan dari dirinya kemarin bisa membuat wanita itu mati.


Saat aku masuk ke kamarku sunyi menyambar,tidak tahu kenapa. Mendadak,perasaanku seperti di aduk-aduk. Aku merasa takut untuk membuka pintu kamar mandi itu. Sebenarnya kenapa?apa yang harus ditakutkan?


Aku membuka pintu kamar mandi itu. Dan tubuhku membeku,rasanya sel-sel darahku berhenti. Dan jantungku berdetak dengan ritme yang tidak beraturan. Badanku bergetar,wajahku memucat. Melihat sosok wanita mengambang didalam bath up dengan muka pucat pasi layaknya mayat,ditambah lagi dengan darah yang sudah tercampur dengan air mengalir di lantai.


Dengan tubuh gemetar aku berjalan mendekati wanita itu. Perutku terasa mual,jantungku berdetak dengan ritme yang tak ku mengerti. Rasa takut bercampur aduk menjadi satu ketika tanganku menyentuh kulit dingin layaknya es itu.


Aku menggendongnya dengan tangan tidak berhenti gemetar. Hatiku terasa sakit juga takut,apa yang kurasakan sekarang?kenapa menjadi seperti ini?aku merasa wanita ini akan meninggalkanku sendirian didunia ini.


Tidak,dia tidak boleh meninggalkanku.


Dengan mata yang memandang sayu dan tubuh yang bergemetar hebat aku menuruni tangga,para pelayan dan bodyguard yang sudah mengetahui bagaimana keadaanya dengan sigap menyiapkan mobil. Tak sedikit pelayan yang menatapnya iba,aku tidak menyukai tatapan itu. Rasa kasihan itu,seolah-olah aku adalah orang paling menyedihkan didunia ini.


Meskipun ditatap seperti itu. Daniel tidak menghiraukannya ia terfokuskan dengan wanita yang berada di gendongannya.


Daniel sudah keluar dari Area rumah dan langsung disambut oleh mobil Sport berwarna hitam keluaran terbaru tahun ini. Daniel masuk ke dalam mobil,lalu menatap nyalang si supir. Dan si supir tahu apa artinya tatapan itu,bossnya menyuruhnya untuk menyupir dengan kecepatan tinggi.


Dalam 15 menit mereka sampai dirumah sakit. Daniel dengan tergesa-gesa masuk ke dalam.


Suster dengan para dokter datang membawah Ranjang rumah sakit dengan tergesa-gesa. Tanpa pikir panjang Daniel langsung menidurkan Naila disana. Dan ikut mendorong pelan ranjang rumah sakit sampai didepan ruang ICU.


Saat aku Daniel akan masuk "Maaf tuan,anda harus menunggu diluar!"


"Tidak aku harus ikut masuk!sialan!!" Daniel menarik kerah baju dokter muda tersebut.


"Jika anda seperti ini,anda akan menggangu para dokter bekerja. Mohon mengerti"


"Cih" Daniel melepaskan kerah baju dokter tersebut lalu berjalan mundur. Daniel lebih memilih duduk di depan ruang ICU.


Sialan!sialan!sialan! Apa yang dilakukan wanita itu!kenapa dia jadi seperti itu. Dia tidak boleh meninggalkanku hidup dan wanita itu ada tanganku. Aku melarang dia untuk mati sekarang. Karena dia hanya diperbolehkan mati bersamaku.


Sialan,kenapa hati ini terasa sesak. Seperti tertancap pecahan kaca dengan jumlah yang tak terhitung. Ia merasa sakit,sampai rasanya ingin menangis. Tidak ralat,dia sudah menangis.kenapa ini,kenapa aku harus menangis untuk wanita itu. Sial.


Aku melihat tanganku yang tetap bergetar hebat. Rasa dingin ketika bersentuhan dengan tubuh Naila masih terasa di tangannya. Mata yang menutup rapat dengan tubuh sepucat mayat itu masih terbayang di kepalanya. Dan itu semakin membuat tubuhnya bergetar hebat. Air matanya kembali jatuh.


Apa ini?


