
Naila bosan berada dirumah besar ini meskipun punya banyak kuota tapi ia sangat bosan daniel tidak memperbolehkan ia bekerja padahal yang membuat maha karya ditangannya kan dia.
Naila mendengus.
Oh yah?Bagaimana bisa Daniel salah paham seperti itu apalagi ucapan daniel yang itu 'Kau menghianatiku nai' Naila bingung kenapa daniel berpikiran seperti itu Jujur saja naila takut dengan daniel,Ah tidak perlu jujur kalian pasti mengertikan??Aku menyayangi nyawaku.
Naila melihat Tangannya yang di perban, Naila tauh daniel masih punya sisi baik buktinya setelah ia menyileti tangan naila ia mau memanggilkan dokter,Tapi itu kejam juga..Aku pikir dia sudah berubah Tapi dia tetap sama.
Because daniel tetaplah daniel.
Naila menghela nafas kasar dari pada ia memikirkan Daniel yang kejam lebih baik ia jalan-jalan mengitari rumah besar daniel.
Naila masih saja kagum dengan rumah-rumah besar daniel padahal dulu waktu SMA dia sering di ajak daniel Ke rumah besarnya.
Ada satu ruangan yang tidak boleh dimasukki Oleh naila dirumah ini.
Ruangan di sebelah perpustakaan milik daniel.
Naila mendekati ruangan itu, kenapa aura nya seperti ini? Ini menyeramkan Aku merasa bulu ku berdiri semua padahal Memegang gagang pintu saja belum.
Naila menyentuh gagang pintu ruangan tersebut dan perasaannya semakin tidak enak,Ia penasaran dengan ruangan ini.
Naila membuka pintu tersebut.
"Maaf Nona..Tuan daniel Melarang anda membuka pintu ini bukan?"
Naila sedikit terkejut,Naila belum membukannya karena tangannya ditahan oleh jarvis ia adalah asisten pribadi Daniel.
"Ah maafkan aku,aku Hanya penasaran kenapa aura yang keluar dari ruangan ini terasa menyeramkan" Naila lebih baik jujur dari pada Bermasalah lagi dengan daniel.
"Baiklah nona,Mau jalan-Jalan?"
Naila mengangguk, Adakah yang mau dengan jarvis si lelaki Tampan namun Flat seperti goggle? Jika ada yang mau silahkan hubungi nomerku,Kalian tauh aku ini baik mempromosikan Jarvis. Jangan lupa jika kalian mau calling me okay?
Naila mengitari rumah besar ini dengan jarvis dia benar-benar kagum Interior di rumah ini sangat mewah dan mengesankan.
"Jarvis,Aku dengar dibelakang rumah ini ada taman Kau bisa mengantarkanku kesana?" Naila mendengar dari pembantu di rumah ini.
"Yes miss"
Nah naila kan sudah bilang Jarvis itu flat seperti goggle oh yah omong-omong Namanya Jarvis seperti yang ada di iron man,Sepertinya mereka memiliki kesamaan.
Sampai di taman Naila merentangkan tangannya udara disini sangat Segar Dan bunga-bunga disini beraneka,Naila Mencabut satu bunga berwarna putih.
Spertinya ini akan bagus jika ia potret dan memasukkannya ke Instagram.
Selesai menfoto Naila memasukkan Hp nya kekantong bajunya sedangkan jarvis Tetap berdiri di tempatnya mengawasi naila.
"Hey jarvis?You need a girlfriend?Aku akan mencarikan Aku lihat wajahmu sangat flat padahal kau tampan" Naila bersumpah Dia tidak menyinggung jarvis dia hanya menawarkan.
"thank you miss,I don't want girlfriend"
Kenapa jarvis jujur sekali apa dia tidak bisa basa-basi sebentar sebelum menolak,Nada nya sangat flat Yaampun aku sampai gemas sendiri mendengarnya.
"Baiklah Aku akan tetap mencarikanmu Pacar Agar kau senang" Mau jarvis menolak atau tidak naila akan tetap mencarikan Seorang pacar untuk jarvis,Naila sampai bingung bagaimana cara membedakan jarvis dengan aspal jalan.
"Nona Tuan daniel akan pulang sebaiknya kita kembali"
Naila mendengus kesal, Namun akhirnya dia tetap mengikuti langkah jarvis.
-
Daniel berangkat sendirian tampa naila,Naila tidak boleh bekerja ia masih sakit Omong-Omong daniel jadi ingat Beberapa hari yang lalu Naila mengatakan takut dengan resepsionis rendahan itu siapa namanya?Aku lupa.
Ah sekarang aku ingat melita yah?.
Daniel pun tersenyum menyeringai tidak ada yang boleh membuat gadisnya takut selain dirinya.
"Neo panggilkan melita kesini" Neo adalah karyawan yang tadinya mengantarkan kopi daniel.
