
Daniel mengambil berkas-berkas yang berisi identitas Nathan,tak jarang lelaki itu tersenyum menyeringai ketika melihat Identitas Nathan.
Bagi Daniel, Nathan adalah lawan yang muda. Dengan perusahaan besar yang Daniel miliki dia bisa melahap perusahaan property Nath.Crop yang tidak lain adalah perusahaan Nathan. Perusahaan Daniel berdiri di bidang finansial dan sudah mendunia,cabangnya juga sudah tidak terhitung jumlah nya.
Jika dibandingkan dengan Nath.Crop benar-benar seperti semut dan gajah.
Disini Jelas Daniel lebih mendominasi,mungkin dalam 3 Hari Daniel bisa membuat Nathan bangkrut.
Tapi bukan itu yang sedang Daniel bingungkan. Daniel merasa Nathan seperti seseorang dimasa lalunya,Dari nama dan cara menatapnya,Dia terlihat seperti kakak Daniel. Apalagi warna matanya juga sama dengan warna mata kakaknya.
Tapi Daniel tidak ingin berpikir yang tidak-tidak. Mungkin saja ini hanya kebetulan mirip.
Karena Daniel percaya.. Kakaknya benar-benar sudah tiada,karena dia melihat sendiri. Ketika kakaknya dijemput oleh maut.
Hanya karena Nathan mirip kakaknya bukan berarti Daniel akan menyerahkan Naila begitu saja. Ia akan tetap mendapatkan wanita itu bagaimanapun caranya.
Lalu bagaimana dengan Chia?
Tidak bolehkah aku memiliki dua wanita?aku adalah Daniel. Siapa yang berani melarangku?aku kuat,aku memiliki banyak kekuasaan,dan tentunya aku bisa melakukan semua yang aku inginkan.
Musuh kecil Seperti Nathan Dalam 3 hari pria itu akan lenyap layaknya semut yang ia injak.
Daniel tahu. Sehabis ini Nathan pasti membawah Naila pergi,Daniel tidak akan membiarkan itu. Nanti malam ia akan mengepung rumah Nathan lalu merampas paksa Nailanya.
Naila harus selalu ada di genggamannya karena dia adalah miliknya,Asetnya,Dan pemilik Hatinya.
Wanita itu tidak boleh Lari,Sampai dia matipun dia harus bersama dengan dirinya.
Saat Daniel sedang asik berpikir untuk menyingkirkan Nathan. Chia masuk kedalam ruangan Daniel menggunakan pakaian berwarna merah maroon sexy yang bagian bawahnya hanya sampai Pahanya.
Chia datang dan lalu memeluk Daniel,membuat Daniel tersentak kaget lalu keluar dari pikirannya yang hanya tertuju oleh Naila dan Nathan.
"kau mengagetkanku chi"
"Hihihi.. "
Daniel menepuk kepala Chia pelan,hari ini moodnya sangat baik. Karena dia berhasil menemukan Nailanya dan itu tidak membutuhkan waktu lama.
"Sepertinya hari ini moodmu sangat bagus Niel"
"Ya,hari ini aku menemukan aset berhargaku yang pernah hilang dulu" Daniel tersenyum senang.
"Pasti itu aset yang sangat berharga,aku turut senang mendengarnya"
"Ya.."
Dari tadi mereka mengobrol dengan posisi Chia duduk dipangkuan Daniel dan Daniel yang meletakkan tangan besarnya di pinggang ramping milik Chia.
"Niel,bagaimana jika kita merayakan pesta hari ini"
Daniel tersenyum memperlihatkan gigi putihnya "itu ide yang bagus,tapi jangan sekarang mungkin 3 hari lagi"
"Kenapa 3 hari lagi?"
"Karena belum tentu aku tidak gagal,kita tidak boleh bergembira terlebih dahulu"
"Eh..??"
"Sudahlah jangan dipikirkan"
Sebelum berbicara,Chia menarik nafasnya "Daniel apa aku boleh ke makam Kakakmu?"
"Untuk apa?"
"Aku Rindu dengannya,dulu kita sering bermain bersama"
"Ya,aku tidak akan melarangmu kesana" ucap Daniel santai.
"Terima kasih Daniel" ucap Chia dengan Gembira,seolah-olah ia mendapatkan Sejuta emas batangan.
Daniel merasa aneh. Kenapa Chia sesenang itu,hanya karena diperbolehkan ke makan kak Nathan?Chia terlihat sangat bosan berbelanja,makan,menikmati televisi,bermain handphone dia seperti sangat bosan. Tapi ketika diijinkan ke makam kak Nathan dia sesenang itu?
Mungkin dia hanya rindu saja iya kan?tidak ada hal lain.
"Baiklah sekarang aku akan pergi ke makam Nathan,jaga dirimu baik-baik" ucap Chia turun dari pangkuan Daniel,mencium Pipi Daniel lalu melesat pergi.
Kenapa?..Daniel merasa ada yang aneh,mendadak Hatinya mengatakan bahwa ada sesuatu antara Chia dengan kakaknya Nathan dulu. Atau mungkin ini hanya firasat nya saja.
