
Hari ini Aku akan interview kerja di perusahaan besar yang katanya sudah terkenal di seluruh penjuru dunia, ntah aku di terimah apa nggak tapi yah semoga aja diterima.
Aku berangkat bersama Audry dia temanku yang kebetulan kerja disitu.
"Nai kamu hari ini interview kan? Kebetulan bos kami baru saja pulang dari cabang bisnis nya yang di luar negeri.
"Tauh gak si nai bos kami itu gantengnya ngalahin justin bieber rasanya jika ketemu ingin Berfoto saja" oceh audry.
"Benar??tapi pasti dia serem! Meskipun gak berperut buncit kaya yang aku bayangin sih" aku ngebanyanginnya dia perut buncit tapi denger cerita audry kayanya nggak deh.
Pada saat sampai di Perusahaan, tubuhku gemetar hebat aku takut gak di terima,kalo bos nya galak gimana?terus aku gak di terima?.
"Naila syailand silahkan masuk untuk di interview"
Naila terkejut bukan main ketika namanya di panggil ia langsung berjalan dengan sedikit gemetar apalagi waktu memegang gagang pintu ruang bos nya, gemetar Luar biasa.
Sesampai disana naila hanya melihat punggung seorang laki-Laki, apakah itu ceo nya? Sudah pasti karena dia duduk di kursi ceo.
"Naila syailand,lulusan S2 dari universitas binusvi" suara bas terdengar dari ceo naila.
"Iya saya sendiri pak!"
Ceo Naila memutar balikkan Posisi duduk nya dan betapa kaget nya dia ternyata ceo nya adalah...
mantan pacarnya sewaktu SMA.
sebenarnya naila takkan mengenali jika itu mantannya tapi melihat Cara tatapan nya dan warna matanya juga namanya naila langsung yakin bahwa orang yang di depannya ini Mantan pacarnya.
"Da..niel? "
"Hm halo, Sudah lama yah kita tidak bertemu sayang~sudah puas liburannya? "
Daniel berfikir, sepertinya ia sudah membiarkan dia libur terlalu lama Naila jadi tidak mengingat ku, Naila-Naila dia pikir aku bakal lepasin dia begitu saja? Bahkan kali ini aku berfikir akan menjadikannya milikku seutuh nya.
Naila langsung berlari kearah pintu, ia tak mau lagi melamar kerja disini jika harus bertemu daniel.
Tapi.. Kenapa pintunya tak bisa di buka? Padahal tadi kan tidak di kunci. Pintunya telah dikunci dari luar Dan diluar ada seorang bodyguard daniel Yang dimana Jika daniel Mengetikkan pesan Di hpnya Dan Bodyguardnya akan Melaksanakan printahnya termasuk Mengunci pintu itu.
Daniel berjalan mendekati naila sedangkan naila sudah ketakutan setengah mati, ia tidak berfikir bahwa ia akan terjebak dengan daniel lagi.
"Naila sayang.. mau kemana hmm?"
Naila merasakan hembusan nafas daniel di tengkuknya, juga kata-kata dia yang membuat semua bulu naila berdiri.
Naila sudah benar-benar terjebak daniel mengurung nya disini, ia sungguh menyesal melamar kerja disini jika harus bertemu daniel.
"Da.. Niel apa ya... Ng kamu lakukan? Le.. Paskan aku"
"Lepas emangnya kamu mau kemana hmm? Kabur lagi??" kata daniel sambil mendongakkan kepala naila untuk menatap matanya yang tajam. Setajam elang.
"Le.. Pas dan.. Sa.. Kit" rintih naila karena daniel menekan rahangnya dengan sedikit keras.
Bukan malah di lepaskan daniel malah mencium Naila dengan ganasnya.
Naila memberontak dia mencoba melepaskan bibir daniel dari bibirnya dengan memukuli dada daniel namun itu tidak berguna.
Tangannya malah berakhir di kurung daniel di atas kepala nya, dia tak bisa apa-apa.
Sedangkan daniel, ia tersenyum setan di sela-sela ciuman panas mereka, karena akhirnya dia menemukan naila kembali wanita yang ia cium sekarang milik nya hanya miliknya.
Daniel merasakan sepertinya naila akan kehabisan nafas, ia langsung menarik bibirnya dari bibir naila tapi hidung mereka masih bersentuhan.
