
Daniel lari dengan tergesa-gesa menuju rumah sakit dokter disana menelfonya dan berkata kondisi Naila semakin memburuk. ingin rasanya Daniel bertukar tubuh dengan Naila. ia lebih baik sakit ketimbang merasa bersalah seperti ini.
tuhan jika kau benar-benar ada aku ingin kamu mengabulkan 1 doa pendosamu ini. ku mohon bangunkan Naila dari masa kritisnya, aku akan membayar apapun bahkan jika itu hidupku.
Daniel mengemudi mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata ia tidak peduli apapun ia hanya ingin melihat Naila.Daniel sungguh menyesal dengan perbuatannya.
"bertahan lah nai.. jangan tinggalkan aku"
airmata Daniel turun ketika kilasan demi kilasan masa nya dengan Naila hadir di dalam kepalanya,kenapa dia begitu mengerikan?pantas saja Naila memanggilnya monster. semenjijikkan itu lah dirinya.
kenapa rumah sakit terasa sangat jauh?OH GOD!!! Aku ingin cepat-cepat sampai di rumah sakit!sialan!!!
Daniel trus menginjak pedal gas hingga dalam hitungan 20 menit dia sampai di rumah sakit,ia berlari menuju ruangan Naila dan para dokter keluar dari ruangan tersebut dengan raut muka yang sedih. apa yang sedang terjadi?
"kami sudah berusaha semampu kami...
"tapi tuhan memberikan jalan lain,ia sudah kembali ke sisi tuhan"
deg
omongan dokter tersebut membuat tubuh Daniel kaku ditempat ia sudah tidak bisa berpikir lagi,tubuhnya membeku. dan kakinya tak bisa menopang berat badannya dan akhirnya dia jatuh terduduk. Omongan dokter tersebut adalah mimpi buruk baginya. sangat buruk.
"KATAKAN ITU BOHONG! CEPAT KATAKAN SIALAN!" Daniel mendongak menatap dokter tersebut dengan air mata yang sudah membanjiri matanya.
"maaf.. kami turut berduka—"
Daniel berdiri,matanya menatap dingin kearah dokter tersebut "BERDUKA KATAMU!?DIA TIDAK MATI SIALAN! SEKALI LAGI KAU UCAPKAN KATA-KATA ITU AKU AKAN MEMBUNUHMU" Daniel menunjuk dokter tersebut dengan mata yang menatap tajam.
"maaf tuan tapi dia—"
'bug' dengan sekali pukulan Daniel kacamata dokter tersebut jatuh dan hidungnya mengeluarkan darah. "KATAKAN LAGI SIALAN!! AKU AKAN MEMBUNUHMU DISINI".
brankar tempat Naila terbaringpun di dorong keluar oleh 4 dokter tersebut. mereka tidak memperdulikan Daniel yang melihat mereka dengan tajam.
"SEDANG APA KAU!?KEMBALIKAN DIA DI RUANGANNYA SIALAN!!" Daniel maju lalu memegang tangan salah satu dokter yang menarik brankar tersebut.
"tuan jika anda tidak percaya dia telah meninggal anda bisa membuka penutup kainnya" ucap dokter tersebut dengan tegasnya.
Daniel terdiam sebentar,lalu tangannya mengarah untuk membuka kain putih yang menutupi mayat tersebut. dan tubuhnya kembali mematung. ia tidak percaya!sama sekali tidak percaya bahwa sosok yang disana benar-benar Naila.
Daniel mundur dan dokter tersebut kembali mendorong brankar Naila untuk di pindahkan ke ruang mayat.
sedangkan Daniel,tubuhnya kaku ia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi ia sangat sangat terpukul. ia tidak menyangka akhirnya seperti ini. lalu bagaimana!?bagaimana ia bisa melanjutkan hidupnya jika mataharinya saja sudah meninggalkannya. bagaimana ia harus bertahan?
bagaimana?rasa bersalah ini tak pernah hilang dari hatinya.
semua ini salahku.
lebih baik aku mati ketimbang seperti ini. sialan.
aku tidak ingin seperti ini. luka hati tanpa obat ini sangat sakit.
sangat.
--
bersambung.
nah loh bang:)