Atau ini ada hubungannya dengan perkataan kak Nathan dulu?
"Aku memiliki sebuah kisah dengan seorang wanita,tetapi wanita itu disukai orang terdekatku juga,dia terlihat seperti kupu-kupu ketika siang,tapi berbeda lagi ketika malam"
"Siapa kak?berani sekali dia menyukai wanita yang kau sukai!katakan,aku akan menghajarnya"
"Tidak,karena kau tidak akan bisa menghajarnya"
"Cih.."
"Bukan lelaki itu yang harus kau waspadai,tetapi wanita kupu-kupu itulah yang harus kau waspadai,karena cahaya bulan memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya"
Setelah itu Nathan masuk kedalam rumah meninggalkan Daniel kecil yang sedang berpikir keras untuk menemukan jawaban dari omongan kakaknya.
Tidak mungkin berhubungan dengan itu. Lagian kak Nathan,Chia,dan aku adalah sahabat. Mustahil jika ada sangkutannya dengan apa yang diucapkan Kak Nathan.
Lebih baik aku mengerjakan berkas perusahaan,lalu menangkap Naila dan memisahkannya Dengan pacar bohongannya itu.
-
Tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam,Daniel berdiri dari duduknya lalu pergi keluar dari ruang kerjanya.
Seperti yang sudah ia rencanakan ia akan menyuruh Jarvis membawah 40 orang untuk mengepung rumah milik Nathan dan melakukan serangan secara besar-besaran.
Sekarang yang perlu Daniel lakukan adalah berangkat kesana,Jarvis pasti sudah menunggunya disana.
Dengan kecepatan penuh dan senyum miring yang tak pernah lepas dari wajahnya Daniel melesat pergi menuju rumah besar Nathan elliot.
Dalam 20 menit Daniel telah sampai didepan rumah Nathan elliot,seperti yang ia bilang Jarvis dengan orang-orangnya sudah berada disana dan mengepung rumah Besar itu.
Daniel dengan arrogantnya menendang pintu masuk Rumah Nathan,Jarvis dan anak buahnya masuk lalu menodong pistol ke arah pelayan.
Dengan mudanya Jarvis mengalahkan banyaknya Bodyguard yang menjaga rumah Nathan.
Karena mendengar suara keributan dari luar kamar,Naila bersamaan dengan Nathan keluar untuk melihat dan mereka terkejut ketika melihat bawahan Daniel membunuh pelayan wanita tua.
"Nathan!sudah aku katakan!di apartemen yang aku tinggali lebih aman!kenapa kau memaksa kami tinggal dirumahmu!?" Naila memarahi Nathan disaat-saat seperti ini.
"Tenanglah Nai,sekarang larilah lewat pintu belakang ajak Dellia,aku akan menghadang pistolnya"
"Kau sudah gila hah!?" Naila menangis.
"Kalian jangan berdebat.
"Kemarilah Nai,dan semuanya akan selamat"
"tidak!aku tidak mau!" Naila mundur bersembunyi dibelakang tubuh Nathan.
"Dia tidak mau tuan Arkanello saya pikir anda lelaki gentle,ternyata anda benar-benar bajingan"
"kau rambut kuning tidak perlu ikut campur! Ini urusanku dengan Naila"
"Kau hanyalah mantannya apanya yang spesial" ucap Nathan dengan Nada mengejek.
Dengan satu tarikkan Jarvis menembak kaki Nathan yang membuat Nathan jatuh terduduk,lalu menembak kedua bahu Nathan.
Nathan menahan sakit ketika peluru itu menembus kulit kakinya. Naila terduduk dihadapan Nathan mendadak kakinya lemas seperti jelly ketika melihat Nathan kesakitan.
Naila panik,sangat panik.
"Nathan!!..bertahanlah.. kumohon" Naila merobek bajunya lalu melilitkannya di kaki dan kedua bahu Nathan. berharap pendarahannya berhenti.
Sedangkan Daniel yang melihat itu hanya tertawa tanpa dosa,Bagi Daniel sekarang adalah waktu yang paling menyenangkan.
"Nathan!!" Naila memeluk Nathan erat sambil menangis,sedangkan Nathan wajahnya mulai memucat.
"Aku tidak apa-apa Nai,aku masih bisa bertahan sekarang kau pergilah dengan Dellia lewat pintu rahasia" bisik Nathan parau.
"tidak!!bagaimana bisa aku meninggalkanmu!?"
"Tinggalkan aku. Aku pasti selamat Nai,aku berjanji"
"tidak Nath,ayo kita kabur bersama"
"Aku hanya akan menyusahkanmu Nanti,sekarang pergilah Nai"
"tidak!aku bilang tidak!"
"Pergilah atau aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi"
Daniel melihat kedua orang berbeda jenis kelamin itu sedang berdebat ia semakin senang dan juga bosan,melihat perpisahan layaknya drama itu.
Biarkan Daniel menunggu sambil menyaksikan Drama lucu yang mereka berdua buat,Drama layaknya kekasih yang dipisahkan?sungguh lucu.
