My Ex Boyfriend Is My Ceo

My Ex Boyfriend Is My Ceo
30



dirumah sakit Naila mondar-mandir menunggu hasil Dokter. Dellia ada didalam sana,Rasanya sesak sekali melihat Dellia dengan darah yang cukup banyak menetes dari kepalanya. membuat ia panik setengah mati. apalagi anak itu sedang sakit.


saat Naila sedang mondar -mandir,Daniel dengan baju acak-acakkan datang menghampiri Naila. Naila,hanya melihat Daniel sekilas lalu ia melanjutkan aksi mondar-mandirnya.


Daniel yang baru sampai hanya diam,tetapi lama-lama ia pusing melihat Naila mondar-mandir seperti itu. dengan satu tarikan Daniel menarik pinggang ramping Naila lalu mendorongnya kebelakang,sehingga Naila duduk di pangkuannya.


"Apa kau gila!ini dirumah sakit!" teriak Naila garang.


"kamu membuatku pusing,melihatmu"


"kalau begitu,turunkan aku!!aku bisa duduk sendiri!"


Daniel melepaskan pelukan tangannya dari perut Naila. dan dengan cepat Naila pindah tempat duduk dipaling pojok berjauhan dari Daniel. tangannya sedari tadi tidak berhenti bergetar. meskipun sekarang wajah Naila tampak baik-baik saja. tetapi tubuhnya tidak bisa berbohong seperti wajahnya.


ia takut Dellia kenapa-kenapa.


Daniel yang melihat Naila melamun dengan tangan bergetarpun menggeser duduknya menjadi disebelah Naila. dengan satu tarikan Daniel memeluk Naila. menenggelamkan kepala Naila didada bidangnya.


"apa yang kau lakukan!!"


"diamlah!"


"kau-" Naila tidak melanjutkan ucapannya ketika mencium parfum maskulin Daniel yang dulu sangat ia sukai. sekarang hatinya sedikit tenang.


"tidak perlu sok kuat dihadapanku.


"pada akhirnya dimataku kau sama saja" Daniel mengusap rambut Naila pelan.


Naila terdiam,kenapa ini?rasa ini?Kenapa dia kembali lagi?Naila tidak ingin merasakan rasa ini. ya rasa ketika jantungnya berdebar,rasa ketika perutnya seperti dipenuhi ribuan kupu-kupu. ia sudah tidak asing dengan rasa itu semua. Naila tidak ingin.. rasa itu lagi, Rasa yang tumbuh tetapi menjadi sangat menyakitkan seperti tanaman yang ditempeli parasit. hidup dalam hayalan dan kesakitan lalu bersahabat dengan kebohongan. Cinta melambangkan itu semua.


Daniel,membuat Naila merasakan hal itu lagi.


dan lagi-lagi,ia merasakan itu bersama Daniel.


Naila merasa dirinya sudah terlalu menderita,ia tidak ingin merasakan cinta. ataupun apapun lagi,tujuan dia sekarang adalah balas Dendam. ia tidak peduli ketika cinta itu tumbuh lagi. karena sekarang tubuhnya sudah dipenuhi duri.


Daniel dan Naila kalut dalam pikiran masing-masing,tidak terasa dokter yang memeriksa Dellia sudah keluar dari ruangan. Dokter tersebut menggaruk leher belakangnya yang jelas tidak gatal.


"ma-af,apa benar kalian orang tua Dellia?" ucap dokter itu membuyarkan pikiran Daniel dan Naila. dengan kasar Naila mendorong Daniel,lalu dengan antusias berdiri.


"iya benar,saya orang tua Dellia. bagaimana keadaannya dok?"


"tidak ada yang perlu dikhawatirkan,Pendarahannya sudah kami hentikan. sekarang kalian bisa masuk kedalam,tetapi dimohon untuk tidak berisik. karena itu bisa membangunkan pasien" Dokter itu tersenyum lalu pergi setelah menjelaskan.


Daniel menahan emosinya ketika Dokter muda itu tersenyum kepada Naila. kenapa banyak sekali pria yang menggoda Naila?tetapi wanita itu sendiri tidak mengetahui bahwa ia digoda dan tetap tersenyum. apa semua wanita berotak bodoh sepertinya?


