
tadi pagi setelah pertengkarannya dengan Naila Daniel dan Chia pulang kerumah tepat jam 8 malam. terlihat Naila duduk dengan santainya diruang tamu sambil menonton chanel kesukaannya.
karena terlalu asik dengan siaran televisi didepannya Naila tidak menyadari bahwa ada 2 orang sedang menatapnya dengan Tajam.
"apa yang kau lakukan disini?kenapa tidak tidur!?" sentak Daniel. membuat Naila kaget lalu memutar balikkan badannya kearah Daniel dan Chia dengan malas.
"memangnya kenapa?lagian kamu siapa. berani mengaturku?" Naila memandang Daniel remeh lalu memberikan senyum miring untuk Chia.
"apa kamu tuli?aku sudah berkali-kali bilang. bahwa kamu milikku" dengan amarah yang membeludak Daniel melepaskan tangan Chia yang tadinya ia genggam. lalu ia berjalan menuju Naila dan menariknya paksa ke kamar. Naila melihat kebelakang ke arah Chia,lalu ia tersenyum miring meremehkan.
dan wajah Chia yang melihat senyum miring milik Naila itu. memerah menahan amarah. Chia merasa Naila selalu saja menggagalkan Rencanannya. Dasar perempuan Ular!
Naila tersenyum senang ketika melihat Wajah Chia seperti kesal. urusan Chia sudah ia balas,sekarang ia harus menghadapi monster yang menariknya Kasar ini.
ketika sampai dikamar Naila dengan sekuat tenanga menghempaskan tangan Daniel."let me go!!tidak bisakah sehari saja. kamu tidak bersikap kasar kepadaku!"
Daniel mencengkram kedua pundak Naila dengan erat" kenapa kamu selalu berkata jika kamu bukan milikku!?"
"karena aku memang bukan Milikmu!" Naila mendongak menatap Daniel dengan segala keberaniannya. saat ini bukan hanya Rasa takut yang mengikutinya tetapi rasa benci ikut turut membantunya.
"aku tidak perlu persetujuanmu!Dengar!sampai kapanpun!kamu adalah milikku!!!" Daniel semakin mengeratkan cengkramannya dipundak Naila. membuat Naila menahan sakit,Naila yakin setelah ini pundaknya pasti membiru.
"kau egois!!entah dosa apa yang aku lakukan dulu, sampai bertemu pria iblis sepertimu" geram Naila. rasanya ingin menampar pipi Daniel dengan keras.
"dan sekarang pria iblis ini. berhasil mengurungmu disisinya,untuk selamanya" bisik Daniel dengan sensual ditelinga Naila.
"kau!!-"
Brak*
pintu terbuka dengan kasar oleh Chia. didepan pintu terdapat Chia dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya. Daniel yang melihat itu terkejut lalu menghampiri Chia.
"ada apa Chi!?" tanya Daniel panik.
Naila yang melihat itu hanya tersenyum sinis. lihatlah,betapa berbedanya sifat Daniel ketika dengannya dan dengan Chia.
"Anak kecil yang kau bawah. Jatuh dari tangga Niel!!"
Deg!
Naila tanpa memikirkan apapun menerobos Chia dan Daniel ia berlari menuruni tangga dengan Cepat,Daniel yang melihat Naila berlari seperti itupun ikut menyusulnya.
Naila panik ketika mendapati putrinya tidak sadarkan diri didepan tangga. dan bodohnya,para pelayan hanya melihat Dellia tanpa mencoba menyelematkan gadis kecil itu. membuat Naila geram,Dengan amarah yang meluap-luap Naila mengangkat Naila pergi. air matanya telah hilang diganti dengan kemarahan.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!KENAPA HANYA DIAM MENONTON!"
"APA KALIAN INGIN KEHILANGAN MATA KALIAN HAH!!" Daniel membentak para pelayannya yang sedang menunduk ketakutan.
"JARVIS!!CEPAT HILANGKAN MATA MEREKA!LALU KURUNG MEREKA DIBAWAH TANAH"
"baiklah tuan"
para pelayan ketakutan setengah mati,ini bukanlah salah mereka. apa yang harus mereka katakan.salah satu pelayan berambut pendek yang terlihat masih muda,maju lalu dengan gemetar melihat Daniel.
"Mohon maaf tuan,tetapi tadi kami tidak diperbolehkan membantu!"
"OLEH SIAPA!?"
"nona Chia"
"APA KAMU SEDANG BERMAIN-MAIN DENGANKU!?AKU TIDAK INGIN MELADENI ORANG SEPERTIMU BERMAIN"
"tapi memang benar tuan,Nona Chia yang menyuruh kami untuk tidak menolongnya" Ucap salah satu pelayan lagi. semua pelayan menatap Daniel lalu menganggukan kepalanya dengan mantap.
"tidak mungkin!Asal kalian tahu!tadi yang melaporkan Dellia jatuh adalah Chia,Jangan mencoba membohongiku"
"Jarvis!bawah mereka ke Sel,bawah tanah!!"
"baik tuan"
Daniel dengan segera menyusul Naila dengan mobil sportnya,tadi sepertinya Naila membawah Dellia kerumah sakit dengan supirnya.Cih,padahal disini ada dirinya. kenapa wanita itu malah mengantarkan Chia kerumah sakit dengan Supir?yang jelas jauh dari Daniel.
sial!!belum lagi masalah pelayan lagi,sebenarnya sedari tadi Daniel berpikir. tidak mungkin pelayan sebanyak itu.. Berbohong kepadanya. apalagi mereka pelayan terpecaya. tapi jika Chia yang melakukan itu,Daniel tetap tidak percaya.
arhg!!Sudahlah!pasti itu ulah pelayan-pelayan itu!ya mereka bersekongkol untuk menggeseser Chia dari Mansionnya.
sekarang pikirkan Dellia dan Naila dulu.
--bersambung.
jadi?siapa yang mendorong Dellia?.