Rasa kesal itu juga terasa. Ketika membayangkan wanita itu meninggalkannya,selamanya. Hatinya tidak tahu kenapa terasa sangat berat untuk meninggalkan wanita itu. Padahal dia dengan sangat jelas memiliki Chia.


Aku tidak faham dengan semua ini. Soal perasaan,cinta,rasa kasih sayang,aku tidak memahami itu semua. Dan aku tidak ingin memahami itu semua.


Rasanya aku ingin mendobrak pintu ruang ICU itu. Kenapa memeriksanya lama sekali!tidak lihat apa!?disini aku khawatir setengah mati. Sialan.


Aku mengusap air mataku. Lalu menatap tajam kearah tembok dihadapanku. Agar tidak ada yang dapat melihat air mataku.


Daniel tidak habis pikir dirinya kembali menangis lagi,setelah bertahun-tahun lari dari kejadian itu. Naila benar-benar wanita ajaib. Wanita itu dapat membuatnya menangis dengan muda.


Wanita itu tidak boleh mati!ia tidak peduli. Mau bagaimana. Yang penting wanita itu tidak boleh mati. Jika wanita itu mati Daniel akan meminta tuhan untuk menghidupkannya kembali.


"Maaf sekali,kami gagal menyelamatkan bayi"


"Tunggu..


"Apa katamu!? Bayi!?" Apa yang dokter ini katakan!wanita itu mengandung!?


"Apa anda tidak tahu?nona itu sedang mengandung,dan dia keguguran.


"Parahnya lagi..sekarang dia keguguran tuan,apa istrimu habis di rampok?banyak sekali luka lebam ditubuhnya ditambah dengan tangannya yang disayat-sayat dengan rapi. Dia kekurangan banyak Darah. Sekarang kami bersiap untuk memindahkannya ke UGD karena keadaannya sangat mengkhawatirkan. Saya permisi"


Daniel terdiam ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.bayi itu.. yang Daniel tahu orang terakhir dan yang pertama melakukan hal itu kepada Naila adalah Dirinya,Dan Naila tidak mungkin melakukan itu lagi dengan orang lain,Daniel kenal dengan baik sosok Naila. Jadi bayi itu.. adalah anaknya.


Kakinya terasa seperti jelly sekarang. Dengan sigap Daniel berpegangan dengan kursi disampingnya. Hatinya semakin sakit,seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Bodoh!dia membunuh anaknya sendiri. Sialan kau daniel!sudah kau bunuh anakmu sendiri. Kau juga membuat wanita yang mengandung anakmu dalam bahaya. Kau memang bajingan,cih bajingan terlalu suci untuk Daniel. Kamu lebih parah dari itu.


Daniel memaki dirinya sendiri,ia memukul dadanya dengan muka merah padam. Ia merasa sakit,sangat sakit. Sialan!ia tidak menyangka wanita itu mengandung anaknya. Jika ia tahu keadaan seperti ini. Mungkin Daniel tidak akan melakukan itu.


Saat sedang merutukki dirinya sendiri. Daniel mendengar seseorang mendekat ke arah dirinya.


"tuan!tuan!! Nona Chia!!"


Daniel mendongak lalu menatap bawahannya itu tajam.


"nona Chia pergi membawah data perusahaan anda tuan!"


Deg.


"kau,bercanda kan!?"


"Tidak tuan kami tidak bercanda,kami tidak berhasil menghentikannya karena dia membawah pistol yang tuan pakai dan dia mengancam akan membunuh dirinya sendiri.


"Kami takut anda marah jadi kami tidak mencoba menghentikannya"


"Apa kamu sudah kehilangan otakmu!?.


"Lalu dimana jarvis dan akira!?"


"Apa tuan lupa?tuan menguncinya diruang hukuman"


Sialan!sialan!jadi selama ini dia di tipu!jadi Chia yang sangat ia bela-bela itu hanya menginginkan data perusahaannya. Cih.


"Sialan!ayo.. antar aku kembali ke mansion"


Kenapa jadi seperti ini. Sialan!!


Daniel bukanlah orang yang baik hati. Siapapun yang menghianati maka hukum mutlak untuknya mati saat itu juga.


--


Bersambung.


Aduduh mbak chia.. uang akang Daniel balikkin