"Siap boss"
Mari mulai permainannya Melita sayang.
Melita Memasukki ruangan daniel sedangkan daniel tersenyum manis,Melita bingung kenapa daniel tersenyum kepadanya Yang dia tauh Daniel itu sangat dingin.
Melita duduk dengan anggunya daniel yang melihat itu hanya tersenyum namun dalam hati ia mengumpati wanita didepannya ini.
"Kau mau berkencan denganku?Sepertinya aku suka denganmu.." Aku berpura-pura menundukkan kepalaku agar terlihat seperti orang yang malu,Karena menyatakan isi hatinya sungguh menjijikkan jika melakukan ini selain dengan wanitanya.
Melita langsung berdiri ia memeluk daniel meraba-raba punggung daniel,Sedangkan daniel Menyerapahi Wanita setan didepannya ini.
"Aku mau dan tentu saja,Dan aku juga mencintaimu"
Dasar Wanita murahan Tampang seperti hantu dengan dandanan seperti itu ia seperti tepung Ah itu apa bibirnya sariawan kenapa Semerah itu astaga,Ah alisnya itu alis atau jalan Tol daniel bergedik Ia akan Kencan dengan orang ini.
"Daniel kenapa kau menatapku seperti itu?"
'Yah karena kau sperti hantu' batin daniel.
"Kau cantik sekali" Dengan senyum menawan milik daniel.
"Daniel bukankah kau dekat dengan naila?Si anak baru itu, ****** kecil" ucap melita dengan nada mengejek.
"itu hanya gosip mel aku dan dia Hanya sebatas teman,Aku sudah bilang bukan bahwa aku mencintaimu?" Dia mengatai gadisku ******?Kantorku selalu ada banyak cermin.
"kita kencan sekarang" Daniel menarik tangan melita sedangkan melita bergelayut dengan manja.
Ketika di lobby banyak yang melihat mereka daniel yakin hari ini akan ada berita tentang dirinya Namun besok akan berganti menjadi nama wanita ini saja.
"Kerumah mu saja mel" Cepatlah dia sudah tidak tahan dengan kelakuan wanita ini.
"Baiklah" Ah daniel dia benar-benar ganas ternyata Melita sudah menyukainya sejak dulu, dia lah yang memyingkirkan karyawan-karyawan murahan yang mencoba mendekati danielnya.
Sampai dirumah melita Daniel Menyuruh melita duduk di sofa sedangkan melita hanya tersenyum.
"Duduklah sayang,Biar aku yang masak.
"tunjukkan dapurnya"
' dan aku akan membunuhmu ' Lanjut daniel dalam hati ia geram dengan wanita ini.
Melita menunjukkan jalan ke dapurnya dan percayalah Bahwa seorang daniel takkan mau memasak Dia tidak bisa memasak,Pernah ketika Dia mencoba menggoreng nasi,Nasinya sudah ia Letakkan di wajan penggorengan Tapi ia bingung bagaimana cara menghidupkan kompornya.
Lupakan.
Karena tujuan daniel kesini bukan memasak Tapi Membunuh Orang yang mengusik wanitanya.
Sampai di dapur daniel mengambil sapu tangan yang ada di sakunya Memasangnya,Dan mengambil pisau dapur.
Setelah mendapatkan pisau dapur daniel Menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
"Maaf mel aku tidak bisa menghidupkan kompornya" Daniel berusaha untuk bernada kikuk dan itu menyebalkan baginya.
"Oh astaga" Melita Menepuk dahinya lalu berjalan menuju dapur Ia menghidupkan kompornya.
Dan daniel langsung mendorong kepala wanita tersebut,Tampa belas kasihan.
"Beraninya kau Membuat gadisku ketakutan" desis daniel tajam Wajah melita sudah tidak berbentuk,Daniel Menarik Jasad melita melemparkannya Lalu memotong kepala Wanita itu.
Dia juga Memotong jari-Jari melita menikam jantung wanita itu dengan pisau berkali-kali, Wanita ini bodoh untung saja Dia kemarin sudah menyuruh Jarvis untuk mematikan system Cctv disini.
Setelah itu daniel mengambil jari-jari tersebut menusuknya dengan garpu dan Memanggangnya.
Dia mengambil piring, sendok juga garpu menaruh jari panggang tersebut disitu mendudukkan mayat Melita yang Sudah tidak memiliki tangan dia mengambil kepala melita yang sudah hancur lebur Menyambungkan di leher wanita itu lagi. Ketika kalian pegang sedikit saja Daniel yakin kepalanya akan menggelendeng Karena dia hanya menaruhnya diatas lehernya bukan menjaitnya.
"Selamat menikmati melita sayang"
Daniel pergi dan membuang Sarung tangannya di tong sampah,Tapi sebelum itu ia mencucinya dulu.
--
Bersambung.
bang daniel numpang lewat dulu.