Sedangkan diujung Tangga atas,Naila menggengam tangannya erat dengan air mata yang terus mengalir dari matanya,ia sangat bingung sekarang.
Nathan menyuruhnya pergi,bagaimana jika Nathan..
"pergilah!!atau aku akan marah kepadamu selamanya"
Naila meletakkan Nathan dengan perasaan yang amat sedih. Airmata nya tidak berhenti mengalir.
Setelah meletakkan Nathan pelan lalu mengambil kunci pintu rahasia dari saku Nathan,Naila berlari dengan cepat Ia harus membawah Dellia pergi.
Daniel yang melihat pemandangan itu tidak tinggal diam,ia berlari melewati tangga dan menginjak Nathan dengan kejamnya.
Daniel dengan langkah lebarnya berhasil menangkap Naila yang seperti nya sudah bersiap pergi dengan Dellia yang ada digendongannya.
"Kau mau kemana hah!?"
"tidak-tidak.. pergi!kumohon pergi!!"
"Pergi?ya aku akan pergi,bersamamu"
Jarvis masuk kedalam Ruangan tersebut,lalu Daniel mengode Jarvis agar merebut Dellia yang sedang tertidur di gendongan Naila.
"Tidak-tidak jarvis,jangan lakukan itu" Naila mundur dengan perlahan.
Dengan sekali hentak Dellia direbut paksa dari gendongan Naila. Naila jatuh terduduk lalu bangkit kembali mencoba meraih Dellia yang sepertinya bangun karena ulah jarvis.
Dengan sigap Daniel menghalangi Naila,lalu memeluk pinggang ramping milik Naila.
Naila mendorong dada bidang itu dengan air mata yang tak berhenti keluar dari kedua matanya bahkan Naila sampai berteriak sambil menangis lalu memukul dada bidang Daniel terus menerus,mengeluarkan kemarahannya.
"Kau bajingan lepaskan aku!"
"Kenapa kau terus menganggu hidupku!"
"Aku menyesal mengenalmu!"
Daniel hanya diam ketika Naila terus memakinya dan memukulnya.
"Lebih baik kau bunuh aku saja!aku tidak kuat hidup seperti ini terus"
"BUNUH AKU!!"
"Sshh... Jangan mengatakan itu" ucap Daniel pelan,ia menepuk punggun Naila pelan.
"aku benci kau!!dasar psychopat"
Ucapan terakhir Naila membuat Daniel emosi,Daniel bingung. Kenapa emosinya langsung naik ketika mendengar ucapan Naila.
Dengan Kasar Daniel menggendong Naila lalu meletakkan Naila dipundaknya layaknya mengangkut beras. Ia ingin menghabisi Naila malam ini.
"lepaskan aku! Bajingan!" Kepala Naila terasa berputar,ia merasa sangat pusing dengan posisi seperti ini.
"kau tidak punya hati!turunkan aku!"
"Diam,atau ku habiskan kau disini"
Nada dingin itu membuat Naila diam membisu,ia sudah lelah sedari tadi melawan Daniel yang sepertinya tidak akan melepaskannya.
Ketika ditangga lagi-lagi Daniel menginjak Nathan dengan gampangnya,Naila yang melihat itu kembali menangis dalam diam.
Naila dapat melihat Nathan yang kesakitan melihatnya dibawah Daniel. Naila tidak salah lihat,dia melihat Nathan menangis.
Nathan dengan sisa tenaganya bangun lalu menyeret tubuhnya dengan lambat mengejar Daniel yang sudah didepan pintu keluar.
"Jangan pernah mengusik kehidupanku Nathan Elliot,atau kau akan mendapatkan yang lebih parah dari ini"
Sebuah ancaman dari Daniel tidak membuat Nathan putus asa meskipun pada akhirnya dia kehilangan tenaganya dan pingsan.
Satu sumpah Nathan,ia akan membawah Naila kembali.
Daniel keluar dari rumah besar tersebut lalu melempar Naila kedalam mobil dengan kasar,Naila memundurkan dirinya ketakutan.
Terlihat jelas pundaknya bergetar hebat.
Daniel dengan senyum sadisnya duduk tegak menjulang disebelahnya,seolah-olah akan menerkamnya.
"Jalan"
Mobil mulai Berjalan,dan seringaian di wajah Daniel semakin menyeramkan di mata Naila.
Dengan satu tarikkan Daniel berhasil membawah Naila diatas pangkuannya. Ketika Naila akan beranjak dengan cepat Daniel menahan perut Naila dengan satu tangannya.
Naila sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan Daniel,Naila hanya bisa pasrah dan berharap Daniel tidak melakukan apapun.
"Kau hanya milikku,selamanya" bisik Daniel dengan Nada rendah dan dingin.
--
Bersambung.
Target like 200.
Cieeee!!!tim nathan,masih semangatkah anda??
ku kasih pictnya Daniel sama Naila:).
btw Castnya saya ganti ya,gasama kaya yang di wp😁