Naila mendekati ranjang rumah sakit yang Dellia tiduri. Naila mengusap kepala Dellia pelan,sambil mengusap Air matanya. Daniel yang melihat pemandangan itu,hanya diam. yang sedang ada didalam pikiran Daniel sekarang adalah "Kenapa Naila sangat menyayangi anak yang ia temukan dulu?" padahal menurut Daniel. Dellia hanyalah anak kecil biasa pada umumnya.


tidak menyangka,Naila akan menyangi anak itu dengan sepenuh hati. bahkan menganggap anak itu anaknya.


ketika melihat Naila seperti itu. Daniel merasa Naila adalah sosok wanita berhati baik,mungkin bisa dikatakan malaikat didunia nyata. tetapi ketahuilah satu hal.Daniel benci orang baik,dimata Daniel orang baik tidak ada bedanya dengan orang bodoh. mereka hanya memberi,tanpa imbalan. mereka gampang ditipu,dan mereka tetap diam.


orang baik?apa itu?Daniel tidak pernah mengenal kata orang baik karena dikehidupannya yang dulu ia tidak pernah menemukan orang baik. yang ia temukan hanyalah anak-anak yang menjadi korban sama seperti dia.layaknya Chia.


ketika Daniel sudah menemukan orang yang begitu sempurna,kenapa Daniel memilih orang lain?Kenapa Daniel menyakiti salah satunya? percayalah karena diantara keduanya ada.. 'fake love'.


"pulanglah ke rumah,aku akan menginap disini" ucap Naila.


"kenapa aku harus pulang?"


"kau besok harus bekerja,sekarang sudah malam. lebih baik kau pulang dan istirahat" Naila mendudukan bokongnya disofa empuk disebelah ranjang Dellia.


"cih,kau pikir aku lemah sepertimu?lagian aku ini Ceo. aku bisa tidak kerja semauku"


"kalau begitu pikirkan calon tunanganmu. dia sendirian dirumah besarmu itu" Naila menidurkan dirinya disofa.


"aku sampai lupa jika Chia sendirian dirumah.sekarang aku pergi,Besok pagi jarvis akan menjemputmu" ucap Daniel dengan datar,lalu meninggalkan Naila sendirian.


Naila melihat pintu ruangan yang ditutup itu dengan tatapan Sayu. kenapa ia harus merasa sedih?Toh,Daniel hanya mantannya. yang kebetulan terobsesi dengannya. pria itu,tidak pernah memiliki Cinta untuknya.


Naila kembali menatap Dellia,Sekarang Naila merasa ia memiliki keluarga. ia,memiliki 2 anak yang harus ia jaga. saat ini Naila tidak ingin ribet dengan Cinta atau apapun itu. yang Naila inginkan adalah kebahagian anak-anaknya.


bayi diperutnya juga butuh asupan susu. Naila harus memikirkan cara agar ketika meminum susu hamil Daniel tidak curiga. sepertinya Naila harus bersekongkol dengan para pelayan. dan juga si Chia-chia itu. ia tidak boleh tahu jika Naila mengandung.


atau anaknya akan dalam bahaya. karena Naila merasa,wanita bahaya. terlihat dari cara ia menatapnya dan senyum remehnya.


amit-amit deh disamain sama cewek kaya gitu,mana dandanan kaya tante-tante,benar-benar bikin mata orang sakit. batin Naila dengan logat indonesianya.


gak gelem aku dipodokno karo uwong koyok nguno,masio rupoku mirip koyo rupone. batin Naila dengan Logat jawa kasar. (gak mau aku disamakan sama orang kaya gitu. meskipun wajahku mirip sama wajanya)


---


bersambung.


HAIIIIIIIII GAES!!!!!KASIH AKU SEMANGAT BUAT BERSABAR! ...


SEMPAT AJA KEPIKIRAN BUAT BERHENTIIN CERITA INI KARENA BEBERAPA KOMENTAR HAHAHA..


MAAAF YA UPDATENYA SAYA PISAH" BIAR ENAK REVIEWNYA:b