Bibir naila sedikit bengkak karena gigitan daniel, rambutnya juga tapi tangannya spertinya akan membiru gara-gara ulah daniel.
"Lepaskan aku dan!kenapa kau lakukan itu denganku! Aku tak menyangka ada kau disini!.
"Jika aku tauh ada kau aku takkan melamar kerja disini"
"Kau sudah berani melawanku sayang? Apa ini karena liburan mu yang terlampau panjang?? "
Setelah daniel mengatakan itu dia langsung mengendong naila ala brydal style, dan menjatuhkan naila di sofa kerjanya lalu mengunci pergerakkan tubuh naila disitu.
Naila terkejut saat daniel mengangkatnya dan menjatuhkannya ke sofa, daniel menindih dan mengunci tangan naila di atas kepala ,naila mencoba memberontak dengan kakinya.
Namun kakinya malah berakhir terjepit di selah 2 kaki daniel,naila ingin menangis ia takut sungguh.
"Kenapa? Mau menangis huh!? Dimana keberanian mu tadi? " tantang daniel.
Ia langsung merusak kancing baju naila, bahkan kancing baju naila ada yang terjatuh di karpet, setelah melakukan aksi gilanya itu,daniel langsung menelusupkan kepalanya di leher naila, menyesap dan memberikan tanda kebiruan.
yang biasanya di sebut orang kissmark.
Seketika naila menangis, air matanya mengalir jatuh ketika daniel menjilati bagian leher dan atas dadanya, ia ketakutan.
Daniel mendengarkan isakkan perempuan,naila menangis?daniel pun mendongakkan wajah nya.
"Jangan melakukan itu lagi, jangan melawanku kau faham?"ucap dengan dingin daniel.
Sedangkan naila hanya mengangguk menuruti kata-kata daniel ia tak mau daniel lepas kendali seperti tadi.
"Coba katakan.!"
"Ak..u tidak akan.. Melawan daniel"
Daniel tersenyum lalu mengangkat tubuhnya dari tubuh naila,dia melihat naila yang masih menangis seseggukan.
Daniel langsung mendudukan naila dan memeluk naila erat, ia merindukan gadisnya setelah kejadian itu ia tak pernah melihat gadisnya lagi.
Daniel tidak mendengar suara dari naila lagi,namun suara sesegukkan itu tergantikan dengan nafas teratur.
Naila selalu sperti ini dia selalu tertidur sehabis menangis, ntah itu pagi ataupun malam.
Daniel tersenyum,ia melihat beberapa kancing baju naila yang tidak di tempatnya, ia juga melihat karyanya yang berwarna biru keunguan itu dan tersenyum penuh kemenangan.
Tiba-tiba seorang karyawan masuk yang membuat daniel menoleh kearah pintu dan menatap tajam,ia langsung memeluk naila ia tak mau naila di lihat laki-laki lain,Dan kenapa Orang Yang ia suruh membiarkan dia masuk!?Apa karena dia seorang karyawan?
"Ada apa!? Bisakah kau mengetuk pintunya dulu?dimana sopan santun mu!? " daniel mengatakan hal tersebut dengan tajam.
"Ma..af tuan,saya sudah mengetuk pintunya tadi"
daniel hanya menatap karyawan tersebut meminta penjelasan mengapa,dia datang kemari.
"Hari ini anda ada meeting tuan,Bersama PT group"
kata karyawan tersebut dengan menunduk takut, ia melihat wanita yang di peluk daniel.
"Kembalilah dan jangan tunjukkan wajahmu!.
"JANGAN MELIHAT GADISKU SIALAN! " suara daniel menggelegar bhak petir dia marah sangat marah ketika gadisnya di lihat orang lain, sedangkan karyawan tadi ia langsung melarikan diri takut, liat saja dia akan memecat karyawan tersebut.
Dia melihat kearah naila lagi untung nya naila tidak terbangun, ia langsung menggendong naila ala brydal style dan menidurkan naila di kamar ruang kerjanya.
Kamar itu biasanya di gunakan daniel jika ia lembur,dia tidak akan pulang kerumah dan tidur disitu.
"Aku meeting dulu yah,jangan mencoba kabur sayang~" ucap daniel lalu mencium kening dan bibir naila yang sedang tertidur.
----
BERSAMBUNG